Saturday, April 05, 2014

// // Leave a Comment

Taqiyyah Syiah Menghina Aisyah




Pendeta Syiah Kamal al-Haydari

Taqiyyah Mode On :
Menit 00:30
Peninjauan awal yang aku harus berhenti dan menuju ke (suatu keyakinan) adalah bahwa apa yang kami yakini, bukan hanya aku sendiri, tapi semua ulama (pendeta Syiah) yang mengikuti madrasah Ahlul Bait. Mereka percaya bahwa ketika al-Qur'an yang mulia mengatakan :

النَّبِيُّ أَوْلى بِالْمُؤْمِنِينَ مِنْ أَنْفُسِهِمْ وَأَزْواجُهُ أُمَّهاتُهُمْ
Nabi itu (hendaknya) lebih utama bagi orang-orang mukmin dari diri mereka sendiri dan isteri-isterinya adalah ibu-ibu mereka [أُمَّهاتُهُمْ]. [QS. Al-Ahzab : 6]

Semua isteri-isteri Nabi adalah Ummahatul Mukminin.


Dari sini aku menyeru semua orang yang muncul di saluran satelit di saat mereka menyebutkan istri Nabi yang mulia Shallallahu ‘alaihi wa aalihi, mereka harus menyebut mereka dengan Ummahatul Mukminin. Semua istri Nabi adalah Ummahatul Mukminin. Ini adalah permasalahan pertama.

Permasalahan kedua adalah bahwa hal itu tidak diperbolehkan bagi siapa pun dan tidak dibenarkan bagi siapa pun untuk berbicara tentang semua persoalan yang menyinggung atau menghina istri Nabi yang mulia Shallallahu ‘alaihi wa aalihi. Bahkan tidak sedikit, dari keyakinan yang kami pelajari.  “Ribuan mata (orang) merasa terhormat demi satu mata (orang)." Ketika kita mengatakan bahwa mereka adalah istri-istri Nabi, maka itu sama sekali tidak diperbolehkan bagi kita untuk menunjukkan pada mereka atau secara langsung terhadap mereka dalam menghina atau menyinggung perasaan mereka dll.

Di atas itu semua, perhatikan baik-baik : Di atas itu semua tidak diperbolehkan bagi kita untuk mencemarkan kehormatan Nabi yang mulia Shallallahu ‘alaihi wa aalihi, yaitu mencemarkan kehormatan istri Nabi yang mulia Shallallahu ‘alaihi wa aalihi.

Ini bukan manhaj ulama (pendeta Syiah) madrasah Ahlul Bait. Para ulama (pendeta Syiah) dari madrasah Ahlul Bait, mereka semua berkeyakinan bahwa semua istri Nabi yang mulia, adalah sebenar-benarnya istri-istri para Nabi. Tidak ada isykal atau syubhat bahwa tidak ada seorang pun yang dapat mencapai kehormatan tersebut dari yang seperti mereka yang telah melakukan kejahatan, kekejian & kemungkaran. Ini adalah kebenaran yang pemirsa harus perhatikan.

Taqiyyah Mode Off :
Menit 04:35
Apa? Apakah aku mengatakan bahwa 'Aisyah adalah ma’shum seperti yang anda katakan?

Menit 04:50
Jenis manusia apakah Anda ini! Apakah Anda memiliki otak atau tidak? Dimana letak kema’shumannya (‘Aisyah)! Bahkan kita tidak bisa menyatakan bahwa ia (‘Aisyah) termasuk orang-orang yang jujur​​. Namun bahwasannya ia (‘Aisyah) terbukti sebagai seorang pembohong dan licik.

[https://www.youtube.com/watch?v=5NtrDb8hEEA]