Friday, March 14, 2014

// // Leave a Comment

Kerjasama Militer Syiah - Amerika [Goresan Pena Tanya Syiah Part 3]

Kerjasama Militer Syiah - Amerika [Goresan Pena Tanya Syiah Part 3]

Semenjak Revolusi Iran pada tahun 1979, hubungan bilateral antara 2 negara yaitu negara Iran Syiah dan Amerika telah memasuki babak baru dalam ketegangan yang penuh dengan intrik dan retorika.

Tanya Syiah sebelumnya telah menampilkan hubungan kerjasama bilateral di antara kedua negara tersebut, yaitu negara Iran Syiah dengan Amerika dalam hal segi ekonomi dagang di Goresan Pena Tanya Syiah : Kerjasama Dagang Syiah Iran-Amerika. Padahal propaganda-propaganda simpatisan Syiah Rafidhah di Indonesia telah melakukan tipu daya dengan berorasi “Iran tidak memiliki hubungan sama sekali dengan Amerika”, padahal kenyataannya sangatlah mencengangkan.

Para simpatisan Syiah Rafidhah di Indonesia sangat membanggakan negeri Iran Syiah yang secara lahiriyyah sangat vokal terhadap Amerika dengan menafikan/menihilkan segala bentuk hubungan yang berhubungan dengan Amerika baik dalam hal segi ekonomi ataupun militer. Meskipun gaya kehidupan Amerika telah diasuh juga oleh Iran dalam hal obat-obatan terlarang dan seks. –Insya Allah akan diGoreskan Pena-

Goresan Pena Tanya Syiah kali ini akan menampilkan Kerjasama Militer Syiah-Amerika, di mana kedua negara tersebut menampakan permusuhan di antara mereka, namun jika mempunyai visi/tujuan yang sama maka mereka akan bergandengan tangan dalam menjalankan misinya yaitu memerangi Islam.

Pada tahun 1997, Mohammad Khatami terpilih sebagai Presiden Iran yang ke-5 dan pada tahun 2001 pula, Mohammad Khatami pun terpilih kembali sebagai Presiden Iran dengan memiliki seorang Wakil Presiden Bidang Hukum dan Parlemen yang bernama Mohammad-Ali Abtahi.

Kerjasama Militer Syiah - Amerika [Goresan Pena Tanya Syiah Part 3]

Mohammad Khatami (Persian: سید محمد خاتمی, pronounced [sejˈjed mohæmˈmæde xɒːˈmiː]; born 29 September 1943) is an Iranian scholar, Shia theologian, and Reformist politician. He served as the fifth President of Iran from 2 August 1997 to 3 August 2005. He also served as Iran's Minister of Culture in both the 1980s and 1990s. He is currently one of the leaders of the Iranian Green Movement, and an outspoken critic of former President Mahmoud Ahmadinejad's government.

Khatami is known for his proposal of Dialogue Among Civilizations. The United Nations proclaimed the year 2001 as the United Nations' Year of Dialogue Among Civilizations, on Khatami's suggestion.

[http://en.wikipedia.org/wiki/Mohammad_Khatami]

Kerjasama Militer Syiah - Amerika [Goresan Pena Tanya Syiah Part 3]

Mohammad Ali Abtahi (Persian: محمدعلی ابطحی; born January 27, 1958) is an Iranian theologian, scholar, pro-democracy activist and chairman of the Institute for Interreligious Dialogue. He is a former Vice President of Iran and a close associate of former President Mohammad Khatami. Abtahi is a member of the central council of Association of Combatant Clerics (Majma'e Rowhaniyoon-e Mobarez), the political grouping to which both Khatami and the 2009 presidential candidate Mehdi Karroubi (the previous Speaker of Majlis of Iran) belong.

On September 2, 2001, Abtahi was elevated to the post of the Iranian Vice President for Legal and Parliamentary Affairs. He was the first cabinet member in Iran to write a weblogor have an Orkut account during his membership in the cabinet. He resigned from his post three times after the Iranian Majlis election of 2004, because of "differences in political viewpoints with the parliament's majority", and finally, on October 12, 2004, his resignation was accepted by President Khatami. He was followed by Majead Ansari, a previous representative of Tehran to the Parliament and a fellow member of the Combatant Clerics Society party.

[http://en.wikipedia.org/wiki/Mohammad-Ali_Abtahi]

Pada bulan September tahun 2001 terjadilah fitnah terbesar di abad ini, yaitu serangan langsung ke jantung Amerika dan menelan korban yang cukup banyak, sehingga pintu fitnah terbuka lebar dan tidak dapat ditutup kembali. Sehingga peristiwa ini memberikan legitimasi terhadap Amerika Serikat untuk memporak-porandakan negeri-negeri kaum Muslimin dengan slogan “War on Terror”. Qadarullah kaum Muslimin Afghanistan digempur dan dibersihkan dari bumi Khurasan.

Dua bulan setelah kejadian serangan 11 September 2001, Iran negara Syiah mengucapkan belasungkawa kepada negara Amerika Serikat. Dan ia (Iran Syiah) adalah termasuk salah satu negara yang pertama kali mengungkapkan belasungkawanya terhadap tragedi tersebut.


