Friday, May 09, 2014

// // Leave a Comment

Jihad Suriah Perang Akhir Zaman Melawan Syiah [Goresan Pena Tanya Syiah Part 10]

Jihad Suriah Perang Akhir Zaman Melawan Syiah

Syam, negeri yang telah Allah berkahi di dalamnya yang di mana saat ini meliputi 4 wilayah yaitu, Suriah, Palestina, Yordania dan Libanon. Syam pula yang dari dahulu hingga akhir zaman akan senantiasa diperebutkan oleh bangsa-bangsa, dikarenakan keberkahan dan strategis wilayahnya yang menghubungkan 3 benua yaitu Afrika, Eropa dan Asia.

سُبْحانَ الَّذِي أَسْرى بِعَبْدِهِ لَيْلاً مِنَ الْمَسْجِدِ الْحَرامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الْأَقْصَى الَّذِي بارَكْنا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ آياتِنا إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ
Maha Suci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari al-Masjidil Haram ke al-Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda kebesaran Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat. [QS. Al-Israa’ : 1]

يُمَجِّدُ تَعَالَى نَفْسَهُ، وَيُعَظِّمُ شَأْنَهُ، لِقُدْرَتِهِ عَلَى مَا لَا يَقْدِرُ عَلَيْهِ أَحَدٌ سِوَاهُ، فَلَا إله غيره ولا رب سواه، الَّذِي أَسْرى بِعَبْدِهِ يعني محمدا صلّى الله عليه وسلّم لَيْلًا أَيْ فِي جُنْحِ اللَّيْلِ مِنَ الْمَسْجِدِ الْحَرامِ وَهُوَ مَسْجِدُ مَكَّةَ إِلَى الْمَسْجِدِ الْأَقْصَى وهو بيت المقدس الذي بإيلياء معدن الأنبياء من لدن إبراهيم الخليل عليه السلام، ولهذا جمعوا له هناك كُلُّهُمْ فَأَمَّهُمْ فِي مَحِلَّتِهِمْ وَدَارِهِمْ، فَدَلَّ عَلَى أَنَّهُ هُوَ الْإِمَامُ الْأَعْظَمُ، وَالرَّئِيسُ الْمُقَدَّمُ، صَلَوَاتُ اللَّهِ وَسَلَامُهُ عَلَيْهِ وَعَلَيْهِمْ أَجْمَعِينَ. وَقَوْلُهُ تعالى: الَّذِي بارَكْنا حَوْلَهُ أَيْ فِي الزُّرُوعِ وَالثِّمَارِ
Pada ayat di atas, Allah Ta’ala membesarkan dan mengagungkan Dzat-Nya, karena kekuasaan-Nya atas segala yang tidak dapat dilakukan oleh selain Dia. Tidak ada Ilah dan Rabb selain Dia, [الَّذِي أَسْرى بِعَبْدِهِ] “yang telah memperjalankan hamba-Nya” yakni Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa Sallam, [لَيْلاً] “pada suatu malam” yakni pada sebagian waktu malam, [مِنَ الْمَسْجِدِ الْحَرامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الْأَقْصَى] “dari al-Masjidil Haram ke al-Masjidil Aqsa” yaitu Baitul Maqdis yang terletak di Iliya, tempat para Nabi sejak Ibrahim al-Khalil ‘alaihi Sallam. Karena itu, di sana mereka semuanya berkumpul untuk (menyambut) Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa Sallam, lalu beliau mengimami mereka (shalat) di tempat dan negeri mereka. Ini menunjukan bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam adalah pemimpin terbesar dan ketua tertinggi, semoga Shalawat dan Sallam selalu tercurah untuk mereka semua.
Firman Allah Ta’ala [الَّذِي بارَكْنا حَوْلَهُ] “yang telah Kami berkahi sekelilingnya” yakni pada buah-buahan dan pepohonannya.
[Tafsir Ibnu Katsir 5/3, al-Hafizh Ibnu Katsir]

Sehingga ribath (menjaga perbatasan) wilayah Kaum Muslimin di Syam dan lebih khusus lagi di Asqalan Palestina menjadi sangat utama dalam menghadapi makar-makar dari musuh-musuh Kaum Muslimin baik dari bangsa Romawi, Turk, Persia dan Yahudi.

أولُ هذا الأ مرِ نبوةٌ ورحمةٌ، ثمَّ يكونُ خلافةٌ ورحمةٌ، ثمّ يكون مُلكاً ورحمةً، ثمّ يتكادمون عليه تكادُم الحُمُرِ، فعليكُم بالجهادِ، وإن أفضل جهادِكم الرِّباطُ، وإن أفضلَ رباطِكم عسقلانُ
Urusan (pemerintahan) ini yang pertama adalah berdasarkan nubuwwah (kenabian) dan rahmat. Setelah itu, akan muncul khilafah dan rahmat. Selanjutnya, akan muncul kerajaan dan rahmat. Kemudian, mereka akan saling menggigitnya seperti gigitan keledai. Maka berjihadlah kalian! Sesungguhnya jihad kalian yang paling utama adalah ribath. Dan, ribath kalian yang paling utama adalah di ‘Asqalan.”
[Silsilah al-Ahadits ash-Shahihah no.3270, Syaikh al-Albani]

Lalu apa hubungannya dengan apa yang sedang terjadi di Suriah saat ini? Dan Kenapa Harus Suriah? Maka ketahuilah ketika terjadinya Peperangan Besar melawan bangsa Romawi, Benteng Pertahanan Kaum Muslimin berada di kota Ghuthah yang berada di sebelah timur kota Damaskus Syam Suriah.

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ فُسْطَاطَ الْمُسْلِمِينَ يَوْمَ الْمَلْحَمَةِ بِالْغُوطَةِ إِلَى جَانِبِ مَدِينَةٍ يُقَالُ لَهَا دِمَشْقُ مِنْ خَيْرِ مَدَائِنِ الشَّامِ
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda, “Saat terjadinya peperangan yang besar [الْمَلْحَمَةِ], benteng kaum Muslimin berada di daerah Ghuthah, sebuah wilayah di pinggiran kota yang dikenal dengan nama Damaskus, salah satu kota terbaik di negeri Syam.”
[Abu Daud no.3746, Shahih : Shahih Abu Daud no.4298, Syaikh al-Albani]

Sebenarnya mereka (Romawi, Turk, Persia dan Yahudi) hendak menargetkan Mekkah dan Madinah sebagai sasaran utama untuk dihancurkan, sehingga Hamba-Hamba Allah pun akan berlomba-lomba melindungi 2 Kota Suci tersebut, dengan menempati Benteng-Benteng Pertahanan Kaum Muslimin di kota Ghuthah Damaskus Syam, Bumi Allah yang paling terpilih.

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سَيَصِيرُ الْأَمْرُ إِلَى أَنْ تَكُونُوا جُنُودًا مُجَنَّدَةً جُنْدٌ بِالشَّامِ وَجُنْدٌ بِالْيَمَنِ وَجُنْدٌ بِالْعِرَاقِ قَالَ ابْنُ حَوَالَةَ خِرْ لِي يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنْ أَدْرَكْتُ ذَلِكَ فَقَالَ عَلَيْكَ بِالشَّامِ فَإِنَّهَا خِيرَةُ اللَّهِ مِنْ أَرْضِهِ يَجْتَبِي إِلَيْهَا خِيرَتَهُ مِنْ عِبَادِهِ فَأَمَّا إِنْ أَبَيْتُمْ فَعَلَيْكُمْ بِيَمَنِكُمْ وَاسْقُوا مِنْ غُدُرِكُمْ فَإِنَّ اللَّهَ تَوَكَّلَ لِي بِالشَّامِ وَأَهْلِهِ
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda, “Keadaan kalian menjadi pasukan yang terpisah-pisah, pasukan di Syam, pasukan di Yaman, dan pasukan di Irak.” Ibnu Hawalah berkata, “pilihkan (tempat terbaik) untukku wahai Rasulullah apabila aku mendapati hal tersebut.” Beliau berkata, “Hendaknya kalian menetap di Syam karena sesungguhnya Syam adalah bumi Allah yang paling terpilih, Allah memilih hamba-hamba pilihannya menuju kepadanya. Adapun jika kalian menolak maka hendaknya kalian menetap di Yaman, dan minumlah dari telaganya, karena sesungguhnya Allah telah menjamin untukku Negeri Syam dan penduduknya.”
[Abu Daud no.2124, Shahih : Shahih Abu Daud no.2483, Syaikh al-Albani]

Jika ada yang hendak berbuat jahat terhadap Mekkah dan Madinah, maka Allah yang akan membalasnya.

سَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ لَا يَكِيدُ أَهْلَ الْمَدِينَةِ أَحَدٌ إِلَّا انْمَاعَ كَمَا يَنْمَاعُ الْمِلْحُ فِي الْمَاءِ
Aku mendengar Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda, “Tidaklah seseorang merencanakan makar (membuat tipu daya) terhadap penduduk Madinah melainkan ia pasti akan binasa sebagaimana binasanya garam yang larut di dalam air.” [Bukhari no.1744]

فِي أَفْرَادِ مُسْلِمٍ مِنْ طَرِيقِ عَامِرِ بْنِ سَعْدٍ عَنْ أَبِيهِ فِي أَثْنَاءِ حَدِيثِ
Hanya diriwayatkan oleh Muslim, melalui jalur ‘Amir bin Sa’ad, dari ayahnya, pada salah satu bagiannya disebutkan :

وَلَا يُرِيدُ أَحَدٌ أَهْلَ الْمَدِينَةِ بِسُوءٍ إِلَّا أَذَابَهُ اللَّهُ فِي النَّارِ ذَوْبَ الرَّصَاصِ أَوْ ذَوْبَ الْمِلْحِ فِي الْمَاءِ
“Dan tidaklah seseorang ingin melakukan kejahatan terhadap penduduk Madinah, melainkan Allah pasti akan menghancurkan dia di dalam Neraka seperti leburnya timah atau seperti larutnya garam di dalam air.”

قَالَ عِيَاضٌ هَذِهِ الزِّيَادَةُ تَدْفَعُ إِشْكَالَ الْأَحَادِيثِ الْأُخَرِ وَتُوَضِّحُ أَنَّ هَذَا حُكْمُهُ فِي الْآخِرَةِ
‘Iyadh berkata, “Tambahan redaksi ini menjawab kemusykilan pada hadits-hadits yang lain dan menjelaskan bahwa hukum ini berlaku di akhirat.”

وَيُحْتَمَلُ أَنْ يَكُونَ الْمُرَادُ مَنْ أَرَادَهَا فِي حَيَاةِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِسُوءٍ اضْمَحَلَّ أَمْرُهُ كَمَا يَضْمَحِلُّ الرَّصَاصُ فِي النَّارِ فَيَكُونُ فِي اللَّفْظِ تَقْدِيمٌ وَتَأْخِيرٌ وَيُؤَيِّدُهُ قَوْلُهُ أَوْ ذَوْبَ الْمِلْحِ فِي الْمَاءِ
Mungkin juga yang dimaksud adalah barangsiapa yang ingin melakukan kejahatan di masa hidup Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam, maka urusan orang itu akan hancur sebagaimana leburnya timah di dalam api. Untuk penafsiran yang kedua ini, maka pada redaksi hadits tersebut terdapat kata yang (diasumsikan) penyebutannya didahulukan dan diakhirkan, dan ini dikuatkan oleh perkataan beliau Shallallahu ‘alaihi wa Sallam, “Atau seperti larutnya garam di dalam air.”

وَيُحْتَمَلُ أَنْ يَكُونَ الْمُرَادُ لِمَنْ أَرَادَهَا فِي الدُّنْيَا بِسُوءٍ وَأَنَّهُ لَا يُمْهَلُ بَلْ يَذْهَبُ سُلْطَانُهُ عَنْ قُرْبٍ كَمَا وَقَعَ لِمُسْلِمِ بْنِ عُقْبَةَ وَغَيْرِهِ فَإِنَّهُ عُوجِلَ عَنْ قُرْبٍ وَكَذَلِكَ الَّذِي أَرْسَلَهُ
Mungkin juga yang dimaksud adalah mereka yang ingin melakukan kejahatan di dunia, balasan bagi orang tersebut tidak akan ditangguhkan bahkan kekuasaanya akan dicabut dalam waktu dekat. Sebagaimana yang menimpa Muslim bin ‘Uqbah dan yang lainnya. Ia mendapatkan balasan atas kejahatannya dengan segera, demikian pula dengan orang yang mengutusnya.”

قَالَ وَيُحْتَمَلُ أَنْ يَكُونَ الْمُرَادُ مَنْ كَادَهَا اغْتِيَالًا وَطَلَبًا لِغِرَّتِهَا فِي غَفْلَةٍ فَلَا يَتِمُّ لَهُ أَمْرٌ بِخِلَافِ مَنْ أَتَى ذَلِكَ جِهَارًا كَمَا اسْتَبَاحَهَا مُسْلِمُ بْنُ عُقْبَةَ وَغَيْرُهُ
‘Iyadh juga berkata, “Mungkin juga yang dimaksud adalah orang yang ingin melakukan kejahatan ketika penduduk Madinah lengah dan dengan tipu daya, maka perbuatannya itu tidak akan terlaksana. Berbeda halnya dengan orang yang ingin melakukan kejahatan tersebut secara terang-terangan, sebagaimana kejahatan yang dilakukan oleh Muslim bin ‘Uqbah dan lainnya.”

وَرَوَى النَّسَائِيُّ مِنْ حَدِيثِ السَّائِبِ بْنِ خَلَّادٍ رَفَعَهُ
An-Nasai meriwayatkan dari hadits as-Saib bin Khallad yang ia sandarkan secara marfu’,

مَنْ أَخَافَ أَهْلَ الْمَدِينَةِ ظَالِمًا لَهُمْ أَخَافَهُ اللَّهُ وَكَانَتْ عَلَيْهِ لَعْنَةُ اللَّهِ الْحَدِيثَ
“Barangsiapa secara zhalim menakut-nakuti penduduk Madinah, pasti Allah akan membuatnya ketakutan dan ia akan mendapatkan laknat Allah.” (al-hadits)

وَلِابْنِ حِبَّانَ نَحْوُهُ مِنْ حَدِيثِ جَابر
Ibnu Hibban juga meriwayatkan redaksi serupa dari hadits Jabir.

[Fathul Bari Syarah Shahih al-Bukhari 4/94, al-Hafidzh Ibnu Hajar al-Asqalani]

Let’s back to the past...

Pada zaman Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam telah terdapat 2 kerajaan besar yaitu, Romawi dan Persia. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam pun pernah mengirimkan surat ke bangsa ‘Ajam (non Arab) yaitu Kisra Raja Persia dan Kaisar Raja Romawi serta Najasyi Raja Habasyah, agar mereka beriman kepada Allah Ta’ala dan Rasul-Nya Shallallahu ‘alaihi wa Sallam.

Jihad Suriah Perang Akhir Zaman Melawan Syiah

أَنَّ نَبِيَّ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ أَرَادَ أَنْ يَكْتُبَ إِلَى الْعَجَمِ فَقِيلَ لَهُ إِنَّ الْعَجَمَ لَا يَقْبَلُونَ إِلَّا كِتَابًا عَلَيْهِ خَاتَمٌ فَاصْطَنَعَ خَاتَمًا مِنْ فِضَّةٍ قَالَ كَأَنِّي أَنْظُرُ إِلَى بَيَاضِهِ فِي يَدِهِ
Bahwasanya Nabiyallah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam hendak menulis surat kepada (penguasa) ‘Ajam (non Arab), dikatakan kepada beliau, bahwasanya orang-orang ‘Ajam tidak akan menerima kecuali surat yang dibubuhi stempel. Maka beliau membuat cincin perak. Ia (Anas) melihat cemerlangnya cincin itu di tangan beliau. [Muslim no.3903]

أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَرَادَ أَنْ يَكْتُبَ إِلَى كِسْرَى وَقَيْصَرَ وَالنَّجَاشِيِّ فَقِيلَ إِنَّهُمْ لَا يَقْبَلُونَ كِتَابًا إِلَّا بِخَاتَمٍ فَصَاغَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَاتَمًا حَلْقَتُهُ فِضَّةً وَنَقَشَ فِيهِ مُحَمَّدٌ رَسُولُ اللَّهِ
Bahwasanya Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam hendak menulis surat kepada Raja Kisra, Kaisar, dan Najasyi. Dikatakan kepada beliau, bahwasanya mereka tidak akan menerima surat kecuali dengan dibubuhi stempel. Maka Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam membuat cincin berlingkar dari perak, lalu diukir padanya tulisan “Muhammad Rasulullah.” [Muslim no.3904]

Selanjutnya Najasyi membakar surat tersebut, dan Kaisar menyimpannya, sedangkan Kisra merobek-robeknya. Sehingga tercabik-cabiklah kerajaan Kisra, dan kerajaan Kaisar terpecah belah dalam beberapa masa, serta Najasyi pun juga binasa.

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا هَلَكَ كِسْرَى فَلَا كِسْرَى بَعْدَهُ وَإِذَا هَلَكَ قَيْصَرُ فَلَا قَيْصَرَ بَعْدَهُ وَالَّذِي نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ لَتُنْفِقُنَّ كُنُوزَهُمَا فِي سَبِيلِ اللَّهِ
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda, “Jika Kisra (Raja Persia) binasa maka tidak akan ada lagi Kisra lain sesudahnya dan jika Kaisar (Raja Romawi) binasa maka tidak akan ada lagi Kaisar lain sesudahnya. Dan demi Dzat yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, sungguh kalian akan menafkahkan harta kekayaan keduanya di jalan Allah.” [Bukhari no.3349]

إِنِّي قَدْ كَتَبْتُ إِلَى النَّجَاشِيِّ فَخَرَّقَهُ فَخَرَّقَهُ اللَّهُ مُخَرَّقَ الْمُلْكِ قَالَ عَبَّادٌ فَقُلْتُ لِابْنِ خُثَيْمٍ أَلَيْسَ قَدْ أَسْلَمَ النَّجَاشِيُّ وَنَعَاهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِالْمَدِينَةِ إِلَى أَصْحَابِهِ فَصَلَّى عَلَيْهِ قَالَ بَلَى ذَاكَ فُلَانُ بْنُ فُلَانٍ وَهَذَا فُلَانُ بْنُ فُلَانٍ قَدْ ذَكَرَهُمْ ابْنُ خُثَيْمٍ جَمِيعًا وَنَسِيتُهُمَا وَكَتَبْتُ إِلَى كِسْرَى كِتَابًا فَمَزَّقَهُ فَمَزَّقَهُ اللَّهُ تَمْزِيقَ الْمُلْكِ وَكَتَبْتُ إِلَى قَيْصَرَ كِتَابًا فَأَجَابَنِي فِيهِ فَلَمْ تَزَلْ النَّاسُ يَخْشَوْنَ مِنْهُمْ بَأْسًا مَا كَانَ فِي الْعَيْشِ خَيْرٌ ثُمَّ قَالَ لِي مَنْ أَنْتَ قُلْتُ مِنْ تَنُوخٍ قَالَ يَا أَخَا تَنُوخٍ هَلْ لَكَ فِي الْإِسْلَامِ
“Sesungguhnya aku (Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam) telah menulis surat kepada Najasyi, lalu dia membakarnya, maka Allah membakarnya sehingga binasalah kerajaannya.” ‘Abbad berkata, “lalu aku bertanya kepada Ibnu Khutsaim, bukankah Najasyi telah masuk Islam dan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam telah mengumumkan kematiannya di Madinah kepada para Shahabatnya, lalu beliau menshalatinya.” Dia menjawab, “Ya, itu adalah Fulan bin Fulan, namun ini adalah Fulan bin Fulan.” Ibnu Khutsaim menyebutkan seluruhnya kemudian aku (‘Abbad) lupa, “Lalu aku (Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam) menulis kepada Kisra sebuah surat, lalu dia merobeknya, maka Allah merobek-robek kerajaannya dengan sangat dahsyat, lalu aku (Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam) menulis kepada Kaisar sebuah surat lalu dia menjawabnya, maka orang-orang tetap takut dari mereka dengan bahayanya selama hidupnya ada kebaikan,” lalu beliau bertanya kepadaku, “Siapa kamu?” Saya menjawab, “Saya berasal dari Tanukh.” Lalu beliau bersabda, “Wahai orang Tanukh, apakah engkau telah masuk Islam?”
[Ahmad no.16097, Shahih : Musnad Imam Ahmad no.16639, Syaikh Hamzah Ahmad Zain]

ذَكَرَ السُّهَيْلِيُّ أَنَّهُ بَلَغَهُ أَنَّ هِرَقْلَ وَضَعَ الْكِتَابَ فِي قَصَبَةٍ مِنْ ذَهَبٍ تَعْظِيمًا لَهُ وَأَنَّهُمْ لَمْ يَزَالُوا يَتَوَارَثُونَهُ حَتَّى كَانَ عِنْدَ مَلِكِ الْفِرِنْجِ الَّذِي تَغَلَّبَ عَلَى طُلَيْطِلَةَ ثُمَّ كَانَ عِنْدَ سَبْطِهِ
As-Suhaili menyebutkan : “Sebagai bentuk penghormatan Heraklius meletakan surat (Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam) tersebut di dalam sebuah kotak berlapiskan emas. Anak keturunannya senatiasa memelihara warisan tersebut hingga pada masa kekuasaan Raja Perancis yang berhasil menaklukan Toledo (Spanyol), kemudian kotak itu pun dirawat oleh cucu-cucunya.

فَحَدَّثَنِي بَعْضُ أَصْحَابنَا أَن عبد الْملك بن سعد أَحَدَ قُوَّادِ الْمُسْلِمِينَ اجْتَمَعَ بِذَلِكَ الْمَلِكِ فَأَخْرَجَ لَهُ الْكِتَابَ فَلَمَّا رَآهُ اسْتَعْبَرَ وَسَأَلَ أَنْ يُمَكِّنَهُ مِنْ تَقْبِيلِهِ فَامْتَنَعَ
Sebagian shahabat kami menuturkan bahwa ‘Abdul Malik bin Sa’ad, salah seorang panglima perang kaum Muslimin, bertemu dengan raja tersebut, lalu ia memperlihatkan surat itu. Ketika melihatnya, Abdul Malik mengungkapkan keinginan untuk menciumnya, namun permintaanya itu tidak dikabulkan.

قُلْتُ وَأَنْبَأَنِي غَيْرُ وَاحِدٍ عَنِ الْقَاضِي نُورِ الدِّينِ بْنِ الصَّائِغِ الدِّمَشْقِيِّ قَالَ حَدَّثَنِي سَيْفُ الدِّينِ فُلَيْحٌ الْمَنْصُورِيُّ قَالَ أَرْسَلَنِي الْمَلِكُ الْمَنْصُورُ قَلَاوُونُ إِلَى مَلِكِ الْغَرْبِ بِهَدِيَّةٍ فَأَرْسَلَنِي مَلِكُ الْغَرْبِ إِلَى مَلِكِ الْفِرِنْجِ فِي شَفَاعَةٍ فَقَبِلَهَا وَعَرَضَ عَلَيَّ الْإِقَامَةَ عِنْدَهُ فَامْتَنَعْتُ فَقَالَ لِي لَأُتْحِفَنَّكَ بِتُحْفَةٍ سَنِيَّةٍ فَأَخْرَجَ لِي صُنْدُوقًا مُصَفَّحًا بِذَهَبٍ فَأَخْرَجَ مِنْهُ مِقْلَمَةَ ذَهَبٍ فَأَخْرَجَ مِنْهَا كِتَابًا قَدْ زَالَتْ أَكْثَرُ حُرُوفِهِ وَقَدِ الْتَصَقَتْ عَلَيْهِ خِرْقَةُ حَرِيرٍ فَقَالَ هَذَا كِتَابُ نَبِيِّكُمْ إِلَى جَدِّي قَيْصَرَ مَا زِلْنَا نَتَوَارَثُهُ إِلَى الْآنَ وَأَوْصَانَا آبَاؤُنَا أَنَّهُ مَا دَامَ هَذَا الْكِتَابُ عِنْدَنَا لَا يَزَالُ الْمُلْكُ فِينَا فَنَحْنُ نَحْفَظُهُ غَايَةَ الْحِفْظِ وَنُعَظِّمُهُ وَنَكْتُمُهُ عَنِ النَّصَارَى لِيَدُومَ الْمُلْكُ فِينَا انْتَهَى
Aku katakan (Ibnu Hajar) bahwa beberapa orang telah menceritakan kepadaku dari al-Qadhi Nurudin bin al-Shaigh ad-Dimasyqi, ia berkata : “Saifuddin Falih al-Manshuri telah menuturkan kepadaku, ia menceritakan bahwasanya Raja al-Manshur Qalawun mengutusku kepada Raja Maghrib dengan membawa hadiah. Raja Maghrib itu mengirimku kepada Raja Perancis dengan rekomendasi darinya, maka Raja Perancis itu menerima diriku. Ia menawariku tinggal beberapa waktu di kerajaanya, namun aku menolak. “Ia berkata kepadaku : “Aku akan memberimu hadiah yang sangat istimewa.” Ia mengeluarkan sebuah kotak yang berlapiskan emas lalu mengeluarkan tempat pena yang terbuat dari emas. Ia pun mengeluarkan sebuah surat yang hurufnya sudah banyak yang hilang, surat itu dilapisi dengan kain sutera. Ia berkata : “Inilah surat Nabi kalian kepada kakekku, yakni Kaisar. Sampai sekarang kami terus mewarisinya dan kakek kami berpesan kepada orang tua kami, bahwa selama surat ini ada pada kalian niscaya kerajaan kalian akan terus bertahan. Kami senantiasa merawatnya dengan baik, menghormati, dan menyembunyikannya dari incaran kaum Nashrani agar kerajaan kami tetap utuh.”

وَيُؤَيِّدُ هَذَا مَا وَقَعَ فِي حَدِيثِ سَعِيدِ بْنِ أَبِي رَاشِدٍ الَّذِي أَشَرْتُ إِلَيْهِ آنِفًا أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَرَضَ عَلَى التَّنُوخِيِّ رَسُولِ هِرَقْلَ الْإِسْلَامَ فَامْتَنَعَ فَقَالَ لَهُ يَا أَخَا تَنُوخَ إِنِّي كَتَبْتُ إِلَى مَلِكِكُمْ بِصَحِيفَةٍ فَأَمْسَكَهَا فَلَنْ يَزَالَ النَّاسُ يَجِدُونَ مِنْهُ بَأْسًا مَا دَامَ فِي الْعَيْشِ خَيْرٌ
Kisah lain yang mendukungnya adalah sebuah kisah yang disebutkan dalam hadits Sa’id bin Abi Rasyid yang telah kami isyaratkan di atas tadi, bahwasannya Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam menawarkan Islam kepada orang Tanukh, salah seorang utusan Heraklius, namun ia menolaknya. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam berkata kepadanya : “Wahai saudara Tanukh, aku telah menulis surat kepada raja kalian, peliharalah surat itu! Manusia senantiasa akan (takut bahaya) darinya selama kebaikan itu masih ada.”

وَكَذَلِكَ أَخْرَجَ أَبُو عُبَيْدٍ فِي كِتَابِ الْأَمْوَالِ مِنْ مُرْسَلِ عُمَيْرِ بْنِ إِسْحَاقَ قَالَ كَتَبَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِلَى كِسْرَى وَقَيْصَرَ فَأَمَّا كِسْرَى فَلَمَّا قَرَأَ الْكِتَابَ مَزَّقَهُ وَأَمَّا قَيْصَرُ فَلَمَّا قَرَأَ الْكِتَابَ طَوَاهُ ثُمَّ رَفَعَهُ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَمَّا هَؤُلَاءِ فَيُمَزَّقُونَ وَأَمَّا هَؤُلَاءِ فَسَتَكُونُ لَهُمْ بَقِيَّةٌ
Diriwayatkan pula oleh Abu ‘ubaid dalam kitab al-Amwaal dari umar bin Ishaq secara mursal, ia berkata : “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam telah menulis surat kepada Kisra dan Kaisar. Adapun Kisra, setelah membaca surat Rasulullah, ia pun merobeknya-robeknya. Sedangkan Kaisar, setelah membacanya, ia melipatnya kemudian menghormatinya. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda : “Adapun mereka (Kisra) akan runtuh. Sedangkan mereka (Kaisar) akan tetap bertahan.”

وَيُؤَيِّدُهُ مَا رُوِيَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَمَّا جَاءَهُ جَوَابُ كِسْرَى قَالَ مَزَّقَ اللَّهُ مُلْكَهُ وَلَمَّا جَاءَهُ جَوَابُ هِرَقْلَ قَالَ ثَبَّتَ اللَّهُ مُلْكَهُ وَاللَّهُ أَعْلَمُ
Didukung pula dengan sebuah riwayat yang menyebutkan bahwa setelah menerima jawaban dari Kisra, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda : “Allah akan meruntuhkan kerajaannya.” Ketika menerima jawaban dari Heraklius, beliau Shallallahu ‘alaihi wa Sallam berkata : “Allah akan meneguhkan kerajaannya.” Wallahu a’lam

[Fathul Bari Syarah Shahih al-Bukhari 1/44, al-Hafidzh Ibnu Hajar al-Asqalani]

Akhirnya Allah memberikan kemenangan bagi Kaum Muslimin, sehingga takluklah Syam, Irak serta Yaman. Maka berbondong-bondonglah Kaum Muslimin pindah dari Madinah ke negeri-negeri yang telah ditaklukan, padahal Madinah lebih utama dari kota-kota tersebut.

