Saturday, May 03, 2014

// // Leave a Comment

Dinamika Koran Republika Cenderung Syiah? [Goresan Pena Tanya Syiah Part 8]

Dinamika Koran Republika Cenderung Syiah


Era modern saat ini, informasi berita sangat mudah sekali diakses oleh seluruh lapisan masyarakat, baik yang bersifat positif ataupun negatif. Oleh karena itu dibutuhkan sekali sebuah media Islami untuk meng-counter segala informasi yang negatif tersebut.

Koran Republika dengan web resminya republika[.]co[.]id, adalah termasuk media Islami yang akan mewadahi aspirasi kaum Muslimin di Indonesia. Namun sebagai media Islami apakah Koran Republika dalam perjalanannya dapat bertahan untuk konsisten dalam mendakwahkan Islam yang berdasarkan al-Qur’an dan as-Sunnah, ataukah sebaliknya?

Goresan Pena Tanya Syiah kali ini akan memiliki tema “Dinamika Koran Republika Cenderung Syiah?” Goresan Pena ini bukanlah merupakan justifikasi yang penuh dengan konspirasi kemakmuran dan kontroversi hati dalam rangka kudeta yang akan mempertakut hubungan harmonisasi yang sebagai implikasinya membuat labil ekonomi dari statusisasi kemakmuran media Islami tersebut, namun Tanya Syiah hanya memberikan indikasi-indikasi yang akan dipaparkan nantinya.

Republika adalah koran nasional yang dilahirkan oleh kalangan komunitas muslim bagi publik di Indonesia. Penerbitan tersebut merupakan puncak dari upaya panjang kalangan umat Islam, khususnya para wartawan profesional muda yang dipimpin oleh ex wartawan Tempo, Zaim Uchrowi yang telah menempuh berbagai langkah. Kehadiran Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia  (ICMI) yang saat itu diketuai BJ Habibie dapat menembus pembatasan ketat pemerintah untuk izin penerbitan saat itu memungkinkan upaya-upaya tersebut berbuah. Republika terbit perdana pada 4 Januari 1993.

Koran ini terbit di bawah bendera perusahaan PT Abdi Bangsa. Setelah BJ Habibie tak lagi menjadi presiden dan seiring dengan surutnya kiprah politik ICMI selaku pemegang saham mayoritas PT Abdi Bangsa, pada akhir 2000, mayoritas saham koran ini dimiliki oleh kelompok Mahaka Media.

PT Abdi Bangsa selanjutnya menjadi perusahaan induk, dan Republika berada di bawah bendera PT Republika Media Mandiri, salah satu anak perusahaan PT Abdi Bangsa.

[http://id.wikipedia.org/wiki/Republika_(surat_kabar)]

Koran Republika berdomisili di Jl. Warung Buncit Raya No.37 Jakarta Selatan 12510

ROL ( Republika Online )
Graha Pejaten No 5E-F Jalan Raya Pejaten Raya, Pasar Minggu, Jakarta Selatan
PT. Republika Media Mandiri
Jl. Warung Buncit Raya No.37 Jakarta Selatan 12510
Phone: 021 7803747 (Hunting), Fax: 021 7800649
[http://www.republika.co.id/page/about]

Di mana domisili Koran Republika tersebut bersebelahan dengan Islamic Iran Cultural Center Jakarta (ICC Jakarta) Sarang Syiah Rafidhah

Alamat:
ICC Jakarta Islamic Iran Cultural Center Jakarta
Jl. Buncit Raya Kav. 35 Pejaten Barat
Jakarta Selatan 12510
Telp. (021) 7996767
Fax (021) 7996777
www.icc-jakarta.com
Email : iccjakarta@yahoo.com

Dinamika Koran Republika Cenderung Syiah

Dinamika Koran Republika Cenderung Syiah

Dinamika Koran Republika Cenderung Syiah

Pada awal berdirinya Koran Republika, ada beberapa wartawan yang mencurahkan waktunya untuk memberikan kontribusi terhadap Koran Republika, sebagaimana diceritakan oleh Dompet Dhuafa Republika,

Tentang DD

Dompet Dhuafa Republika adalah lembaga nirlaba milik masyarakat indonesia yang berkhidmat mengangkat harkat sosial kemanusiaan kaum dhuafa dengan dana ZISWAF (Zakat, Infaq, Shadaqah, Wakaf, serta dana lainnya yang halal dan legal, dari perorangan, kelompok, perusahaan/lembaga). Kelahirannya berawal dari empati kolektif komunitas jurnalis yang banyak berinteraksi dengan masyarakat miskin, sekaligus kerap jumpa dengan kaum kaya. Digagaslah manajemen galang kebersamaan dengan siapapun yang peduli kepada nasif dhuafa. Empat orang wartawan yaitu Parni Hadi, Haidar bagir, S. Sinansari Ecip, dan Eri Sudewo berpadu sebagai Dewan Pendiri lembaga independen Dompet Dhuafa Republika.