Pembawa Acara

Menit 00:00 - 00:18
Dengan setiap pernyataan, setiap rekaman video, Osama bin Laden semakin dekat untuk mengakui dalam bertanggung jawab terhadap (serangan) 11 September. Apakah anda merasa nyaman terhadap hal tersebut, dengan bukti yang didapatkan sampai saat ini, Amerika Serikat, dibawah hukum internasional, mempunyai hak untuk melindungi dirinya sendiri melawan al-Qaeda dan Osama bin Laden?

Presiden Iran Mohammad Khatami

Menit 00:19 - 00:47
Dengan nama Allah yang maha Pengasih dan maha Penyayang, sebelumnya, saya hendak mengungkapkan belasungkawa terdalam saya terhadap negara Amerika dan mengungkapkan kesedihan saya atas tragedi tragis 11 September. Hal yang terjadi tersebut adalah bencana.

Menit 00:47 - 01:18
Teror dan teroris bukanlah peristiwa baru. Tetapi yang disesalkan, yaitu apa yang lebih menyedihkan kita adalah mesin perang dan teror tidak berhenti di tahun 2001, padahal yang telah direncanakan sebagai tahun untuk melakukan dialog di antara masing-masing peradaban. Serangan 11 September adalah bentuk terorisme yang terburuk yang pernah ada.

Menit 01:18 - 01:55
Saya mengungkapkan kesedihan terdalam saya kepada rakyat Amerika segera setelah terjadinya tragedi tersebut, dan saya hendak mengucapkan betapa sedihnya saya dan mengungkapkan belasungkawa saya. Saya juga hendak mengatakan bahwa rakyat Amerika bukan satu-satunya yang menderita. Baru saja hari ini kita melakukan upacara dimana bendera-bendera dari berbagai negara hadir pada tragedi tersebut dan telah dikibarkan. Sebagaimana yang kalian ketahui, ada orang yang berkebangsaan Iran yang terlibat di antara mereka. Oleh karena itu, hal tersebut adalah sebuah tragedi dan mengerikan. Serta terorisme pada umumnya.

Menit 01:55 - 02:19
Yang menjadi permasalahan saat ini adalah kita harus menghadapi peristiwa ini. Kita harus melakukannya dengan sikap yang telah ditentukan. Kita harus mengatasi akar permasalahan terorisme. Kita harus menemukan para pelaku dan membawa mereka ke meja pengadilan. Dan kita harus melawan basis-basis teroris di manapun mereka berada. Tapi sekali lagi, kita harus mengatasi akar teroris tersebut.

Menit 02:19 - 03:14
Kami telah menyatakan bahwa kami tidak puas dengan apa yang terjadi di Afghanistan, baik di masa lalu maupun di masa sekarang. Kami mengutuk ekstrimisme dalam segala bentuk, dan kami percaya bahwa terorisme dalam segala bentuk juga tidak dapat diterima. Pertanyaan mengenai siapa yang berada dibalik penyerangan tersebut, saya meyakini harus didukung oleh bukti dan mungkin ada beberapa bukti yang lain di luar itu semua, meskipun kami belum menerimanya atau melihatnya sendiri. Tapi hal ini sepertinya, dari berbagai perkembangan bahwa individu-individu dan kelompok-kelompok yang tercantum mungkin saja ikut terlibat di dalamnya.

Menit 03:14 - 03:37
Yang terpenting adalah kita harus mengidentifikasi segala permasalahan dengan sangat jelas. Kita tidak harus bertindak terlalu cepat. Dan kita harus juga melawan basis-basis teroris dan diharapkan dapat bergerak ke satu arah sehingga di masa depan tidak ada sebuah bangsa, sebuah negara yang akan mengalami peristiwa tragis seperti itu lagi.

Pembawa Acara

Menit 03:37 - 03:59
Pejabat-pejabat internasional, pejabat-pejabat Amerika Serikat, mengatakan bahwa delegasi Iran sedang melakukan aktivitas yang membangun dalam pembicaraan sekarang ini yaitu “Six-Plus-Two” mengenai masa depan Afghanistan. Apa yang Anda lihat mengenai masa depan Afghanistan? Apakah Zahir Shah memiliki peran sementara? Akankah ada pembelot dari Taliban yang memiliki peran dalam pemerintahan masa depan di Afghanistan tersebut?

Presiden Iran Mohammad Khatami

Menit 03:59 - 04:17
Seperti yang telah di-indikasikan bahwasannya kami sangat aktif di daerah ini, karena kami tidak dapat duduk diam begitu saja ketika ada sebuah negara yang tidak stabil yang berada di lingkungan negara kami.

Menit 04:17 - 05:08
Daripada berbicara mengenai kelompok dan orang-orang, saya lebih suka kita berbicara tentang mekanisme yang tersedia bagi kami yang dapat menyebabkan perdamaian dan stabilitas serta pemerintahan moderat di Afghanistan. Apa yang kami miliki dalam pikiran kami adalah bahwa kita harus mempertimbangkan dua proses terhadap Afghanistan. Salah satunya adalah yang terakhir, di mana semua rakyat Afghanistan, baik pria maupun wanita Afghanistan, terlepas dari latar belakang agama dan etnis mereka, mungkin dapat pergi ke tempat pemilihan suara dan menentukan masa depan negara mereka.