Jihad Suriah Perang Akhir Zaman Melawan Syiah

سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ تُفْتَحُ الْيَمَنُ فَيَأْتِي قَوْمٌ يُبِسُّونَ فَيَتَحَمَّلُونَ بِأَهْلِهِمْ وَمَنْ أَطَاعَهُمْ وَالْمَدِينَةُ خَيْرٌ لَهُمْ لَوْ كَانُوا يَعْلَمُونَ وَتُفْتَحُ الشَّأْمُ فَيَأْتِي قَوْمٌ يُبِسُّونَ فَيَتَحَمَّلُونَ بِأَهْلِيهِمْ وَمَنْ أَطَاعَهُمْ وَالْمَدِينَةُ خَيْرٌ لَهُمْ لَوْ كَانُوا يَعْلَمُونَ وَتُفْتَحُ الْعِرَاقُ فَيَأْتِي قَوْمٌ يُبِسُّونَ فَيَتَحَمَّلُونَ بِأَهْلِيهِمْ وَمَنْ أَطَاعَهُمْ وَالْمَدِينَةُ خَيْرٌ لَهُمْ لَوْ كَانُوا يَعْلَمُونَ
Aku mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda, “Yaman ditaklukkan kemudian suatu kaum datang sambil menceritakan keindahan negeri itu dengan membawa keluarga dan pengikutnya, padahal Madinah lebih baik bagi mereka seandainya mereka mengetahui. Kemudian Syam ditaklukkan kemudian suatu kaum datang sambil menceritakan keindahan negeri itu dengan membawa keluarga dan pengikutnya, padahal Madinah lebih baik bagi mereka seandainya mereka mengetahui. Kemudian ‘Iraq ditaklukkan kemudian suatu kaum datang sambil menceritakan keindahan negeri itu dengan membawa keluarga dan pengikutnya, padahal Madinah lebih baik bagi mereka seandainya mereka mengetahui.” [Bukhari no.1742]

قَوْلُهُ لَوْ كَانُوا يَعْلَمُونَ أَيْ بِفَضْلِهَا مِنَ الصَّلَاةِ فِي الْمَسْجِدِ النَّبَوِيِّ وَثَوَابِ الْإِقَامَةِ فِيهَا وَغَيْرِ ذَلِكَ وَيُحْتَمَلُ أَنْ يَكُونَ لَوْ بِمَعْنَى لَيْتَ فَلَا يَحْتَاجُ إِلَى تَقْدِيرٍ وَعَلَى الْوَجْهَيْنِ فَفِيهِ تَجْهِيلٌ لِمَنْ فَارَقَهَا وَآثَرَ غَيْرَهَا
Perkataan [لَوْ كَانُوا يَعْلَمُونَ] “seandainya mereka mengetahui” Yaitu mengetahui keutamaannya, baik shalat di masjid Nabawi, pahala menetap di kota tersebut, dan keutamaan-keutamaan lainnya. Kata [لَو] dapat juga dimaknai [لَيْتَ] sehingga tidak perlu ada tambahan kata yang diasumsikan. Bagaimana pun juga, di balik kedua kemungkinan tersebut terdapat sebuah isyarat akan bodohnya orang yang meninggalkan kota Madinah dan lebih mengutamakan daerah lainnya.

قَالُوا وَالْمُرَادُ بِهِ الْخَارِجُونَ مِنَ الْمَدِينَةِ رَغْبَةً عَنْهَا كَارِهِينَ لَهَا وَأَمَّا مَنْ خَرَجَ لِحَاجَةٍ أَوْ تِجَارَةٍ أَوْ جِهَادٍ أَوْ نَحْوِ ذَلِكَ فَلَيْسَ بِدَاخِلٍ فِي مَعْنَى الْحَدِيثِ
Para Ulama berkata bahwa yang dimaksud di sini adalah mereka yang pergi meninggalkan Madinah karena benci dan tidak suka kepadanya. Adapun mereka yang meninggalkan Madinah untuk suatu keperluan, berdagang, berjihad, atau yang serupa dengan itu, maka mereka tidak termasuk dalam makna hadits ini.

[Fathul Bari Syarah Shahih al-Bukhari 4/93, al-Hafizh Ibnu Hajar al-Asqalani]

Kemudian Kaum Muslimin dapat menaklukan negeri-negeri yang berada di Timur dan Barat, yaitu Kerajaan Kisra Persia dan Kerajaan Kaisar Romawi. Sehingga berpencaranlah Kaum Muslimin ke seluruh dunia untuk berdakwah dan jihad dalam menegakan Kalimat Tauhid.

يَا عَوْفُ احْفَظْ خِلَالًا سِتًّا بَيْنَ يَدَيْ السَّاعَةِ إِحْدَاهُنَّ مَوْتِي قَالَ فَوَجَمْتُ عِنْدَهَا وَجْمَةً شَدِيدَةً فَقَالَ قُلْ إِحْدَى ثُمَّ فَتْحُ بَيْتِ الْمَقْدِسِ ثُمَّ دَاءٌ يَظْهَرُ فِيكُمْ يَسْتَشْهِدُ اللَّهُ بِهِ ذَرَارِيَّكُمْ وَأَنْفُسَكُمْ وَيُزَكِّي بِهِ أَعْمَالَكُمْ ثُمَّ تَكُونُ الْأَمْوَالُ فِيكُمْ حَتَّى يُعْطَى الرَّجُلُ مِائَةَ دِينَارٍ فَيَظَلَّ سَاخِطًا وَفِتْنَةٌ تَكُونُ بَيْنَكُمْ لَا يَبْقَى بَيْتُ مُسْلِمٍ إِلَّا دَخَلَتْهُ ثُمَّ تَكُونُ بَيْنَكُمْ وَبَيْنَ بَنِي الْأَصْفَرِ هُدْنَةٌ فَيَغْدِرُونَ بِكُمْ فَيَسِيرُونَ إِلَيْكُمْ فِي ثَمَانِينَ غَايَةٍ تَحْتَ كُلِّ غَايَةٍ اثْنَا عَشَرَ أَلْفًا
“Wahai ‘Auf, ingatlah di antara enam tanda-tanda hari Kiamat, salah satunya adalah kematianku.” Auf berkata, “Maka ketika itu aku merasa sangat sedih.” Lalu beliau melanjutkan, “Kemudian ditaklukkannya Baitul Maqdis, kemudian munculnya penyakit yang mematikan di tengah-tengah kalian, yang dengannya Allah mematikan anak-anak dan diri-diri kalian serta membersihkan amal perbuatan kalian. Kemudian melimpahnya harta yang kalian miliki, sehingga walaupun ia telah diberi seratus dinar namun dirinya tetap marah (karena kurang), dan suatu fitnah yang akan terjadi di antara kalian sehingga tidak akan tersisa lagi dari rumah-rumah kaum Muslimin kecuali akan dimasuki (fitnah tersebut). Kemudian antara kalian dengan Bani Ashfar akan terjadi gencatan senjata, lalu mereka mengkhianati kalian. Mereka akan datang untuk menyerang kalian dengan membawa delapan puluh bendera perang, dan setiap bendera membawahi dua belas ribu pasukan.”
[Ibnu Majah no.4032, Shahih : Shahih Ibnu Majah no.3283, Syaikh al-Albani]

Penaklukkan yang dilakukan oleh kaum Muslimin telah tersirat di dalam al-Qur’an, sebagaimana yang telah Tanya Syiah Goreskan di Goresan Pena Tanya Syiah Part 4 “Khilafah Nubuwwah Menaklukkan Dunia” yaitu QS. An-Nuur : 55

وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَعَمِلُوا الصَّالِحاتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُمْ فِي الْأَرْضِ كَمَا اسْتَخْلَفَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِينَهُمُ الَّذِي ارْتَضى لَهُمْ وَلَيُبَدِّلَنَّهُمْ مِنْ بَعْدِ خَوْفِهِمْ أَمْناً يَعْبُدُونَنِي لَا يُشْرِكُونَ بِي شَيْئاً وَمَنْ كَفَرَ بَعْدَ ذلِكَ فَأُولئِكَ هُمُ الْفاسِقُونَ
Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang shalih bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang yang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentausa. Mereka tetap menyembah-Ku dengan tidak mempersekutukan sesuatu apa pun dengan Aku. Dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesuah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik. [QS. An-Nuur : 55]

قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: " إِنَّ اللهَ زَوَى لِي الْأَرْضَ، فَرَأَيْتُ مَشَارِقَهَا وَمَغَارِبَهَا، وَإِنَّ أُمَّتِي سَيَبْلُغُ مُلْكُهَا مَا زُوِيَ لِي مِنْهَا، وَأُعْطِيتُ الْكَنْزَيْنِ الْأَحْمَرَ وَالْأَبْيَضَ،
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda : “Sesungguhnya Allah telah menggulung bumi untukku, sehingga aku bisa melihat penjuru bumi belahan timur dan barat, dan sesungguhnya umatku, kerajaan mereka akan mencapai wilayah bumi yang dihimpun untukku. Dan diberikan kepadaku dua simpanan kekayaan merah dan putih. [Muslim no.5144]

[2889] قَوْلُهُ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ (إِنَّ اللَّهَ قَدْ زَوَى لِيَ الْأَرْضَ فَرَأَيْتُ مَشَارِقَهَا وَمَغَارِبَهَا وان أمتى سيبلغ ملكها مازوى لِي مِنْهَا وَأُعْطِيتُ الْكَنْزَيْنِ الْأَحْمَرِ وَالْأَبْيَضِ) أَمَّا زُوِيَ فَمَعْنَاهُ جُمِعَ وَهَذَا الْحَدِيثُ فِيهِ مُعْجِزَاتٌ ظَاهِرَةٌ وَقَدْ وَقَعَتْ كُلُّهَا بِحَمْدِ اللَّهِ كَمَا أَخْبَرَ بِهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الْعُلَمَاءُ الْمُرَادُ بِالْكَنْزَيْنِ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَالْمُرَادُ كَنْزَيْ كسرى وقيصر ملكى العراق الشام فِيهِ إِشَارَةٌ إِلَى أَنَّ مُلْكَ هَذِهِ الْأُمَّةِ يَكُونُ مُعْظَمُ امْتِدَادِهِ فِي جِهَتَيِ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ وَهَكَذَا وَقَعَ وَأَمَّا فِي جِهَتَيِ الْجَنُوبِ وَالشِّمَالِ فَقَلِيلٌ بِالنِّسْبَةِ إِلَى الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ وَصَلَوَاتُ اللَّهِ وسلامه على رسوله الصادق الذى لاينطق عن الهوى ان هو الاوحى يُوحَى
(2889) Sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam [إِنَّ اللَّهَ قَدْ زَوَى لِيَ الْأَرْضَ فَرَأَيْتُ مَشَارِقَهَا وَمَغَارِبَهَا وان أمتى سيبلغ ملكها مازوى لِي مِنْهَا وَأُعْطِيتُ الْكَنْزَيْنِ الْأَحْمَرِ وَالْأَبْيَضِ] “Sesungguhnya Allah telah menggulung bumi untukku, sehingga aku bisa melihat penjuru bumi belahan timur dan barat, dan sesungguhnya umatku, kerajaan mereka akan mencapai wilayah bumi yang dihimpun untukku. Dan diberikan kepadaku dua simpanan kekayaan merah dan putih.” Makna [زوى] ialah dihimpun. Di dalam hadits ini terdapat mukjizat yang sangat nyata, dan semuanya telah terwujud, segala puji hanya milik Allah, sebagaimana yang dikabarkan oleh Rasul Shallallahu ‘alaihi wa Sallam. Para ulama berkata, “Yang dimaksud dengan dua simpanan kekayaan adalah emas dan perak, maksudnya adalah simpanan kekayaan Kisra Raja Irak, dan Kaisar Raja Syam.” Di dalam hadits terdapat isyarat bahwa kerajaan umat ini sebagian besar kekuasaannya berada di wilayah timur dan barat, dan demikianlah yang terjadi. Adapun kekuasaan di wilayah selatan dan utara lebih sedikit bila dibandingkan dengan wilayah timur dan barat. Semoga shalawat dan salam Allah tetap terlimpah kepada Rasul-Nya yang jujur, yang tidak berbicara berdasarkan hawa nafsu, ucapan beliau tiada lain adalah wahyu yang diwahyukan kepada beliau.
[Syarah Shahih Muslim 18/13, Imam an-Nawawi]

Hingga saatnya nanti, Imam Mahdi sang Khalifah akan muncul dan dibai’at di Mekkah, maka Hamba-Hamba Allah akan berkumpul kembali ke Hijaz yaitu Mekkah dan Madinah, sebagaimana ular yang sedang mencari makan diluar dan akan kembali lagi ke sarangnya ketika mendapati sesuatu yang menakutinya yaitu orang-orang atau kabilah-kabilah yang telah rusak.

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ غِلَظُ الْقُلُوبِ وَالْجَفَاءُ فِي الْمَشْرِقِ وَالْإِيمَانُ فِي أَهْلِ الْحِجَازِ
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda, “Hati yang keras dan perangai yang kasar berada di arah Timur, sedangkan keimanan berada pada penduduk Hijaz.” [Muslim no.80]

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ الْإِيمَانَ لَيَأْرِزُ إِلَى الْمَدِينَةِ كَمَا تَأْرِزُ الْحَيَّةُ إِلَى جُحْرِهَا
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda, “Sesungguhnya Iman akan kembali ke Madinah sebagaimana ular kembali ke lubangnya.” [Bukhari no.1743]

قَوْله كَمَا تأزر الْحَيَّةُ إِلَى جُحْرِهَا أَيْ إِنَّهَا كَمَا تَنْتَشِرُ مِنْ جُحْرِهَا فِي طَلَبِ مَا تَعِيشُ بِهِ فَإِذَا رَاعَهَا شَيْءٌ رَجَعَتْ إِلَى جُحْرِهَا كَذَلِكَ الْإِيمَانُ انْتَشَرَ فِي الْمَدِينَةِ
Perkataan [كَمَا تأزر الْحَيَّةُ إِلَى جُحْرِهَا] “sebagaimana ular kembali ke lubangnya,” Yaitu sebagaimana ular akan keluar berpencar dari lubangnya untuk mencari makan lalu ketika ia bertemu dengan sesuatu yang menakutkan, ia pun akan kembali ke lubangnya. Maka demikian pula halnya dengan iman, ia tersebar di Madinah.
[Fathul Bari Syarah Shahih al-Bukhari 4/93, al-Hafizh Ibnu Hajar al-Asqalani]

Namun Kerajaan Persia pada akhir zaman akan berusaha bangkit dengan menggunakan system baru yaitu System Wilayatul Faqih yang dipimpin oleh seorang Pendeta Syiah yang dikenal sebagai negara Iran sarang Dajjal.

Jihad Suriah Perang Akhir Zaman Melawan Syiah

Sedangkan Kerajaan Romawi masih berdiri tegak dengan terpecah-pecah wilayahnya menjadi beberapa bagian, padahal sebelumnya Romawi menguasai daerah yang sangat luas yang membentang dari benua Eropa, Afrika Utara dan Asia Barat (Timur Tengah).

Jihad Suriah Perang Akhir Zaman Melawan Syiah
[http://en.wikipedia.org/wiki/Roman_Empire]

Kerajaan Romawi memiliki pusat pemerintahannya di benua Eropa yaitu Roma Italia dan kemudian Konstantinopel Istanbul Turki. Pada tahun 1492 bangsa Romawi Eropa menjajah benua Amerika Utara yang sekarang dikenal sebagai negara Amerika Serikat, sehingga bangsa Romawi Eropa dan bangsa Romawi Amerika menjadi negara terkuat dan terbesar di dunia.

سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ تَقُومُ السَّاعَةُ وَالرُّومُ أَكْثَرُ النَّاسِ
Aku mendengar Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam bersabda, “Hari Kiamat tidak akan terjadi hingga bangsa Romawi menjadi mayoritas umat manusia.” [Muslim no.5158]

Bangsa Romawi Amerika dan Romawi Eropa telah bekerjasama dalam militer dengan membentuk NATO dalam mengimbangi kekuatan Timur dari bangsa Turk (Uni Soviet).

Jihad Suriah Perang Akhir Zaman Melawan Syiah
[http://en.wikipedia.org/wiki/NATO]

Bangsa Yahudi pun juga telah melakukan kerjasama dengan bangsa Romawi Amerika, dan mereka (Yahudi) telah melakukan kejahatan dengan menjajah Palestina yang kemudian Allah akan membalasnya dengan mengirimkan Hamba-Hamba Allah yang akan membinasakan mereka (Yahudi).

عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَتُقَاتِلُنَّ الْيَهُودَ فَلَتَقْتُلُنَّهُمْ حَتَّى يَقُولَ الْحَجَرُ يَا مُسْلِمُ هَذَا يَهُودِيٌّ فَتَعَالَ فَاقْتُلْهُ
هَذَا يَهُودِيٌّ وَرَائِي
Dari Nabi Shallallahu 'alaihi wa Salam bersabda, “Kalian akan memerangi Yahudi dan kalian akan membunuh mereka hingga batu berkata, ‘Wahai Muslim, ini ada orang Yahudi, kemarilah bunuhlah dia.’”
Ini orang Yahudi di belakangku.” [Muslim no.5200]

Bangsa Romawi telah memberikan bantuan kepada Yahudi dalam menjajah Palestina baik dari segi financial ataupun militer, bahkan Yahudi merupakan aliansi utama dalam mengimbangi peta kekuatan politik dan militer di Timur Tengah. Oleh karena dukungan financial dan militer Romawi Amerika tersebut kepada Yahudi dalam menjajah Palestina, maka konsekuensinya Yahudi dapat dikatakan sebagai bagian / representative dari Romawi sebagai pion/bidak yang memegang peranan penting di Timur Tengah.

Jihad Suriah Perang Akhir Zaman Melawan Syiah
Tabel di atas menunjukkan Laporan Congressional Research Service yang berjudul “Bantuan Asing Amerika Serikat ke Israel” sejak tahun 1949.

Sedangkan musuh bangsa Romawi adalah bangsa Turk (Uni Soviet) yang memiliki bahasa Turk, sebelumnya bangsa Turk sudah pernah diperangi oleh Kaum Muslimin.

Jihad Suriah Perang Akhir Zaman Melawan Syiah

Tentang asal-usul bangsa Turk ada beberapa pendapat para ulama, di antaranya:

a. Mereka adalah keturunan dari Yafits bin Nuh, dari keturunan inilah Ya’juj dan Ma’juj berasal, mereka adalah anak-anak paman mereka.
b. Mereka berasal dari anak-anak Qanthura’, nama seorang budak wanita milik Ibrahim al-Khalil Shalawaatullaah wa Salaamuhu ‘alaihi, dan darinya lahir anak-anak yang merupakan nenek moyang bagi bangsa Cina dan Turk.
c. Ada juga yang berpendapat bahwa mereka dari keturunan Tubba’.
d. Dan ada yang mengatakan mereka berasal dari keturunan Afridun bin Sam bin Nuh.
Dikatakan negeri mereka adalah Turkistan, yaitu daerah antara Khurasan sampai ke Cina bagian barat dan dari bagian utara India sampai ujung al-Ma’mur.

[an-Nihaayah fii Ghariibil Hadiits (IV/113), Tartiibul Qamuusil Muhiith (III/700), Ma’aalimus Sunan (VI/68), Mu’jamul Buldaan (II/23), an-Nihaayah/al-Fitan wal Malaahim (I/153) tahqiq Dr. Thaha Zaini, Fat-hul Baari (VI/104 dan 608), al-Isyaa’ah (hal. 35), dan al-Idzaa’ah (hal. 82)]

Maka sesungguhnya bangsa Tatar yang muncul pada abad ke-7 Hijriyyah adalah bangsa Turk, karena sifat-sifat yang disifatkan untuk bangsa Turk sesuai dengan bangsa Tatar (Mongolia). Kemunculan mereka terjadi pada masa Imam an-Nawawi Rahimahullah.

Imam an-Nawawi lahir pada tahun 631 H, wafat pada tahun 676 H, saat itu adalah masa di mana Tatar datang, dan mereka menghancurkan Khilafah ‘Abbasiyyah. [Tadzkiratul Hufaazhah IV/1471-1473]

Imam an-Nawawi berkata tentang mereka (Tatar),

فَقَدْ وُجِدَ قِتَالُ هَؤُلَاءِ التُّرْكِ بِجَمِيعِ صِفَاتِهِمُ الَّتِي ذَكَرَهَا صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صِغَارُ الْأَعْيُنِ حُمْرُ الْوُجُوهِ ذُلْفُ الْآنُفِ عِرَاضُ الْوُجُوهِ كَأَنَّ وُجُوهَهُمُ الْمَجَانُّ الْمُطْرَقَةُ يَنْتَعِلُونَ الشَّعْرَ فَوُجِدُوا بِهَذِهِ الصِّفَاتِ كُلِّهَا فِي زَمَانِنَا وَقَاتَلَهُمُ الْمُسْلِمُونَ مَرَّاتٍ وَقِتَالُهُمُ الْآنَ
Peperangan dengan bangsa Turk didapati dengan segala sifat mereka yang diungkapkan oleh Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam. Mata mereka kecil (sipit), muka mereka merah, hidung mereka kecil (pesek), muka mereka seperti tameng yang dilapisi kulit, memakai terompah dari bulu, mereka didapati dengan sifat-sifat tersebut pada masa kami, kaum Muslimin telah memerangi mereka beberapa kali dan sekarang pun mereka masih memeranginya.” [Syarah Shahih Muslim 18/37-38, Imam an-Nawawi]

[Asyraathus Saa’ah 108 & 114-115, Syaikh Yusuf bin ‘Abdillah bin Yusuf al-Wabil]

Saat ini sebagian besar bahasa Turk berada di pecahan negara Uni Soviet.

Jihad Suriah Perang Akhir Zaman Melawan Syiah

Organisasi International Kebudayaan Turk
Organisasi International Kebudayaan Turk (bahasa Turk: Uluslararasi Türk Kültürü Teşkilatı, TÜRKSOY) adalah organisasi kebudayaan internasional negara-negara yang memiliki populasi Turk, bahasa Turk adalah milik bangsa Turk.

Anggota
Pada tahun 2013, TÜRKSOY memiliki enam negara anggota berdaulat dan delapan negara pengamat non-berdaulat.

Negara
Bahasa
Catatan
 Altai Republic
Altay
Observer state; a federal subject of Russia.
 Azerbaijan
Azerbaijani
 Bashkortostan
Bashkir
Observer state; a federal subject of Russia.
 Găgăuzia
Gagauz
Observer state; an autonomous region of Moldova.
 Kazakhstan
Kazakh
 Khakassia
Khakas
Observer state; a federal subject of Russia.
 Kyrgyzstan
Kyrgyz
 Northern Cyprus
Turkish
Observer state; a de facto independent republic recognized only by Turkey; see Cyprus dispute.
 Sakha Republic
Sakha (Yakut)
Observer state; a federal subject of Russia.
 Tatarstan
Tatar
Observer state; a federal subject of Russia.
 Turkey
Turkish
 Turkmenistan
Turkmen
 Tuva
Tuvan
Observer state; a federal subject of Russia.
 Uzbekistan
Uzbek

[http://en.wikipedia.org/wiki/Joint_Administration_of_Turkic_Arts_and_Culture]

Padahal sebelum terjadinya disintegrasi, wilayah Uni Soviet sangatlah luas.

Jihad Suriah Perang Akhir Zaman Melawan Syiah
Peta Uni Soviet antara tahun 1956–1991
#
Republic
1
 Russian SFSR
2
 Ukrainian SSR
3
 Belorussian SSR
4
 Uzbek SSR
5
 Kazakh SSR
6
 Georgian SSR
7
 Azerbaijan SSR
8
 Lithuanian SSR
9
 Moldavian SSR
10
 Latvian SSR
11
 Kirghiz SSR
12
 Tajik SSR
13
 Armenian SSR
14
 Turkmen SSR
15
 Estonian SSR

[http://en.wikipedia.org/wiki/Soviet_Union]

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى يُقَاتِلَ الْمُسْلِمُونَ التُّرْكَ قَوْمًا وُجُوهُهُمْ كَالْمَجَانِّ الْمُطْرَقَةِ يَلْبَسُونَ الشَّعَرَ وَيَمْشُونَ فِي الشَّعَرِ
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda, “Hari Kiamat tidak akan terjadi hingga kaum Muslimin memerangi Turk, yaitu suatu kaum yang wajah mereka bagai perisai besi yang ditempa, mereka mengenakan (pakaian) dari rambut dan berjalan pada (alas kaki) dari rambut.” [Muslim no.5187]

Sedangkan Turki (Konstantinopel/Istanbul) pada tahun 1952 bergabung dengan NATO, sehingga Turki (Konstantinopel/Istanbul) menjadi bagian dari bangsa Romawi. Di akhir zaman, Konstantinopel akan ditaklukan oleh Kaum Muslimin hanya dengan mengucapkan [لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ], hal ini mengindikasikan bahwa penduduk Turki (Konstantinopel/Istanbul) telah menerima Islam.

Semenjak keanggotaan kami (Turki) di NATO pada tahun 1952, Aliansi Atlantik Utara (NATO) telah memainkan peran sentral dalam keamanan Turki dan memberikan kontribusi untuk mengintegrasikan dengan komunitas Eropa-Atlantik. Turki, sebagai imbalannya, telah berhasil memikul tanggung jawabnya dalam membela nilai-nilai umum Aliansi.
[http://www.mfa.gov.tr/nato.en.mfa]

Saat ini bangsa Turk (pecahan negara Uni Soviet) telah bekerjasama dengan bangsa Bariz atau yang dikenal sebagai bangsa Persia yang telah menguasai negara Iran (Khuza / Khuzi / Khuzestan & Karman / Kerman / Kirman) dan Irak serta beraliansi dengan Syam Suriah.

Jihad Suriah Perang Akhir Zaman Melawan Syiah

سَمِعْتُهُ يَقُولُ وَقَالَ هَكَذَا بِيَدِهِ بَيْنَ يَدَيْ السَّاعَةِ تُقَاتِلُونَ قَوْمًا نِعَالُهُمْ الشَّعَرُ وَهُوَ هَذَا الْبَارِزُ وَقَالَ سُفْيَانُ مَرَّةً وَهُمْ أَهْلُ الْبَازِرِ
Aku (Abu Hurairah) mendengar beliau bersabda -seraya menggerakkan tangannya seperti ini-, “Menjelang hari Kiamat, kalian akan memerangi suatu kaum yang sandal mereka terbuat dari rambut. Dan ia adalah bangsa Bariz.[Bukhari no.3324]

وَقَالَ غَيْرُهُ الْبَارِزُ الدَّيْلَمُ لِأَنَّ كُلًّا مِنْهُمَا يَسْكُنُونَ فِي بِرَازٍ مِنَ الْأَرْضِ أَوِ الْجِبَالِ وَهِيَ بَارِزَةٌ عَنْ وَجْهِ الْأَرْضِ وَقِيلَ هِيَ أَرْضُ فَارِسَ لِأَنَّ مِنْهُمْ مَنْ يَجْعَلُ الْفَاءَ مُوَحَّدَةً وَالزَّايَ سِينًا وَقِيلَ غَيْرُ ذَلِكَ
Ulama yang lain berkata, “al-Bariz sama dengan ad-Dailam, karena masing-masing menetap di dataran tinggi [بِرَازٍ] atau gunung di mana ia lebih tinggi [بَارِزَةٌ] dari permukaan bumi.” Sebagian lagi berkata, “Ia adalah negeri Persia.” Karena sebagian mereka melafalkan huruf [ف] sama dengan huruf [ب], dan begitu pula dengan melafalkan huruf [س] sama dengan huruf [ز] ([بَازِرِ] & [فَارِسَ]). Namun masih terdapat sejumlah pendapat yang lain.

وَقَالَ بن الْأَثِيرِ ذَكَرَهُ أَبُو مُوسَى فِي الْبَاءِ وَالزَّايِ وَقِيلَ الْبَارِزُ نَاحِيَةٌ قَرِيبَةٌ مِنْ كِرْمَانَ بِهَا جِبَالٌ فِيهَا أَكْرَادٌ
Ibnu Atsir berkata, “Abu Musa menyebutkannya pada bagian huruf [ب] dan [ز], sebagaian mengatakan, [الْبَارِزُ] adalah salah satu wilayah dekat dengan Kirman yang terdapat pegunungan yang ditempati oleh suku Kurdi.

وَالَّذِي فِي الْبُخَارِيِّ بِتَقْدِيمِ الرَّاءِ عَلَى الزَّايِ وَهُمْ أَهْلُ فَارِسَ فَكَأَنَّهُ أَبْدَلَ السِّينَ زَايًا أَيْ وَالْفَاءَ بَاءً
Dalam riwayat al-Bukhari, menggunakan huruf [ر]  sebelum [ز] yang maknanya adalah penduduk Persia. Seakan-akan huruf [س] digantikan dengan huruf [ز] dan begitu pula huruf [ف] diganti dengan huruf [ب].

[Fathul Bari Syarah Shahih al-Bukhari 6/609, al-Hafidzh Ibnu Hajar al-Asqalani]

أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى تُقَاتِلُوا خُوزًا وَكَرْمَانَ مِنْ الْأَعَاجِمِ حُمْرَ الْوُجُوهِ فُطْسَ الْأُنُوفِ صِغَارَ الْأَعْيُنِ وُجُوهُهُمْ الْمَجَانُّ الْمُطْرَقَةُ نِعَالُهُمْ الشَّعَرُ
Bahwasanya Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda, “Tidak akan terjadi hari Kiamat hingga kalian memerangi bangsa Khuza dan Karman dari bangsa ‘Ajam (non Arab), yang berwajah merah, berhidung pesek dan bermata kecil (sipit), wajah mereka bagaikan perisai yang ditempa dan sandal mereka terbuat dari rambut.” [Bukhari no.3323]

وَتَقَدَّمَ فِي الرِّوَايَةِ الَّتِي قَبْلَهَا تُقَاتِلُونَ التُّرْكَ وَاسْتُشْكِلَ لِأَنَّ خُوزًا وَكِرْمَانَ لَيْسَا مِنْ بِلَادِ التُّرْكِ
Pada hadits sebelumnya diriwayatkan, [تُقَاتِلُونَ التُّرْكَ] “Kalian akan memerangi bangsa Turk” sehingga muncul kemusykilan. Karena Khuza dan Kirman bukan berasal dari negeri Turk.

أَمَّا خُوزٌ فَمِنْ بِلَادِ الْأَهْوَازِ وَهِيَ مِنْ عِرَاقِ الْعَجَمِ وَقِيلَ الْخُوزُ صِنْفٌ مِنَ الْأَعَاجِمِ وَأَمَّا كِرْمَانُ فَبَلْدَةٌ مَشْهُورَةٌ مِنْ بِلَادِ الْعَجَمِ أَيْضًا بَيْنَ خُرَاسَانَ وَبَحْرِ الْهِنْدِ
Adapun Khuza berasal dari negeri Ahwaz, yaitu wilayah Irak yang masuk negeri ‘Ajam, ada pula yang berpendapat bahwa Khuza adalah satu rumpun dengan bangsa ‘Ajam. Sedangkan Kirman adalah satu negeri yang masyhur di wilayah Ajam, terletak di antara Khurasan dan laut Hindia.

وَيُمْكِنُ أَنْ يُجَابَ بِأَنَّ هَذَا الْحَدِيثَ غَيْرُ حَدِيثِ قِتَالِ التُّرْكِ وَيَجْتَمِعُ مِنْهُمَا الْإِنْذَارُ بِخُرُوجِ الطَّائِفَتَيْنِ
Mungkin dapat dijawab bahwa hadits tersebut bukan hadits mengenai peperangan melawan bangsa Turk, namun kedua hadits tersebut sama-sama memperingatkan keluarnya dua kelompok (yang akan diperangi).

[Fathul Bari Syarah Shahih al-Bukhari 6/607, al-Hafidzh Ibnu Hajar al-Asqalani]

Setelah Tanya Syiah mengidentifikasikan musuh-musuh Kaum Muslimin di atas baik dari bangsa Romawi, Yahudi, Turk dan Persia. Selanjutnya Tanya Syiah akan melakukan Mapping atas kekuatan pasukan Kaum Muslimin di beberapa wilayah.