Pada 4 September 1994, Yayasan Dompet Dhuafa Republika pun didirikan. Empat orang pendirinya adalah Parni Hadi, Haidar Bagir, Sinansari Ecip, dan Erie Sudewo. Sejak itu, Erie Sudewo ditunjuk mengawal Yayasan Dompet Dhuafa dalam mengumpulkan dan menyalurkan dana Ziswaf dalam wujud aneka program kemanusiaan, antara lain untuk kebutuhan kedaruratan, bantuan ekonomi, kesehatan, dan pendidikan bagi kalangan dhuafa.

[https://www.dompetdhuafa.org/profil/sejarah/]

Dari ke-4 wartawan tersebut di atas ada sebuah nama yang sempat membuat heboh di awal tahun 2012 dengan menurunkan tulisan yang berjudul : Syiah dan Kerukunan Umat, dan tulisan tersebut dimuat oleh Koran Republika. Beliau adalah Bapak Dr.Haidar Bagir.

Haidar Bagir lahir di Solo, 20 Februari 1957 ini adalah alumnus Teknologi Industri ITB 1982 dan mengenyam pendidikan pasca sarjana di Pusat Studi Timur Tengah Harvard University, AS 1990-1992, dan S-3 Jurusan Filsafat Universitas Indonesia (UI) dengan riset selama setahun (2000 – 2001) di Departemen Sejarah dan Filsafat Sains, Indiana University, Bloomington, AS. Sejak awal 2003, dia mendapat kepercayaan sebagai Ketua Yayasan Madina Ilmu yang mengelola Sekolah Tinggi Madina Ilmuyang berlokasi di Depok.

Di antara pengalaman pekerjaan lainnya, menjadi direktur utama GUIDE (Gudwah Islamic Digital Edutainment) Jakarta, ketua Pusat Kajian Tasawuf Positif IIMaN,Ketua Badan Pendiri YASMIN (Yayasan Imdad Mustadh’afin), staf pengajar Jurusan Filsafat Universitas Madina Ilmu (1998), staf pengajar Jurusan Filsafat Universitas Indonesia (1996), dan staf pengajar Jurusan Filsafat Universitas Paramadina Mulya, Jakarta (1997).

Dinamika Koran Republika Cenderung Syiah

Bapak Dr.Haidar Bagir merupakan CEO Mizan yang menerbitkan buku-buku Syiah Rafidhah, diantaranya :