Menit 05:08 - 05:57
Namun, telah jelas bahwasannya krisis yang sekarang ini, tidak memungkinkan untuk mencapainya, oleh karena itu kita memerlukan masa transisi. Dalam masa transisi, secara alami, kita membutuhkan pemerintahan sementara yang terdiri dari semua kelompok Afghanistan yaitu kelompok Afghanistan yang dapat diterima oleh masyarakat internasional, dan oleh rakyat Afghanistan juga. Dan hal tersebut harus diawasi oleh PBB, yaitu masa transisi ini, sehingga Afghanistan bisa mencapai tinkat normal di mana orang dapat menentukan nasib mereka sendiri.

Menit 05:57 - 06:31
Sangat jelas, Pashtun adalah penduduk terbesar di Afghanistan, meskipun kita tidak dapat mengatakan bahwa Pashtun sama dengan Taliban atau sama dengan proses di Roma. Kita tahu bahwa Mohammad Zahir adalah yang mewakili proses Roma. Yang penting bagi kami adalah bahwa Pashtun, juga, harus ada, harus hadir, serta Tajik, Hazara, dan Uzbek, dan kelompok etnis lainnya.

Pembawa Acara

Menit 06:31 - 06:58
Tuan Presiden, Iran adalah salah satu negara pertama yang mengirimkan belasungkawa ke Amerika Serikat setelah 11 September. Anda, yaitu diri anda sendiri, dan anggota lainnya dari rezim yang berkuasa, orang-orang telah menyatakan simpati mereka. Akan ada distribusi makanan ke Afghanistan yang akan datang melalui pelabuhan Iran di Teluk Persia. Iran telah mengatakan bahwa Iran akan memenuhi kewajiban internasional untuk membantu pilot Amerika Serikat, akankah mereka harus berjuang dengan dirinya sendiri dalam kesulitan selama situasi ini.

Menit 06:58 - 07:31
Ini sangat luar biasa bagi musuh bebuyutan. Dalam wawancara sebelumnya minggu ini Anda telah berbicara tentang apa yang Anda sebut beberapa langkah positif yang telah diambil oleh pemerintahan Clinton dalam berbicara tentang kebijakan masa lalu terhadap Iran. Para pejabat Amerika Serikat masih belum mampu untuk memahami mengapa Iran tidak menerima dialog tanpa syarat. Aku tidak bermaksud mengatakan hubungan, aku tidak bermaksud mengatakan perundingan, maksudku adalah dialog. Apa yang salah dengan dialog tanpa syarat tersebut, di mana Anda semua dalam menempatkan permasalahan kalian di atas meja?

Presiden Iran Mohammad Khatami

Menit 07:31 - 08:35
Kami mengerti perasaan rakyat Amerika dan pemerintahan Amerika dalam menanggapi serangan tragis yang terjadi pada tanggal 11 September. Dan hal tersebut adalah hak mereka untuk membawa para pelaku ke meja pengadilan, dan untuk menghadapi mereka. Dan dunia juga mendukung hal tersebut. Tapi pertanyaannya adalah Bagaimana Anda menghadapi teror dan terorisme? Teror dan terorisme adalah sebuah proses. Ketika kita berbicara tentang Al Qaeda, sebagai contoh, kelompok ini adalah kelompok yang tidak hanya berbasis di Afghanistan. Kelompok tersebut berada juga di tempat lain, dan sebagaimana juga apa yang dilakukan oleh kelompok teroris yang berada di negara kami. Jika kita bertindak dengan cepat, atau dengan cara sepihak, kita mungkin dapat melawan terorisme dalam satu atau dua kasus, tapi kita mungkin dapat mengakhirkann proses teroris lainnya.

Menit 08:35 - 09:56
Sejauh hubungan yang telah dijalin, saya telah mengatakan bahwa ada banyak ketidakkepercayaan. Dalam prakteknya, sayangnya, kami belum melihat adanya langkah-langkah serius yang diambil untuk memperbaiki situasi, meskipun dalam pemerintahan terakhir ada beberapa hal positif yang telah dilakukan. Secara resmi, pemerintah AS mengatakan bahwa mereka telah membuat beberapa kesalahan terhadap Iran. Mereka tidak meminta maaf secara resmi, tapi setidaknya secara jelas menyatakan bahwa mereka telah membuat kesalahan. Dan jika hal tersebut telah diikuti dengan beberapa langkah praktis, hal tersebut akan memiliki beberapa hasil yang positif. Tapi sayangnya, tuduhan masih berlanjut, ancaman masih berlanjut, tuduhan yang tidak berdasar masih berlanjut. Dan saya ingin mengatakan bahwa kami meskipun kami adalah korban terorisme. kami dikatakan sebagai teroris, atau setidaknya bahwa kami berada di daftar kelompok teroris. Dan saya ingin mengatakan bahwa ada banyak kelompok teroris hadir di negara-negara Barat dan negara lainnya yang sebenarnya sedang mereka dukung. Jadi terdapat standar ganda.

Menit 09:56 - 10:34
Kami telah memiliki, seperti yang Anda ketahui, sebuah sejarah mengenai pesimisme ketika muncul terhadap hubungan kami dengan PBB dan dengan Amerika Serikat. Jadi meskipun terdapat beberapa perkembangan positif, kita perlu langkah-langkah yang praktis. Jadi selain retorika, kita perlu menyingkirkan perilaku yang tidak dapat diterima yang masih berlanjut, menurut pendapat saya, yaitu perilaku terhadap Iran.