Jihad Suriah Perang Akhir Zaman Melawan Syiah

Pasukan Kaum Muslimin yang berada di Syam, Yaman dan Irak akan menjadi pasukan yang kuat dikarenakan ujian yang diberikan oleh Allah Ta’ala atas mereka, agar mereka (Kaum Muslimin) kembali kepada Agama Allah dan menjadi Hamba-Hamba Allah yang terpilih dalam menunaikan hak-hak Allah, yaitu selalu mentauhidkan-Nya serta berjihad di jalan-Nya.

عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ سَيَكُونُ أَجْنَادٌ مُجَنَّدَةٌ شَامٌ وَيَمَنٌ وَعِرَاقٌ وَاللَّهُ أَعْلَمُ بِأَيِّهَا بَدَأَ وَعَلَيْكُمْ بِالشَّامِ أَلَا وَعَلَيْكُمْ بِالشَّامِ أَلَا وَعَلَيْكُمْ بِالشَّامِ فَمَنْ كَرِهَ فَعَلَيْهِ بِيَمَنِهِ وَلْيَسْقِ فِي غُدُرِهِ فَإِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ تَوَكَّلَ لِي بِالشَّامِ وَأَهْلِهِ
Dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bahwa beliau bersabda, “Syam, Yaman dan Irak akan menjadi pasukan yang kuat, wallahu a’lam, mana yang bermula terlebih dahulu. Hendaklah kalian ke Syam, ingat! hendaklah kalian ke Syam, ingat! hendaklah kalian ke Syam. Bagi yang tidak suka hendaklah ke Yaman dan minumlah di telaganya karena Allah ‘Azza wa Jalla menyerahkan Syam dan penduduknya kepadaku.”
[Ahmad no.21451, Shahih : Musnad Imam Ahmad no.22388, Syaikh Hamzah Ahmad Zain]

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سَيَصِيرُ الْأَمْرُ إِلَى أَنْ تَكُونَ جُنُودٌ مُجَنَّدَةٌ جُنْدٌ بِالشَّامِ وَجُنْدٌ بِالْيَمَنِ وَجُنْدٌ بِالْعِرَاقِ فَقَالَ ابْنُ حَوَالَةَ خِرْ لِي يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنْ أَدْرَكْتُ ذَاكَ قَالَ عَلَيْكَ بِالشَّامِ فَإِنَّهُ خِيرَةُ اللَّهِ مِنْ أَرْضِهِ يَجْتَبِي إِلَيْهِ خِيرَتَهُ مِنْ عِبَادِهِ فَإِنْ أَبَيْتُمْ فَعَلَيْكُمْ بِيَمَنِكُمْ وَاسْقُوا مِنْ غُدُرِكُمْ فَإِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ قَدْ تَوَكَّلَ لِي بِالشَّامِ وَأَهْلِهِ
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda, “Saat itu akan terjadi pasukan yang berkelompok-kelompok. Pasukan yang berada di Syam, pasukan yang berada di Yaman, dan pasukan yang berada di Iraq.” Ibnu Hawalah berkata, “Pilihkan untukku, Wahai Rasulullah, jika aku menjumpai hal itu.” Beliau bersabda, “Bergabunglah di Syam bumi Allah yang paling terpilih, karena di sana ada hamba-hamba Allah yang terpilih. Jika kalian tidak bisa, maka pergilah ke Yaman. minumlah dari telaganya, sesungguhnya Allah ‘Azza wa Jalla telah menyerahkan Syam dan penduduknya kepadaku.”
[Ahmad no.16391, Shahih : Musnad Imam Ahmad no.16942, Syaikh Hamzah Ahmad Zain)

Serta ada Pasukan dari Timur, Pasukan Timur tersebut terdiri dari 2 pasukan yaitu pasukan yang menyertai Imam Mahdi dan pasukan yang memerangi India.

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عِصَابَتَانِ مِنْ أُمَّتِي أَحْرَزَهُمَا اللَّهُ مِنْ النَّارِ عِصَابَةٌ تَغْزُو الْهِنْدَ وَعِصَابَةٌ تَكُونُ مَعَ عِيسَى ابْنِ مَرْيَمَ عَلَيْهِمَا السَّلَام
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda, “Dua kelompok dari umatku yang Allah jaga dari Neraka, yaitu kelompok yang memerangi India, dan kelompok yang bersama dengan Isa bin Maryam 'alaihimas Salam.”
[an-Nasai no.3124, Silsilah al-Ahadits ash-Shahihhah no.1934, Syaikh al-Albani]

Pada tahun 1945 dibentuklah UN (United Nations) atau yang dikenal sebagai PBB (Perserikatan Bangsa Bangsa) yang memelihara perdamaian internasional antar negara dan serta negara-negara Kaum Muslimin pun ikut juga menjadi anggotanya, sehingga terjadilah perjanjian damai antara Kaum Muslimin dengan musuh-musuhnya, terkhusus lagi dengan bangsa Romawi, yang akhirnya bangsa Romawi akan berkhianat dan menyerang Kaum Muslimin.

فَقَالَ اعْدُدْ سِتًّا بَيْنَ يَدَيْ السَّاعَةِ مَوْتِي ثُمَّ فَتْحُ بَيْتِ الْمَقْدِسِ ثُمَّ مُوْتَانٌ يَأْخُذُ فِيكُمْ كَقُعَاصِ الْغَنَمِ ثُمَّ اسْتِفَاضَةُ الْمَالِ حَتَّى يُعْطَى الرَّجُلُ مِائَةَ دِينَارٍ فَيَظَلُّ سَاخِطًا ثُمَّ فِتْنَةٌ لَا يَبْقَى بَيْتٌ مِنْ الْعَرَبِ إِلَّا دَخَلَتْهُ ثُمَّ هُدْنَةٌ تَكُونُ بَيْنَكُمْ وَبَيْنَ بَنِي الْأَصْفَرِ فَيَغْدِرُونَ فَيَأْتُونَكُمْ تَحْتَ ثَمَانِينَ غَايَةً تَحْتَ كُلِّ غَايَةٍ اثْنَا عَشَرَ أَلْفًا
Beliau (Rasulullah) bersabda, “Hitunglah enam perkara yang akan timbul menjelang hari Kiamat. Kematianku, ditaklukkannya Baitul Maqdis, kematian yang menyerang kalian bagaikan penyakit yang menyerang kambing, melimpahnya harta hingga ada seseorang yang diberi seratus dinar namun masih marah (merasa kurang), timbulnya fitnah sehingga tidak ada satupun rumah orang Arab melainkan akan dimasukinya dan perjanjian antara kalian dan Bani al-Ashfar, lalu mereka mengkhianati perjanjian kemudian mereka mendatangi kalian di bawah delapan puluh ghayah yang pada setiap ghayah tersebut terdiri dari dua belas ribu personil.” [Bukhari no.2940]

قَوْلُهُ بَنِي الْأَصْفَرِ هُمُ الرُّومُ قَوْلُهُ غَايَةٍ أَيْ رَايَةٍ
Sabdanya, “Bani al-Ashfar” mereka adalah bangsa Romawi, sedangkan yang dimaksud dengan “Ghayah” adalah panji.
[Fathul Bari Syarah Shahih al-Bukhari 6/278, al-Hafidzh Ibnu Hajar al-Asqalani]

Perserikatan Bangsa-Bangsa atau biasa disingkat PBB (bahasa Inggris: United Nations atau disingkat UN) adalah sebuah organisasi internasional yang anggotanya hampir seluruh negara di dunia. Lembaga ini dibentuk untuk memfasilitasi dalam hukum internasional, keamanan internasional, pengembangan ekonomi, perlindungan sosial, hak asasi dan pencapaian perdamaian dunia.
[http://id.wikipedia.org/wiki/Perserikatan_Bangsa-Bangsa]

Sebelum Hamba-Hamba Allah berkumpul di Madinah, mereka akan diuji oleh Allah terlebih dahulu agar mereka kembali kepada Agama Allah dengan bersabar. Irak, Mesir dan Syam akan terjadi kekacauan.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اصْبِرُوا وَصابِرُوا وَرابِطُوا وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ
Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah, supaya kamu beruntung. [QS. Ali Imran : 200]

وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِنَ الْأَمْوالِ وَالْأَنْفُسِ وَالثَّمَراتِ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ
Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. [QS. Al-Baqarah : 155]

إِنَّما يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسابٍ
Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah Yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas. [QS. Az-Zumar : 10]

وَلَمَنْ صَبَرَ وَغَفَرَ إِنَّ ذلِكَ لَمِنْ عَزْمِ الْأُمُورِ
Tetapi orang yang bersabar dan mema'afkan, sesungguhnya (perbuatan) yang demikian itu termasuk hal-hal yang diutamakan. [QS. Asy-Syuuraa : 43]

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلاةِ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ
Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar. [QS. Al-Baqarah : 153]

وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ حَتَّى نَعْلَمَ الْمُجاهِدِينَ مِنْكُمْ وَالصَّابِرِينَ وَنَبْلُوَا أَخْبارَكُمْ
Dan sesungguhnya Kami benar-benar akan menguji kamu agar Kami mengetahui orang-orang yang berjihad dan bersabar di antara kamu, dan agar Kami menyatakan (baik buruknya) hal ihwalmu. [QS. Muhammad : 31]

عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ عِظَمُ الْجَزَاءِ مَعَ عِظَمِ الْبَلَاءِ وَإِنَّ اللَّهَ إِذَا أَحَبَّ قَوْمًا ابْتَلَاهُمْ فَمَنْ رَضِيَ فَلَهُ الرِّضَا وَمَنْ سَخِطَ فَلَهُ السُّخْطُ
Dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam, bahwasanya beliau bersabda, “Besarnya pahala sesuai dengan besarnya cobaan, dan sesungguhnya apabila Allah mencintai suatu kaum maka Dia akan menguji mereka. Oleh karena itu, barangsiapa ridha maka baginya keridhaan, dan barangsiapa murka maka baginya kemurkaan.”
[Ibnu Majah no.4021, Hasan : Shahih Ibnu Majah no.3272, Syaikh al-Albani)

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنَعَتْ الْعِرَاقُ دِرْهَمَهَا وَقَفِيزَهَا وَمَنَعَتْ الشَّأْمُ مُدْيَهَا وَدِينَارَهَا وَمَنَعَتْ مِصْرُ إِرْدَبَّهَا وَدِينَارَهَا وَعُدْتُمْ مِنْ حَيْثُ بَدَأْتُمْ وَعُدْتُمْ مِنْ حَيْثُ بَدَأْتُمْ وَعُدْتُمْ مِنْ حَيْثُ بَدَأْتُمْ
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam bersabda, “Irak menahan dirham dan takarannya, Syam menahan mud dan dinarnya, Mesir menahan timbangan dan dinarnya, kalian kembali seperti semula, kalian kembali seperti semula, kalian kembali seperti semula.” [Muslim no.5156]

Irak ditahan takaran dan dirham oleh ‘Ajam, Syam ditahan dinar dan mud oleh Romawi, sedangkan Mesir (sependek sepengetahuan Tanya Syiah) tidak ada keterangan siapa yang menahannya, kemungkinan besar di Mesir terjadi kekacauan dikarenakan faktor internal dimana hal ini berbeda dengan yang terjadi di Irak dan Syam.

كُنَّا عِنْدَ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ فَقَالَ يُوشِكُ أَهْلُ الْعِرَاقِ أَنْ لَا يُجْبَى إِلَيْهِمْ قَفِيزٌ وَلَا دِرْهَمٌ قُلْنَا مِنْ أَيْنَ ذَاكَ قَالَ مِنْ قِبَلِ الْعَجَمِ يَمْنَعُونَ ذَاكَ ثُمَّ قَالَ يُوشِكُ أَهْلُ الشَّأْمِ أَنْ لَا يُجْبَى إِلَيْهِمْ دِينَارٌ وَلَا مُدْيٌ قُلْنَا مِنْ أَيْنَ ذَاكَ قَالَ مِنْ قِبَلِ الرُّومِ ثُمَّ سَكَتَ هُنَيَّةً ثُمَّ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَكُونُ فِي آخِرِ أُمَّتِي خَلِيفَةٌ يَحْثِي الْمَالَ حَثْيًا لَا يَعُدُّهُ عَدَدًا
Kami berada di sisi Jabir bin Abdullah, ia berkata “Hampir saja Irak tidak dipunguti takaran dan dirham.” Kami bertanya, “Kenapa?” Ia menjawab, “Karena orang-orang ‘Ajam, mereka menahannya.” Setelah itu ia berkata, “Hampir saja penduduk Syam tidak dipunguti dinar dan mud.” Kami bertanya, “Kenapa?” Ia menjawab, “Karena orang-orang Romawi.” Ia diam sejenak lalu berkata, “Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam bersabda, ‘Diakhir ummatku nanti akan ada seorang khalifah menebar harta tanpa menghitungnya.’ [Muslim no.5189]

سَمِعْتُهُ يَقُولُ وَقَالَ هَكَذَا بِيَدِهِ بَيْنَ يَدَيْ السَّاعَةِ تُقَاتِلُونَ قَوْمًا نِعَالُهُمْ الشَّعَرُ وَهُوَ هَذَا الْبَارِزُ وَقَالَ سُفْيَانُ مَرَّةً وَهُمْ أَهْلُ الْبَازِرِ
Aku (Abu Hurairah) mendengar beliau bersabda -seraya menggerakkan tangannya seperti ini-, “Menjelang hari Kiamat, kalian akan memerangi suatu kaum yang sandal mereka terbuat dari rambut. Dan ia adalah bangsa Bariz.[Bukhari no.3324]

أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى تُقَاتِلُوا خُوزًا وَكَرْمَانَ مِنْ الْأَعَاجِمِ حُمْرَ الْوُجُوهِ فُطْسَ الْأُنُوفِ صِغَارَ الْأَعْيُنِ وُجُوهُهُمْ الْمَجَانُّ الْمُطْرَقَةُ نِعَالُهُمْ الشَّعَرُ
Bahwasanya Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda, “Tidak akan terjadi hari Kiamat hingga kalian memerangi bangsa Khuza dan Karman dari bangsa ‘Ajam (non Arab), yang berwajah merah, berhidung pesek dan bermata kecil (sipit), wajah mereka bagaikan perisai yang ditempa dan sandal mereka terbuat dari rambut.” [Bukhari no.3323]

Bangsa ‘Ajam baik dari bangsa Romawi, Persia (Khuza, Karman, Bariz) dan bangsa ‘Ajam lainnya menginvasi wilayah-wilayah Kaum Muslimin di Afghanistan serta wilayah-wilayah lainnya dengan bantuan dari Persia al-Majusi.

Kemudian berlanjutlah fitnah dari Afghanistan ke Irak dimana bangsa Romawi, Persia (Khuza, Karman, Bariz) dan bangsa ‘Ajam lainnya saling bahu-membahu menginvasi Irak dengan bantuan dari Persia al-Majusi juga.


Wakil Presiden Bidang Hukum dan Parlemen Iran Mohammad Ali Abtahi
Menit 00:40
Ini adalah bantuan utama Iran yang pertama membantu Amerika menjatuhkan Taliban dan al-Qaeda. Ia adalah mustahil tanpa bantuan Iran.

Presiden Iran Mohammad Khatami
Menit 01:02
Taliban merupakan musuh kami, Amerika menyatakan bahwa Taliban juga merupakan musuh mereka. Jika mereka menjatuhkan Taliban, ia akan memenuhi kehendak Iran.
Menit 02:45
Saya memberitahunya, mari kita mengulangi pengalaman Afghanistan di Iraq

[http://www.youtube.com/watch?feature=player_embedded&v=G7gPCEvbk7Q]

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُوشِكُ الْأُمَمُ أَنْ تَدَاعَى عَلَيْكُمْ كَمَا تَدَاعَى الْأَكَلَةُ إِلَى قَصْعَتِهَا فَقَالَ قَائِلٌ وَمِنْ قِلَّةٍ نَحْنُ يَوْمَئِذٍ قَالَ بَلْ أَنْتُمْ يَوْمَئِذٍ كَثِيرٌ وَلَكِنَّكُمْ غُثَاءٌ كَغُثَاءِ السَّيْلِ
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda, “Hampir saja bangsa-bangsa memperebutkan kalian (umat Islam), seperti memperebutkan makanan yang berada di mangkuk.” Seorang laki-laki berkata, “Apakah kami waktu itu berjumlah sedikit?” beliau menjawab, “Bahkan jumlah kalian pada waktu itu sangat banyak, namun kalian seperti buih di genangan air.”
[Abu Daud no.3745, Shahih : Shahih Abu Daud no.4297, Syaikh al-Albani]

Setelah Irak jatuh, maka wilayah Irak diberikan kepada bangsa Persia Iran Syiah Rafidhah yang memiliki wilayah Khuza dan Karman, dimana saat ini Kaum Muslimin masih berperang dengan Syiah Rafidhah Irak yang beraffiliasi kepada Syiah Rafidhah Iran. Dan yang menahan takaran dan dirham Irak adalah bangsa ‘Ajam (non ‘Arab) yaitu dari bangsa Khuza dan Karman yang merupakan wilayah Iran Persia sang pengusung Agama Syiah Rafidhah.


Presiden Amerika Bush

00:02  Yang Terhormat (Abdul Aziz al-Hakim Syiah), selamat datang kembali di Oval Office (Ruangan Kantor Presiden Amerika di Gedung Putih)

00:05  Ini adalah kesempatan kedua kalinya aku (Bush) bertemu dengan salah satu pemimpin terkemuka dari Organisasi Pembebas Irak

00:14  Ini adalah seorang laki-laki yang memiliki keluarga yang menderita dari kekejaman yang tidak dapat dibayangkan pada era tangan diktator, Saddam Hussein.

00:23  Ia kehilangan hampir 60 anggota keluarga dan namun bukannya bersedih, ia lebih memilih untuk menolong kesuksesan pemerintahan baru.

00:39  Kami (Bush & Abdul Aziz al-Hakim Syiah) telah berbicara mengenai banyak permasalahan yang penting

00:44  Aku (Bush) menghargai dengan sangat atas komitmen Yang Terhormat (Abdul Aziz al-Hakim Syiah) untuk menyatukan pemerintahan

00:52  Aku (Bush) meyakinkan ia (Abdul Aziz al-Hakim Syiah) bahwa Amerika mendukung kinerjanya dan kinerja Perdana Mentri untuk menyatukan negara

01:02  Bahagian dari pemersatu Irak bagi pemimpin terpilih dan pemimpin masyarakat adalah untuk menolak orang-orang ekstrem yang mencoba untuk menghentikan kemajuan demokrasi yang masih muda ini

01:24  Aku (Bush) menghargai dengan sangat posisi kuat Yang Terhormat (Abdul Aziz al-Hakim Syiah) dalam melawan pembunuhan kehidupan orang-orang yang tak bersalah

01:32  Kami (Bush & Abdul Aziz al-Hakim Syiah) telah berbicara mengenai kebutuhan untuk memberikan pemerintah Irak beberapa kemampuan lebih sesegera mungkin

01:43  Sehingga pemerintahan Irak terpilih dapat melakukan apa yang diinginkan oleh orang-orang Irak, yaitu dengan mengamankan negara mereka dari orang-orang ekstrem dan pembunuh

01:54  Aku (Bush) telah mengatakan ke Yang Terhormat (Abdul Aziz al-Hakim Syiah) bahwa aku (Bush) sangat bangga atas keberanian orang-orang Irak

02:03  Aku (Bush) berkata kepadanya (Abdul Aziz al-Hakim Syiah) bahwa kami (Bush) tidak puas degan laju kemajuan di Irak

02:10  Oleh karena itu kami (Bush & Amerika) menginginkan untuk melanjutkan untuk bekerjasama dengan pemerintah berdaulat Irak untuk menyelesaikan tujuan bersama kami (Bush Amerika & Abdul Aziz al-Hakim Syiah)

02:20  Sehingga sebagai negara yang merdeka dapat memerintah, menopang dan bertahan dengan sendirinya

02:25  Sebagai negara merdeka yang akan melayani sebagai teman dalam perang melawan orang-orang ekstrim dan radikal serta teroris

02:36  Selanjutnya, Yang Terhormat (Abdul Aziz al-Hakim Syiah), selamat datang kembali. Terima kasih atas pembicaraan membangun yang telah kita (Bush Amerika & Abdul Aziz al-Hakim Syiah) lakukan

Abdul Aziz al-Hakim Syiah

02:48  Dengan nama Allah yang maha Pengasih lagi maha Penyayang, shalawat serta salam semoga tercurah kepada Muhammad dan keluarganya beserta pengikutnya

03:11  Pertemuanku (Abdul Aziz al-Hakim Syiah) dengan presiden Bush hari ini menampilkan dari komitmen bersama untuk melanjutkan dialog dan perundingan di antara kami (Bush Amerika & Abdul Aziz al-Hakim Syiah)

03:28  Dan juga atas dasar keyakinan kami (Abdul Aziz al-Hakim Syiah) bahwa permasalahan Irak adalah kepentingan bersama

03:47  Permasalahan tersebut membutuhkan koordinasi di antara kedua belah pihak dengan cara memperhatikan kepentingan di antara kami (Bush Amerika & Abdul Aziz al-Hakim Syiah) secara politik dan dari sudut pandang keamanan serta ekonomi juga

04:08  Oleh karena itu, pembicaraan kami hari ini difokuskan pada cara-cara untuk memajukan kinerja pemerintahan Irak, pemerintahan terpilih, serta memajukan seluruh situasi di Irak dan maju ke depan

04:28  Juga, kami (Bush & Abdul Aziz al-Hakim Syiah) telah membahas cara-cara dalam penyediaan seluruh kebutuhan yang dibutuhkan oleh angkatan bersenjata Irak dalam hal persenjataan, pelatihan sehingga dapat memposisikan diri untuk mengambil bagian dalam keamanan

04:54  Situasi Irak telah mengalami banyak fitnah dan gambar sebenarnya tidaklah sedang dipresentasikan untuk menunjukan sisi gelap yang sedang terjadi di Irak

05:20  Kami (Abdul Aziz al-Hakim Syiah) melihat upaya-upaya untuk memfitnah dan mendistorsi situasi di Irak dengan tidak mempertimbangkan langkah-langkah demokrasi yang telah didapatkan oleh negara tersebut. Menulis konstitusi dan membangun sebuah negara sangat bergantung pada konstitusi, bahwa hal tersebut adalah persatuan dan hal tersebut merupakan kekuatan. Ada banyak upaya-upaya untuk menunjukan perselisihan sektarian dalam rangka upaya melemahkan posisi di Irak

06:16  Kepentingan Amerika, kepentingan Irak, kepentingan regional, mereka semua saling berhubungan. Oleh karena itu, sangatlah penting ketika kami (Abdul Aziz al-Hakim Syiah) berhadapan dengan permasalahan ini, kami (Abdul Aziz al-Hakim Syiah) melihat pada kepentingan rakyat Irak. Jika kami tidak melakukannya, seluruh permasalahan ini dapat menjadi bumerang dan bisa merugikan kepentingan regional, Amerika Serikat dan Irak juga

06:55  Oleh karena itu, kami (Abdul Aziz al-Hakim Syiah) percaya bahwa permasalahan Irak ini harus diselesaikan oleh orang-orang Irak dengan pertolongan dari negara-negara sahabat yang berada di mana saja. Tapi kami menolak segala upaya (pihak lain) untuk memiliki peran regional dan internasional dalam menyelesaikan permasalahan Irak. Kami (Abdul Aziz al-Hakim Syiah) tidak dapat mengabaikan proses politik. Irak harus berada dalam posisi untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan Irak

07:26  Kami menyambut baik segala usaha yang dapat meningkatkan realitas demokrasi di Irak dan melindungi peran konstitusional negara

07:44  Kami (Abdul Aziz al-Hakim Syiah) telah pergi jauh untuk membangun demokrasi dan pluralisme di Irak

07:55  Kami (Abdul Aziz al-Hakim Syiah) telah memberikan pengorbanan yang besar untuk meraih tujuan

08:15  Kami (Abdul Aziz al-Hakim Syiah) menghargai seluruh pengorbanan yang telah dilakukan untuk pembebasan dan kebebasan Irak. Pengorbanan yang telah dilakukan oleh rakyat Irak serta juga negara-negara sahabat dan yang berada di list teratas adalah pengorbanan Amerika Serikat

08:48  Kami sekarang memiliki pemerintahan terpilih di Irak, pemerintah sangat bertekad untuk memerangi kekerasan dan teror. Pemerintah sangat percaya terhadap persatuan pemerintah dan negara serta masyarakat. Pemerintah yang akan berhadapan dengan segala sumber terorisme tanpa memperhatikan dari mana mereka berasal

09:25  Kami akan bekerja keras dan mencari segala bentuk kerjasama di tingkat international dan regional dalam rangka untuk mengalahkan terorisme yang sedang mencoba untuk menggunakan Irak sebagai basis untuk menyabotase masa depan negara tersebut

09:59  Terima kasih banyak tuan Presiden (Bush) untuk mengizinkan saya (Abdul Aziz al-Hakim Syiah) dalam kesempatan bertemu dengan anda (Bush). Saya (Abdul Aziz al-Hakim Syiah) akan mengambil kesempatan ini juga untuk berterima kasih kepada rakyat Amerika dan simpati mereka terhadap Irak yang telah menolong Irak untuk menyingkirkan kediktatoran yang brutal dan untuk menikmati kebebasan dan hak

Presiden Amerika Bush

10:16  Thank you Sir.

[http://www.youtube.com/watch?feature=player_embedded&v=EFyXjmriabQ]

Mesir pun ikut bergejolak juga dikarenakan faktor internal, yang kemudian Syaikh Shalih bin Fauzan al-Fauzan Hafizhahullah memberikan sebuah fatwa :

Syaikh Shalih bin Fauzan al-Fauzan Hafizhahullah

Soal :
Tentu tidak samar lagi bagi Anda mengenai peristiwa yang terjadi di Mesir akhir-akhir ini yang merupakan cobaan dan fitnah. Apa nasehat Anda bagi kaum Muslimin di Mesir dan juga bagi para penuntut ilmu agama di negeri ini?

Jawab :
Peristiwa ini merupakan fitnah, dan kaum Muslimin hendaknya mencegah fitnah dan menjauhkan diri darinya. Dan hendaknya tidak berkata-kata mengenai hal ini kecuali perkataan yang mengandung kebaikan bagi semua orang. Sekali lagi, kecuali perkataan yang mengandung kebaikan bagi semua orang. Dalam rangka meredam fitnah dan menghentikan keburukan-keburukan yang menimpa kaum Muslimin. Jika seseorang tidak mampu melakukan hal ini, yaitu tidak mampu mendamaikan dua pihak yang saling memerangi, maka hendaknya diam.
Adapun doa, maka pintu doa itu hendaknya selalu dibuka bagi semua kaum Muslimin dimana pun, agar Allah menolong mereka dan mengeluarkan mereka dari kesulitan.

[http://muslim.or.id/fatwa-ulama/nasehat-syaikh-shalih-bin-fauzan-al-fauzan-terkait-krisis-mesir.html]

Pembahasan Tanya Syiah sekarang ini akan lebih terfokus atas konflik yang terjadi di Syam.

Di Syam terdapat musuh-musuh Kaum Muslimin yang cukup kompleks, oleh karena itu Tanya Syiah akan mengidentifikasikan musuh-musuh tersebut sebelum pecahnya Perang Besar dengan bangsa Romawi yang telah berkhianat akan perjanjian damai.

[1] Kaum Muslimin berdamai dengan bangsa Romawi dan bersama melawan musuh di Syam.

سَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ سَتُصَالِحُكُمْ الرُّومُ صُلْحًا آمِنًا ثُمَّ تَغْزُونَ أَنْتُمْ وَهُمْ عَدُوًّا فَتَنْتَصِرُونَ وَتَغْنَمُونَ وَتَسْلَمُونَ ثُمَّ تَنْصَرِفُونَ حَتَّى تَنْزِلُوا بِمَرْجٍ ذِي تُلُولٍ فَيَرْفَعُ رَجُلٌ مِنْ أَهْلِ الصَّلِيبِ الصَّلِيبَ فَيَقُولُ غَلَبَ الصَّلِيبُ فَيَغْضَبُ رَجُلٌ مِنْ الْمُسْلِمِينَ فَيَقُومُ إِلَيْهِ فَيَدُقُّهُ فَعِنْدَ ذَلِكَ تَغْدِرُ الرُّومُ وَيَجْتَمِعُونَ لِلْمَلْحَمَةِ
Aku pernah mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda, “Bangsa Romawi akan berdamai dengan kalian, setelah itu mereka bersama kalian akan berperang melawan musuh hingga kalian menang dan mendapatkan harta rampasan, dan mereka akhirnya menyerah [ثُمَّ تَغْزُونَ أَنْتُمْ وَهُمْ عَدُوًّا فَتَنْتَصِرُونَ وَتَغْنَمُونَ وَتَسْلَمُونَ]. Setelah itu, kalian akan pergi menuju tempat yang sangat subur dan luas yaitu Dzi Tulul (padang rumput yang berbukit). Lalu ada seorang tentara salib mengangkat salib sambil berkata, ‘(Tentara) salib telah menang.’ Maka salah seorang Muslim marah ketika mendengarnya, lalu ia mendekati laki-laki tersebut dan memukulnya. Maka saat itulah bangsa Romawi berkhianat (dari perdamaian), hingga mereka berkumpul untuk melakukan peperangan besar-besaran [لِلْمَلْحَمَةِ].”
[Ibnu Majah no.4079, Shahih : Shahih Ibnu Majah no.3318, Syaikh al-Albani]

[2] Kaum Muslimin berdamai dengan bangsa Romawi dan bersama melawan musuh dari belakang Romawi di Syam.

عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ تُصَالِحُونَ الرُّومَ صُلْحًا آمِنًا وَتَغْزُونَ أَنْتُمْ وَهُمْ عَدُوًّا مِنْ وَرَائِهِمْ فَتَسْلَمُونَ وَتَغْنَمُونَ ثُمَّ تَنْزِلُونَ بِمَرْجٍ ذِي تُلُولٍ فَيَقُومُ إِلَيْهِ رَجُلٌ مِنْ الرُّومِ فَيَرْفَعُ الصَّلِيبَ وَيَقُولُ أَلَا غَلَبَ الصَّلِيبُ فَيَقُومُ إِلَيْهِ رَجُلٌ مِنْ الْمُسْلِمِينَ فَيَقْتُلُهُ فَعِنْدَ ذَلِكَ تَغْدِرُ الرُّومُ وَتَكُونُ الْمَلَاحِمُ فَيَجْتَمِعُونَ إِلَيْكُمْ فَيَأْتُونَكُمْ فِي ثَمَانِينَ غَايَةً مَعَ كُلِّ غَايَةٍ عَشْرَةُ آلَافٍ
Dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda, “Kalian akan membuat perjanjian damai kepada Orang Romawi, kalian berperang sedangkan kalian dan mereka adalah sama-sama musuh, ada musuh dari belakang mereka. Lalu kalian selamat dan mendapatkan rampasan [وَتَغْزُونَ أَنْتُمْ وَهُمْ عَدُوًّا مِنْ وَرَائِهِمْ فَتَسْلَمُونَ وَتَغْنَمُونَ]. Setelah itu, kalian akan pergi menuju tempat yang sangat subur dan luas yaitu Dzi Tulul (padang rumput yang berbukit), lalu ada seorang Romawi yang berdiri dan mengangkat salib lalu berkata, ‘Ketahuilah salib telah menang.’ Lalu ada seorang muslim yang berdiri dan membunuhnya. Maka saat itu Romawi berkhianat dan terjadilah peperangan besar [الْمَلَاحِمُ] dan mereka berkumpul untuk menyerang kalian. Mereka mendatangi kalian dengan delapan puluh bendera dan di setiap bendera ada sepuluh ribu orang.”
[Ahmad no.16223, Shahih : Musnad Imam Ahmad no.16770, Syaikh Hamzah Ahmad Zain]

[3] Kaum Muslimin berdamai dengan bangsa Romawi dan bersama melawan musuh dari belakang Kaum Muslimin di Syam.

سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ سَتُصَالِحُونَ الرُّومَ صُلْحًا آمِنًا وَتَغْزُونَ أَنْتُمْ وَهُمْ عَدُوًّا مِنْ وَرَائِكُمْ
Aku telah mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam berkata, “Kalian akan mengadakan perjanjian damai dengan orang-orang Romawi, dan kalian bersama mereka akan menyerang musuh di belakang kalian [وَتَغْزُونَ أَنْتُمْ وَهُمْ عَدُوًّا مِنْ وَرَائِكُمْ].”
[Abu Daud no.2386, Shahih : Shahih Abu Daud no.2767, Syaikh al-Albani]

[4] Kaum Muslimin berdamai dengan bangsa Romawi dan melawan “Romawi” sebelum Romawi mengkhianati perjanjian damai.

سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ سَتُصَالِحُكُمْ الرُّومُ صُلْحًا آمِنًا ثُمَّ تَغْزُونَ وَهُمْ عَدُوًّا فَتُنْصَرُونَ وَتَسْلَمُونَ وَتَغْنَمُونَ ثُمَّ تَنْصُرُونَ الرُّومَ حَتَّى تَنْزِلُوا بِمَرْجٍ ذِي تُلُولٍ فَيَرْفَعُ رَجُلٌ مِنْ النَّصْرَانِيَّةِ صَلِيبًا فَيَقُولُ غَلَبَ الصَّلِيبُ فَيَغْضَبُ رَجُلٌ مِنْ الْمُسْلِمِينَ فَيَقُومُ إِلَيْهِ فَيَدُقُّهُ فَعِنْدَ ذَلِكَ يَغْدِرُ الرُّومُ وَيَجْمَعُونَ لِلْمَلْحَمَةِ
Aku telah mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda, “Orang Romawi akan membuat perjanjian kepada kalian dengan suatu perjanjian damai lalu kalian berperang sedangkan mereka adalah musuh, lalu kalian diberi pertolongan dan kalian selamat dan mendapatkan rampasan [ثُمَّ تَغْزُونَ وَهُمْ عَدُوًّا فَتُنْصَرُونَ وَتَسْلَمُونَ وَتَغْنَمُونَ]. Lalu kalian bisa mengalahkan bangsa Romawi sampai kalian di tempat yang sangat subur dan luas yaitu di Dzi Tulul, lalu ada seorang Nasrani yang mengangkat salib lalu berkata, ‘Salib telah menang.’ Lalu ada seorang muslim yang marah, lalu dia berdiri dan memukulnya, maka saat itu orang Romawi berkhianat dan mereka berkumpul untuk menghadapi perang besar besaran.”
[Ahmad no.16222, Shahih : Musnad Imam Ahmad no.16769, Syaikh Hamzah Ahmad Zain)

Kronologis :
Kaum Muslimin berdamai dengan bangsa Romawi dan kemudian bekerjasama menyerang musuh di Syam yang berada di belakang Kaum Muslimin yaitu Persia Syiah Rafidhah al-Majusi dan di belakang Romawi yaitu Turk (Russia). Setelah musuh dikalahkan maka “Romawi” yang berada di Syam akan berperang melawan Kaum Muslimin, dan “Romawi” akhirnya dapat dikalahkan.

Lalu bagaimana mungkin? Padahal Kaum Muslimin sedang ada perjanjian damai dengan bangsa Romawi, di mana sebelum peristiwa di Dzi Tulul terdapat pertempuran antara Kaum Muslimin dengan bangsa “Romawi” di Syam?

Seperti yang diisyaratkan di awal mengenai penjajahan Palestina oleh bangsa Yahudi, dimana mereka (Yahudi) telah didanai oleh Romawi Amerika, oleh karena itu Yahudi yang berada di Palestina merupakan bagian dari Romawi dan begitu juga dengan Turki, dimana Turki bergabung dengan NATO, sehingga Turki merupakan bagian dari Romawi yang pada akhirnya kota Konstantinopel atau Istanbul akan ditaklukkan.

Setelah 3 wilayah tersebut terjadi kekacauan yaitu, Irak, Mesir dan Syam. Maka Kaum Muslimin akan mengalami penderitaan, kesusahan dan kepahitan, hingga mereka (Kaum Muslimin) kembali kepada Agama Allah dengan senantiasa mentauhidkan-Nya dan tidak mensyirikkan-Nya dengan sesuatu apa pun.

Mereka (Kaum Muslimin) akan kembali kepada Agama Allah dengan menjadi Hamba-Hamba Allah yang Mukmin serta Taslim akan Syari’at-Nya yang senantiasa : Berdoa hanya kepada Allah, Meminta Perlindungan dan Pertolongan hanya kepada Allah, Istighatsah hanya kepada Allah, karena Kemenangan hanyalah dari Allah.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ تَنْصُرُوا اللَّهَ يَنْصُرْكُمْ وَيُثَبِّتْ أَقْدامَكُمْ
Hai orang-orang mukmin, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu. [QS. Muhammad : 7]

وَلَيَنْصُرَنَّ اللَّهُ مَنْ يَنْصُرُهُ إِنَّ اللَّهَ لَقَوِيٌّ عَزِيزٌ
Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)-Nya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa. [QS. Al-Hajj : 40]

وَلِيَعْلَمَ اللَّهُ مَنْ يَنْصُرُهُ وَرُسُلَهُ بِالْغَيْبِ إِنَّ اللَّهَ قَوِيٌّ عَزِيزٌ
Dan supaya Allah mengetahui siapa yang menolong (agama)-Nya dan rasul-rasul-Nya padahal Allah tidak dilihatnya. Sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi Maha Perkasa. [QS. Al-Hadiid : 25]

سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِذَا تَبَايَعْتُمْ بِالْعِينَةِ وَأَخَذْتُمْ أَذْنَابَ الْبَقَرِ وَرَضِيتُمْ بِالزَّرْعِ وَتَرَكْتُمْ الْجِهَادَ سَلَّطَ اللَّهُ عَلَيْكُمْ ذُلًّا لَا يَنْزِعُهُ حَتَّى تَرْجِعُوا إِلَى دِينِكُمْ
Aku mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda, “Jika kalian berjual beli secara cara ‘inah, mengikuti ekor sapi, ridha dengan bercocok tanam dan meninggalkan jihad, maka Allah akan menguasakan kehinaan atas kalian. Allah tidak akan mencabutnya dari kalian hingga kalian kembali kepada agama kalian.”
[Abu Daud no.3003, Shahih : Shahih Abu Daud no.3462, Syaikh al-Albani]

Oleh karena itu ketika terjadi fitnah di penjuru wilayah Kaum Muslimin, Ulama-Ulama Mekkah dan Madinah seperti Syaikh Abdul Muhsin al-Abbad al-Badr, Syaikh Shalih bin Fauzan al-Fauzan dan Syaikh Rabi’ bin Hadi al-Madkhaliy, berfatwa agar mereka (Kaum Muslimin) kembali kepada Agama Allah dengan menunaikan hak-hak Allah yaitu Tauhid, sehingga pertolongan Allah akan datang.

Mereka (Ulama-Ulama Mekkah dan Madinah) merupakan pewaris para Nabi yang mewariskan Ilmu al-Qur’an dan as-Sunnah sesuai pemahaman para Shahabat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam, serta Mereka (Ulama-Ulama Mekkah dan Madinah) memiliki Bashirah dikarenakan dalamnya Ilmu mereka. Maka diwajibkan bagi Kaum Muslimin untuk kembali ke halaqah-halaqah mereka dengan memperbaiki keimanan diri.

عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ الْإِسْلَامَ بَدَأَ غَرِيبًا وَسَيَعُودُ غَرِيبًا كَمَا بَدَأَ وَهُوَ يَأْرِزُ بَيْنَ الْمَسْجِدَيْنِ كَمَا تَأْرِزُ الْحَيَّةُ فِي جُحْرِهَا
Dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam, beliau bersabda, “Sesungguhnya Islam muncul dalam keadaan asing, dan ia akan kembali dalam keadaan asing seperti semula, ia akan masuk di antara dua masjid sebagaimana ular yang masuk ke dalam lubangnya.” [Muslim no.209]

Sehingga mereka (Kaum Muslimin) akan menjadi orang yang terasing (Ghuraba’).

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَدَأَ الْإِسْلَامُ غَرِيبًا وَسَيَعُودُ كَمَا بَدَأَ غَرِيبًا فَطُوبَى لِلْغُرَبَاءِ
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda, “Islam muncul dalam keadaan asing, dan ia akan kembali dalam keadaan asing, maka beruntunglah orang-orang yang terasing.” [Muslim no.208]

وَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا تَزَالُ طَائِفَةٌ مِنْ أُمَّتِي عَلَى الْحَقِّ ظَاهِرِينَ لَا يَضُرُّهُمْ مَنْ يَخْذُلُهُمْ حَتَّى يَأْتِيَ أَمْرُ اللَّهِ
عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا تَزَالُ طَائِفَةٌ مِنْ أُمَّتِي ظَاهِرِينَ عَلَى الْحَقِّ فَقَالَ عَلِيٌّ هُمْ أَهْلُ الْحَدِيثِ
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda, “Sekelompok dari umatku akan senantiasa berada di atas kebenaran, tidaklah membahayakan mereka orang yang menghinakan mereka hingga urusan Allah tiba.”
Dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam, “Sekelompok dari umatku akan senantiasa berada di atas kebenaran.” Berkata ‘Ali, “Mereka adalah Ahlul Hadits.”
[Tirmidzi no.2155, Shahih : Shahih Tirmidzi no.2229, Syaikh al-Albani]

Karena mereka (Kaum Muslimin) adalah :
[-] Ahlus Sunnah
[-] al-Jama’ah
[-] Ahlul Hadits
[-] Ahlul Atsar
[-] Ittiba’ as-Salaf
[-] Ahlul Haq
[-] al-Firqatun Najiyah
[-] ath-Thaifah al-Manshurah
[-] al-Ghuraba’

The battle is just beginning...

Jihad Suriah Perang Akhir Zaman Melawan Syiah

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا فَسَدَ أَهْلُ الشَّامِ فَلَا خَيْرَ فِيكُمْ لَا تَزَالُ طَائِفَةٌ مِنْ أُمَّتِي مَنْصُورِينَ لَا يَضُرُّهُمْ مَنْ خَذَلَهُمْ حَتَّى تَقُومَ السَّاعَةُ قَالَ مُحَمَّدُ بْنُ إِسْمَعِيلَ قَالَ عَلِيُّ بْنُ الْمَدِينِيِّ هُمْ أَصْحَابُ الْحَدِيثِ
قَالَ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَيْنَ تَأْمُرُنِي قَالَ هَا هُنَا وَنَحَا بِيَدِهِ نَحْوَ الشَّامِ
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda, “Jika penduduk Syam telah rusak maka tidak ada kebaikan lagi di antara kalian, akan senantiasa ada sekelompok dari umatku yang diberi kemenangan, orang orang yang menghina mereka tidak akan membahayakan mereka sampai hari kiamat.” Muhammad bin Isma’il berkata bahwa Ali bin al-Madini berkata, “Mereka adalah Ashabul Hadits.”
Aku bertanya, “Wahai Rasulullah, kemana yang engkau perintahkan kepadaku?” Beliau menjawab,Ke sana.” beliau menunjuk dengan tangannya ke arah Syam.”
[Tirmidzi no.2118, Shahih : Shahih Tirmidzi no.2192, Syaikh al-Albani]

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَيْنَا أَنَا نَائِمٌ إِذْ رَأَيْتُ عَمُودَ الْكِتَابِ احْتُمِلَ مِنْ تَحْتِ رَأْسِي فَظَنَنْتُ أَنَّهُ مَذْهُوبٌ بِهِ فَأَتْبَعْتُهُ بَصَرِي فَعُمِدَ بِهِ إِلَى الشَّامِ أَلَا وَإِنَّ الْإِيمَانَ حِينَ تَقَعُ الْفِتَنُ بِالشَّامِ
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda, “Ketika aku sedang tidur, aku bermimpi melihat gundukkan buku lewat di bawah kepalaku, aku mengira itu adalah tempat bertolakku sehingga mataku mengikuti, kemudian ia bertolak ke Syam. Ketahuilah bahwa ketika fitnah terjadi, maka keimanan berada di daerah Syam.”
[Ahmad no.20740, Shahih : Musnad Imam Ahmad no.21630, Syaikh Hamzah Ahmad Zain]

Muncullah di Syam seorang yang zhalim serta lalim dalam membunuhi Kaum Muslimin, hingga Allah akan membangkitkan Hamba-Hamba Allah di Syam yang akan menyuramkan wajah-wajah musuhnya, mereka adalah al-Ghuraba’ yaitu Penduduk Syam yang akan Allah berikan Kemenangan demi Kemenangan –Insya Allah-

سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ لَا تَزَالُ طَائِفَةٌ مِنْ أُمَّتِي قَائِمَةً بِأَمْرِ اللَّهِ لَا يَضُرُّهُمْ مَنْ خَذَلَهُمْ أَوْ خَالَفَهُمْ حَتَّى يَأْتِيَ أَمْرُ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ وَهُمْ ظَاهِرُونَ عَلَى النَّاسِ
فَقَامَ مَالِكُ بْنُ يَخَامِرٍ السَّكْسَكِيُّ فَقَالَ يَا أَمِيرَ الْمُؤْمِنِينَ سَمِعْتُ مُعَاذَ بْنَ جَبَلٍ يَقُولُ وَهُمْ أَهْلُ الشَّامِ فَقَالَ مُعَاوِيَةُ وَرَفَعَ صَوْتَهُ هَذَا مَالِكٌ يَزْعُمُ أَنَّهُ سَمِعَ مُعَاذًا يَقُولُ وَهُمْ أَهْلُ الشَّامِ
Aku telah mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda, “Akan tetap ada segolongan orang dari umatku yang menegakkan perintah Allah, tidak membahayakan mereka orang yang merendahkan mereka atau menyelisihi mereka sampai datang keputusan Allah ‘Azza wa Jalla, dan mereka akan selalu menang menghadapi manusia.”
Lalu Malik bin Yukhamir As-Saksaki berkata, “Wahai Amirul Mukimin, saya mendengar Muadz bin Jabal berkata, “mereka adalah penduduk Syam,” lalu Mu'awiyah berkata dengan mengangkat suaranya, “Inilah Malik, menyatakan bahwa ia telah mendengar Muadz mengatakan mereka adalah penduduk Syam.”
[Ahmad no.16324, Shahih : Musnad Imam Ahmad no. 16871, Syaikh Hamzah Ahmad Zain]

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا تَزَالُ طَائِفَةٌ مِنْ أُمَّتِي عَلَى الْحَقِّ ظَاهِرِينَ وَإِنِّي لَأَرْجُو أَنْ تَكُونُوا هُمْ يَا أَهْلَ الشَّامِ
Bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda, “Akan senantiasa ada sekelompok di antara umatku, yang berada di atas kebenaran, dan aku sangat mengharapkan bahwa kalianlah yang akan menjadi mereka, wahai penduduk Syam.”
[Ahmad no.18487, Shahih : Musnad Imam Ahmad no. 19186, Syaikh Hamzah Ahmad Zain]

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا تَزَالُ طَائِفَةٌ مِنْ أُمَّتِي عَلَى الْحَقِّ ظَاهِرِينَ لَعَدُوِّهِمْ قَاهِرِينَ لَا يَضُرُّهُمْ مَنْ خَالَفَهُمْ إِلَّا مَا أَصَابَهُمْ مِنْ لَأْوَاءَ حَتَّى يَأْتِيَهُمْ أَمْرُ اللَّهِ وَهُمْ كَذَلِكَ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَأَيْنَ هُمْ قَالَ بِبَيْتِ الْمَقْدِسِ وَأَكْنَافِ بَيْتِ الْمَقْدِسِ
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda, “Akan ada sekelompok umatku yang senantiasa berada diatas kebenaran, dan mengalahkan musuh mereka, orang yang menyelisihi mereka tidaklah membahayakan mereka kecuali cobaan yang menimpa mereka hingga datang urusan Allah dan mereka akan tetap seperti itu.” Mereka bertanya, “Wahai Rasulullah, Dimana mereka?” Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Di Baitul Maqdis dan di sekitar Baitul Maqdis.”
[Ahmad no.21286, Hasan : Musnad Imam Ahmad no. 22220, Syaikh Hamzah Ahmad Zain]

Oleh karena itu Imam Ahmad mengatakan :
“Ahli Gharb adalah penduduk Syam.” Dan jawaban ini disepakati oleh Ibnu Taimiyah dalam Manaqibisy-Syam wa Ahlihi, halaman 76-77
[http://almanhaj.or.id/content/2433/slash/0/keberkahan-bumi-syam/]

فَقَالَ لَهُ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْآنَ جَاءَ الْقِتَالُ لَا تَزَالُ طَائِفَةٌ مِنْ أُمَّتِي ظَاهِرِينَ عَلَى النَّاسِ يَرْفَعُ اللَّهُ قُلُوبَ أَقْوَامٍ فَيُقَاتِلُونَهُمْ وَيَرْزُقُهُمْ اللَّهُ مِنْهُمْ حَتَّى يَأْتِيَ أَمْرُ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ وَهُمْ عَلَى ذَلِكَ أَلَا إِنَّ عُقْرَ دَارِ الْمُؤْمِنِينَ الشَّامُ وَالْخَيْلُ مَعْقُودٌ فِي نَوَاصِيهَا الْخَيْرُ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ
Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda kepadanya, “Sekarang telah datang peperangan, akan ada sekelompok orang dari umatku, mereka selalu menghadapi manusia (yang menghalanginya), Allah akan mengangkat hati kaum (membutakan hatinya), lalu (kaum-kaum itu) memerangi mereka dan Allah memberi rizqi kepada mereka melalui kaum yang dibutakan hatinya itu sampai datang keputusan Allah ‘Azza wa Jalla dan mereka tetap dalam keadaan seperti itu. Ketahuilah, sesungguhnya benteng pertahanan kaum Mukminin adalah Syam, dan terdapat pada ubun-ubun kuda sebuah kebaikan sampai hari Kiamat.”
[Ahmad no.16351, Shahih : Musnad Imam Ahmad no.16902, Syaikh Hamzah Ahmad Zain]

Penguasa zhalim serta lalim tersebut telah buta hatinya dengan kekuasaan, ia adalah Syiah Alawi Nushairiyyah Bashar Assad as-Suryani. Hingga ia (Syiah Alawi Nushairiyyah Bashar Assad as-Suryani) akan mempertahankan kekuasaan tiraninya dengan membunuhi Kaum Muslimin dan bersikap sombong kepada Allah Ta’ala.

Jihad Suriah Perang Akhir Zaman Melawan Syiah


25/04/2012 Homs – al-Qussair
Syiah Alawi Nushairiyyah Bashar Assad as-Suryani mengubur hidup-hidup seorang aktivis dikarenakan ia akan mengirimkan video untuk TV Aljazeera

Menit 00:45
Muslim yang dikubur hidup-hidup berkata, “Tidak ada Illah yang berhak disembah selain Allah
Syiah Alawi Nushairiyyah Bashar Assad as-Suryani berkata, “Tidak ada Illah yang berhak disembah selain Bashar

[https://www.youtube.com/watch?v=sL-QHGtCKBc]


Syiah Alawi Nushairiyyah Bashar Assad as-Suryani
Menit 00:40
Baath adalah agamaku, dan Tuhanku adalah Bashar Assad

Syiah Alawi Nushairiyyah Bashar Assad as-Suryani menuduh Allah berbohong untuk melakukan pembuktian
Menit 00:55
Aku tantang kalian dan Dzat yang menciptakan kalian (Allah Subhanahu wa Ta’ala) untuk membuktikan bahwa pasukan keamanan Suriah yang bertanggung jawab dalam membunuh wanita tersebut

Syiah Alawi Nushairiyyah Bashar Assad as-Suryani
Menit 01:10
Siapapun yang menyudutkan kami hingga ke pojok, maka kami akan menyudutkan kembali bahkan kepada Allah yang telah menciptakan dia (dan menyudutkannya) ke pojok

Syiah Alawi Nushairiyyah Bashar Assad as-Suryani
Menit 01:25
Kami menyembah Bashar Assad sebelum kami menyembah Allah

[https://www.youtube.com/watch?v=j7gjlM7_WkI]


Syiah Alawi Nushairiyyah Bashar Assad as-Suryani
Menit 01:20
Katakan, “Tidak ada Tuhan selain Bashar Assad
Tidak ada Tuhan selain Bashar Assad
Tidak ada Tuhan selain Bashar Assad

Tidak ada Tuhan selain Maher Assad
Tidak ada Tuhan selain Maher Assad
Tidak ada Tuhan selain Maher Assad

[https://www.youtube.com/watch?v=4i3xIFHpDNA]


Syiah Alawi Nushairiyyah Bashar Assad as-Suryani
Menit 00:20
Siapa Tuhanmu? Bukankah Tuhanmu adalah Bashar?! Siapa Tuhanmu?

Syiah Alawi Nushairiyyah Bashar Assad as-Suryani
Menit 01:30
Siapa Tuhanmu? Bukankah kau ingin melawan Alawi? dasar ******
Siapa Tuhanmu? Kau ingin melawan Alawi
Katakan bahwa Bashar adalah Tuhanmu

[https://www.youtube.com/watch?v=GScsqn1YnEk]

Padahal pemimpin-pemimpin yang diktator dan bengis lainnya baik di Libya (Khadafi), Mesir (Husni Mubarak) dan lainnya telah tumbang. Hingga Allah akan memunculkan seorang Khalifah yang berdasarkan Manhaj Nubuwwah.

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَكُونُ النُّبُوَّةُ فِيكُمْ مَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ تَكُونَ ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا ثُمَّ تَكُونُ خِلَافَةٌ عَلَى مِنْهَاجِ النُّبُوَّةِ فَتَكُونُ مَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ تَكُونَ ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ يَرْفَعَهَا ثُمَّ تَكُونُ مُلْكًا عَاضًّا فَيَكُونُ مَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ يَكُونَ ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا ثُمَّ تَكُونُ مُلْكًا جَبْرِيَّةً فَتَكُونُ مَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ تَكُونَ ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا ثُمَّ تَكُونُ خِلَافَةً عَلَى مِنْهَاجِ النُّبُوَّةِ ثُمَّ سَكَتَ
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda, “Akan berlangsung Nubuwwah (kenabian) di tengah-tengah kalian selama kurun waktu tertentu yang Allah kehendaki lalu Dia mengangkatnya bila Dia menghendaki untuk mengakhirinya.  Kemudian berlangsung kekhilafahan Manhaj Nubuwwah selama kurun waktu tertentu yang Allah kehendaki lalu Dia mengangkatnya bila Dia menghendaki untuk mengakhirinya. Kemudian berlangsung kerajaan yang menggigit selama kurun waktu tertentu yang Allah kehendaki lalu Dia mengangkatnya bila Dia menghendaki untuk mengakhirinya. Kemudian berlangsung pemerintahan yang menindas (diktator) selama kurun waktu tertentu yang Allah kehendaki lalu Dia mengangkatnya bila Dia menghendaki untuk mengakhirinya. Kemudian akan berlangsung kembali kekhalifahan Manhaj Nubuwwah. Kemudian beliau berhenti.”
[Ahmad no.17680, Shahih : Musnad Imam Ahmad no. 18319, Syaikh Hamzah Ahmad Zain]

Namun saat ini yang masih berlangsung pertempuran Kaum Muslimin terhadap Syiah Alawi Nushairiyyah Bashar Assad as-Suryani yang dibantu oleh Syiah Ushuliyyah Imamiyyah 12 al-Khurasani Persia al-Majusi Syiah Rafidhah serta didukung oleh bangsa Turk (pecahan negara Uni Soviet) yaitu Russia beserta China di Syam Suriah.

[https://www.youtube.com/watch?v=AfvpdX2w1iY]

REPUBLIKA.CO.ID,Oleh Nasihin Masha
Pertempuran di Suriah tak hanya membakar negeri itu, tapi juga memanaskan Timur Tengah. Bahkan, di Indonesia.

Gelombang demokratisasi di Suriah seolah sedang buntu. Secara geopolitik, negeri ini menjadi simpul kepentingan Rusia dan Iran. Bahkan, Cina ikut mendukung rezim Assad karena Cina memiliki perjanjian untuk saling mendukung dengan Rusia. NATO dan sekutunya terlibat aktif untuk menggulingkan Assad walau tak mengirim pasukan secara langsung.

[http://www.republika.co.id/berita/kolom/resonansi/13/06/27/mp1z7l-umat-di-indonesia-dan-fitnah-di-seputar-suriah]

Bangkitlah Kaum Muslimin di Syam untuk memerangi Syiah Alawi Nushairiyyah Bashar Assad as-Suryani.

Jihad Suriah Perang Akhir Zaman Melawan Syiah


Pengumuman Penyatuan Mujahidin Suriah bersama para pemimpinnya
[https://www.youtube.com/watch?v=hQ3TMx18wHQ]

Struktur Jabhah al-Islamiyyah :

Ketua Majlis Syura
Ahmad Isa al-Syaikh
Shuqur al-Syam
Wakil Ketua
Abu Umar Huraitan
Liwa at-Tauhid
Sekretaris Jenderal
Abu Ratib
Liwa al-Haq
Ketua Dewan Syariah
Abu al-Abbas
Harakah Ahrar al-Syam
Ketua Biro Politik
Abu Abdillah al-Hamawi
Harakah Ahrar al-Syam
Pimpinan Militer
Muhammad Zahran Allusy
Jaisyul Islam

[islam-army.com/subject/show/548]

إذا وقعت الملاحم بعث الله بعثا من الموالي [من دمشق] هم أكرم العرب فرسا وأجوده سلاحا، يؤيد الله بهم الدين
Apabila telah terjadi Peperangan Besar [الملاحم], niscaya Allah akan mengutus orang-orang dari kalangan mawali (orang yang masuk Islam karena dakwah Muslim lainnya) [dari Damaskus]. Kuda dan persenjataan mereka merupakan yang terbaik di kalangan orang Arab. Sungguh, Allah akan memperkokoh agama ini melalui mereka.
[Silsilah al-Ahadits ash-Shahihah no.2777, Syaikh al-Albani]

Sehingga Kaum Muslimin di seluruh dunia pun bahu membahu membantu saudaranya di Syam Suriah, tak terkecuali Para Muallaf dari bangsa Romawi dan selainnya ikut bertempur membela saudara-saudara Muslimnya. Hingga akhirnya bangsa Romawi akan meminta penduduk Madinah untuk menyerahkan para Muallaf tersebut untuk dibunuh.

[https://www.youtube.com/watch?v=Hb0rtCusjw8]

Bahkan Penguasa Damaskus Syiah Alawi Nushairiyyah Bashar Assad as-Suryani akan mengirimkan pasukan dari Syam untuk menyerang Mekkah dan Madinah serta mengejar seorang Ahlul Bait Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam dari Quraisy untuk dibunuh. Hingga sampai di Baidha Padang Pasir Madinah, mereka akan dibenamkan oleh Allah ke dalam bumi.


Menantang pihak Saudi :
"Jika Pangeran Bandar bin Sultan pernah berpikir untuk mengancam Bashar Al Assad, seperti pemboman Gunung Qassioon [lokasi kediaman presiden], kami akan menghancurkan Mekah di hadapan semua orang di dalam kota," sumpah Dr.Fayez Shukir, Sekretaris Daerah Arab Ba'ts Partai di Lebanon, di saluran OTV Beirut Selasa.

"Tapi Mekah adalah kota suci," sela pewawancara tertegun.

"Jadi kenapa? Mekkah, Riyadh dan Jeddah, aku bicara strategi," tegas Simpatisan Baath Lebanon.

"Siapa yang akan memerangi Mekkah, Hizbullah? Iran?" tanya George Jasmine di Talk OTV tentang program Harian.

[https://www.youtube.com/watch?v=c1j11i9UIKU]

Begitupula dengan Syiah Rafidhah yang berada di Irak yang berencana menyerang Mekkah dan Madinah.


Pendeta Syiah Rafidhah Irak
Kami telah menyiapkan pasukan, Insya Allah kami akan shalat di Haramain Syarifain (Mekkah dan Madinah)

Pembawa Acara
Aku tidak paham perkataan anda. Apa yang anda maksud? Apa kalian akan shalat di Haramain, apakah pasukan ini akan memerangi Haramain Syarafain?

Pendeta Syiah Rafidhah Irak
Kami akan menghancurkan tatanan Saudi yang kafir ateis dan semua tatanan yang memerangi Islam dan menyiapkan rakyatnya untuk memerangi Islam dan Nabi serta membela Israil dan Amerika

Pembawa Acara
Bagaimana anda memerangi mereka?