1. 40 Hadis [1], Imam Khomeini
2. 40 Hadis [2], Imam Khomeini
3. 40 Hadis [3], Imam Khomeini
4. 40 Hadis [4], Imam Khomeini
5. Akhlak Suci Nabi yang Ummi, Murtadha Muthahhari
6. Allah dalam Kehidupan Manusia, Murtadha Muthahhari
7. Bimbingan Islam Untuk Kehidupan Suami-Istri, Ibrahim Amini
8. Berhaji Mengikuti Jalur Para Nabi, O.Hasem
9. Dialog Sunnah Syi’ah, A Syafruddin al-Musawi
10. Eksistensi Palestina di Mata Teheran dan Washington, M Riza Sihbudi
11. Falsafah Pergerakan Islam, Murtadha Muthahhari
12. Falsafatuna, Muhammad Baqir Ash-Shadr
13. Filsafat Sains Menurut Al-Quran, Mahdi Gulsyani
14. Gerakan Islam, A Ezzati
15. Hijab Gaya Hidup Wanita Muslim, Murtadha Muthahhari
16. Hikmah Islam, Sayyid M.H. Thabathaba’i
17. Ideologi Kaum Intelektual, Ali Syari’ati
18. Ilmu Hudhuri, Mehdi Ha’iri Yazdi
19. Islam Aktual, Jalaluddin Rakhmat
20. Islam Alternatif, Jalaluddin Rakhmat
21. Islam dan Logika Kekuatan, Husain Fadhlullah
22. Islam Mazhab Pemikiran dan Aksi, Ali Syari’ati
23. Islam Dan Tantangan Zaman, Murtadha Muthahhari
24. Islam, Dunia Arab, Iran, Barat Dan Timur tengah, M Riza Sihbudi
25. Isu-isu Penting Ikhtilaf Sunnah-Syi’ah, A Syafruddin Al Musawi
26. Jilbab Menurut Al Qur’an & As Sunnah, Husain Shahab
27. Kasyful Mahjub, Al-Hujwiri
28. Keadilan Ilahi, Murtadha Muthahhari
29. Kepemimpinan dalam Islam, AA Sachedina
30. Kritik Islam Atas Marxisme dan Sesat Pikir Lainnya, Ali Syari’ati
31. Lentera Ilahi Imam Ja’far Ash Shadiq
32. Manusia dan Agama, Murtadha Muthahhari
33. Masyarakat dan sejarah, Murtadha Muthahhari
34. Mata Air Kecemerlangan, Hamid Algar
35. Membangun Dialog Antar Peradaban, Muhammad Khatami
36. Membangun Masa Depan Ummat, Ali Syari’ati
37. Mengungkap Rahasia Al-Qur’an, SMH Thabathaba’i
38. Menjangkau Masa Depan Islam, Murtadha Muthahhari
39. Menjawab Soal-soal Islam Kontemporer, Jalaluddin Rakhmat
40. Menyegarkan Islam, Chibli Mallat
41. Menjelajah Dunia Modern, Seyyed Hossein Nasr
42. Misteri Kehidupan Fatimah Az-Zahra, Hasyimi Rafsanjani
43. Muhammad Kekasih Allah, Seyyed Hossein Nasr
44. Muthahhari: Sang Mujahid Sang Mujtahid, Haidar Bagir
45. Mutiara Nahjul Balaghah, Muhammad Al Baqir
46. Pandangan Dunia Tauhid,. Murtadha Muthahhari
47. Para Perintis Zaman Baru Islam,Ali Rahmena
48. Penghimpun Kebahagian, M Mahdi Bin Ad al-Naraqi
49. PersinggahanPara Malaikat, Ahmad Hadi
50. Rahasia Basmalah Hamdalah, Imam Khomeini
51. Renungan-renungan Sufistik, Jalaluddin Rakhmat
52. Rubaiyat Ummar Khayyam, Peter Avery
53. Ruh, Materi dan Kehidupan, Murtadha Muthahhari
54. Spritualitas dan Seni Islam, Seyyed Hossein Nasr
55. Syi’ah dan Politik di Indonesia, A. Rahman Zainuddin (editor)
56. Sirah Muhammad, M. Hashem
57. Tauhid Dan Syirik, Ja’far Subhani
58. Tema-Tema Penting Filsafat, Murtadha Muthahhari
59. Ulama Sufi & Pemimpin Ummat, Muhammad al-Baqir

[http://basweidan.wordpress.com/2010/06/27/awas-buku-beracun-di-sekitar-anda/]

Beliau, Bapak Dr.Haidar Bagir menegaskan bahwa Syiah spiritual lebih cocok di Indonesia.

Dinamika Koran Republika Cenderung Syiah

Meskipun telah memberikan beberapa statement dan menerbitkan buku-buku Syiah rafidhah, beliau Bapak Dr.Haidar Bagir mengaku tidak merasa Syiah tapi tidak mengapa disebut sebagai tokoh Syiah, sebagaimana tercantum di tweet resmi beliau.
  
13 May 2013
Tanya : Apakah anda pengikut ajaran syiah ya haidar bagir?
Jawab Bapak Dr.Haidar Bagir : Saya Muslim, Insya Allah. Salam

2 Juni 2013
Saya juga gpp dibilang tokoh Syiah, kok:) Meski tak merasa Syiah, jadi Syiah imnrtku tak salah. Jadi fanatik itu yg salah

[Official Twitter Haidar Bagir]
[http://www.tanyasyiah.com/2014/05/haidar-bagir-tokoh-syiah-indonesia.html]

Sepertinya Bapak Dr.Haidar Bagir menggunakan sebuah kalimat Tingkat Tinggi yang hanya dapat dipahami oleh sebagian orang, sehingga diperlukan penelitian lebih lanjut mengenai kalimat tersebut. Dan sepertinya juga Tanya Syiah akan memberikan ruang kepada Bapak Prof.Jalaludin Rakhmat untuk meneliti kalimat Tingkat Tinggi tersebut, karena beliau (Bapak Prof.Jalaludin Rakhmat) lebih professional dalam meneliti orang-orang seperti Bapak Dr.Haidar Bagir.