[https://www.youtube.com/watch?v=U-zod6pjOS8]

Dari wawancara tersebut di atas ada beberapa point yang akan Tanya Syiah garis bawahi, yaitu :

1. Menit 01:18 - 01:55 : Saya mengungkapkan kesedihan terdalam saya kepada rakyat Amerika segera setelah terjadinya tragedi tersebut. ada orang yang berkebangsaan Iran yang terlibat di antara mereka.

2. Menit 02:19 - 03:14 : Kami telah menyatakan bahwa kami tidak puas dengan apa yang terjadi di Afghanistan, baik di masa lalu maupun di masa sekarang.

3. Menit 03:37 - 03:59 : Pejabat-pejabat internasional, pejabat-pejabat Amerika Serikat, mengatakan bahwa delegasi Iran sedang melakukan aktivitas yang membangun dalam pembicaraan sekarang ini yaitu “Six-Plus-Twomengenai masa depan Afghanistan.

4. Menit 03:59 - 04:17 : Seperti yang telah di-indikasikan bahwasannya kami sangat aktif di daerah ini.

5. Menit 05:57 - 06:31 : kita tidak dapat mengatakan bahwa Pashtun sama dengan Taliban.

6. Menit 06:31 - 06:58 : Tuan Presiden, Iran adalah salah satu negara pertama yang mengirimkan belasungkawa ke Amerika Serikat setelah 11 September. Akan ada distribusi makanan ke Afghanistan yang akan datang melalui pelabuhan Iran di Teluk Persia. Iran telah mengatakan bahwa Iran akan memenuhi kewajiban internasional untuk membantu pilot Amerika Serikat.

7. Menit 06:58 - 07:31 : Ini sangat luar biasa bagi musuh bebuyutan.

8. Menit 07:31 - 08:35 : Ketika kita berbicara tentang Al Qaeda, Jika kita bertindak dengan cepat, atau dengan cara sepihak, kita mungkin dapat melawan terorisme dalam satu atau dua kasus, tapi kita mungkin dapat mengakhirkan proses teroris lainnya.

9. Menit 08:35 - 09:56 : Sejauh hubungan yang telah dijalin, saya telah mengatakan bahwa ada banyak ketidakkepercayaan. Dalam prakteknya, sayangnya, kami belum melihat adanya langkah-langkah serius yang diambil untuk memperbaiki situasi, meskipun dalam pemerintahan terakhir ada beberapa hal positif yang telah dilakukan. Secara resmi, pemerintah Amerika Serikat mengatakan bahwa mereka telah membuat beberapa kesalahan terhadap Iran. Mereka tidak meminta maaf secara resmi, tapi setidaknya secara jelas menyatakan bahwa mereka telah membuat kesalahan. Dan jika hal tersebut telah diikuti dengan beberapa langkah praktis, hal tersebut akan memiliki beberapa hasil yang positif.

10. Menit 09:56 - 10:34 : Kami telah memiliki, seperti yang Anda ketahui, sebuah sejarah mengenai pesimisme ketika muncul terhadap hubungan kami dengan PBB dan dengan Amerika Serikat. Jadi meskipun terdapat beberapa perkembangan positif, kita perlu langkah-langkah yang praktis. Jadi selain retorika.

Kesimpulannya :

Setelah terjadinya serangan 11 September 2001, maka Iran Syiah termasuk salah satu negara yang pertama kali mengucapkan belasungkawa kepada Amerika Serikat serta terdapatnya pelaku yang berkebangsaan Iran Syiah.

Iran Syiah sangat tidak puas terhadap negara Afghanistan yang didominasi oleh Taliban, sehingga Iran Syiah berusaha untuk memerangi Taliban dengan sangat aktif dengan membentuk “Six-Plus-Two” atau Afghan Northern Alliance atau disebut juga sebagai Aliansi Utara.

The Six plus Two Group on Afghanistan (also known as 6 plus 2 Contact Group or "6 plus 2") describes an informal coalition of the six nations bordering with Afghanistan (China, Iran, Pakistan, Tajikistan, Turkmenistan and Uzbekistan), plus the United States and Russia, which functioned from 1999 to 2001 under the aegis of the United Nations. The coalition worked first to find a solution between the Afghan Northern Alliance and later to explore a post-Taliban government for Afghanistan.

Target country
Neighbouring countries (6)
plus 2
 Afghanistan
 China
 Amerika Serikat

 Iran
 Russia
 Pakistan

 Tajikistan
 Turkmenistan
 Uzbekistan

Kerjasama Militer Syiah - Amerika [Goresan Pena Tanya Syiah Part 3]

[http://en.wikipedia.org/wiki/Six_plus_Two_Group_on_Afghanistan]

Iran Syiah akan membantu invasi Amerika Serikat dengan mengizinkan wilayah udaranya digunakan oleh Amerika Serikat, padahal kedua negara tersebut merupakan musuh bebuyutan. Namun Iran Syiah dan Amerika Serikat dapat bekerjasama dalam melakukan invasi terhadap negara Afghanistan.

Iran Syiah sebelumnya juga telah menjalin hubungan dengan Amerika Serikat, namun belum membuahkan hasil yang positif secara keseluruhan dikarenakan ada rasa ketidak- kepercayaan antara kedua belah pihak. Sehingga dibutuhkan langkah-langkah praktis dengan meniadakan retorika belaka.

Langkah-langkah praktis tersebut adalah membantu Invasi Amerika Serikat terhadap Afghanistan dalam membinasakan kaum Muslimin.