Pendeta Syiah Rafidhah Irak
Aku katakan bahwa Imam (al-Qaim al-Masih ad-Dajjal Imam Mahdi al-Muntazhar Syiah Rafidhah) sebentar lagi akan keluar, dan akan keluar Insya Allah dan kami akan pergi bersamanya ke Saudi Arabia untuk membebaskan Haramain dari mereka

[https://www.youtube.com/watch?v=6EuFXuT0kPo]

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ سَيَعُوذُ بِهَذَا الْبَيْتِ يَعْنِي الْكَعْبَةَ قَوْمٌ لَيْسَتْ لَهُمْ مَنَعَةٌ وَلَا عَدَدٌ وَلَا عُدَّةٌ يُبْعَثُ إِلَيْهِمْ جَيْشٌ حَتَّى إِذَا كَانُوا بِبَيْدَاءَ مِنْ الْأَرْضِ خُسِفَ بِهِمْ قَالَ يُوسُفُ وَأَهْلُ الشَّأْمِ يَوْمَئِذٍ يَسِيرُونَ إِلَى مَكَّةَ فَقَالَ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ صَفْوَانَ أَمَا وَاللَّهِ مَا هُوَ بِهَذَا الْجَيْشِ
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam bersabda, “Suatu kaum akan berlindung di rumah ini yaitu Ka’bah (Baitullah) mereka tidak memiliki perlindungan, jumlah atau pun perbekalan. Suatu tentara dikirim untuk (menyerang) mereka. Saat berada di padang pasir pada suatu belahan bumi, mereka dibenamkan.” Yusuf berkata, “Saat itu penduduk Syam tengah bepergian menuju Makkah.” Abdullah bin Shafwan berkata, “Demi Allah, mereka bukan tentara yang dimaksud.” [Muslim no.5133]

أَنَّهَا سَمِعَتْ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ لَيَؤُمَّنَّ هَذَا الْبَيْتَ جَيْشٌ يَغْزُونَهُ حَتَّى إِذَا كَانُوا بِبَيْدَاءَ مِنْ الْأَرْضِ خُسِفَ بِأَوْسَطِهِمْ وَيَتَنَادَى أَوَّلُهُمْ آخِرَهُمْ فَيُخْسَفُ بِهِمْ فَلَا يَبْقَى مِنْهُمْ إِلَّا الشَّرِيدُ الَّذِي يُخْبِرُ عَنْهُمْ
فَلَمَّا جَاءَ جَيْشُ الْحَجَّاجِ ظَنَنَّا أَنَّهُمْ هُمْ
Bahwasanya dia pernah mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda, “Rumah ini (Masjidil Haram) akan senantiasa diperangi oleh sekelompok pasukan yang akan memeranginya. Sehingga ketika mereka berada di padang pasir pada suatu belahan bumi, maka mereka yang berada di tengah-tengah ditenggelamkan, sehingga orang-orang yang berada di barisan pertama menyeru kepada orang-orang yang berada di barisan terakhir, hingga mereka tenggelam semuanya. Dan tidak ada seorang pun yang tersisa melainkan yang tersisa itu akan menceritakan kabar mereka.” Maka tatkala tentara Hajjaj datang (dari Syam), kami menyangka tentara itulah yang di maksud.
[Ibnu Majah no.4053, Shahih : Shahih Ibnu Majah no.3300, Syaikh al-Albani]

فَقَالَ الْعَجَبُ إِنَّ نَاسًا مِنْ أُمَّتِي يَؤُمُّونَ بِالْبَيْتِ بِرَجُلٍ مِنْ قُرَيْشٍ قَدْ لَجَأَ بِالْبَيْتِ حَتَّى إِذَا كَانُوا بِالْبَيْدَاءِ خُسِفَ بِهِمْ فَقُلْنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ الطَّرِيقَ قَدْ يَجْمَعُ النَّاسَ قَالَ نَعَمْ فِيهِمْ الْمُسْتَبْصِرُ وَالْمَجْبُورُ وَابْنُ السَّبِيلِ يَهْلِكُونَ مَهْلَكًا وَاحِدًا وَيَصْدُرُونَ مَصَادِرَ شَتَّى يَبْعَثُهُمْ اللَّهُ عَلَى نِيَّاتِهِمْ
Beliau bersabda, “Aneh, sesungguhnya ada beberapa orang dari umatku yang menuju rumah ini (Baitullah) (untuk menyerang) seseorang Quraisy yang berlindung ke Baitullah. Saat mereka telah sampai di padang pasir, merekapun dibenamkan.” Kami berkata, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya jalan menyatukan banyak orang.” Beliau menjawab, “Ya, di antara mereka ada yang memang sengaja menuju ke sana, ada yang terpaksa, bahkan ada yang hanya sedang berjalan bersama mereka. Mereka semua dibinasakan sekaligus, akan tetapi mereka dibangkitkan dengan cara yang berbeda-beda. Allah membangkitkan mereka semua sesuai dengan niat mereka masing-masing.” [Muslim no.5134]

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَعُوذُ عَائِذٌ بِالْبَيْتِ فَيُبْعَثُ إِلَيْهِ بَعْثٌ فَإِذَا كَانُوا بِبَيْدَاءَ مِنْ الْأَرْضِ خُسِفَ بِهِمْ فَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ فَكَيْفَ بِمَنْ كَانَ كَارِهًا قَالَ يُخْسَفُ بِهِ مَعَهُمْ وَلَكِنَّهُ يُبْعَثُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ عَلَى نِيَّتِهِ وَقَالَ أَبُو جَعْفَرٍ هِيَ بَيْدَاءُ الْمَدِينَةِ
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam bersabda, “Seseorang berlindung di Baitullah lalu pasukan dikirim menemuinya, ketika mereka berada di padang pasir pada suatu belahan bumi, maka mereka dibenamkan.” Aku bertanya, “Wahai Rasulullah, bagaimana dengan orang yang benci?” Beliau menjawab, “Ia dibenamkan bersama mereka, tapi ia dibangkitkan pada hari Kiamat berdasarkan niatnya.” Abu Ja'far berkata, “Itu (terjadi) di padang pasir Madinah. [Muslim no.5131]

Lalu bagaimana mungkin tentara Syiah Alawi Nushairiyyah Bashar Assad as-Suryani dapat menyelinap ke wilayah sang Khalifah Mekkah dan Madinah?

Karena pada saat itu terjadi kekacauan di Arab Saudi dikarenakan akan vacumya kekuasaan dan kepemimpinan, sehingga 3 putera sang Khalifah saling berperang untuk memperebutkan kekuasaan di Arab Saudi.

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقْتَتِلُ عِنْدَ كَنْزِكُمْ ثَلَاثَةٌ كُلُّهُمْ ابْنُ خَلِيفَةٍ ثُمَّ لَا يَصِيرُ إِلَى وَاحِدٍ مِنْهُمْ ثُمَّ تَطْلُعُ الرَّايَاتُ السُّودُ مِنْ قِبَلِ الْمَشْرِقِ فَيَقْتُلُونَكُمْ قَتْلًا لَمْ يُقْتَلْهُ قَوْمٌ ثُمَّ ذَكَرَ شَيْئًا لَا أَحْفَظُهُ فَقَالَ فَإِذَا رَأَيْتُمُوهُ فَبَايِعُوهُ وَلَوْ حَبْوًا عَلَى الثَّلْجِ فَإِنَّهُ خَلِيفَةُ اللَّهِ الْمَهْدِيُّ
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda, “Kelak tiga orang akan berperang didekat perbendaharaan kalian ini (yaitu Ka'bah), dan kesemuanya adalah anak khalifah. Dan tidak ada yang menang melainkan satu orang, lalu muncullah bendera-bendera hitam dari wilayah timur, mereka lantas memerangi kalian dengan peperangan sengit yang sama sekali belum pernah dilakukan kaum manapun. Jika kalian melihatnya, maka berbaiatlah kepadanya walaupun sambil merangkak di atas salju, karena sesungguhnya dia adalah khalifah Allah al-Mahdi.”
[Ibnu Majah no.4074, Makna hadits ini Shahih tanpa lafazh [فَإِنَّهُ خَلِيفَةُ اللَّهِ الْمَهْدِيُّ] “Karena sesungguhnya dia adalah khalifah Allah al-Mahdi”, Silsilah al-Ahadits adh-Dhaifah wal Maudhu’ah no.85 1/197]

Pada saat vacum akan Kekuasaan dan Kepemimpin, maka ada seseorang Ahlul Bait Quraisy yang di baiat oleh Kaum Muslimin di Mekkah.

يبايع لرجل ما بين الركن والمقام ولن يستحل البيت إلا أهله، فإذا استحلوه فلا يسأل عن هلكة العرب، ثم تأتي الحبشة فيخربونه خرابا لا يعمر بعده أبدا وهم الذين يستخرجون كنزه
Seorang laki-laki akan dibaiat di antara rukun (Hajar Aswad) dan Maqam (Ibrahim). Tidak ada yang dapat menghalalkan Ka’bah kecuali penduduk di sekitarnya, maka apabila mereka telah menghalalkannya, jangan ditanya lagi akan kehancuran orang-orang Arab. Kemudian orang-orang Habasyah akan datang untuk merobohkannya hingga benar-benar roboh, dan tidak akan ada lagi yang dibangun setelah itu untuk selama-lamanya. Merekalah yang mengeluarkan perbendaharaan Ka’bah.
[Silsilah al-Ahadits ash-Shahihah no.579, Syaikh al-Albani]

سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَنْ أَتَاكُمْ وَأَمْرُكُمْ جَمِيعٌ عَلَى رَجُلٍ وَاحِدٍ يُرِيدُ أَنْ يَشُقَّ عَصَاكُمْ أَوْ يُفَرِّقَ جَمَاعَتَكُمْ فَاقْتُلُوهُ
Aku mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda, “Apabila perkara kalian bersatu di bawah seorang pemimpin, lalu ada orang yang datang ingin memecah belah persatuan kalian atau memisahkan jama’ah kalian, maka bunuhlah ia.” [Muslim no.3443]

Maka Pasukan Masyriq (Timur) dan Pasukan Maghrib (Syam) segera membantunya yang kemudian akan menaklukan bangsa Arab dimana 3 orang putera Khalifah sedang saling berperang memperebutkan kekuasaan, setelah menaklukkan bangsa Arab selanjutnya membuat perhitungan terhadap Persia dan Yahudi serta Romawi yang telah membunuhi Kaum Muslimin di Palestina, Afghanistan, Irak serta wilayah lainnya.

فَأَتَى النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَوْمٌ مِنْ قِبَلِ الْمَغْرِبِ عَلَيْهِمْ ثِيَابُ الصُّوفِ فَوَافَقُوهُ عِنْدَ أَكَمَةٍ فَإِنَّهُمْ لَقِيَامٌ وَرَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَاعِدٌ قَالَ فَقَالَتْ لِي نَفْسِي ائْتِهِمْ فَقُمْ بَيْنَهُمْ وَبَيْنَهُ لَا يَغْتَالُونَهُ قَالَ ثُمَّ قُلْتُ لَعَلَّهُ نَجِيٌّ مَعَهُمْ فَأَتَيْتُهُمْ فَقُمْتُ بَيْنَهُمْ وَبَيْنَهُ قَالَ فَحَفِظْتُ مِنْهُ أَرْبَعَ كَلِمَاتٍ أَعُدُّهُنَّ فِي يَدِي قَالَ تَغْزُونَ جَزِيرَةَ الْعَرَبِ فَيَفْتَحُهَا اللَّهُ ثُمَّ فَارِسَ فَيَفْتَحُهَا اللَّهُ ثُمَّ تَغْزُونَ الرُّومَ فَيَفْتَحُهَا اللَّهُ ثُمَّ تَغْزُونَ الدَّجَّالَ فَيَفْتَحُهُ اللَّهُ
قَالَ فَقَالَ نَافِعٌ يَا جَابِرُ لَا نَرَى الدَّجَّالَ يَخْرُجُ حَتَّى تُفْتَحَ الرُّومُ
Suatu kaum mendatangi Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam dari Maghrib [قِبَلِ الْمَغْرِبِ], mereka mengenakan baju wool, mereka menemui beliau di dekat suatu bukit. Mereka berdiri sementara Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam duduk. Ia (Nafi') berkata, “Hatiku berkata, datangilah mereka dan berdirilah di antara mereka dan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam agar mereka tidak menyerang beliau,” Lalu aku berkata, “Mungkin beliau sedang berbicara dengan mereka.” Aku mendatangi mereka lalu aku berdiri di antara mereka dan beliau. Aku menghafal empat kalimat dari beliau, aku menghitungnya dengan tanganku. Beliau bersabda, “Kalian akan memerangi Jazirah ‘Arab lalu Allah menaklukkannya, setelah itu Persia lalu Allah menaklukkannya, kemudian kalian memerangi Romawi lalu Allah menaklukkannya, selanjutnya kalian memerangi Dajjal lalu Allah menaklukkannya.” Kemudian Nafi' berkata, “Hai Jabir, kami tidak berpendapat Dajjal muncul hingga Romawi ditaklukkan.” [Muslim no.5161]

Lalu bagaimana dengan Pasukan Irak dan Pasukan Yaman? Apakah mereka (Pasukan Irak dan Pasukan Yaman) akan ikut ambil bagian? Tunggu saja tanggal mainnya...

Saat ini sang Khalifah Arab Saudi telah tiada, namun setelahnya digantikan oleh putera-puteranya, diantaranya yaitu :

Kings of Saudi Arabia (1932–present)
Name
Lifespan
Reign start
Reign end
Notes
Family
Ibn Saud
ابن سعود
26 November 1876 – 9 November 1953 (aged 76)
22 September 1932
9 November 1953
Saud
Saud
سعود
12 January 1902 – 23 February 1969 (aged 67)
9 November 1953
2 November 1964
(deposed)
Son of Ibn Saud and Wadhah bint Muhammad bin 'Aqab
Saud
Faisal
فيصل
April 1906 – 25 March 1975 (aged 69)
2 November 1964
25 March 1975
(assassinated)
Son of Ibn Saud and Tarfa bint Abduallah bin Abdulateef al Sheekh
Saud
Khalid
خالد
13 February 1913 – 13 June 1982 (aged 69)
25 March 1975
13 June 1982
Son of Ibn Saud and Al Jawhara bint Musaed bin Jiluwi
Saud
Fahd
فهد
16 March 1921 – 1 August 2005 (aged 84)
13 June 1982
1 August 2005
Son of Ibn Saud and Hassa bint Ahmed Al Sudairi
Saud
Abdullah
عبدالله
1 August 1924 (age 89)
1 August 2005
Incumbent
Son of Ibn Saud and Fahda bint Asi Al Shuraim
Saud

[http://en.wikipedia.org/wiki/King_of_Saudi_Arabia]

Namun Allah dan Rasul-Nya telah memberikan petunjuk dalam menghadapi para Pemimpin Kaum Muslimin.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الْأَمْرِ مِنْكُمْ
Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. [QS. An-Nisaa’ : 59]

مَنْ أَطَاعَنِي فَقَدْ أَطَاعَ اللَّهَ وَمَنْ عَصَانِي فَقَدْ عَصَى اللَّهَ وَمَنْ يُطِعْ الْأَمِيرَ فَقَدْ أَطَاعَنِي وَمَنْ يَعْصِ الْأَمِيرَ فَقَدْ عَصَانِي وَإِنَّمَا الْإِمَامُ جُنَّةٌ يُقَاتَلُ مِنْ وَرَائِهِ وَيُتَّقَى بِهِ فَإِنْ أَمَرَ بِتَقْوَى اللَّهِ وَعَدَلَ فَإِنَّ لَهُ بِذَلِكَ أَجْرًا وَإِنْ قَالَ بِغَيْرِهِ فَإِنَّ عَلَيْهِ مِنْهُ
Beliau Shallallahu ‘alaihi wa Sallam juga bersabda, “Barang siapa yang taat kepadaku berarti dia telah taat kepada Allah dan barang siapa yang bermaksiat kepadaku berarti dia telah bermaksiat kepada Allah. Dan barang siapa yang taat kepada pemimpin berarti dia telah taat kepadaku dan barang siapa yang bermaksiat kepada pemimpin berarti dia telah bermaksiat kepadaku. Dan sesungguhnya imam (pemimpin) adalah laksana benteng, dimana orang-orang akan berperang mengikutinya dan berlindung dengannya. Jika dia memerintah dengan berlandaskan taqwa kepada Allah dan keadilan, maka dia akan mendapatkan pahala. Namun jika dia berkata sebaliknya maka dia akan menanggung dosa.” [Bukhari no.2737]

عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ السَّمْعُ وَالطَّاعَةُ عَلَى الْمَرْءِ الْمُسْلِمِ فِيمَا أَحَبَّ وَكَرِهَ مَا لَمْ يُؤْمَرْ بِمَعْصِيَةٍ فَإِذَا أُمِرَ بِمَعْصِيَةٍ فَلَا سَمْعَ وَلَا طَاعَةَ
Dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda, “mendengar dan taat adalah wajib bagi setiap muslim, baik yang ia sukai maupun yang tidak ia sukai, selama ia tidak diperintahkan melakukan kemaksiatan, adapun jika ia diperintahkan melakukan kemaksiatan, maka tidak didengar ataupun ditaati.” [Bukhari no.6611]

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ سَتَكُونُ أُمَرَاءُ فَتَعْرِفُونَ وَتُنْكِرُونَ فَمَنْ عَرَفَ بَرِئَ وَمَنْ أَنْكَرَ سَلِمَ وَلَكِنْ مَنْ رَضِيَ وَتَابَعَ قَالُوا أَفَلَا نُقَاتِلُهُمْ قَالَ لَا مَا صَلَّوْا
Bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda, “Akan datang para penguasa, kalian mengenal mereka namun kalian mengingkari (perbuatan mereka), barangsiapa yang mengetahui (kemungkarannya) hendaklah berlepas diri, dan barangsiapa mengingkari maka ia telah selamat. Tetapi bagi yang ridha dan mengikutinya,” Para Shahabat langsung berkata, “Bagaimana jika kita perangi saja?” Beliau menjawab, “Tidak, Selama mereka masih shalat.” [Muslim no.3445]

عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ كَانَتْ بَنُو إِسْرَائِيلَ تَسُوسُهُمْ الْأَنْبِيَاءُ كُلَّمَا هَلَكَ نَبِيٌّ خَلَفَهُ نَبِيٌّ وَإِنَّهُ لَا نَبِيَّ بَعْدِي وَسَيَكُونُ خُلَفَاءُ فَيَكْثُرُونَ قَالُوا فَمَا تَأْمُرُنَا قَالَ فُوا بِبَيْعَةِ الْأَوَّلِ فَالْأَوَّلِ أَعْطُوهُمْ حَقَّهُمْ فَإِنَّ اللَّهَ سَائِلُهُمْ عَمَّا اسْتَرْعَاهُمْ
Dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam besabda, “Bani Isra'il, selalu didampingi oleh para Nabi, bila salah satu Nabi meninggal dunia maka akan dibangkitkan Nabi setelahnya. Dan sungguh tidak ada Nabi setelah aku, yang ada adalah para Khalifah yang banyak jumlahnya.” Para Shahabat bertanya, “Apa yang engkau perintahkan kepada kami?” Beliau menjawab, “Penuhilah bai'at kepada Khalifah yang pertama (lebih dahulu diangkat), berikanlah hak mereka karena Allah akan bertanya kepada mereka tentang pemerintahan mereka.” [Bukhari no.3196]

وإذا رأيت الرجل يدعو على السلطان فاعلم أنه صاحب هوى، وإذا رأيت الرجل يدعو للسلطان بالصلاح فاعلم أنه صاحب سنة إن شاء الله
Jika engkau melihat seseorang yang berdoa buruk kepada seorang pemimpin, ketahuilah bahwa ia termasuk pengikut hawa hafsu, namun bila engkau melihat seseorang berdoa kebaikan seorang pemimpin, ketahuilah bahwa ia termasuk Ahlus Sunnah Insya Allah.

لقول فضيل: لو كانت لي دعوة ما جعلتها الا في السلطان
Berkata Fudhail (bin Iyadh) : Seandainya aku memiliki doa (baik yang dikabulkan), niscaya akan aku tujukan bagi para pemimpin.

أنا أحمد بن كامل قال: نا الحسين بن محمد الطبري، نا مردويه الصائغ، قال:: سمعت فضيلا يقول: لو أن لي دعوة مستجابة ما جعلتها إلا في السلطان
Aku adalah Ahmad bin Kamil berkata : Telah mengabarkan kepada kami Husain bin Muhammad ath-Thabari, telah mengabarkan kepada kami Mardawaih ash-Shaigh berkata : Aku mendengar Fudhail (bin Iyadh) berkata : Seandainya aku memiliki doa (baik) yang akan dikabulkan, niscaya akan aku tujukan bagi para pemimpin.

قيل له: يا أبا علي فسر لنا هذا
Ditanya kepadanya : Wahai Abu ‘Aliy jelaskan kepada kami ucapan engkau tersebut?

قال: إذا جعلتها في نفسي لم تعدني، وإذا جعلتها في السلطان صلح، فصلح بصلاحه العباد والبلاد
Beliau berkata : Apabila doa tersebut aku tujukan bagi diriku, tidak lebih hanya bermanfaat bagi diriku. Sedangkan apabila doa kebaikan tersebut aku tujukan kepada pemimpin dan ternyata para pemimpin menjadi baik, maka rakyat dan negara akan merasakan kebaikannya.

فأمرنا أن ندعو لهم [بالصلاح] ، ولم نؤمر أن ندعو عليهم وإن ظلموا، وإن جاروا؛ لأن ظلمهم وجورهم على أنفسهم، وصلاحهم لأنفسهم وللمسلمين
Kita diperintahkan untuk berdoa kepada mereka (dengan kebaikan), dan kita tidak diperintahkan untuk berdoa (keburukan) kepada mereka meskipun mereka dzhalim dan jahat. Jika mereka dzhalim dan jahat maka akan kembali kepada diri mereka sendiri, sementara jika mereka baik maka akan kembali kepada diri mereka sendiri dan kaum Muslimin.

[Syarhus Sunnah no.127 1/113-114, Imam al-Barbahari]

Semoga Allah memberikan kebaikan kepada para pemimpin Kaum Muslimin dan terkhusus lagi pemimpin Arab Saudi, sehingga Penduduk Mekkah dan Madinah senantiasa dalam kebaikan dan agar pemimpin Arab Saudi dapat mendukung para Ulamanya dalam menyebarkan ilmu al-Qur’an dan as-Sunnah yang sesuai dengan pemahaman para Shahabat Ridhwanullahi ‘alaihim ajma’in.

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يُؤْتَى بِأَوَّلِ الثَّمَرِ فَيَقُولُ اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي مَدِينَتِنَا وَفِي ثِمَارِنَا وَفِي مُدِّنَا وَفِي صَاعِنَا بَرَكَةً مَعَ بَرَكَةٍ ثُمَّ يُعْطِيهِ أَصْغَرَ مَنْ يَحْضُرُهُ مِنْ الْوِلْدَانِ
Bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam biasanya diberi buah yang paling pertama, maka beliau pun berdo'a, “Ya Allah, berkahilah Madinah kami, pada buah-buahan kami, pada Mudd kami, pada Sha’ kami, dengan keberkahan yang melimpah.” Baru kemudian beliau memberikannya kepada anak yang paling kecil di antara anak yang hadir di situ. [Muslim no.2438]

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ الْإِيمَانَ لَيَأْرِزُ إِلَى الْمَدِينَةِ كَمَا تَأْرِزُ الْحَيَّةُ إِلَى جُحْرِهَا
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda, “Sesungguhnya iman akan kembali ke Madinah, sebagaimana ular kembali ke dalam lubangnya.” [Muslim no.210]

ستفتح عليكم الدنيا حتى تنجد الكعبة. قلنا: ونحن على ديننا اليوم، قال: وأنتم على دينكم اليوم، قلنا: فنحن يومئذ خير أم اليوم؟ قال: بل أنتم اليوم خير
Dunia akan ditundukan untuk kalian hingga Ka’bah dihiasi.” Kami bertanya, “Apakah saat itu kami berada dalam agama kami seperti hari ini?” Beliau menjawab, “Saat itu kalian berada di atas ajaran agama kalian hari ini.” Kami bertanya lagi, “Apakah saat itu kami lebih baik ataukah saat ini?” Beliau pun bersabda, “Saat ini keadaan kalian lebih baik.”
[Silsilah al-Ahadits ash-Shahihah no.1884, Syaikh al-Albani]

Dan dibaiatlah seorang laki-laki Ahlul Bait di Mekkah yang berasal dari kalangan Quraisy dari jalur Fathimah Radhiyallahu ‘anha yang bernama Muhammad bin Abdillah yang berdahi lebar dan berhidung mancung yang akan menguasai bangsa Arab, yaitu ketika 3 putera Khalifah Arab Saudi sedang memperebutkan kekuasaan ketika terjadinya vacum kekuasaan dan kepemimpinan dan berdirilah Khilafah di atas manhaj Nubuwwah.

يبايع لرجل ما بين الركن والمقام ولن يستحل البيت إلا أهله، فإذا استحلوه فلا يسأل عن هلكة العرب، ثم تأتي الحبشة فيخربونه خرابا لا يعمر بعده أبدا وهم الذين يستخرجون كنزه
Seorang laki-laki akan dibaiat di antara rukun (Hajar Aswad) dan Maqam (Ibrahim). Tidak ada yang dapat menghalalkan Ka’bah kecuali penduduk di sekitarnya, maka apabila mereka telah menghalalkannya, jangan ditanya lagi akan kehancuran orang-orang Arab. Kemudian orang-orang Habasyah akan datang untuk merobohkannya hingga benar-benar roboh, dan tidak akan ada lagi yang dibangun setelah itu untuk selam-lamanya. Merekalah yang mengeluarkan perbendaharaan Ka’bah.
[Silsilah al-Ahadits ash-Shahihah no.579, Syaikh al-Albani]

يَقُولُ إِنَّ هَذَا الْأَمْرَ لَا يَنْقَضِي حَتَّى يَمْضِيَ فِيهِمْ اثْنَا عَشَرَ خَلِيفَةً قَالَ ثُمَّ تَكَلَّمَ بِكَلَامٍ خَفِيَ عَلَيَّ قَالَ فَقُلْتُ لِأَبِي مَا قَالَ قَالَ كُلُّهُمْ مِنْ قُرَيْشٍ
Beliau bersabda, “Sesungguhnya pemerintahan ini tidak akan runtuh hingga kedua belas orang khalifah memerintah.” Kemudian beliau mengucapkan kata-kata yang kurang jelas bagiku, Jabir berkata, “Lalu aku bertanya kepada ayahku, apa yang dikatakan beliau?” Ayahku menjawab, “(beliau mengatakan) Semuanya dari Quraisy.” [Muslim no.3393]

سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ لَا يَزَالُ هَذَا الدِّينُ عَزِيزًا إِلَى اثْنَيْ عَشَرَ خَلِيفَةً قَالَ فَكَبَّرَ النَّاسُ وَضَجُّوا ثُمَّ قَالَ كَلِمَةً خَفِيفَةً قُلْتُ لِأَبِي يَا أَبَتِ مَا قَالَ قَالَ كُلُّهُمْ مِنْ قُرَيْشٍ
زَادَ فَلَمَّا رَجَعَ إِلَى مَنْزِلِهِ أَتَتْهُ قُرَيْشٌ فَقَالُوا ثُمَّ يَكُونُ مَاذَا قَالَ ثُمَّ يَكُونُ الْهَرْجُ
Aku mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda, “Agama ini akan tetap mulia hingga Khalifah kedua belas.” Jabir berkata, “Orang-orang bertakbir dan senang. Kemudian beliau mengatakan suatu ucapan yang pelan,” lalu aku bertanya kepada ayahku, “Wahai ayah, apa yang beliau katakan?” Ia menjawab, “Beliau mengatakan bahwa mereka semuanya dari Quraisy.”
Namun ia menambahkan, Ketika beliau kembali ke rumahnya, orang-orang Quraisy mendatanginya seraya bertanya, “Setelah itu akan terjadi peristiwa apa?” beliau menjawab: “Akan terjadi pembunuhan [الْهَرْجُ].”
[Abu Daud no.3732, Shahih tanpa [فَلَمَّا رَجَعَ إِلَى مَنْزِلِهِ] “Ketika beliau kembali ke rumahnya” : Shahih Abu Daud no.4280-4281, Syaikh al-Albani]

عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَوْ لَمْ يَبْقَ مِنْ الدُّنْيَا إِلَّا يَوْمٌ قَالَ زَائِدَةُ فِي حَدِيثِهِ لَطَوَّلَ اللَّهُ ذَلِكَ الْيَوْمَ ثُمَّ اتَّفَقُوا حَتَّى يَبْعَثَ فِيهِ رَجُلًا مِنِّي أَوْ مِنْ أَهْلِ بَيْتِي يُوَاطِئُ اسْمُهُ اسْمِي وَاسْمُ أَبِيهِ اسْمُ أَبِي زَادَ فِي حَدِيثِ فِطْرٍ يَمْلَأُ الْأَرْضَ قِسْطًا وَعَدْلًا كَمَا مُلِئَتْ ظُلْمًا وَجَوْرًا وَقَالَ فِي حَدِيثِ سُفْيَانَ لَا تَذْهَبُ أَوْ لَا تَنْقَضِي الدُّنْيَا حَتَّى يَمْلِكَ الْعَرَبَ رَجُلٌ مِنْ أَهْلِ بَيْتِي يُوَاطِئُ اسْمُهُ اسْمِي
Dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam, beliau bersabda, “Sekiranya dunia ini tidak tersisa kecuali hanya sehari,” Zaidah menyebutkan dalam haditsnya, “maka Allah akan memanjangkan hari itu,” kemudian mereka bersepakat (dalam menyebutkan lafadz) “Hingga Allah mengutus seorang laki-laki yang berasal dari (keturunan)-ku, atau dari keluargaku. Namanya mirip dengan namaku, dan nama ayahnya juga mirip dengan nama ayahku.” Dalam hadits Fithr ditambahkan, “Ia akan memenuhi bumi dengan keadilan, sebagaimana kezhaliman dan kelaliman pernah memenuhinya.” Dalam hadits riwayat Sufyan beliau mengatakan, “(Dunia) tidak akan pergi, atau tidak akan hancur hingga seorang laki-laki dari Ahlul Baitku menguasai Arab, namanya mirip dengan namaku."
[Abu Daud no.3733, Hasan Shahih : Shahih Abu Daud no.4282, Syaikh al-Albani]

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا تَذْهَبُ الدُّنْيَا حَتَّى يَمْلِكَ الْعَرَبَ رَجُلٌ مِنْ أَهْلِ بَيْتِي يُوَاطِئُ اسْمُهُ اسْمِي
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda, “Dunia tidak akan hilang sampai seorang lelaki dari Ahlul Baitku menguasai Arab, namanya mirip dengan namaku.”
[Tirmidzi no.2156, Hasan Shahih : Shahih Tirmidzi no.2230, Syaikh al-Albani]

سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ الْمَهْدِيُّ مِنْ عِتْرَتِي مِنْ وَلَدِ فَاطِمَةَ
Aku mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda, “Al-Mahdi dari keturunanku, yaitu dari jalur Fathimah.”
[Abu Daud no.3735, Shahih : Shahih Abu Daud no.4284, Syaikh al-Albani]

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْمَهْدِيُّ مِنِّي أَجْلَى الْجَبْهَةِ أَقْنَى الْأَنْفِ يَمْلَأُ الْأَرْضَ قِسْطًا وَعَدْلًا كَمَا مُلِئَتْ جَوْرًا وَظُلْمًا يَمْلِكُ سَبْعَ سِنِينَ
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda, “Al-Mahdi itu dari (keturunan)-ku, dahinya lebar dan hidungnya mancung, ia akan memenuhi bumi dengan keadilan sebagaimana bumi pernah dipenuhi dengan kejahatan dan kezhaliman. Ia akan berkuasa selama tujuh tahun.”
[Abu Daud no.3736, Hasan : Shahih Abu Daud no.4285, Syaikh al-Albani]

Kemudian Allah akan memperbaiki urusan al-Mahdi dalam semalam –Walhamdulillah-

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْمَهْدِيُّ مِنَّا أَهْلَ الْبَيْتِ يُصْلِحُهُ اللَّهُ فِي لَيْلَةٍ
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda, “Al-Mahdi dari (keturunan) kami, yaitu Ahlul Bait yang Allah memperbaiki (keadaan)-nya dalam semalam.”
[Ibnu Majah no.4075, Hasan : Shahih Ibnu Majah no.3316, Syaikh al-Albani]

Setelah pembaiatan Imam Mahdi, maka Kaum Muslimin (al-Ghuraba’) dari penjuru dunia akan kembali ke sarang Keimanan di Mekkah dan Madinah. Mereka memisahkan diri dari orang-orang sekitarnya yang telah rusak.

سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ يَقُولُ إِنَّ الْإِيمَانَ بَدَأَ غَرِيبًا وَسَيَعُودُ كَمَا بَدَأَ فَطُوبَى يَوْمَئِذٍ لِلْغُرَبَاءِ إِذَا فَسَدَ النَّاسُ وَالَّذِي نَفْسُ أَبِي الْقَاسِمِ بِيَدِهِ لَيَأْرِزَنَّ الْإِيمَانُ بَيْنَ هَذَيْنِ الْمَسْجِدَيْنِ كَمَا تَأْرِزُ الْحَيَّةُ فِي جُحْرِهَا
Aku mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda, “Iman itu bermula dalam keadaan asing dan akan kembali asing seperti semula, maka berbahagialah orang-orang yang asing pada hari itu, ketika manusia sudah rusak. Demi Dzat yang jiwa Abu al-Qasim ada di tangan-Nya, sungguh iman itu akan kembali pada dua masjid ini sebagaimana seekor ular kembali pada lubangnya."
[Ahmad no.1518, Shahih : Musnad Imam Ahmad no.1604, Syaikh Ahmad Muhammad Syakir]

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ الْإِسْلَامَ بَدَأَ غَرِيبًا وَسَيَعُودُ غَرِيبًا كَمَا بَدَأَ فَطُوبَى لِلْغُرَبَاءِ قِيلَ وَمَنْ الْغُرَبَاءُ قَالَ النُّزَّاعُ مِنْ الْقَبَائِلِ
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda, “Sesungguhnya Islam diawali dalam keadaan asing, dan akan kembali dalam keadaan asing seperti semula, maka berbahagialah bagi orang-orang asing.” Dikatakan; Siapakah orang-orang asing itu (الْغُرَبَاءُ)?” Beliau menjawab, “Yaitu orang-orang yang memisahkan diri dari kabilah-kabilah.”
[Ahmad no.3596, Shahih : Musnad Imam Ahmad no.3784, Syaikh Ahmad Muhammad Syakir]

Akhirnya bangsa Arab dipimpin oleh Imam Mahdi dan terkumpullah syarat-syarat Syar’iyyah dalam Jihad al-Fath wath Thalab :

1. Adanya seorang Imam (Pemimpin)
2. Ada Daulah (Negara)
3. Ada ar-Raayah (Bendera Jihad)

Jihad Syar’i harus memiliki persiapan syar’i dan persiapan tersebut terbagi menjadi 2, yaitu:

1. Persiapan pembinaan keimanan sehingga umat dapat menegakkan hakekat ibadah kepada Allah Rabb semesta alam, melatih jiwa mereka di atas Kitabullah, mensucikan hati mereka di atas Sunnah Nabi-Nya Shallallahu ‘alaihi wa Sallam, sehingga mereka dapat menolong Agama Allah Azza wa Jalla dan Syari’at-Nya.
Hal tersebut sesuai dengan firman-Nya :

وَلَيَنْصُرَنَّ اللَّهُ مَنْ يَنْصُرُهُ إِنَّ اللَّهَ لَقَوِيٌّ عَزِيزٌ
Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)-Nya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa. [QS. Al-Hajj : 40]

2. Persiapan fisik, yakni mempersiapkan jumlah pasukan dan perlengkapannya untuk melawan musuh-musuh Allah dan memerangi mereka.
Allah Azza wa Jalla berfirman :

وَأَعِدُّوا لَهُمْ مَا اسْتَطَعْتُمْ مِنْ قُوَّةٍ وَمِنْ رِباطِ الْخَيْلِ تُرْهِبُونَ بِهِ عَدُوَّ اللَّهِ وَعَدُوَّكُمْ وَآخَرِينَ مِنْ دُونِهِمْ لَا تَعْلَمُونَهُمُ اللَّهُ يَعْلَمُهُمْ وَما تُنْفِقُوا مِنْ شَيْءٍ فِي سَبِيلِ اللَّهِ يُوَفَّ إِلَيْكُمْ وَأَنْتُمْ لَا تُظْلَمُونَ
Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah dan musuhmu dan orang orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang Allah mengetahuinya. Apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan dibalasi dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya (dirugikan). [QS. Al-Anfaal : 60]

[Syaraah ‘Aqidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah hal.561-562, Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas]

Padahal sebelumnya Kaum Muslimin hanya melakukan Jihad ad-Difaa’ yaitu ketika Kaum Muslimin digempur oleh orang-orang Kafir dari kalangan ‘Ajam yaitu bangsa Romawi, Persia, Turk dan Yahudi.

وَإِذَا وُضِعَ السَّيْفُ فِي أُمَّتِي فَلَنْ يُرْفَعَ عَنْهُمْ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ وَإِنَّ مِمَّا أَتَخَوَّفُ عَلَى أُمَّتِي أَئِمَّةً مُضِلِّينَ وَسَتَعْبُدُ قَبَائِلُ مِنْ أُمَّتِي الْأَوْثَانَ وَسَتَلْحَقُ قَبَائِلُ مِنْ أُمَّتِي بِالْمُشْرِكِينَ وَإِنَّ بَيْنَ يَدَيْ السَّاعَةِ دَجَّالِينَ كَذَّابِينَ قَرِيبًا مِنْ ثَلَاثِينَ كُلُّهُمْ يَزْعُمُ أَنَّهُ نَبِيٌّ وَلَنْ تَزَالَ طَائِفَةٌ مِنْ أُمَّتِي عَلَى الْحَقِّ مَنْصُورِينَ لَا يَضُرُّهُمْ مَنْ خَالَفَهُمْ حَتَّى يَأْتِيَ أَمْرُ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ
 “Dan jika telah diperintahkan kepada umatku untuk mengangkat pedang, maka tidak akan dicabut kembali perintah tersebut sampai datangnya hari Kiamat. Dan di antara yang aku khawatirkan atas umatku adalah para pemimpin yang menyesatkan, dan akan ada sebagian dari umatku kelak yang menyembah berhala. Sebagian kabilah dari umatku akan bergabung dengan kaum Musyrikin. Sesungguhnya di antara tanda-tanda hari Kiamat adalah munculnya para Dajjal pendusta, jumlah mereka hampir mencapai tiga puluh orang dan mereka semua akan mendakwakan dirinya seorang Nabi. Dan akan senantiasa ada dari umatku sekelompok orang yang berada di atas kebenaran, mereka akan senantiasa mendapatkan pertolongan, dan tidak akan dapat membahayakan mereka oleh orang-orang yang menyelisihinya sampai datang ketentuan Allah 'Azza wa Jalla.”
[Ibnu Majah no.3942, Shahih : Shahih Ibnu Majah no.3207, Syaikh al-Albani]

Setelah itu saatnya menaklukkan Persia, Yahudi dan Romawi.

فَأَتَاهُ قَوْمٌ مِنْ قِبَلِ الْمَغْرِبِ عَلَيْهِمْ ثِيَابُ الصُّوفِ فَوَافَقُوهُ عِنْدَ أَكَمَةٍ وَهُمْ قِيَامٌ وَهُوَ قَاعِدٌ فَأَتَيْتُهُ فَقُمْتُ بَيْنَهُمْ وَبَيْنَهُ فَحَفِظْتُ مِنْهُ أَرْبَعَ كَلِمَاتٍ أَعُدُّهُنَّ فِي يَدِي قَالَ تَغْزُونَ جَزِيرَةَ الْعَرَبِ فَيَفْتَحُهَا اللَّهُ ثُمَّ تَغْزُونَ فَارِسَ فَيَفْتَحُهَا اللَّهُ ثُمَّ تَغْزُونَ الرُّومَ فَيَفْتَحُهَا اللَّهُ ثُمَّ تَغْزُونَ الدَّجَّالَ فَيَفْتَحُهُ اللَّهُ قَالَ نَافِعٌ يَا جَابِرُ أَلَا تَرَى أَنَّ الدَّجَّالَ لَا يَخْرُجُ حَتَّى تُفْتَحَ الرُّومُ
Beliau (Rasulullah) didatangi suatu kaum dari arah Maghrib (مِنْ قِبَلِ الْمَغْرِبِ) yang semuanya memakai pakaian dari bahan wool. Dan mereka pun menemui beliau di sisi bukit kecil. Mereka semua berdiri, sedangkan beliau duduk. Aku pun mendatanginya dan berdiri tepat di antara mereka dan tempat beliau berdiri. Akhirnya aku dapat menghafal empat kalimat dari beliau yang aku hitung dengan jari-jari tanganku. Beliau bersabda, “Kalian memerangi bangsa Arab hingga Allah menaklukkannya. Kemudian kalian akan memerangi bangsa Persia, hingga Allah menaklukkannya, dan kalian akan memerangi bangsa Romawi, hingga Allah menaklukkannya, Dan kalian juga akan memerangi Dajjal, sehingga Allah menaklukkannya.” Nafi' bertanya kepada Jabir, “Wahai Jabir, bukankah Dajjal tidak akan keluar hingga Romawi ditaklukkan?”
[Ahmad no.18205, Shahih : Musnad Imam Ahmad no. 18875, Syaikh Hamzah Ahmad Zain]

Kaum Muslimin akan membela saudaranya di Syam dalam melawan bangsa Persia (Syiah Rafidhah) dan Turk (Russia), dimana mereka (Kaum Muslimin) sedang dalam perjanjian damai dengan bangsa Romawi dan bekerjasama dalam melawan musuh hingga menang dan selamat serta mendapatkan harta ghanimah.

سَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ سَتُصَالِحُكُمْ الرُّومُ صُلْحًا آمِنًا ثُمَّ تَغْزُونَ أَنْتُمْ وَهُمْ عَدُوًّا فَتَنْتَصِرُونَ وَتَغْنَمُونَ وَتَسْلَمُونَ ثُمَّ تَنْصَرِفُونَ حَتَّى تَنْزِلُوا بِمَرْجٍ ذِي تُلُولٍ فَيَرْفَعُ رَجُلٌ مِنْ أَهْلِ الصَّلِيبِ الصَّلِيبَ فَيَقُولُ غَلَبَ الصَّلِيبُ فَيَغْضَبُ رَجُلٌ مِنْ الْمُسْلِمِينَ فَيَقُومُ إِلَيْهِ فَيَدُقُّهُ فَعِنْدَ ذَلِكَ تَغْدِرُ الرُّومُ وَيَجْتَمِعُونَ لِلْمَلْحَمَةِ
Aku pernah mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda, “Bangsa Romawi akan berdamai dengan kalian, setelah itu mereka bersama kalian akan berperang melawan musuh hingga kalian menang dan mendapatkan harta rampasan, dan mereka akhirnya menyerah [ثُمَّ تَغْزُونَ أَنْتُمْ وَهُمْ عَدُوًّا فَتَنْتَصِرُونَ وَتَغْنَمُونَ وَتَسْلَمُونَ]. Setelah itu, kalian akan pergi menuju tempat yang sangat subur dan luas yaitu Dzi Tulul (padang rumput yang berbukit). Lalu ada seorang tentara salib mengangkat salib sambil berkata, ‘(Tentara) salib telah menang.’ Maka salah seorang Muslim marah ketika mendengarnya, lalu ia mendekati laki-laki tersebut dan memukulnya. Maka saat itulah bangsa Romawi berkhianat (dari perdamaian), hingga mereka berkumpul untuk melakukan peperangan besar-besaran [لِلْمَلْحَمَةِ].”
[Ibnu Majah no.4079, Shahih : Shahih Ibnu Majah no.3318, Syaikh al-Albani]

عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ تُصَالِحُونَ الرُّومَ صُلْحًا آمِنًا وَتَغْزُونَ أَنْتُمْ وَهُمْ عَدُوًّا مِنْ وَرَائِهِمْ فَتَسْلَمُونَ وَتَغْنَمُونَ ثُمَّ تَنْزِلُونَ بِمَرْجٍ ذِي تُلُولٍ فَيَقُومُ إِلَيْهِ رَجُلٌ مِنْ الرُّومِ فَيَرْفَعُ الصَّلِيبَ وَيَقُولُ أَلَا غَلَبَ الصَّلِيبُ فَيَقُومُ إِلَيْهِ رَجُلٌ مِنْ الْمُسْلِمِينَ فَيَقْتُلُهُ فَعِنْدَ ذَلِكَ تَغْدِرُ الرُّومُ وَتَكُونُ الْمَلَاحِمُ فَيَجْتَمِعُونَ إِلَيْكُمْ فَيَأْتُونَكُمْ فِي ثَمَانِينَ غَايَةً مَعَ كُلِّ غَايَةٍ عَشْرَةُ آلَافٍ
Dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda, “Kalian akan membuat perjanjian damai kepada Orang Romawi, kalian berperang sedangkan kalian dan mereka adalah sama-sama musuh, ada musuh dari belakang mereka. Lalu kalian selamat dan mendapatkan rampasan [وَتَغْزُونَ أَنْتُمْ وَهُمْ عَدُوًّا مِنْ وَرَائِهِمْ فَتَسْلَمُونَ وَتَغْنَمُونَ]. Setelah itu, kalian akan pergi menuju tempat yang sangat subur dan luas yaitu Dzi Tulul (padang rumput yang berbukit), lalu ada seorang Romawi yang berdiri dan mengangkat salib lalu berkata, ‘Ketahuilah salib telah menang.’ Lalu ada seorang muslim yang berdiri dan membunuhnya. Maka saat itu Romawi berkhianat dan terjadilah peperangan besar [الْمَلَاحِمُ] dan mereka berkumpul untuk menyerang kalian. Mereka mendatangi kalian dengan delapan puluh bendera dan di setiap bendera ada sepuluh ribu orang.”
[Ahmad no.16223, Shahih : Musnad Imam Ahmad no.16770, Syaikh Hamzah Ahmad Zain]

سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ سَتُصَالِحُونَ الرُّومَ صُلْحًا آمِنًا وَتَغْزُونَ أَنْتُمْ وَهُمْ عَدُوًّا مِنْ وَرَائِكُمْ
Aku telah mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam berkata, “Kalian akan mengadakan perjanjian damai dengan orang-orang Romawi, dan kalian bersama mereka akan menyerang musuh di belakang kalian [وَتَغْزُونَ أَنْتُمْ وَهُمْ عَدُوًّا مِنْ وَرَائِكُمْ].”
[Abu Daud no.2386, Shahih : Shahih Abu Daud no.2767, Syaikh al-Albani]

Ketika Syiah Alawi Nushairiyyah Bashar Assad as-Suryani yang dibantu oleh Syiah Rafidhah Ushuliyyah Imamiyyah 12 al-Khurasani beserta Syiah Rafidhah Hizbullah Bendera Kuning dari Barat (Libanon Syam) dapat ditaklukkan, maka Yahudi yang sebagai representative/perwakilan bangsa Romawi di Syam akan berusaha menolong Syiah Alawi Nushairiyyah Bashar Assad as-Suryani untuk tetap eksis dalam menjaga kemanan Yahudi di Palestina.

[https://www.youtube.com/watch?v=T5FHEvCJ_jM]

Jihad Suriah Perang Akhir Zaman Melawan Syiah

Israel lebih memilih rezim Presiden Bashar Assad di Suriah untuk melanjutkan kekuasaan daripada melihat pengambil-alihan negara oleh pemberontak militan Islam, The Times of London melaporkan Jumat, mengutip dari seorang pejabat intelijen Israel.

“Lebih baik iblis yang kita kenal daripada setan yang kita hanya bisa membayangkannya jika Suriah jatuh ke dalam kekacauan, dan ekstrimis dari seluruh dunia Arab akan mendapatkan pijakan di sana,” kata pejabat intelijen Israel, menurut laporan tersebut.
                                                              
Menurut Times, para pejabat intelijen senior di Israel Utara mengatakan, Suriah lemah tapi stabil di bawah pemerintahan Assad dan tidak hanya lebih baik bagi Israel namun bagi seluruh wilayah.

Mengutip Pejabat pertahanan lain, ia mengatakan hal tersebut lebih mungkin daripada perkiraan semula, bahwa Assad akan tetap berkuasa.

“Kami awalnya meremehkan pertahanan Assad dan melihat berlebihan kekuatan perlawanan pemberontak,” kata sumber tersebut.

Laporan Times datang sehari setelah Amerika Serikat mengatakan pengiriman rudal Rusia ke Suriah akan membuat berani Assad dan memperpanjang konflik.

[http://www.haaretz.com/news/diplomacy-defense/israeli-official-assad-preferable-to-extremist-rebels-the-times-of-london-reports-1.524605]

Kaum Muslimin pun juga begitu, ketika Syiah Alawi Nushairiyyah Bashar Assad as-Suryani yang dibantu oleh Syiah Rafidhah Ushuliyyah Imamiyyah 12 al-Khurasani beserta Syiah Rafidhah Hizbullah Bendera Kuning dari Barat (Libanon Syam) dapat ditaklukkan, maka Kaum Muslimin akan menggempur Yahudi di Palestina dan mengalahkannya hingga menyerah.

[https://www.youtube.com/watch?v=yo_Hr-242i0]

سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ سَتُصَالِحُكُمْ الرُّومُ صُلْحًا آمِنًا ثُمَّ تَغْزُونَ وَهُمْ عَدُوًّا فَتُنْصَرُونَ وَتَسْلَمُونَ وَتَغْنَمُونَ ثُمَّ تَنْصُرُونَ الرُّومَ حَتَّى تَنْزِلُوا بِمَرْجٍ ذِي تُلُولٍ فَيَرْفَعُ رَجُلٌ مِنْ النَّصْرَانِيَّةِ صَلِيبًا فَيَقُولُ غَلَبَ الصَّلِيبُ فَيَغْضَبُ رَجُلٌ مِنْ الْمُسْلِمِينَ فَيَقُومُ إِلَيْهِ فَيَدُقُّهُ فَعِنْدَ ذَلِكَ يَغْدِرُ الرُّومُ وَيَجْمَعُونَ لِلْمَلْحَمَةِ
Aku telah mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda, “Orang Romawi akan membuat perjanjian kepada kalian dengan suatu perjanjian damai lalu kalian berperang sedangkan mereka adalah musuh, lalu kalian diberi pertolongan dan kalian selamat dan mendapatkan rampasan [ثُمَّ تَغْزُونَ وَهُمْ عَدُوًّا فَتُنْصَرُونَ وَتَسْلَمُونَ وَتَغْنَمُونَ]. Lalu kalian bisa mengalahkan bangsa Romawi sampai kalian di tempat yang sangat subur dan luas yaitu di Dzi Tulul, lalu ada seorang Nasrani yang mengangkat salib lalu berkata; ‘Salib telah menang.’ Lalu ada seorang muslim yang marah, lalu dia berdiri dan memukulnya, maka saat itu orang Romawi berkhianat dan mereka berkumpul untuk menghadapi perang besar besaran.”
[Ahmad no.16222, Shahih : Musnad Imam Ahmad no.16769, Syaikh Hamzah Ahmad Zain)

Hal tersebut sebagai hukuman bagi Yahudi yang telah menjajah Palestina semenjak tahun 1948, hingga Allah membalas mereka (Yahudi) keturunan Kera dan Babi atas kejahatan mereka yang pertama yang telah membunuhi Kaum Muslimin di palestina baik Wanita, Orang Tua dan bahkan Anak-Anak selama bertahun-tahun dengan mengirimkan Hamba-Hamba Allah yang Mukmin serta Taslim akan Syari’at-Nya.

وَقَضَيْنا إِلى بَنِي إِسْرائِيلَ فِي الْكِتابِ لَتُفْسِدُنَّ فِي الْأَرْضِ مَرَّتَيْنِ وَلَتَعْلُنَّ عُلُوًّا كَبِيراً (4) فَإِذا جاءَ وَعْدُ أُولاهُما بَعَثْنا عَلَيْكُمْ عِباداً لَنا أُولِي بَأْسٍ شَدِيدٍ فَجاسُوا خِلالَ الدِّيارِ وَكانَ وَعْداً مَفْعُولاً (5) ثُمَّ رَدَدْنا لَكُمُ الْكَرَّةَ عَلَيْهِمْ وَأَمْدَدْناكُمْ بِأَمْوالٍ وَبَنِينَ وَجَعَلْناكُمْ أَكْثَرَ نَفِيراً (6) إِنْ أَحْسَنْتُمْ أَحْسَنْتُمْ لِأَنْفُسِكُمْ وَإِنْ أَسَأْتُمْ فَلَها فَإِذا جاءَ وَعْدُ الْآخِرَةِ لِيَسُوؤُا وُجُوهَكُمْ وَلِيَدْخُلُوا الْمَسْجِدَ كَما دَخَلُوهُ أَوَّلَ مَرَّةٍ وَلِيُتَبِّرُوا مَا عَلَوْا تَتْبِيراً (7) عَسى رَبُّكُمْ أَنْ يَرْحَمَكُمْ وَإِنْ عُدْتُمْ عُدْنا وَجَعَلْنا جَهَنَّمَ لِلْكافِرِينَ حَصِيراً (8)
Dan telah Kami tetapkan terhadap Bani Israil dalam Kitab itu: “Sesungguhnya kamu akan membuat kerusakan di muka bumi ini dua kali  dan pasti kamu akan menyombongkan diri dengan kesombongan yang besar”.
Maka apabila datang saat hukuman bagi (kejahatan) pertama dari kedua (kejahatan) itu, Kami datangkan kepadamu hamba-hamba Kami yang mempunyai kekuatan yang besar, lalu mereka merajalela di kampung-kampung, dan itulah ketetapan yang pasti terlaksana.
Kemudian Kami berikan kepadamu giliran untuk mengalahkan mereka kembali dan Kami membantumu dengan harta kekayaan dan anak-anak dan Kami jadikan kamu kelompok yang lebih besar.
Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri dan jika kamu berbuat jahat, maka (kejahatan) itu bagi dirimu sendiri, dan apabila datang saat hukuman bagi (kejahatan) yang kedua, (Kami datangkan orang-orang lain) untuk menyuramkan muka-muka kamu dan mereka masuk ke dalam mesjid, sebagaimana musuh-musuhmu memasukinya pada kali pertama dan untuk membinasakan sehabis-habisnya apa saja yang mereka kuasai.
Mudah-mudahan Tuhanmu akan melimpahkan rahmat(Nya) kepadamu; dan sekiranya kamu kembali kepada (kedurhakaan) niscaya Kami kembali (mengazabmu) dan Kami jadikan neraka Jahannam penjara bagi orang-orang yang tidak beriman.
[QS. Al-Israa’ : 4-8]

Berkata Syaikhuna Salim bin ‘Ied al-Hilaly Hafizhahullahu wa Nafa’allahu bihi mengenai ayat ini :

Pertama : Ayat ini menegaskan terjadinya dua kerusakan yang dilakukan oleh Bani Israil. Sekiranya dua kerusakan yang dimaksud sudah terjadi pada masa lampau, maka sejarah telah mencatat bahwa Bani Israil telah berbuat kerusakan berkali-kali, bukan hanya dua kali saja. Akan tetapi yang dimaksudkan di dalam Al-Qur’an ini merupakan puncak kerusakan yang mereka lakukan. Oleh karena itulah Allah mengirim kepada mereka hamba-hamba-Nya yang akan menimpakan azab yang sangat pedih kepada mereka.

Kedua : Dalam sejarah tidak disebutkan kemenangan kembali Bani Israil atas orang-orang yang menguasai mereka terdahulu. Sedangkan ayat di atas menjelaskan bahwa Bani Israil akan mendapatkan giliran mengalahkan musuh-musuh yang telah menimpakan azab saat mereka berbuat kerusakan yang pertama. Allah mengatakan : “Kemudian kami berikan kepadamu giliran untuk mengalahkan mereka kembali.”

Ketiga : Sekiranya yang dimaksudkan dengan dua kerusakan itu adalah sesuatu yang telah terjadi  tentulah tidak akan diberitakan dengan lafazh idza, sebab lafazh tersebut mengandung makna zharfiyah (keterangan waktu) dan syarthiyah (syarat) untuk masa mendatang, bukan masa yang telah lalu. Sekiranya kedua kerusakan itu terjadi di masa lampau, tentulah lafazh yang digunakan adalah lamma bukan idza. Juga kata latufsidunna (Sesungguhnya kamu akan membuat kerusakan), huruf laam dan nuun berfungsi sebagai ta’kid (penegasan) pada masa mendatang.

Keempat : Demikian pula firman Allah : “dan Itulah ketetapan yang pasti terlaksana” menunjukkan sesuatu yang terjadi pada masa mendatang. Sebab tidaklah disebut janji kecuali untuk sesuatu yang belum terlaksana.

Kelima : Para penguasa dan bangsa-bangsa yang menaklukan Bani Israil dahulu adalah orang-orang kafir dan penyembah berhala. Namun bukankah Allah Subhanahu wa Ta’ala telah mengatakan dalam ayat di atas : “kami datangkan kepadamu hamba-hamba kami yang mempunyai kekuatan yang besar”. Sifat tersebut mengisyaratkan bahwa mereka itu adala  orang-orang yang beriman, bukan orang-orang musyrik atau penyembah berhala. Pernyertaan kata “kami” dalam kalimat di atas sebagai bentuk tasyrif (penghormatan). Sementara kehormatan dan kemuliaan itu hanyalah milik orang-orang yang beriman.

Keenam : Dalam aksi pengerusakan kedua yang dilakukan oleh Bani Israil terdapat aksi penghancuran bangunan-bangunan yang menjulang tinggi (gedung pencakar langit). Sejarah tidak menyebutkan bahwa pada zaman dahulu Bani Israil memiliki bangunan-bangunan tersebut.

Kesimpulan : Hakikat dan analisa ayat-ayat di atas menegaskan bahwa dua aksi pengerusakan yang dilakukan oleh Bani Israil akan terjadi setelah turunnya surat al-Israa’ di atas.

[http://abusalma.wordpress.com/2007/01/03/dan-binasalah-yahudi/]

Kejahatan kedua yang dilakukan oleh Yahudi adalah menjajah Palestina kembali dengan membantu Dajjal. Kemudian Allah akan mengirimkan kembali Hamba-Hamba Allah yang Mukmin serta Taslim akan Syari’at-Nya untuk menyuramkan wajah-wajah Yahudi dan membinasakan mereka (Yahudi).

Laknat Allah atas Yahudi dan Syiah Rafidhah yang kejam dan bejat serta biadab. Di mana Yahudi adalah keturunan Kera dan Babi, sedangkan Syiah Rafidhah al-Qadariy sang Majusi Umat ini akan diubah wajahnya menjadi Kera dan Babi di akhir zaman di Bashrah Irak yang saat ini telah dikuasai oleh Syiah Rafidhah al-Majusi.

Ketika Yahudi kalah dan menyerah lalu Kaum Muslimin yang berada di Madinah berbondong-bondong ke Palestina Syam Bumi yang disucikan. Ketika Kaum Muslimin berada di Dzi Tulul (padang rumput yang luas serta berbukit), ada seorang Nashrani mengangkat salib dan berkata “Salib telah menang”. Maka bangsa Romawi berkhianat dan berkumpul untuk menyerang Kaum Muslimin di A’maq dan Dabiq Syam Suriah, dikarenakan Khilafah telah turun di Bumi al-Muqaddas yaitu Palestina Syam.

Jihad Suriah Perang Akhir Zaman Melawan Syiah

ثُمَّ قَالَ لَيُفْتَحَنَّ لَكُمْ الشَّامُ وَالرُّومُ وَفَارِسُ أَوْ الرُّومُ وَفَارِسُ حَتَّى يَكُونَ لِأَحَدِكُمْ مِنْ الْإِبِلِ كَذَا وَكَذَا وَمِنْ الْبَقَرِ كَذَا وَكَذَا وَمِنْ الْغَنَمِ حَتَّى يُعْطَى أَحَدُهُمْ مِائَةَ دِينَارٍ فَيَسْخَطَهَا ثُمَّ وَضَعَ يَدَهُ عَلَى رَأْسِي أَوْ هَامَتِي فَقَالَ يَا ابْنَ حَوَالَةَ إِذَا رَأَيْتَ الْخِلَافَةَ قَدْ نَزَلَتْ الْأَرْضَ الْمُقَدَّسَةَ فَقَدْ دَنَتْ الزَّلَازِلُ وَالْبَلَايَا وَالْأُمُورُ الْعِظَامُ وَالسَّاعَةُ يَوْمَئِذٍ أَقْرَبُ إِلَى النَّاسِ مِنْ يَدَيَّ هَذِهِ مِنْ رَأْسِكَ
Kemudian Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda, “Sesungguhnya Syam, Romawi dan Persia (atau Romawi dan Persia) akan ditaklukkan untuk kalian hingga salah seorang dari kalian memiliki unta sekian dan sekian, sapi sekian dan sekian dan kambing hingga salah satu diantara mereka diberi seratus dinar lalu ia memarahinya (masih kurang).” Beliau meletakkan tangannya di atas kepalaku lalu bersabda, “Wahai Ibnu Hawalah, apabila engkau melihat Khilafah turun di tanah suci (الْأَرْضَ الْمُقَدَّسَةَ) maka telah dekatlah gempa bumi-gempa bumi, bencana, dan hal-hal besar, dan kiamat saat itu lebih dekat pada manusia daripada tanganku ini dari kepalamu.”
[Ahmad no.21449, Shahih : Musnad Imam Ahmad no.22386, Syaikh Hamzah Ahmad Zain]

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عُمْرَانُ بَيْتِ الْمَقْدِسِ خَرَابُ يَثْرِبَ وَخَرَابُ يَثْرِبَ خُرُوجُ الْمَلْحَمَةِ وَخُرُوجُ الْمَلْحَمَةِ فَتْحُ قُسْطَنْطِينِيَّةَ وَفَتْحُ الْقُسْطَنْطِينِيَّةِ خُرُوجُ الدَّجَّالِ
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda, “Pembangunan/Penegakkan/Kemakmuran di Baitul Maqdis adalah tanda kehancuran Madinah, hancurnya Madinah adalah tanda terjadinya peperangan besar [الْمَلْحَمَةِ], terjadinya peperangan besar [الْمَلْحَمَةِ] adalah tanda dari penaklukkan Konstantinopel, dan penaklukkan Konstantinopel adalah tanda keluarnya Dajjal.”
[Abu Daud no.3742, Hasan : Shahih Abu Daud no.4294, Syaikh al-Albani]

سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ يَتْرُكُونَ الْمَدِينَةَ عَلَى خَيْرِ مَا كَانَتْ لَا يَغْشَاهَا إِلَّا الْعَوَافِ يُرِيدُ عَوَافِيَ السِّبَاعِ وَالطَّيْرِ وَآخِرُ مَنْ يُحْشَرُ رَاعِيَانِ مِنْ مُزَيْنَةَ يُرِيدَانِ الْمَدِينَةَ يَنْعِقَانِ بِغَنَمِهِمَا فَيَجِدَانِهَا وَحْشًا حَتَّى إِذَا بَلَغَا ثَنِيَّةَ الْوَدَاعِ خَرَّا عَلَى وُجُوهِهِمَا
Aku mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda, “Kalian akan meninggalkan Madinah dalam kondisinya yang paling baik sebagaimana ia dahulu. Tidak ada yang tertinggal di dalamnya selain hewan-hewan yang mencari makanannya yaitu binatang buas dan burung-burung, dan manusia terakhir yang akan dikumpulkan adalah dua penggembala dari suku Muzainah. Keduanya menuju Madinah sambil meneriaki kambing mereka. Mereka mendapati Madinah tersebut sepi. Hingga, setelah keduanya tiba di Tsaniyyatul Wadaa’, mereka pun jatuh tersungkur.” [Bukhari no.1741]

قَوْلُهُ عَلَى خَيْرِ مَا كَانَتْ أَيْ عَلَى أَحْسَنِ حَالٍ كَانَتْ عَلَيْهِ مِنْ قَبْلُ قَالَ الْقُرْطُبِيّ تبعا لعياض وَقد وُجِدَ ذَلِكَ حَيْثُ صَارَتْ مَعْدِنَ الْخِلَافَةِ وَمَقْصِدَ النَّاسِ وَمَلْجَأَهُمْ وَحُمِلَتْ إِلَيْهَا خَيْرَاتُ الْأَرْضِ وَصَارَتْ مِنْ أَعْمَرِ الْبِلَادِ
Perkataan [عَلَى خَيْرِ مَا كَانَتْ] “dalam kondisinya yang paling baik sebagaimana ia dahulu” Maksudnya dalam kondisi terbaik sebagaimana kota tersebut sebelumnya. Al-Qurthubi berkata, sebagaimana perkataan ‘Iyadh, “Kondisi tersebut terjadi karena ketika itu Madinah merupakan pusat kekhilafahan dan menjadi tujuan serta tempat berlindung manusia. Seluruh kebaikan yang ada di muka bumi ini dibawa ke sana, sehingga ia menjadi salah satu negeri yang paling makmur.