Berikut wawancara reporter VIVAnews, Dwifantya Aquina, dengan tokoh Syiah di Indonesia sekaligus Ketua Dewan Syura Ikatan Jamaah Ahlul Bait Indonesia (IJABI), Jalaluddin Rakhmat.

Berapa banyak jumlah penganut Syiah di Indonesia?

Ada beberapa perhitungan, salah satunya versi pemerintah atau kepolisian. Dari data penelitian yang sudah ada, populasi Syiah berkisar 500 ribu di seluruh Indonesia. Itu perkiraan terendah. Jika perkiraan tertinggi sekitar 5 juta. Tapi menurut saya, perkiraan moderat ada sekitar 2,5 juta.

Hanya, sebagian besar orang Syiah itu tidak tampak sebagai Syiah karena mereka menyembunyikan identitas demi memelihara persatuan. Banyak di antara mereka yang menjadi ustad-ustad di masjid-masjid. Jadi yang tahu tentang Syiah itu hanya orang Syiah itu sendiri. Oleh sebab itu sebetulnya yang harus melakukan penelitian yaitu orang Syiah sendiri. Saya sudah meneliti juga, tapi tidak akan saya beritahukan berapa jumlah persis pengaut Syiah di Indonesia.

[analisis.news.viva.co.id/news/read/347784--syiah-diakui-negara-indonesia-]

Bahkan Bapak Prof.Jalaludin Rakhmat telah lebih berpengalaman terlebih dahulu dalam hal penggunaan kalimat Tingkat Tinggi tersebut,

Dalam deretan kelompok yang apresiatif terhadap Syi’ah ini, terdapat nama kang Jalal. Seorang intelektual muslim Indonesia yang sering dianggap sebagai salah seorang “tokoh” Syi’ah yang terkemuka di negeri ini. Karena saat ditanya dalam berbagai kesempatan Jalal sendiri bingung menentukan apakah dirinya Sunni atau Syi’ah. Kebingungan Jalal seperti yang termuat oleh majalah Gatra edisi Desember 1998, Jalal mengatakanSaya bingung apakah saya ini seorang Syi’ah”. Menurut Jalal harus didefinisikan dulu Syi’ah itu seperti apa. Kalau disebut Syi’ah itu teroris yang membuat kerusuhan, jelas Jalal bukan Syi’ah. Kalau Syi’ah didefinisikan dengan nikah mut’ah, jelas Jalal sendiri mengatakan bukan Syi’ah. Yang jelas menurut Jalal, ia berlatar belakang Muhammadiyah. Namun dalam kesempaan lain Jalal masih menyebut dirinya Sunni dan Syi’ah (Ana Sunni wa Syi’i).

Lalu, bagaimana sebenarnya awal mula apresiasi Jalal kepada para pemikir Iran yang notabene bermazhab Syi’ah tersebut. Tentang Syi’ah Jalal sendiri mengaku, bahwa ia pertama kali berkenalan dengan mazhab ini setelah persentuhannya dengan buku-buku Iran yang dimulai ketika ia bersama Haidar Bagir dari ITB dan Endang Syaifuddin Anshari (almarhum) diundang pada konferensi Islam di Kolombo, pada 1984. Dari situlah menurut Jalal, ia memperoleh buku-buku Syi’ah.

______________, Majalah Gatra, “Saya Bingung, Apakah Saya Syi’ah”, Edisi Desember 1998

Bapak Dr.Haidar Bagir juga merupakan Pembina Yayasan Dompet Dhuafa

Dinamika Koran Republika Cenderung Syiah

Pembina Yayasan (Dompet Dhuafa) :

1. Parni Hadi
2. Houtman Zainal Arifin
3. Haidar Bagir
4. Sutiono Sinanseri

PT. Republika Media Mandiri / Koran Republika saat ini dimiliki oleh PT. Mahaka Media Tbk / PT. Abdi Bangsa Tbk Sebesar 90% saham kepemilikan.

Dinamika Koran Republika Cenderung Syiah

PT. Mahaka Media Tbk. didirikan di Jakarta dengan nama PT. Abdi Bangsa Tbk.