Wakil Presiden Bidang Hukum dan Parlemen Iran Mohammad Ali Abtahi

Menit 00:40
Ini adalah bantuan utama Iran yang pertama membantu Amerika menjatuhkan Taliban dan al-Qaeda. Ia adalah mustahil tanpa bantuan Iran.

Presiden Iran Mohammad Khatami

Menit 01:02
Taliban merupakan musuh kami, Amerika menyatakan bahwa Taliban juga merupakan musuh mereka. Jika mereka menjatuhkan Taliban, ia akan memenuhi kehendak Iran.

Menit 02:45
Saya memberitahunya, mari kita mengulangi pengalaman Afghanistan di Iraq

[https://www.youtube.com/watch?v=G7gPCEvbk7Q]

Ketika kaum Muslimin di Afghanistan dan Iraq binasa, maka Amerika Serikat memberikan kekuasaan kepada Syiah Rafidhah


Presiden Amerika Bush

00:02  Yang Terhormat (Abdul Aziz al-Hakim Syiah), selamat datang kembali di Oval Office (Ruangan Kantor Presiden Amerika di Gedung Putih)

00:05  Ini adalah kesempatan kedua kalinya aku (Bush) bertemu dengan salah satu pemimpin terkemuka dari Organisasi Pembebas Irak

00:14  Ini adalah seorang laki-laki yang memiliki keluarga yang menderita dari kekejaman yang tidak dapat dibayangkan pada era tangan diktator, Saddam Hussein.

00:23  Ia kehilangan hampir 60 anggota keluarga dan namun bukannya bersedih, ia lebih memilih untuk menolong kesuksesan pemerintahan baru.

00:39  Kami (Bush & Abdul Aziz al-Hakim Syiah) telah berbicara mengenai banyak permasalahan yang penting

00:44  Aku (Bush) menghargai dengan sangat atas komitmen Yang Terhormat (Abdul Aziz al-Hakim Syiah) untuk menyatukan pemerintahan

00:52  Aku (Bush) meyakinkan ia (Abdul Aziz al-Hakim Syiah) bahwa Amerika mendukung kinerjanya dan kinerja Perdana Mentri untuk menyatukan negara

01:02  Bahagian dari pemersatu Irak bagi pemimpin terpilih dan pemimpin masyarakat adalah untuk menolak orang-orang ekstrem yang mencoba untuk menghentikan kemajuan demokrasi yang masih muda ini

01:24  Aku (Bush) menghargai dengan sangat posisi kuat Yang Terhormat (Abdul Aziz al-Hakim Syiah) dalam melawan pembunuhan kehidupan orang-orang yang tak bersalah

01:32  Kami (Bush & Abdul Aziz al-Hakim Syiah) telah berbicara mengenai kebutuhan untuk memberikan pemerintah Irak beberapa kemampuan lebih sesegera mungkin

01:43  Sehingga pemerintahan Irak terpilih dapat melakukan apa yang diinginkan oleh orang-orang Irak, yaitu dengan mengamankan negara mereka dari orang-orang ekstrem dan pembunuh

01:54  Aku (Bush) telah mengatakan ke Yang Terhormat (Abdul Aziz al-Hakim Syiah) bahwa aku (Bush) sangat bangga atas keberanian orang-orang Irak

02:03  Aku (Bush) berkata kepadanya (Abdul Aziz al-Hakim Syiah) bahwa kami (Bush) tidak puas degan laju kemajuan di Irak

02:10  Oleh karena itu kami (Bush & Amerika) menginginkan untuk melanjutkan untuk bekerjasama dengan pemerintah berdaulat Irak untuk menyelesaikan tujuan bersama kami (Bush Amerika & Abdul Aziz al-Hakim Syiah)

02:20  Sehingga sebagai negara yang merdeka dapat memerintah, menopang dan bertahan dengan sendirinya

02:25  Sebagai negara merdeka yang akan melayani sebagai teman dalam perang melawan orang-orang ekstrim dan radikal serta teroris

02:36  Selanjutnya, Yang Terhormat (Abdul Aziz al-Hakim Syiah), selamat datang kembali. Terima kasih atas pembicaraan membangun yang telah kita (Bush Amerika & Abdul Aziz al-Hakim Syiah) lakukan

Abdul Aziz al-Hakim Syiah

02:48  Dengan nama Allah yang maha Pengasih lagi maha Penyayang, shalawat serta salam semoga tercurah kepada Muhammad dan keluarganya beserta pengikutnya

03:11  Pertemuanku (Abdul Aziz al-Hakim Syiah) dengan presiden Bush hari ini menampilkan dari komitmen bersama untuk melanjutkan dialog dan perundingan di antara kami (Bush Amerika & Abdul Aziz al-Hakim Syiah)

03:28  Dan juga atas dasar keyakinan kami (Abdul Aziz al-Hakim Syiah) bahwa permasalahan Irak adalah kepentingan bersama

03:47  Permasalahan tersebut membutuhkan koordinasi di antara kedua belah pihak dengan cara memperhatikan kepentingan di antara kami (Bush Amerika & Abdul Aziz al-Hakim Syiah) secara politik dan dari sudut pandang keamanan serta ekonomi juga

04:08  Oleh karena itu, pembicaraan kami hari ini difokuskan pada cara-cara untuk memajukan kinerja pemerintahan Irak, pemerintahan terpilih, serta memajukan seluruh situasi di Irak dan maju ke depan