وَقَالَ النَّوَوِيُّ الْمُخْتَارُ أَنَّ هَذَا التَّرْكَ يَكُونُ فِي آخِرِ الزَّمَانِ عِنْدَ قِيَامِ السَّاعَةِ وَيُؤَيِّدُهُ قِصَّةُ الرَّاعِيَيْنِ فَقَدْ وَقَعَ عِنْدَ مُسْلِمٍ بِلَفْظِ ثُمَّ يُحْشَرُ رَاعِيَانِ وَفِي الْبُخَارِيِّ أَنَّهُمَا آخِرُ مَنْ يُحْشَرُ
An-Nawawi berkata, “Pendapat yang dipilih adalah bahwa ditinggalkannya kota Madinah ini terjadi pada akhir zaman, ketika akan terjadi hari kiamat. Hal ini dikuatkan oleh kisah tentang dua orang penggembala. Dalam lafazh Muslim disebutkan [ثُمَّ يُحْشَرُ رَاعِيَانِ] ‘Kemudian dua orang penggembala dikumpulkan.’ Dalam riwayat al-Bukhari disebutkan bahwa keduanya adalah orang terakhir yang digiring.”

[Fathul Bari Syarah Shahih al-Bukhari 4/90, al-Hafidzh Ibnu Hajar al-Asqalani]

Bangsa Romawi akan meminta Kaum Muslimin untuk menyerahkan para Muallaf yang berasal dari bangsa Romawi agar dapat mereka bunuh. Namun Kaum Muslimin tidak akan menyerahkan Saudara-Saudaranya, sehingga terjadilah pertempuran besar di Syam.

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى يَنْزِلَ الرُّومُ بِالْأَعْمَاقِ أَوْ بِدَابِقٍ فَيَخْرُجُ إِلَيْهِمْ جَيْشٌ مِنْ الْمَدِينَةِ مِنْ خِيَارِ أَهْلِ الْأَرْضِ يَوْمَئِذٍ فَإِذَا تَصَافُّوا قَالَتْ الرُّومُ خَلُّوا بَيْنَنَا وَبَيْنَ الَّذِينَ سَبَوْا مِنَّا نُقَاتِلْهُمْ فَيَقُولُ الْمُسْلِمُونَ لَا وَاللَّهِ لَا نُخَلِّي بَيْنَكُمْ وَبَيْنَ إِخْوَانِنَا فَيُقَاتِلُونَهُمْ فَيَنْهَزِمُ ثُلُثٌ لَا يَتُوبُ اللَّهُ عَلَيْهِمْ أَبَدًا وَيُقْتَلُ ثُلُثُهُمْ أَفْضَلُ الشُّهَدَاءِ عِنْدَ اللَّهِ وَيَفْتَتِحُ الثُّلُثُ لَا يُفْتَنُونَ أَبَدًا فَيَفْتَتِحُونَ قُسْطَنْطِينِيَّةَ
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda, “Tidak akan terjadi hari Kiamat hingga bangsa Romawi turun ke tempat yang bernama A’maq atau Dabiq, sehingga ada sekelompok pasukan dari Madinah yang keluar menghadapi mereka. Mereka adalah penduduk bumi yang terpilih ketika itu. Dan tatkala mereka mengatur barisan, pasukan Romawi berkata, ‘Biarkanlah kami memerangi orang-orang yang menawan [سَبَوْا] kami.’ Kaum Muslimin menjawab, ‘Tidak, demi Allah, kami tidak akan membiarkan kalian memerangi saudara-saudara kami.’ Maka terjadilah peperangan antara mereka. Lalu ada sepertiga yang kalah di mana Allah tidak akan mengampuni dosa mereka untuk selamanya, dan sepertiga lagi terbunuh sebagai sebaik-baik para syuhada’ di sisi Allah, dan sepertiga lagi Allah memberikan kemenangan kepada mereka. Mereka tidak akan ditimpa sebuah fitnah untuk selamanya, lalu selanjutnya mereka menaklukkan Kostantinopel.” [Muslim no.5157]

بالأعماق أو بدابق موضعان بالشام بقرب حلب (سبوا) روي سبوا على وجهين فتح السين والباء وضمهما قال القاضي في المشارق الضم رواية الأكثرين قال وهو الصواب قلت كلاهما صواب لأنهم سبوا أولا ثم سبوا الكفار
Di A’maq dan Dabiq adalah dua wilayah di Syam dekat Halab (سبوا) diriwayatkan dalam dua versi dengan mem-fathahkan (س) dan (ب) [سَبَوْا] / “Menawan” dan dengan riwayat men-dhommahkan (س) dan (ب) [سُبُوْا] / “Ditawan.” Berkata al-Qadhi di dalam kitab al-Masyariq, “riwayat yang dhammah merupakan riwayat mayoritas”. Ia (al-Qadhi) berkata, “itulah yang benar”. Aku (an-Nawawi) berkata, “kedua-duanya benar, sesungguhnya mereka (Kaum Muslimin) ditawan terlebih dahulu, kemudian mereka (Kaum Muslimin) menawan kaum Kafir.”
[Syarah Shahih Muslim 18/21 dengan diringkas, Imam an-Nawawi]

فَقَالَ إِنَّ السَّاعَةَ لَا تَقُومُ حَتَّى لَا يُقْسَمَ مِيرَاثٌ وَلَا يُفْرَحَ بِغَنِيمَةٍ ثُمَّ قَالَ بِيَدِهِ هَكَذَا وَنَحَّاهَا نَحْوَ الشَّأْمِ فَقَالَ عَدُوٌّ يَجْمَعُونَ لِأَهْلِ الْإِسْلَامِ وَيَجْمَعُ لَهُمْ أَهْلُ الْإِسْلَامِ قُلْتُ الرُّومَ تَعْنِي قَالَ نَعَمْ وَتَكُونُ عِنْدَ ذَاكُمْ الْقِتَالِ رَدَّةٌ شَدِيدَةٌ فَيَشْتَرِطُ الْمُسْلِمُونَ شُرْطَةً لِلْمَوْتِ لَا تَرْجِعُ إِلَّا غَالِبَةً فَيَقْتَتِلُونَ حَتَّى يَحْجُزَ بَيْنَهُمْ اللَّيْلُ فَيَفِيءُ هَؤُلَاءِ وَهَؤُلَاءِ كُلٌّ غَيْرُ غَالِبٍ وَتَفْنَى الشُّرْطَةُ ثُمَّ يَشْتَرِطُ الْمُسْلِمُونَ شُرْطَةً لِلْمَوْتِ لَا تَرْجِعُ إِلَّا غَالِبَةً فَيَقْتَتِلُونَ حَتَّى يَحْجُزَ بَيْنَهُمْ اللَّيْلُ فَيَفِيءُ هَؤُلَاءِ وَهَؤُلَاءِ كُلٌّ غَيْرُ غَالِبٍ وَتَفْنَى الشُّرْطَةُ ثُمَّ يَشْتَرِطُ الْمُسْلِمُونَ شُرْطَةً لِلْمَوْتِ لَا تَرْجِعُ إِلَّا غَالِبَةً فَيَقْتَتِلُونَ حَتَّى يُمْسُوا فَيَفِيءُ هَؤُلَاءِ وَهَؤُلَاءِ كُلٌّ غَيْرُ غَالِبٍ وَتَفْنَى الشُّرْطَةُ فَإِذَا كَانَ يَوْمُ الرَّابِعِ نَهَدَ إِلَيْهِمْ بَقِيَّةُ أَهْلِ الْإِسْلَامِ فَيَجْعَلُ اللَّهُ الدَّبْرَةَ عَلَيْهِمْ فَيَقْتُلُونَ مَقْتَلَةً إِمَّا قَالَ لَا يُرَى مِثْلُهَا وَإِمَّا قَالَ لَمْ يُرَ مِثْلُهَا حَتَّى إِنَّ الطَّائِرَ لَيَمُرُّ بِجَنَبَاتِهِمْ فَمَا يُخَلِّفُهُمْ حَتَّى يَخِرَّ مَيْتًا فَيَتَعَادُّ بَنُو الْأَبِ كَانُوا مِائَةً فَلَا يَجِدُونَهُ بَقِيَ مِنْهُمْ إِلَّا الرَّجُلُ الْوَاحِدُ فَبِأَيِّ غَنِيمَةٍ يُفْرَحُ أَوْ أَيُّ مِيرَاثٍ يُقَاسَمُ
Dia (Ibnu Mas’ud) berkata, “Kiamat tidak akan terjadi hingga harta warisan tidak dibagi dan harta rampasan tidak membuat senang.” Setelah itu ia berisyarat dengan tangannya seperti ini, ia menunjuk ke arah Syam lalu berkata, “Musuh berkumpul untuk (menghadapi) kaum Muslimin dan kaum Muslimin pun berkumpul untuk (menghadapi) mereka.” Aku berkata, “Romawi maksudmu?” Ia menjawab, “Ya, saat perang itu terjadi, terdapat serangan besar-besaran. Kaum Muslimin mengirim pasukan agar mati, tidak akan kembali kecuali dalam keadaan menang. Mereka menyerang hingga malam hari lalu masing-masing dari kedua kubu kembali, masing-masing tidak menang dan pasukan itu pun lenyap. Kaum Muslimin mengirim pasukan untuk mati, agar tidak kembali kecuali dalam keadaan menang. Mereka menyerang hingga malam hari lalu masing-masing dari kedua kubu kembali, masing-masing tidak menang dan pasukan itu pun lenyap. Kaum Muslimin mengirim pasukan untuk mati, agar tidak kembali kecuali dalam keadaan menang. Mereka menyerang hingga malam hari lalu masing-masing dari kedua kubu kembali, masing-masing tidak menang dan pasukan itu pun lenyap. Pada hari keempat, sisa kaum Muslimin yang masih ada maju lalu Allah menjadikan kekalahan atas mereka (Romawi). Mereka membunuh banyak pasukan,” mungkin ia berkata, [لَا يُرَى مِثْلُهَا] “Yang tidak pernah dilihat pertempuran sepertinya,” atau mengatakan, [لَمْ يُرَ مِثْلُهَا] “Yang belum pernah dilihat pertempuran sepertinya.” “hingga burung-burung berterbangan melintasi segala penjuru mereka dan tidaklah melintasi mereka melainkan pasti tersungkur mati. Satu kabilah menghitung, tadinya berjumlah seratus orang tapi mereka hanya menjumpai satu orang saja, lalu harta rampasan perang mana yang bisa membuat senang atau harta warisan mana yang bisa dibagikan.” [Muslim no.5160]

Pasukan Kaum Muslimin yang berada di Irak dan Yaman akan segera membantu Kaum Muslimin Madinah dan Syam dalam menghadapi serangan besar-besaran bangsa Romawi.

أخبرنا عبد الرزاق، قال أخبرنا معمر، عن أيوب، عن ابن سيرين، عن عقبة بن أوس الدوسي (الصواب: السدوسي)، عن عبد الله بن عمرو بن العاص، قال: « يكون على الروم ملك لا يعصونه – أو لا يكادون يعصونه – ، فيجيء حتى ينزل بأرض كذا وكذا » ، قال عبد الله: « أنا ما نسيتها » ، قال: « ويستمد المؤمنون بعضهم بعضا حتى يمدهم أهل عدن أبين على قلصاتهم »….
Abdullah bin Amr bin Al-Ash t berkata: “Romawi akan memiliki raja yang mereka taati –atau yang hampir tidak pernah didurhakai-. Kemudian mereka turun di tempat demikian dan demikian (yaitu kota A’maq atau kota Dabiq, pen).” Abdullah berkata:“Aku tidak melupakan tempat tersebut.” Kemudian beliau berkata: “Kaum Mukminin ketika itu saling meminta bantuan kepada yang lainnya (dalam menghadapi tentara Romawi yang banyak, pen) sampai akhirnya penduduk Aden Abyan membantu (dan bergabung dengan, pen) mereka di atas air sumur-sumur mereka…..dst.” (Atsar riwayat Abdur Razzaq dalam Jami’ Ma’mar bin Rasyid: 1433 (4/174) dan juga dalam Mushannafnya: 20813 (11/287)).

Para perawi atsar Abdullah bin Amr di atas adalah para Imam Ahlul Hadits seperti Abdur Razzaq Ash-Shan’ani, Ma’mar bin Rasyid Ash-Shan’ani, Ayyub As-Sakhtiyani dan Muhammad bin Sirin. Adapun Uqbah bin Aus As-Sadusi maka ia adalah seorang tabi’in yang di-tsiqat-kan oleh Ibnu Hibban, Al-Ijli dan Ibnu Sa’d. (Tahdzibut Tahdzib: 7/211). Adapun Al-Hafizh Ibnu Hajar maka beliau menilainya “shaduq”. (Taqribut Tahdzib: 682). Maka isnad atsar di atas adalah hasan. Alhamdulillah.

[https://sulaifi.wordpress.com/2010/05/31/pasukan-dari-kota-aden/]

يخرج من (عدن أبين) اثنا عشر ألفا ينصرون الله ورسوله، هم خير من بيني وبينهم
Dari wilayah (‘Adan Abyan) akan muncul dua belas ribu orang. Mereka menolong agama Allah dan Rasul-Nya. Orang-orang itu adalah sebaik-baik manusia yang hidup di antara (zaman)ku dan mereka.
[Silsilah al-Ahadits ash-Shahihah no.2782, Syaikh al-Albani]

إن الله استقبل بي الشام، وولى ظهري اليمن، ثم قال لي: يا محمد إني قدجعلت لك ما تجاهك غنيمة ورزقا، وما خلف ظهرك مددا، ولا يزال الله يزيدأو قال يعز الإسلام وأهله، وينقص الشرك وأهله، حتى يسير الراكب بين كذا- يعني البحرين – لا يخشى إلا جورا، وليبلغن هذا الأمر مبلغ الليل
“Sesungguhnya Allah menghadapkanku ke negeri Syam dan menjadikanku membelakangi negeri Yaman, kemudian Dia berkata, “Wahai Muhammad, sesungguhnya Aku telah menjadikan bagimu apa yang ada di hadapanmu sebagai keuntungan dan rizki, dan apa yang ada di belakangmu sebagai pertolongan.” Dan Allah senantiasa menambah –atau beliau bersabda- memuliakan Islam dan muslimin, dan merendahkan kesyirikan dan musyrikin, sehingga orang yang berjalan menunggangi kendaraan antara dua laut tidak merasa takut kecuali terhadap kezhaliman. Dan sungguh perkara ini akan berlanjut hingga batas akhir malam.”
[Silsilah al-Ahadits ash-Shahihah no.35, Syaikh al-Albani]

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا وَقَعَتْ الْمَلَاحِمُ بَعَثَ اللَّهُ بَعْثًا مِنْ الْمَوَالِي هُمْ أَكْرَمُ الْعَرَبِ فَرَسًا وَأَجْوَدُهُ سِلَاحًا يُؤَيِّدُ اللَّهُ بِهِمْ الدِّينَ
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda, “Jika terjadi peperangan yang besar [الْمَلَاحِمُ] maka Allah akan mengutus para penolong-Nya, mereka adalah tentara Arab yang paling mulia dan yang paling bagus senjatanya. Dan dengan merekalah Allah memuliakan Islam.”
[Ibnu Majah no.4080, Hasan : Shahih Ibnu Majah no.3319, Syaikh al-Albani]

هُمْ أَشَدُّ النَّاسِ قِتَالًا فِي الْمَلَاحِمِ
“Mereka (Bani Tamim) adalah orang-orang yang sangat pemberani di dalam peperangan besar [الْمَلَاحِمِ].” [Muslim no.4587]

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ سَيَكُونُ جُنْدٌ بِالشَّامِ وَجُنْدٌ بِالْيَمَنِ فَقَالَ رَجُلٌ فَخِرْ لِي يَا رَسُولَ اللَّهِ إِذَا كَانَ ذَلِكَ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَيْكَ بِالشَّامِ عَلَيْكَ بِالشَّامِ ثَلَاثًا عَلَيْكَ بِالشَّامِ فَمَنْ أَبَى فَلْيَلْحَقْ بِيَمَنِهِ وَلْيَسْقِ مِنْ غُدُرِهِ فَإِنَّ اللَّهَ تَبَارَكَ وَتَعَالَى قَدْ تَكَفَّلَ لِي بِالشَّامِ وَأَهْلِهِ
Bahwasanya Rasulullah Shallalahu 'alaihi wa Sallam bersabda, “Akan ada pasukan di Syam dan di Yaman.” Seseorang berkata, “Pilihkanlah (antara kedua pasukan) untukku wahai Rasulullah jika keadaannya demikian?.” Rasulullah Shallalahu 'alaihi wa Sallam bersabda, “Ikutlah dengan pasukan Syam, Ikutlah dengan pasukan Syam (sebanyak tiga kali), ikutlah dengan pasukan Syam, maka barangsiapa yang enggan hendaklah bergabung dengan yang di yaman dan minumlah dari telaganya, karena Allah Tabaraka wa Ta'ala telah menjamin untukku negeri Syam dan penduduknya.”
[Ahmad no.19465, Hasan : Musnad Imam Ahmad no.20234, Syaikh Hamzah Ahmad Zain]

عَنْ أَبِي أُمَامَةَ قَالَ
لَا تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى يَتَحَوَّلَ خِيَارُ أَهْلِ الْعِرَاقِ إِلَى الشَّامِ وَيَتَحَوَّلَ شِرَارُ أَهْلِ الشَّامِ إِلَى الْعِرَاقِ وَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَيْكُمْ بِالشَّامِ
Dari Abu Umamah berkata, “Kiamat tidaklah terjadi hingga penduduk Irak yang terpilih pindah ke Syam dan penduduk jahat Syam pindah ke Irak.” Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda, “Hendaklah kalian ke Syam.”
[Ahmad no.21125, Shahih : Musnad Imam Ahmad no.22045, Syaikh Hamzah Ahmad Zain]

Syam Bumi Para Syuhada di mana para Malaikat membentangkan sayap-sayapnya.

ذَلِكَ تَغْدِرُ الرُّومُ وَتَجْمَعُ لِلْمَلْحَمَةِ
وَيَثُورُ الْمُسْلِمُونَ إِلَى أَسْلِحَتِهِمْ فَيَقْتَتِلُونَ فَيُكْرِمُ اللَّهُ تِلْكَ الْعِصَابَةَ بِالشَّهَادَةِ إِلَّا أَنَّ الْوَلِيدَ جَعَلَ الْحَدِيثَ عَنْ جُبَيْرٍ عَنْ ذِي مِخْبَرٍ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أَبُو دَاوُد وَرَوَاهُ رَوْحٌ وَيَحْيَى بْنُ حَمْزَةَ وَبِشْرُ بْنُ بَكْرٍ عَنْ الْأَوْزَاعِيِّ كَمَا قَالَ عِيسَى
“Maka saat itulah orang-orang Romawi berkhianat dan berkumpul untuk mengadakan peperangan besar [لِلْمَلْحَمَةِ].”
“Kaum Muslimin lalu segera meraih senjata mereka dan berperang. Allah kemudian memuliakan mereka dengan syahid.”
[Abu Daud no.3741, Shahih : Shahih Abu Daud no.4292-4293, Syaikh al-Albani]

قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَأَيْتُ اللَّيْلَةَ رَجُلَيْنِ أَتَيَانِي فَصَعِدَا بِي الشَّجَرَةَ فَأَدْخَلَانِي دَارًا هِيَ أَحْسَنُ وَأَفْضَلُ لَمْ أَرَ قَطُّ أَحْسَنَ مِنْهَا قَالَا أَمَّا هَذِهِ الدَّارُ فَدَارُ الشُّهَدَاءِ
Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda, “Pada malam (Isra' dan Mi'raj) aku ditemui oleh dua malaikat yang mengajakku mendaki sebuah pohon lalu keduanya memasukkan aku ke sebuah negeri yang terbaik dan paling utama yang belum pernah aku melihat yang lebih bailk darinya. Kedua malaikat itu berkata: "Adapun negeri ini adalah negerinya para syuhada’.” [Bukhari no.2582]

فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ طُوبَى لِلشَّامِ فَقُلْنَا لِأَيٍّ ذَلِكَ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ لِأَنَّ مَلَائِكَةَ الرَّحْمَنِ بَاسِطَةٌ أَجْنِحَتَهَا عَلَيْهَا
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda, “Beruntunglah bagi penduduk Syam.” Lalu kami bertanya, “Kenapa bisa seperti itu wahai Rasulullah?” Beliau bersabda, “Sesungguhnya Malaikat-Nya Yang Maha Pengasih (Allah) telah membentangkan sayapnya di atas negeri Syam.”
[Tirmidzi no.3889, Shahih : Shahih Tirmidzi no.3954, Syaikh al-Albani]

بَيْنَمَا نَحْنُ عِنْدَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمًا حِينَ قَالَ طُوبَى لِلشَّامِ طُوبَى لِلشَّامِ قُلْتُ مَا بَالُ الشَّامِ قَالَ الْمَلَائِكَةُ بَاسِطُو أَجْنِحَتِهَا عَلَى الشَّامِ
Beliau (Rasulullah) bersabda, “Kabar gembira buat Syam, kabar gembira buat Syam.” Maka aku pun bertanya, “Ada apa dengan Syam?” Beliau bersabda, “Para malaikat membentangkan sayap-sayapnya di atas negeri Syam.”
[Ahmad no.20621, Hasan : Musnad Imam Ahmad no.21498, Syaikh Hamzah Ahmad Zain]

Sedangkan Benteng Pertahanan Kaum Muslimin berada di Ghuthah Damaskus Suriah Syam.

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَوْضِعُ فُسْطَاطِ الْمُسْلِمِينَ فِي الْمَلَاحِمِ أَرْضٌ يُقَالُ لَهَا الْغُوطَةُ
Bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda, “Benteng Pertahanan kaum Muslimin saat terjadi peperangan yang besar [الْمَلَاحِمِ] terletak pada sebuah wilayah yang bernama al-Ghuthah.”
[Abu Daud no.4022, Shahih : Shahih Abu Daud no.4640, Syaikh al-Albani]

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ فُسْطَاطُ الْمُسْلِمِينَ يَوْمَ الْمَلْحَمَةِ الْغُوطَةُ إِلَى جَانِبِ مَدِينَةٍ يُقَالُ لَهَا دِمَشْقُ
bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda, “Benteng pertahanan kaum Muslimin ketika terjadi perang besar [الْمَلْحَمَةِ] adalah di pinggiran kota yang disebut dengan Damaskus.”
[Ahmad no.20732, Shahih : Musnad Imam Ahmad no.21622, Syaikh Hamzah Ahmad Zain]

هُدْنَةٌ تَكُونُ بَيْنَكُمْ وَبَيْنَ بَنِي الْأَصْفَرِ فَيَسِيرُونَ إِلَيْكُمْ عَلَى ثَمَانِينَ غَايَةً قُلْتُ وَمَا الْغَايَةُ قَالَ الرَّايَةُ تَحْتَ كُلِّ رَايَةٍ اثْنَا عَشَرَ أَلْفًا فُسْطَاطُ الْمُسْلِمِينَ يَوْمَئِذٍ فِي أَرْضٍ يُقَالُ لَهَا الْغُوطَةُ فِي مَدِينَةٍ يُقَالُ لَهَا دِمَشْقُ
Perjanjian di antara kalian dan Bani Ashfar, mereka berjalan mendatangi kalian dalam delapan puluh ghayah.” AKu bertanya, “Apa itu ghayah?” Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam menjawab, “Bendera, di bawah setiap bendera ada dua belas ribu pasukan, benteng pertahanan kaum Muslimin saat itu berada di kawasan yang disebut Ghuthah di kota yang bernama Damaskus.”
[Ahmad no.22860, Shahih : Musnad Imam Ahmad no.23867, Syaikh Hamzah Ahmad Zain]

عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ يُوشِكُ أَنْ يَرْجِعَ النَّاسُ إِلَى الْمَدِينَةِ حَتَّى تَصِيرَ مَسَالِحُهُمْ بِسِلَاحٍ
Dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam, beliau bersabda, “Hampir saja orang-orang kembali ke Madinah hingga benteng-benteng mereka menjadi bersenjata."
[Ahmad no.8848, Hasan : Musnad Imam Ahmad no.9188, Syaikh Hamzah Ahmad Zain]

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُوشِكُ الْمُسْلِمُونَ أَنْ يُحَاصَرُوا إِلَى الْمَدِينَةِ حَتَّى يَكُونَ أَبْعَدَ مَسَالِحِهِمْ سَلَاحِ
عَنْ الزُّهْرِيِّ قَالَ وَسَلَاحِ قَرِيبٌ مِنْ خَيْبَرَ
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda, “Hampir saja kaum Muslimin terkepung hingga Madinah, sampai-sampai batas akhir pertahanan mereka adalah Silah.”
Dari az-Zuhri, ia berkata; “Silah adalah nama tempat yang dekat dengan Khaibar.”
[Abu Daud no.3709, Shahih : Abu Daud no.4250-4251, Syaikh al-Albani]

Kemudian Kaum Muslimin mengalahkan bangsa Romawi dan menaklukkan Konstantinopel yang memiliki kota di darat dan di laut.

أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ سَمِعْتُمْ بِمَدِينَةٍ جَانِبٌ مِنْهَا فِي الْبَرِّ وَجَانِبٌ مِنْهَا فِي الْبَحْرِ قَالُوا نَعَمْ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ لَا تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى يَغْزُوَهَا سَبْعُونَ أَلْفًا مِنْ بَنِي إِسْحَقَ فَإِذَا جَاءُوهَا نَزَلُوا فَلَمْ يُقَاتِلُوا بِسِلَاحٍ وَلَمْ يَرْمُوا بِسَهْمٍ قَالُوا لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ فَيَسْقُطُ أَحَدُ جَانِبَيْهَا قَالَ ثَوْرٌ لَا أَعْلَمُهُ إِلَّا قَالَ الَّذِي فِي الْبَحْرِ ثُمَّ يَقُولُوا الثَّانِيَةَ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ فَيَسْقُطُ جَانِبُهَا الْآخَرُ ثُمَّ يَقُولُوا الثَّالِثَةَ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ فَيُفَرَّجُ لَهُمْ فَيَدْخُلُوهَا فَيَغْنَمُوا فَبَيْنَمَا هُمْ يَقْتَسِمُونَ الْمَغَانِمَ إِذْ جَاءَهُمْ الصَّرِيخُ فَقَالَ إِنَّ الدَّجَّالَ قَدْ خَرَجَ فَيَتْرُكُونَ كُلَّ شَيْءٍ وَيَرْجِعُونَ
حَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ مَرْزُوقٍ حَدَّثَنَا بِشْرُ بْنُ عُمَرَ الزَّهْرَانِيُّ حَدَّثَنِي سُلَيْمَانُ بْنُ بِلَالٍ حَدَّثَنَا ثَوْرُ بْنُ زَيْدٍ الدِّيلِيُّ فِي هَذَا الْإِسْنَادِ بِمِثْلِهِ
Bahwasanya Nabi Shallallahu 'alaihi wa Salam bersabda, “Pernahkah kalian mendengar sebuah kota yang pada satu sisinya terdapat daratan dan pada sisi yang lain terdapat lautan?" Para sahabat menjawab, “Ya, wahai Rasulullah.” Beliau melanjutkan, “Tidak akan terjadi hari kiamat hingga kota itu diperangi oleh tujuh puluh ribu orang dari keturunan bani Ishaq. Jika mereka telah mendatanginya, mereka turun ke medan perang akan tetapi mereka tidak memerangi dengan menggunakan senjata pedang ataupun panah. Mereka hanya mengucapkan [لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ] lalu salah satu sisinya pun dapat ditaklukkan -Tsaur berkata, ‘Yang aku tahu beliau hanya menyebut, Yang terdapat dilautan’- kemudian untuk yang kedua kalinya mereka mengucapkan [لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ] lalu satu sisi yang lainnya pun dapat ditaklukkan, kemudian untuk yang ketiga kalinya mereka mengucapkan [لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ] lalu dibukakanlah benteng pertahanan mereka sehingga mereka dapat memasukinya dan mengambil harta rampasannya. Dan ketika mereka sedang membagi-bagikan harta rampasan tiba-tiba terdengar sebuah teriakan, ‘Sesungguhnya Dajjal telah muncul.’ Merekapun meninggalkan segala sesuatu yang ada dan pulang kembali (ke negeri mereka).” [Muslim no.5199]

Ahlul Kitab menyebutkan bahwasannya ketika menikahi Rifqah bintu Bitau-il, Ishaq ‘alaihi Sallam berusia empat puluh tahun, dan ketika itu ayahnya, Ibrahim ‘alaihi Sallam pun masih hidup. Rifqah adalah seorang wanita mandul, lalu Ishaq berdoa kepada Allah Ta’ala hingga akhirnya bisa hamil. Maka lahirlah darinya dua orang anak laki-laki.
1. Bernama ‘Aishu, yang oleh bangsa Arab disebut dengan al-‘Ish, yang dia adalah nenek moyang bangsa Romawi.
2. Bernama Ya’qub, dialah Israil yang kepadanya Bani Israil menasabkan diri.
[Qishahul Anbiyaa’ Ibnu Katsir, Tahqiq Syaikh Salim bin ‘Ied al-Hilali]

Kemudian keluarlah al-Qaim al-Masih ad-Dajjal Imam Mahdi al-Muntazhar Syiah Rafidhah dari Timur yaitu Isfahan, Khuza, Karman, Sijan, Khurasan Tehran, Khurasan Utara, Khurasan Selatan dan Khurasan Razavi yang kesemuanya berada di negari Iran sang pengusung Agama Syiah Rafidhah.