Pada tanggal 4 Januari 1993, Perseroan mendirikan Harian Republika, surat kabar pertama bagi komunitas Muslim di Indonesia. Tahun 2002 merupakan tahun penting dalam sejarah berdirinya Mahaka Media, dimana perusahaan ini pertama kali mencatatkan sahamnya sebagai PT. Abdi Bangsa Tbk. pada tanggal 3 April 2002 di Bursa Efek Jakarta (BEJ) dan menjadikannya sebagai perusahaan penerbitan surat kabar pertama yang menjadi perseroan publik.

[www.mahakamedia.com/about_us/corporate_history]

Dikarenakan PT. Abdi Bangsa Tbk yang sekarang dikenal sebagai PT. Mahaka Media Tbk, telah mencatatkan sahamnya di BEJ, maka Tanya Syiah dapat mengakses Laporan Keuangan Auditednya yang tersedia di http://akses.ksei.co.id/securities/shares/ABBA/ID1000087208/mahaka-media-tbk

Berikut adalah daftar Pemegang Saham PT. Abdi Bangsa Tbk yang sekarang dikenal sebagai PT. Mahaka Media Tbk periode 2007 - 2012

Dinamika Koran Republika Cenderung Syiah

Dinamika Koran Republika Cenderung Syiah

Dinamika Koran Republika Cenderung Syiah

Dinamika Koran Republika Cenderung Syiah

Dinamika Koran Republika Cenderung Syiah

2007
2008
2009
2010
2011
2012
PT. Metropolis Media Nusantara / PT. Beyond Media
14.13%
33.10%
33.10%
60.28%
61.20%
61.20%
Masyarakat/Perorangan
20.33%
22.66%
20.41%
29.39%
25.13%
25.13%
PT. Recapital Asset Management
8.79%
7.12%
9.37%
4.84%
4.84%
PT. Indopac Usaha Prima
38.18%
9.28%
9.28%
4.79%
4.79%
Pendiri PT. Abdi Bangsa
0.00%
0.00%
0.00%
0.00%
4.04%
4.04%
Abbey Communication BV
20.01%
20.01%
10.33%
Yayasan Abdi Bangsa
9.67%
7.83%
7.83%
PT. Grid One Media
8.90%
100.00%
100.00%
100.00%
100.00%
100.00%
100.00%

Berikut adalah daftar Pengurus PT. Abdi Bangsa Tbk yang sekarang dikenal sebagai PT. Mahaka Media Tbk periode 2007 - 2012

Dinamika Koran Republika Cenderung Syiah

Dinamika Koran Republika Cenderung Syiah

Dinamika Koran Republika Cenderung Syiah

Dinamika Koran Republika Cenderung Syiah

Dinamika Koran Republika Cenderung Syiah

2007
2008
2009
2010
2011
2012
Drs. Abdulgani, MA
Komisaris Independen
Komisaris Utama
Komisaris Utama / Komisaris Independen
Komisaris Utama
Komisaris Utama / Komisaris Independen
Komisaris Utama / Komisaris Independen
R. Harry Zulnardy
Komisaris
Komisaris
Komisaris
Komisaris
Komisaris
Komisaris
Rosan Perkasa Roeslani
Komisaris
Komisaris
Komisaris
Komisaris
Komisaris
Erick Thohir
Direktur Utama
Komisaris
Komisaris
Komisaris
Pradjoto
Komisaris Independen
Komisaris Independen
Komisaris
Komisaris Independen
Gavin O’reilly
Komisaris
Komisaris
Komisaris
Komisaris
Asro Kamal
Komisaris Independen
H. Abdullah Gymnastiar
Komisaris Independen
Ir. Zaim Uchrowi
Komisaris Independen
Adi Sasono
Komisaris Utama
2007
2008
2009
2010
2011
2012
Adrian Syarkawi
Direktur
Direktur Utama
Direktur Utama
Rudi Setia Laksmana
Direktur Utama
Direktur Utama
Direktur Utama
Direktur
Direktur
Susie Kurniasih
Direktur
Direktur
Direktur
Direktur
Yahya Basalamah
Direktur
Direktur
Direktur
Direktur
Agoosh Yosran
Direktur
Direktur
Direktur
Daniel JP Wewengkang
Direktur

Dari data di atas maka dapat diketahui bahwa terdapat Pemegang Saham dan Pengurus yang berasal dari luar negeri, yaitu :
Pemegang Saham : Abbey Communication BV
Pengurus : Gavin O’reilly
Lalu siapakah Abbey Communication BV & Gavin O’reilly tersebut?