04:28  Juga, kami (Bush & Abdul Aziz al-Hakim Syiah) telah membahas cara-cara dalam penyediaan seluruh kebutuhan yang dibutuhkan oleh angkatan bersenjata Irak dalam hal persenjataan, pelatihan sehingga dapat memposisikan diri untuk mengambil bagian dalam keamanan

04:54  Situasi Irak telah mengalami banyak fitnah dan gambar sebenarnya tidaklah sedang dipresentasikan untuk menunjukan sisi gelap yang sedang terjadi di Irak

05:20  Kami (Abdul Aziz al-Hakim Syiah) melihat upaya-upaya untuk memfitnah dan mendistorsi situasi di Irak dengan tidak mempertimbangkan langkah-langkah demokrasi yang telah didapatkan oleh negara tersebut (Invasi Irak). Menulis konstitusi dan membangun sebuah negara sangat bergantung pada konstitusi, bahwa hal tersebut adalah persatuan dan hal tersebut merupakan kekuatan. Ada banyak upaya-upaya untuk menunjukan perselisihan sektarian dalam rangka upaya melemahkan posisi di Irak

06:16  Kepentingan Amerika, kepentingan Irak, kepentingan regional, mereka semua saling berhubungan. Oleh karena itu, sangatlah penting ketika kami (Abdul Aziz al-Hakim Syiah) berhadapan dengan permasalahan ini, kami (Abdul Aziz al-Hakim Syiah) melihat pada kepentingan rakyat Irak. Jika kami tidak melakukannya, seluruh permasalahan ini dapat menjadi bumerang dan bisa merugikan kepentingan regional, Amerika Serikat dan Irak juga

06:55  Oleh karena itu, kami (Abdul Aziz al-Hakim Syiah) percaya bahwa permasalahan Irak ini harus diselesaikan oleh orang-orang Irak dengan pertolongan dari negara-negara sahabat yang berada di mana saja. Tapi kami menolak segala upaya (pihak lain) untuk memiliki peran regional dan internasional dalam menyelesaikan permasalahan Irak. Kami (Abdul Aziz al-Hakim Syiah) tidak dapat mengabaikan proses politik. Irak harus berada dalam posisi untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan Irak

07:26  Kami menyambut baik segala usaha yang dapat meningkatkan realitas demokrasi di Irak dan melindungi peran konstitusional negara

07:44  Kami (Abdul Aziz al-Hakim Syiah) telah pergi jauh untuk membangun demokrasi dan pluralisme di Irak

07:55  Kami (Abdul Aziz al-Hakim Syiah) telah memberikan pengorbanan yang besar untuk meraih tujuan

08:15  Kami (Abdul Aziz al-Hakim Syiah) menghargai seluruh pengorbanan yang telah dilakukan untuk pembebasan dan kebebasan Irak. Pengorbanan yang telah dilakukan oleh rakyat Irak serta juga negara-negara sahabat dan yang berada di list teratas adalah pengorbanan Amerika Serikat

08:48  Kami sekarang memiliki pemerintahan terpilih di Irak, pemerintah sangat bertekad untuk memerangi kekerasan dan teror. Pemerintah sangat percaya terhadap persatuan pemerintah dan negara serta masyarakat. Pemerintah yang akan berhadapan dengan segala sumber terorisme tanpa memperhatikan dari mana mereka berasal

09:25  Kami akan bekerja keras dan mencari segala bentuk kerjasama di tingkat international dan regional dalam rangka untuk mengalahkan terorisme yang sedang mencoba untuk menggunakan Irak sebagai basis untuk menyabotase masa depan negara tersebut

09:59  Terima kasih banyak tuan Presiden (Bush) untuk mengizinkan saya (Abdul Aziz al-Hakim Syiah) dalam kesempatan bertemu dengan anda (Bush). Saya (Abdul Aziz al-Hakim Syiah) akan mengambil kesempatan ini juga untuk berterima kasih kepada rakyat Amerika dan simpati mereka terhadap Irak yang telah menolong Irak untuk menyingkirkan kediktatoran yang brutal dan untuk menikmati kebebasan dan hak

Presiden Amerika Bush


10:16  Terima kasih banyak Pak

[https://www.youtube.com/watch?v=EFyXjmriabQ]

Abdul Aziz al-Hakim Syiah tersebut di atas pun telah diberikan komentar oleh seorang ustadz Syiah Rafidhah yang berasal dari Indonesia, ia adalah Sinar Agama ketika ada pertanyaan dari seorang penganut agama Syiah Rafidhah.

Kerjasama Militer Syiah - Amerika [Goresan Pena Tanya Syiah Part 3]

Sang Pencinta :
Salam,
1)
siapakah Abdul Aziz al-Hakim, apakah ia agen Barat spt Yasir Habib?
2) di video sy melihat Rahbar mencium bibir veteran perang Irak? secara fikih dibolehkah sbg tabaruk dgn orang Sholeh? jika Nabi pernah mencontohkannya, mhn riwayat secara Sunni dan Syi'ah?
3) mungkinkah manusia dikutuk menjadi makhluk lain spt binatang?
tks ust. 


Sinar Agama :
Salam dan trims pertanyaannya:
1- Kalau ciri2nya lantang menyerang sunni dan simbol2nya, mk perkiraan itu, tdk bisa saja tdk jauh.