Jihad Suriah Perang Akhir Zaman Melawan Syiah

رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ يَتْبَعُ الدَّجَّالَ مِنْ يَهُودِ أَصْبَهَانَ سَبْعُونَ أَلْفًا عَلَيْهِمْ الطَّيَالِسَةُ
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Dajjal diikuti oleh Yahudi Ashbahan [أَصْبَهَانَ] sebanyak tujuh puluh ribu orang, mereka mengenakan pakaian ath-Thayalisah [الطَّيَالِسَةُ]. [Muslim no.5237]

وَأَصْبَهَانُ بِفَتْحِ الْهَمْزَةِ وَكَسْرِهَا وبالياء وَالْفَاءِ
[أصبهان], (diriwayatkan) dengan fathah pada hamzah [أَصْبَهَانُ] (Ashbahan) dan juga dengan kasrah pada hamzah [إِصْبَهَانُ] (Ishbahan). Begitu pula dengan huruf ba-nya [لياء], (juga diriwayatkan) dengan huruf fa [إِصْفَهَانُ] (Ishfahan).
[Syarah Shahih Muslim 18/86, Imam an-Nawawi]

Isfahan (Persia: [اصفهان] Esfahan), secara historis juga diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris sebagai Ispahan, Sepahan, Esfahan atau Hispahan, adalah ibu kota Provinsi Isfahan di Iran, yang terletak sekitar 340 kilometer (211 mil) selatan Teheran. Yang memiliki populasi 1.583.609 dan merupakan kota terbesar ketiga Iran setelah Teheran dan Mashhad. Wilayah The Greater Isfahan memiliki populasi 3.793.101 di tahun 2011 Sensus, wilayah metropolitan terpadat kedua di Iran setelah Teheran.
[en.wikipedia.org/wiki/Isfahan]

رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الدَّجَّالُ يَخْرُجُ مِنْ أَرْضٍ بِالْمَشْرِقِ يُقَالُ لَهَا خُرَاسَانُ يَتْبَعُهُ أَقْوَامٌ كَأَنَّ وُجُوهَهُمْ الْمَجَانُّ الْمُطْرَقَةُ
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda : “Dajjal akan muncul dari suatu negeri di timur yang bernama Khurasan [خُرَاسَانُ], ia diikuti oleh kaum-kaum, wajah mereka seperti perisai yang ditambal.”
[Tirmidzi no.2163, Shahih : Shahih Tirmidzi no.2237, Syaikh al-Albani]

Khurasan (Persia: [استان خراسان]) (juga tercantum sebagai Khurasan dan Khorassan, yang pada zaman dahulu disebut dengan Traxiane yaitu selama periode Helenistik dan Parthia) (Khurasan) adalah sebuah provinsi di timur laut Iran, namun secara historis mengacu kepada daerah timur yang jauh lebih luas hingga timur laut Kekaisaran Persia. Nama Khurasan adalah bahasa Persia yang berarti "di mana tempat matahari terbit." Nama itu diberikan kepada provinsi timur Persia selama periode Kekaisaran Sassanid.
Khurasan adalah provinsi terbesar Iran sampai ia (Khurasan) dibagi menjadi tiga provinsi pada bulan September 2004 :
Khurasan Utara, dengan ibu kotanya : Bojnourd, daerah lainnya : Shirvan, Esfarayen, Garmeh dan Jajarm, dan Maneh dan Samalgan.
Khurasan Selatan, dengan ibu kotanya : Birjand, daerah lainnya : Ferdows, Qaen, Nehbandan, Sarayan, Sarbisheh dan Darmian.
Khurasan Razavi, dengan ibu kotanya : Masyhad, daerah lainnya: Sabzevar, Neyshabour, Torbat-e-Heydariyeh, Quchan, Torbat-e Jam, Ziegler, Taybad, Gonabad, Dargaz, Sarakhs, Chenaran, Fariman, Khaf, Roshtkhar, Bardaskan, Kalat dan Khalil Abad.
[en.wikipedia.org/wiki/Khorasan_Province]

رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ لَيَنْزِلَنَّ الدَّجَّالُ خُوزَ وَكَرْمَانَ فِي سَبْعِينَ أَلْفًا وُجُوهُهُمْ كَالْمَجَانِّ الْمُطْرَقَةِ
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam Bersabda: “Sungguh Dajjal akan turun di Khuza [خُوزَ] dan Karman [كَرْمَانَ] kepada tujuh puluh ribu orang, wajah mereka seperti perisai yang ditambal.”
[Ahmad no.8099, Shahih : Musnad Imam Ahmad no.8434, Syaikh Ahmad Muhammad Syakir]

Provinsi Khuzestan (Persia: [استان خوزستان], Ostan-e Khuzestan), adalah salah satu dari 31 provinsi di Iran. Yang berada di barat daya negara tersebut (Iran), berbatasan dengan Provinsi Basra Irak dan Teluk Persia. Ibukotanya adalah Ahvaz yang meliputi area seluas 63.238 km².
Kalimat "Khouzi" mengacu pada orang-orang yang membuat gula mentah dari ladang tebu yang berasal dari dataran Sassania utara sampai ke sisi Sungai Dez di Dezful. Khouzhestan telah (berubah) menjadi tanah Khouzhies yang mengolah tebu hingga hari ini di Haft Tepe. Nama Khuzestan berarti "The Land of the Khuzi", yang mengacu pada penduduk asli provinsi ini, yaitu orang-orang "Susian" (Persia periode kuno dikenal sebagai "Huza" , Persia periode pertengahan dikenal sebagai "Khuzi" ((sedangkan) nama “Shushan” bersumber dari bahasa Ibrani)) di saat yang sama dalam perubahan (kalimat) yang beragam, bahwa Persia kuno (juga) berubah nama dari “Sindh” menjadi “Hind").
[en.wikipedia.org/wiki/Khuzestan_Province]

Provinsi Kerman (Persia: [استان کرمان], Ostan-e Kerman) adalah salah satu dari 31 provinsi di Iran. Kerman berada di sebelah tenggara Iran dengan pusat administrasinya di kota Kerman. Disebut pada zaman kuno sebagai Achamenid satrapy dari Carmania, yang merupakan provinsi terbesar kedua Iran dengan luas 180.726 km².
[en.wikipedia.org/wiki/Kerman_Province]

رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ يَكُونُ لِلْمُسْلِمِينَ ثَلَاثَةُ أَمْصَارٍ مِصْرٌ بِمُلْتَقَى الْبَحْرَيْنِ وَمِصْرٌ بِالْحِيرَةِ وَمِصْرٌ بِالشَّامِ فَيَفْزَعُ النَّاسُ ثَلَاثَ فَزَعَاتٍ فَيَخْرُجُ الدَّجَّالُ فِي أَعْرَاضِ النَّاسِ فَيَهْزِمُ مَنْ قِبَلَ الْمَشْرِقِ فَأَوَّلُ مِصْرٍ يَرِدُهُ الْمِصْرُ الَّذِي بِمُلْتَقَى الْبَحْرَيْنِ فَيَصِيرُ أَهْلُهُ ثَلَاثَ فِرَقٍ فِرْقَةٌ تَقُولُ نُشَامُّهُ نَنْظُرُ مَا هُوَ وَفِرْقَةٌ تَلْحَقُ بالْأَعْرَابِ وَفِرْقَةٌ تَلْحَقُ بِالْمِصْرِ الَّذِي يَلِيهِمْ وَمَعَ الدَّجَّالِ سَبْعُونَ أَلْفًا عَلَيْهِمْ السِّيجَانُ وَأَكْثَرُ تَبَعِهِ الْيَهُودُ وَالنِّسَاءُ ثُمَّ يَأْتِي الْمِصْرَ الَّذِي يَلِيهِ فَيَصِيرُ أَهْلُهُ ثَلَاثَ فِرَقٍ فِرْقَةٌ تَقُولُ نُشَامُّهُ وَنَنْظُرُ مَا هُوَ وَفِرْقَةٌ تَلْحَقُ بالْأَعْرَابِ وَفِرْقَةٌ تَلْحَقُ بِالْمِصْرِ الَّذِي يَلِيهِمْ بِغَرْبِيِّ الشَّامِ
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Kaum muslimin akan memiliki tiga negeri, satu negeri di pertemuan dua laut [بِمُلْتَقَى الْبَحْرَيْنِ], satu di Hirah (Irak) dan satu negeri di Syam. Lalu manusia akan mengalami tiga kali masa ketakutan. Kemudian keluarlah Dajjal di hadapan manusia, dan ia akan membuat kerusakan dari arah timur. Negeri yang pertama kali dimasukinya adalah negeri yang ada di pertemuan dua laut, hingga penduduk negeri itu akan terpecah menjadi tiga kelompok; kelompok pertama akan mengatakan, ‘Kita akan menguji dan melihatnya siapa sebenarnya dia.’ Kelompok kedua akan bergabung orang-orang Arab dusun. Dan kelompok ketiga akan bergabung dengan negeri setelahnya. Adapun Dajjal, maka yang akan bergabung bersama sebanyak tujuh puluh ribu orang yang semuanya mengenakan [السِّيجَانُ]. Kebanyakan pengikutnya adalah orang-orang Yahudi dan para wanita. Kemudian Dajjal memasuki negeri yang kedua, lalu penduduk itu pun menjadi tiga kelompok. Kelompok pertama akan berkata, ‘Kita akan menguji dan melihatnya siapa sebenarnya dia.’ Kemudian kelompok kedua ikut bergabung dengan orang-orang Arab dusun. Dan kelompok ketiga akan bergabung dengan negeri setelahnya di sebelah barat wilayah Syam.”
[Ahmad no.17226, Hasan : Musnad Imam Ahmad no.17826, Syaikh Hamzah Ahmad Zain]

Lalu turunlah Nabi ‘Isa ‘alaihi Salam ke dunia di sebelah timur Damaskus Syam di Menara Putih.

سَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ لَا تَزَالُ طَائِفَةٌ مِنْ أُمَّتِي يُقَاتِلُونَ عَلَى الْحَقِّ ظَاهِرِينَ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ قَالَ فَيَنْزِلُ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَيَقُولُ أَمِيرُهُمْ تَعَالَ صَلِّ لَنَا فَيَقُولُ لَا إِنَّ بَعْضَكُمْ عَلَى بَعْضٍ أُمَرَاءُ تَكْرِمَةَ اللَّهِ هَذِهِ الْأُمَّةَ
Aku mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda, “Akan senantiasa ada dari umatku sekelompok orang yang berperang di atas kebenaran, mereka akan selalu nampak hingga hari kiamat.” Beliau bersabda lagi, “Lalu turunlah Isa bin Maryam, lalu pemimpin mereka berkata, ‘Kemarilah, pimpinlah kami shalat.’ Isa lalu berkata, ‘Tidak, sesungguhnya sebagaian kalian atas sebagian yang lain adalah pemimpin, sebagai bentuk pemuliaan Allah terhadap umat ini.’” [Muslim no.225]

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا تَزَالُ طَائِفَةٌ مِنْ أُمَّتِي يُقَاتِلُونَ عَلَى الْحَقِّ ظَاهِرِينَ عَلَى مَنْ نَاوَأَهُمْ حَتَّى يُقَاتِلَ آخِرُهُمْ الْمَسِيحَ الدَّجَّالَ
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam bersabda, “Akan senantiasa ada sekelompok dari umatku yang berperang di atas kebenaran dalam keadaan unggul atas orang-orang yang memusuhi mereka hingga orang terakhir di antara mereka memerangi al-Masih ad-Dajjal.”
[Abu Daud no.2125, Shahih : Shahih Abu Daud no.2484, Syaikh al-Albani]

ثُمَّ يَنْزِلُ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ عِنْدَ الْمَنَارَةِ الْبَيْضَاءِ شَرْقِيَّ دِمَشْقَ فَيُدْرِكُهُ عِنْدَ بَابِ لُدٍّ فَيَقْتُلُهُ
Kemudian Isa bin Maryam akan turun di sisi menara putih, sebelah timur kota Damaskus. Lalu ia menemukan Dajjal di pintu Ludd, lantas ia pun membunuhnya."
[Abu Daud no.3764, Shahih : Shahih Abu Daud no.4321, Syaikh al-Albani]

Dajjal pun akhirnya dibunuh oleh Nabi ‘Isa ‘alaihi Sallam di Ludd Palestina dan Yahudi dibinasakan. Kemudian muncullah Ya’juj dan Ma’juj.

إِذْ بَعَثَ اللَّهُ الْمَسِيحَ ابْنَ مَرْيَمَ فَيَنْزِلُ عِنْدَ الْمَنَارَةِ الْبَيْضَاءِ شَرْقِيَّ دِمَشْقَ بَيْنَ مَهْرُودَتَيْنِ وَاضِعًا كَفَّيْهِ عَلَى أَجْنِحَةِ مَلَكَيْنِ إِذَا طَأْطَأَ رَأْسَهُ قَطَرَ وَإِذَا رَفَعَهُ تَحَدَّرَ مِنْهُ جُمَانٌ كَاللُّؤْلُؤِ فَلَا يَحِلُّ لِكَافِرٍ يَجِدُ رِيحَ نَفَسِهِ إِلَّا مَاتَ وَنَفَسُهُ يَنْتَهِي حَيْثُ يَنْتَهِي طَرْفُهُ فَيَطْلُبُهُ حَتَّى يُدْرِكَهُ بِبَابِ لُدٍّ فَيَقْتُلُهُ ثُمَّ يَأْتِي عِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ قَوْمٌ قَدْ عَصَمَهُمْ اللَّهُ مِنْهُ فَيَمْسَحُ عَنْ وُجُوهِهِمْ وَيُحَدِّثُهُمْ بِدَرَجَاتِهِمْ فِي الْجَنَّةِ فَبَيْنَمَا هُوَ كَذَلِكَ إِذْ أَوْحَى اللَّهُ إِلَى عِيسَى إِنِّي قَدْ أَخْرَجْتُ عِبَادًا لِي لَا يَدَانِ لِأَحَدٍ بِقِتَالِهِمْ فَحَرِّزْ عِبَادِي إِلَى الطُّورِ وَيَبْعَثُ اللَّهُ يَأْجُوجَ وَمَأْجُوجَ وَهُمْ مِنْ كُلِّ حَدَبٍ يَنْسِلُونَ فَيَمُرُّ أَوَائِلُهُمْ عَلَى بُحَيْرَةِ طَبَرِيَّةَ فَيَشْرَبُونَ مَا فِيهَا وَيَمُرُّ آخِرُهُمْ فَيَقُولُونَ لَقَدْ كَانَ بِهَذِهِ مَرَّةً مَاءٌ وَيُحْصَرُ نَبِيُّ اللَّهِ عِيسَى وَأَصْحَابُهُ حَتَّى يَكُونَ رَأْسُ الثَّوْرِ لِأَحَدِهِمْ خَيْرًا مِنْ مِائَةِ دِينَارٍ لِأَحَدِكُمْ الْيَوْمَ فَيَرْغَبُ نَبِيُّ اللَّهِ عِيسَى وَأَصْحَابُهُ فَيُرْسِلُ اللَّهُ عَلَيْهِمْ النَّغَفَ فِي رِقَابِهِمْ فَيُصْبِحُونَ فَرْسَى كَمَوْتِ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ
Allah mengutus al-Masih bin Maryam. Al-Masih turun di dekat menara putih sebelah timur Damaskus, dengan mengenakan pakaian dua warna, ia meletakkan kedua telapak tangannya di atas sayap dua Malaikat. Apabila ia menundukkan kepalanya maka turun tetes-tetes air, dan apabila ia mengangkatnya maka berjatuhanlah butir-butir mutiara laksana permata. Tidak halal bagi seorang kafir yang mendapati aroma nafas al-Masih kecuali ia meninggal, padahal nafasnya menjangkau sejauh tatap matanya. Al-Masih mencari Dajjal hingga berhasil menangkapnya di pintu gerbang Ludd, lalu al-Masih membunuhnya. Kemudian Isa bin Maryam mendatangi suatu kaum yang dijaga oleh Allah dari Dajjal, Isa mengusap wajah mereka dan memberitahukan kedudukan mereka di Surga. Pada saat demikian, Allah mewahyukan kepada Isa, “Sesungguhnya Aku telah mengeluarkan hamba-hamba-Ku yang tak ada kemampuan bagi seorang pun untuk memerangi mereka, maka selamatkanlah hamba-hamba-Ku ke bukit.” Kemudian Allah mengeluarkan Ya’juj dan Ma’juj, mereka turun ke segala penjuru dari tempat yang tinggi. Kelompok mereka yang pertama melewati telaga Thabariyyah, mereka meminum airnya hingga habis. Kelompok mereka yang terakhir kewat pula, mereka berkata, “Sungguh di tempat ini dulu ada air.” Nabiyullah Isa ‘alaihi Salam dan para Shahabatnya terkepung, sehingga pada saat itu sebuah kepala sapi lebih berharga bagi mereka daripada uang seratus dinar bagi kalian sekarang ini. Nabiyullah Isa ‘alaihi Salam dan para Shahabatnya berdoa semoga Allah menghancurkan Ya’juj dan Ma’juj, lalu Allah menimpakan kepada mereka penyakit (parasit larva) di leher, sehingga mereka mati bergelimpangan layaknya kematian satu orang.” [Muslim no.5228]

Yahudi telah melakukan kejahatan yang kedua dengan membantu al-Qaim al-Masih ad-Dajjal Imam Mahdi al-Muntazhar Syiah Rafidhah dalam menjajah al-Masjidil Aqsa di Palestina, hingga Allah akan mengirimkan Hamba-Hamba-Nya kembali untuk membinasakan Yahudi dengan sehabis-habisnya dan mengeluarkan mereka (Yahudi) dari Masjidil Aqsa hingga batu dan pohon pun akan berbicara.

وَقَضَيْنا إِلى بَنِي إِسْرائِيلَ فِي الْكِتابِ لَتُفْسِدُنَّ فِي الْأَرْضِ مَرَّتَيْنِ وَلَتَعْلُنَّ عُلُوًّا كَبِيراً (4) فَإِذا جاءَ وَعْدُ أُولاهُما بَعَثْنا عَلَيْكُمْ عِباداً لَنا أُولِي بَأْسٍ شَدِيدٍ فَجاسُوا خِلالَ الدِّيارِ وَكانَ وَعْداً مَفْعُولاً (5) ثُمَّ رَدَدْنا لَكُمُ الْكَرَّةَ عَلَيْهِمْ وَأَمْدَدْناكُمْ بِأَمْوالٍ وَبَنِينَ وَجَعَلْناكُمْ أَكْثَرَ نَفِيراً (6) إِنْ أَحْسَنْتُمْ أَحْسَنْتُمْ لِأَنْفُسِكُمْ وَإِنْ أَسَأْتُمْ فَلَها فَإِذا جاءَ وَعْدُ الْآخِرَةِ لِيَسُوؤُا وُجُوهَكُمْ وَلِيَدْخُلُوا الْمَسْجِدَ كَما دَخَلُوهُ أَوَّلَ مَرَّةٍ وَلِيُتَبِّرُوا مَا عَلَوْا تَتْبِيراً (7) عَسى رَبُّكُمْ أَنْ يَرْحَمَكُمْ وَإِنْ عُدْتُمْ عُدْنا وَجَعَلْنا جَهَنَّمَ لِلْكافِرِينَ حَصِيراً (8)
Dan telah Kami tetapkan terhadap Bani Israil dalam Kitab itu: “Sesungguhnya kamu akan membuat kerusakan di muka bumi ini dua kali  dan pasti kamu akan menyombongkan diri dengan kesombongan yang besar”.
Maka apabila datang saat hukuman bagi (kejahatan) pertama dari kedua (kejahatan) itu, Kami datangkan kepadamu hamba-hamba Kami yang mempunyai kekuatan yang besar, lalu mereka merajalela di kampung-kampung, dan itulah ketetapan yang pasti terlaksana.
Kemudian Kami berikan kepadamu giliran untuk mengalahkan mereka kembali dan Kami membantumu dengan harta kekayaan dan anak-anak dan Kami jadikan kamu kelompok yang lebih besar.
Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri dan jika kamu berbuat jahat, maka (kejahatan) itu bagi dirimu sendiri, dan apabila datang saat hukuman bagi (kejahatan) yang kedua, (Kami datangkan orang-orang lain) untuk menyuramkan muka-muka kamu dan mereka masuk ke dalam mesjid, sebagaimana musuh-musuhmu memasukinya pada kali pertama dan untuk membinasakan sehabis-habisnya apa saja yang mereka kuasai.
Mudah-mudahan Tuhanmu akan melimpahkan rahmat(Nya) kepadamu; dan sekiranya kamu kembali kepada (kedurhakaan) niscaya Kami kembali (mengazabmu) dan Kami jadikan neraka Jahannam penjara bagi orang-orang yang tidak beriman.
[QS. Al-Israa’ : 4-8]

وَقَوْلُهُ: فَإِذا جاءَ وَعْدُ الْآخِرَةِ أي الكرة الآخرة، أي إذا أفسدتم الكرة الثانية وجاء أعداؤكم لِيَسُوؤُا وُجُوهَكُمْ أَيْ يُهِينُوكُمْ وَيَقْهَرُوكُمْ، وَلِيَدْخُلُوا الْمَسْجِدَ أَيْ بَيْتَ الْمَقْدِسِ كَما دَخَلُوهُ أَوَّلَ مَرَّةٍ أَيْ فِي الَّتِي جَاسُوا فِيهَا خِلَالَ الدِّيَارِ
Firman Allah Ta’ala, [فَإِذا جاءَ وَعْدُ الْآخِرَةِ] “Dan apabila datang saat hukuman bagi (kejahatan) yang kedua,” Maksudnya adalah apabila kamu melakukan kerusakan yang kedua kalinya. Dan telah datang musuh-musuh kalian [لِيَسُوؤُا وُجُوهَكُمْ] “Untuk menyuramkan muka-muka kamu” Maksudnya adalah untuk menindas dan menghinakan kamu. [وَلِيَدْخُلُوا الْمَسْجِدَ] “Mereka masuk ke dalam mesjid,” yaitu Baitul Maqdis [كَما دَخَلُوهُ أَوَّلَ مَرَّةٍ] “Sebagaimana musuh-musuhmu memasukinya pada kali pertama” Yakni ketika mereka merajalela di negeri (kamu).
[Tafsir Ibnu Katsir 5/45, al-Hafidzh Ibnu Katsir]

وَإِنَّهُ سَيَظْهَرُ أَوْ قَالَ سَوْفَ يَظْهَرُ عَلَى الْأَرْضِ كُلِّهَا إِلَّا الْحَرَمَ وَبَيْتَ الْمَقْدِسِ وَإِنَّهُ يَحْصُرُ الْمُؤْمِنِينَ فِي بَيْتِ الْمَقْدِسِ فَيُزَلْزَلُونَ زِلْزَالًا شَدِيدًا ثُمَّ يُهْلِكُهُ اللَّهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى وَجُنُودَهُ حَتَّى إِنَّ جِذْمَ الْحَائِطِ أَوْ قَالَ أَصْلَ الْحَائِطِ وَقَالَ حَسَنٌ الْأَشْيَبُ وَأَصْلَ الشَّجَرَةِ لَيُنَادِي أَوْ قَالَ يَقُولُ يَا مُؤْمِنُ أَوْ قَالَ يَا مُسْلِمُ هَذَا يَهُودِيٌّ أَوْ قَالَ هَذَا كَافِرٌ تَعَالَ فَاقْتُلْهُ
Sungguh ia (Dajjal) akan muncul atau menjelajahi seluruh bumi kecuali Tanah Haram dan Baitul Maqdis, ia akan mengepung kaum Mukminin di Baitul Maqdis dan berbuat kerusakan yang sangat dahsyat hingga Allah Tabaraka wa Ta’ala membinasakannya bersama pasukannya, sehingga akar pohon atau batang pohon (berkata Hasan al-Asyyab) yaitu pohon akan berseru atau mengatakan, “Wahai Mukmin atau wahai Muslim, ini ada orang Yahudi,” atau berkata, “ini ada orang kafir, kemarilah dan bunuhlah ia!”
[Ahmad no.19318, Shahih : Musnad Imam Ahmad no.20054, Syaikh Hamzah Ahmad Zain]

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى يُقَاتِلَ الْمُسْلِمُونَ الْيَهُودَ فَيَقْتُلُهُمْ الْمُسْلِمُونَ حَتَّى يَخْتَبِئَ الْيَهُودِيُّ مِنْ وَرَاءِ الْحَجَرِ وَالشَّجَرِ فَيَقُولُ الْحَجَرُ أَوْ الشَّجَرُ يَا مُسْلِمُ يَا عَبْدَ اللَّهِ هَذَا يَهُودِيٌّ خَلْفِي فَتَعَالَ فَاقْتُلْهُ إِلَّا الْغَرْقَدَ فَإِنَّهُ مِنْ شَجَرِ الْيَهُودِ
Bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda, “Hari Kiamat tidak akan terjadi hingga kaum Muslimin memerangi Yahudi lalu kaum muslimin membunuh mereka hingga orang Yahudi bersembunyi di balik batu dan pohon, batu atau pohon berkata, ‘wahai Muslim, wahai hamba Allah, ini orang Yahudi ada di belakangku, kemarilah, bunuhlah dia,’ kecuali pohon gharqad, ia adalah pohon Yahudi'.” [Muslim no.5203]

Ketika Nabi Isa ‘alaihi Sallam turun, maka salib akan dipatahkan, babi akan dibunuh serta jizyah akan dihapuskan, sehingga perdamaian akan terwujud.

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَيُوشِكَنَّ أَنْ يَنْزِلَ فِيكُمْ ابْنُ مَرْيَمَ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَكَمًا مُقْسِطًا فَيَكْسِرَ الصَّلِيبَ وَيَقْتُلَ الْخِنْزِيرَ وَيَضَعَ الْجِزْيَةَ وَيَفِيضُ الْمَالُ حَتَّى لَا يَقْبَلَهُ أَحَدٌ
ثُمَّ يَقُولُا أَبُو هُرَيْرَةَ اقْرَءُوا إِنْ شِئْتُمْ
{ وَإِنْ مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ إِلَّا لَيُؤْمِنَنَّ بِهِ قَبْلَ مَوْتِهِ }
الْآيَةَ
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda, “Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya. Sungguh, kedatangan (Isa) bin Maryam Shallallahu ‘alaihi wa Sallam kepada kalian untuk menjadi Hakim secara adil akan segera tiba. Dia akan mematahkan salib, membunuh babi serta menghapuskan jizyah (dari orang kafir). Harta akan melimpah ruah, sehingga tidak ada seorang pun yang ingin menerimanya.”
Kemudian Abu Hurairah berkata, “Bacalah jika kalian berkehendak, ‘Tidak ada seorang pun dari Ahli Kitab, kecuali akan beriman kepadanya (Isa) sebelum kematiannya.’ [Qs. an-Nisaa ': 159].” [Muslim no.220]

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَنْزِلُ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ إِمَامًا عَادِلًا وَحَكَمًا مُقْسِطًا فَيَكْسِرُ الصَّلِيبَ وَيَقْتُلُ الْخِنْزِيرَ وَيُرْجِعُ السَّلْمَ وَيَتَّخِذُ السُّيُوفَ مَنَاجِلَ وَتَذْهَبُ حُمَةُ كُلِّ ذَاتِ حُمَةٍ وَتُنْزِلُ السَّمَاءُ رِزْقَهَا وَتُخْرِجُ الْأَرْضُ بَرَكَتَهَا حَتَّى يَلْعَبَ الصَّبِيُّ بِالثُّعْبَانِ فَلَا يَضُرُّهُ وَيُرَاعِي الْغَنَمَ الذِّئْبُ فَلَا يَضُرُّهَا وَيُرَاعِي الْأَسَدُ الْبَقَرَ فَلَا يَضُرُّهَا
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda, “Isa bin Maryam akan turun sebagai Imam dan Hakim yang adil, kemudian ia akan menghancurkan salib, membunuh babi dan mengembalikan perdamaian, pedang-pedang akan kembali ke dalam sarungnya, setiap yang beracun akan kembali ke tempat asalnya, langit akan menurunkan rizki dan bumi akan mengeluarkan barakahnya sehingga seorang anak kecil akan bermain-main dengan seekor ular dan tidak membahayakannya, serigala menggembalakan kambing dan tidak membahayakannya, singa mengembalakan sapi dan tidak membahayakannya.”
[Ahmad no.9871, Shahih : Musnad Imam Ahmad no. 10210, Syaikh Hamzah Ahmad Zain]

فَسَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ لَا تَزَالُ عِصَابَةٌ مِنْ أُمَّتِي يُقَاتِلُونَ عَلَى أَمْرِ اللَّهِ قَاهِرِينَ لِعَدُوِّهِمْ لَا يَضُرُّهُمْ مَنْ خَالَفَهُمْ حَتَّى تَأْتِيَهُمْ السَّاعَةُ وَهُمْ عَلَى ذَلِكَ فَقَالَ عَبْدُ اللَّهِ أَجَلْ ثُمَّ يَبْعَثُ اللَّهُ رِيحًا كَرِيحِ الْمِسْكِ مَسُّهَا مَسُّ الْحَرِيرِ فَلَا تَتْرُكُ نَفْسًا فِي قَلْبِهِ مِثْقَالُ حَبَّةٍ مِنْ الْإِيمَانِ إِلَّا قَبَضَتْهُ ثُمَّ يَبْقَى شِرَارُ النَّاسِ عَلَيْهِمْ تَقُومُ السَّاعَةُ
Aku juga pernah mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda, “Akan senantiasa ada dari umatku sekelompok yang berperang di atas perkara Allah, mereka mengalahkan musuh-musuh mereka, dan orang-orang yang menyelisihi mereka tidak akan dapat membahayakan mereka, hingga datang hari kiamat sedangkan mereka masih dalam keadaan seperti itu.” Abdullah pun menimpali, “Benar.” “Kemudian Allah mengirim sebuah angin yang wanginya seperti misk dan lembutnya seperti sutera, tidaklah ia melewati seseorang yang di dalam hatinya terdapat keimanan meskipun hanya seberat biji benih, kecuali ia pasti akan diwafatkannya. Maka tinggallah orang-orang jahat saja, lalu terjadilah hari kiamat.” [Muslim no.3550]