Gavin Karl O'Reilly (lahir tanggal 17 Desember 1966) adalah seorang pengusaha kelahiran Dublin dengan kewarganegaraan Irlandia Australia. Dia, sampai saat ini, menjabat sebagai Group Chief Executive Officer Independent News and Media.
[http://en.wikipedia.org/wiki/Gavin_O'Reilly]

Independent News and Media plc (INM) adalah sebuah organisasi media yang berbasis di Dublin, Irlandia. Group perusahaan INM telah didominasi oleh Tony O'Reilly dan keluarganya sejak tahun 1973 - O'Reilly adalah CEO sampai awal tahun 2009, salah seorang putranya, sebelumnya COO, Gavin O'Reilly, menjadi CEO pada awal tahun 2009. Selama bertahun-tahun, fasilitas percetakan utama berada di Abbey St di Dublin tapi sekarang ini berada di Citywest.
[http://en.wikipedia.org/wiki/Independent_News_and_Media]

Sir Anthony Joseph Francis O'Reilly -Ayah Gavin O'Reilly-. O'Reilly telah memberikan kontribusi terhadap Institut O'Reilly, dengan mendukung pengembangan Pembelajaran Yahudi.
[http://en.wikipedia.org/wiki/Tony_O%27Reilly]

Namun sepertinya dengan masuknya investor asing ke jajaran Pemegang Saham dan Pengurus di tahun 2008 - 2010 mengakibatkan dampak yang cukup serius dalam hal pergerakan harga saham PT. Abdi Bangsa Tbk yang sekarang dikenal sebagai PT. Mahaka Media Tbk di BEJ. Padahal harga saham normalnya senilai Rp.100/lbr saham.

Ketika investor asing tersebut keluar dari jajaran Pemegang Saham dan Pengurus di tahun 2010, maka pergerakan harga sahamnya pun ikut menguat, namun merosot tajam kembali ketika isu Syiah Rafidhah menerpa Koran Republika di awal tahun 2012.

Dinamika Koran Republika Cenderung Syiah
[http://finance.yahoo.com/echarts?s=ABBA.JK+Interactive#symbol=abba.jk;range=my;compare=;indicator=volume;charttype=area;crosshair=on;ohlcvalues=0;logscale=off;source=undefined;]

Sehingga, di akhir tahun 2010 Koran Republika berusaha ingin mengambil simpati kembali kaum Muslimin bahwa Koran Republika adalah termasuk media Islami yang akan menjadi benteng bagi kaum Muslimin, namun langkah yang diambilnya tidaklah tepat.

Koran Republika telah melakukan kerja sama dengan Islamic shIa Republic of Iran Broadcastting (IRIB) media propaganda Syiah Rafidhah Iran, sebagaimana yang dilansir oleh Koran Republika.

Kerjasama Koran Republika-Syiah IRIB

REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN--Kamis (12/10) siang waktu setempat atau Kamis sore WIB, Republika Online bersama Detik.com mengunjungi kantor Radio Melayu Iran, atau Islamic Republic of Iran Broadcastting (IRIB) Seksi Indonesia di Indonesia. Dalam kunjungan tersebut, Republika Online menjajaki kemungkinan kerja sama konten dengan Radio Melayu IRIB. Saat ini, selain mengelola siaran radio, awak Radio Melayu IRIB juga mengelola website berita berbahasa Indonesia.

Dalam kunjungan tersebut, Republika Online bersama Detik.com diterima langsung oleh Manajer Radio Melayu IRIB, Saleh Lapadi, dan kru. Saleh mengungkapkan bahwa saat ini situs-situs berita di Iran lebih mementingkan isi dari tampilannya. Dia juga menjelaskan bahwa selama ini, website Radio Melayu IRIB terus memantau setiap perkembangan yang terjadi di Indonesia dan Iran.

Lewat kerja sama ini, kedua pihak diharapkan bisa saling bertukar informasi dan konten untuk ditampilkan di website masing-masing. Kunjungan tersebut merupakan bagian dari keikutsertaan Republika Online dalam International Digital Media Fair and Festival yang berlangsung di Teheran (9-16 Oktober 2010).