Sang Pencinta :
Abdul Aziz Hakim konon kabar ulama Syiah Najaf yg menjadi pimpinan majelis pemerintahan di Irak, pernah meeting dgn Bush dan Menhan Amerika. Benar ia seorang ulama Najaf?

Sinar Agama :
Ana cari dulu. Tadinya karena tdk kurasa penting, mk tdk mau susah2 dulu mencarinya. Secara global, keluarga Hakim adalah ulama dan marja' yg dg lantang menyambut imam Khumaini ra waktu diungsikan ke Iraq. Dan anak2 dari ayatullah Hakim (saya lupa namanya skt) banyak yg mengungsi ke Iran setelah revolusi imam menang. Dan boleh dikata sebegitu banyaknya ulama keluarga al-Hamiim ini yg terdidik di Iran spt ayatullah syahid Baqir Hakim, Hjt Ja'far dan hjt Ammar Hakim dimana yg ke dua ini menjadi ketua majlis Iraq dan keduanya dulu sekali pernah mengunjungi Indonesia.....................dst.
Ana tdk tahu mengapa antum ingin mengetahuinya. Nanti mungkin kalau kesibukan menjawab dinding dan inbox yg spt-nya masih ratusan itu, sdh berkurang, ingatkan lagi ana, i-Allah ana akan mencarinya.

Sinar Agama :
Ana sdh dapatkan yg antum maksud. Sdh tentu kalau yg antum maksudkan sayyid Abdulhakim Hakim ra yg meninggal itu, mk jelas beliau orang baik dan termasuk orang yg berwilayatulfaqih.
Tentang halnya dg
perundingannya dg amerika, mk jelas hal itu boleh saja. Karena beliau mewakili parlement Iraq waktu itu dan, menghadapi masalah penjajahan amerika terhadap Iraq. Kalau bukan karena kerja2 orang spt beliau ra disana, mk sampai sekarang amerika masih menjajah negara tsb.
Ana tadinya mengira orang lain yg yg aktif dlm melakukan propaganda perpecahan umat Islam.

Sang Pencinta :
Sptnya bukan itu ust, ini fotonya. Keterangan Wikipedia: He was born in 1953, the son of Grand Ayatollah Muhsin Al-Hakim. Raised in Najaf and then received his theological education through the religious school there, known as the Hawza. He was married to the daughter of Mohammed Hadi al-Sadr and he was the father of two girls and two boys. His son Muhsin Abdul Aziz al-Hakim was a political adviser for him, and his other son Ammar al-Hakim became the Secretary General of Al-Mihrab Martyr Foundation. Seven of Abdul Aziz al-Hakim's brothers were killed, six of them on the orders of Saddam Hussein.
He played a leading role in the Safar Intifada in 1977 and was imprisoned in 1972, 1977 and 1979. He went into exile in Iran in 1980, where he was a founding member in 1982 of SIIC and headed their military wing, the Badr Organization. He was the top candidate listed for the United Iraqi Coalition during the first Iraqi legislative election of January 2005 but did not seek a government post because the Alliance had decided not to include theologians in the governmen

Kerjasama Militer Syiah - Amerika [Goresan Pena Tanya Syiah Part 3]

Sinar Agama :
Ia orang ini yg ana maksud. Jabatan dan senyuman ini, bukan menunjukkan hakikat batinnya. Hanya di depan wartawan karena beliau mewakili iraq dan sdg memproses untuk pengusiran amerika dari iraq pasca jatuhnya saddam.

[Facebook Sang Pencinta]

Oleh karena itu Amerika Serikat segera memberikan bantuan militer baik peralatan tempur maupun pelatihan tentara/polisi Iraq



[https://www.youtube.com/watch?v=enQEEfXoJFI]

Di mana tentara/polisi Iraq tersebut adalah Syiah Rafidhah al-Majusi



AyatusSyiah Iraq

Menit 00:14 - 00:20
Para perwira polisi adalah Syiah.

Muqtada al-Sadr

Menit 00:20 - 00:40
Jika engkau mau, aku akan menyiapkan beberapa pasukan. Tetapi situasinya akan memburuk, namun jika engkau membutuhkannya, aku akan menyiapkan mereka.
Akankah aku membiarkan/mengizinkan beberapa pasukan untuk bergabung dengan tentara?, tanya Muqtada al-Sadr

“Apakah tentara Iraq?”, tanya Muqtada al-Sadr.

Orang-orang di sekitarnya menjawab“Rakyat Iraq, Solusinya adalah melalui tentara Iraq”

Muqtada al-Sadr

Menit 00:41 - 01:12
Koneksi yang seperti apa yang engkau miliki dengan Menteri Dalam Negeri atau Menteri Pertahanan, hubungi mereka dan periksa.

Siapkan untuk-ku dua pasukan dan kirim mereka ke Militer dan Menteri Dalam Negeri untuk periode tertentu.

Siapkan mereka dengan senjata-senjata ringan dan menengah untuk 3 bulan dan kemudian kembalikan tentara Mahdi

Muqtada al-Sadr

Menit 01:30 - 02:05
Aku akan menolong kalian semampuku, aku jujur bahwasannya aku tidak suka untuk memiliki partai yang sepenuhnya milik Pemerintah. Tapi aku akan berusaha untuk menolong
Kalian yang lebih mengetahui mengenai kondisi Talafar, maka aku akan menyiapkan pasukan Mahdi untuk bergabung dengan Militer atau Polisi untuk sekitar 3 bulan hingga dapat merebut kembali Talafar.