[www.republika.co.id/berita/breaking-news/nasional/10/10/15/140354-republika-online-rintis-kerja-sama-dengan-radio-melayu-iran]

Oleh karena itu mengapa selama ini berita Koran Republika lebih Cenderung Syiah? Dikarenakan adanya kerja sama di antara kedua belah pihak yaitu Koran Republika dan  Islamic shIa Republic of Iran Broadcastting (IRIB) media propaganda Syiah Rafidhah Iran dan diharapkan bisa saling bertukar informasi dan konten untuk ditampilkan di website masing-masing.

Bahkan Koran Republika pun telah disusupi oleh seorang misionaris agama Syiah Rafidhah, sehingga kedustaan-lah yang disajikan sebagai bahan berita di Koran Republika.

Dinamika Koran Republika Cenderung Syiah

Peringatan Asyura Berjalan Aman

Sementara, acara di aula Al-Muthahari dihadiri oleh Gubernur Jabar Ahmad Heryawan. Dalam sambutannya, gubernur meminta semua pihak agar saling menghormati satu sama lain dan mengembangkan pemahaman ajaran agama yang benar. “Kita ingin semua pihak hidup baik-baik dan mengembangkan pemahaman ajaran yang benar,” kata dia.

Heryawan menjelaskan mengenai ajaran Syiah yang menuai penolakan terjadi karena pemahaman publik diukur dari mainstream yang ada. Ia mengatakan, pemahaman ajaran agama yang benar adalah yang diukur oleh mainstream kebenaran.

Peringatan Asyura yang digelar IJABI sendiri sempat mendapat penolakan dari masyarakat.

Joko Suceno ed: abdullah sammy

Dinamika Koran Republika Cenderung Syiah

REPUBLIKA hari ini 17 Nov 2013

Gubernur Jabar tak Hadiri Peringatan Asyura

Joko Suceno

BANDUNG - Kepala Biro Humas Pemprov Jabar Ruddy Gandakusumah mengatakan, Gubernur Jabar Ahmad Heryawan tak pernah menghadiri acara Peringatan Hari Asyura yang diadakan Ikatan Jamaah Ahlul Bait Indonesia (IJABI) di Jalan Kiaracondong, Kota Bandung, Kamis (14/11). Pernyataan tersebut sebagai bantahan atas pemberitaan Republika, Sabtu (16/11) yang menyebutkan gubernur hadir dalam acara tersebut.

Gubernur tidak pernah hadir di acara tersebut,” kata Ruddy kepada Republika, Sabtu (16/11).

Ruddy mengatakan, sejak Kamis (14/11) dini hari gubernur mengikuti serangkaian acara dimulai dengan sahur bersama pengurus PUI, mengikuti acara di Brimob Polda Jabar, Penghargaan Pencak Silat 5. Pada pukul 17.45, kata dia, gubernur buka puasa bersama di Gedung Pakuan. Sedangkan pada pukul 19.30-23.30 WIB, gubernur memberikan sambutan dalam acara tabligh akbar memperingati Tahun Baru Islam 1435 H tingkat Provinsi Jabar di Masjid Raya Bandung.

Jadi, tidak ada dalam agenda menghadiri acara di Jalan Kiaracondong,” ujar dia.

Dikatakan Ruddy, pada Jum’at (15/11), gubernur di Jakarta untuk merawat ayah mertuanya yang sedang sakit di RS Jantung Harapan Kita. Baru pada Sabtu pagi, tambah dia, gubernur kembali ke Bandung dan langsung menghadiri acara pelepasan kontingen Korpri Jabar ke Manado. ed: subroto

RALAT DAN PERMOHONAN MAAF

Terdapat kesalahan fatal dalam berita berjudul Peringatan Asyura Berjalan Aman yang dimuat di Harian Republika edisi Sabtu, 16 November 2013. Dalam berita itu disebutkan bahwa Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menghadiri peringatan Asyura di aula Al-Muthahari, Jalan Kiaracondong, Bandung. Faktanya, Ahmad Heryawan tidak pernah menghadiri acara tersebut.

Dengan ini kami meralat berita tersebut dan menyatakan bahwa berita tersebut tidak benar. Bantahan atas berita itu juga dimuat dalam Harian Republika edisi Ahad, 17 November 2013.

Kami memohon maaf sebesar-besarnya kepada pembaca dan khususnya kepada Bapak Ahmad Heryawan atas kesalahan tersebut. Kami pun akan mengambil langkah-langkah internal agar kesalahan serupa tidak terjadi lagi di kemudian hari.