Ini adalah pendapatku, hal ini akan dianggap sebagai tindakan yang sah

Muqtada al-Sadr

Menit 02:05 - 02:43
Sesungguhnya, permintaan saudara kami berdasarkan pendidikan, staff pengajar dan kurikulum adalah suatu hal yang bagus. Para staff pengajar harus dibubarkan juga berdasarkan kurikulum sekolah, seperti yang kalian ketahui, aku pernah pergi ke Iran sebelumnya, aku telah banyak berbicara kepada para pimpinan marja’ tentang kurikulum baru

Mohammad al-Sadr

Menit 03:02 - 03:10
Wahabi adalah najis melebihi najisnya anjing, ambil senjata kalian dan perangi setiap Wahabi najis

[https://www.youtube.com/watch?v=RM6Kw2D3360]

Hingga kaum muslimin di Iraq dibantai dan dibinasakan oleh perwira polisi dan tentara Syiah Rafidhah dengan memborgol tangan mereka yang kemudian dieksekusi mati dan dilemparkan mayatnya ke pinggir jalan.



Setiap hari di Irak hampir seratus mayat yang dibunuh ditemui, mereka tidak dibunuh oleh pasukan Sunni, hampir semuanya dibunuh oleh pasukan pembunuh Syiah (Rafidhah) yang melaksanakan pembersihan ethnic secara terencana di Baghdad.

Kebanyakan pembunuh tersebut sebenarnya adalah anggota polisi, yang berada di belakangnya adalah pemimpin Syiah (Rafidhah) tertinggi dan ketua partai politik Syiah (Rafidhah)

[https://www.youtube.com/watch?v=9JJhuJH1oMM]



Penelepon Irak

Assalamu’alaikum Warahmatullah
Wahai saudaraku... Aku sedang menelepon dari Baghdad

Wahai Syaikh Muhammad, ribuan wanita dan laki-laki Ahlus-Sunnah datang kepadaku, mereka memberikan kepadaku satu tanggung jawab mengenai kepercayaan, mereka berkata jika orang-orang Islam akan dibunuh dan dihancurkan, maka siapakah yang akan membantu kita? Kemudian siapakah yang akan membantu kita atas kejahatan dan penyiksaan.

Para wanita kami dipenjara, orang-orang Ahlus-Sunnah dibunuh, kehormatan atas Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa Sallam, agama Nabi, janggut dibakar, orang dewasa dilempar ke dalam api dan dibakar, mereka yang lebih tua dipukul dengan senjata pemburu pada pundak mereka. Saya juga disiksa (karena mereka menginginkan) saya menyumpah serapah dan melaknat Ummul Mukminin ‘Aisyah dan ayahku Abu Bakar... ayahku... ayahku... Dengan wajah mana aku akan hidup di dunia ini? Mereka meletakkan kotoran pada janggutku

Wahai Ahlus-Sunnah! Selamatkan saudaramu dari Rafidhah (Syiah). Demi kehormatan Muhammad... Demi kehormatan Nabi... Orang yang memerlukan bantuan dari Islam.

Wanita kami diculik, demi kehormatan dan kemuliaan Ahlus Sunnah.

Mereka (Syiah Rafidhah) memberhentikan kami di jalanan dan membakar kami hidup-hidup, karena di antara kami ada yang bernama Abu Bakar, Umar dan Utsman dan serta mereka yang bernama shahabat Nabi.

Mereka (Syiah Rafidhah) menyuruh kami supaya melaknatAisyah, ketika kami enggan, mereka memotong jari-jari kami.

Aku telah melihat gadis muda diperkosa, ia berkata “Aku bersumpah, aku masih perawan, Wallahi aku adalah penghafal al-Qur’an

Demi Allah Tanya Syiah tidak sanggup melanjutkan pengetikan transkripnya...

[https://www.youtube.com/watch?v=3c8Wd2k4hcw]

Ketika Syiah Rafidhah al-Majusi mempunyai kekuatan, maka target selanjutnya adalah Mekkah dan Madinah



Pendeta Syiah Rafidhah
Kami telah menyiapkan pasukan, Insya Allah kami akan shalat di Haramain Syarifain (Mekkah dan Madinah)

Pembawa Acara
Aku tidak paham perkataan anda. Apa yang anda maksud? Apa kalian akan shalat di Haramain, apakah pasukan ini akan memerangi Haramain Syarafain?

Pendeta Syiah Rafidhah
Kami akan menghancurkan tatanan Saudi yang kafir ateis dan semua tatanan yang memerangi Islam dan menyiapkan rakyatnya untuk memerangi Islam dan Nabi serta membela Israil dan Amerika

Pembawa Acara
Bagaimana anda memerangi mereka?

Pendeta Syiah Rafidhah
Aku katakan bahwa Imam (al-Qaim al-Masih ad-Dajjal Imam Mahdi al-Muntazhar Syiah Rafidhah) sebentar lagi akan keluar, dan akan keluar Insya Allah dan kami akan pergi bersamanya ke Saudi Arabia untuk membebaskan Haramain dari mereka

[https://www.youtube.com/watch?v=6EuFXuT0kPo]