Tuesday, May 13, 2014

// // Leave a Comment

Kuburan Abu Luluah Majusi di Iran Syiah

Kuburan Abu Luluah Majusi di Iran Syiah



Kuburan Abu Luluah Majusi di Iran Syiah
[www.youtube.com/watch?v=Ip5dyPRtJC4]

Kuburan Abu Luluah Majusi di Iran SyiahKuburan Abu Luluah Majusi di Iran SyiahKuburan Abu Luluah Majusi di Iran Syiah

Pada setiap tahun, Syi’ah merayakan terbunuhnya Khalifah Umar bin al-Khaththab Radhiyallahu ‘anhu, dan mereka menganggapnya sebagai hari raya, yang kegembiraan dan kebahagiaan merasuk dalam hati mereka. Hari raya tersebut mereka sebut dengan Idul Ghufran, dan itu bertepatan dengan tanggal 9 Rabi’il Awwal. Mereka mengklaimnya bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala mengangkat dari mereka perhitungan amal pada hari itu.


Kita tidak mengenal satu bangsa yang bergembira dengan syahidnya khalifah kedua yang mulia Umar bin al-Khaththab Radhyiallahu ‘anhu kecuali Bangsa Persia (al-Majusi) dan bangsa Yahudi. Khalifah Umar bin al-Khaththab Radhiyallahu ‘anhu dibunuh oleh seorang Zindiq, Abu Lu`lu`ah si Majusi, mudah-mudahan laknat Allah tertimpa atasnya. Dulunya dia bernama Fairuz, dan dipanggil dengan Abu Lu`lu`ah, sebagai penisbatan kepada putrinya. Dia adalah orang kafir berdasarkan kesepakatan Ahlul Islam. Dia adalah seorang Majusi penyembah api. Dia telah membunuh Umar karena kebenciannya terhadap Islam dan para pemeluknya, juga karena kecintaannya kepada orang-orang Majusi, dan sebagai bentuk dendam untuk Bangsa Persia, negeri mereka, yang telah ditaklukkan oleh Umar Radhiyallahu ‘anhu, sebagaimana disebutkan oleh Ibnu Taimiyah Rahimahullah dalam Minhajus Sunnah (6/370).

Sementara orang yang berselancar di situs-situs Syi’ah, dia (dan setiap muslim) akan terkejut dengan apa yang akan dia baca. Penjahat Pelaku teror ini ternyata dikenalkan oleh kaum Syi’ah sebagai berikut :

Siapakah dia Abu Lu`lu`ah?
Abu Lu`lu`ah adalah orang yang mendapatkan kemuliaan dengan membunuh makhluk Allah yang paling keji dari makhluk pertama hingga terakhir.

Pemuliaan Iran terhadapnya:
Disebutkan bahwa Iran, mulai melakukan pekerjaan restorasi atas tempat ziarah yang mereka sebut dengan Marqad Baba Syuja’uddin (Tempat Peristirahatan Baba Syuja’uddin) pada tahun 2003 M, dan menganggap tempat ziarah tersebut adalah tempat ziarah bersejarah yang wajib dilestarikan. Dan menamakan jalan Marqad tersebut yang ada di sana dengan namanya; Jalan al-Fairuziy. Mereka membaca keutamaan-keutamaan orang zindiq tersebut. Mereka menyebutnya dengan Hadharat Baba Syuja’uddin. Mereka juga berkata kepada manusia, ‘Ziarahilah dia, dengan menziarahinya, seluruh dosa kalian akan diampuni.’

Sebagian situs Syi’ah menyebutkan bahwa siapa yang menziarahi kuburannya yang mulia, pastilah dia akan melihat bahwa sebagian ulama kami yang ahli berijtihad dikuburkan di sisinya. Mereka telah mewasiatkan yang demikian sebelum kematian mereka agar mereka mendapatkan syafaat orang zindiq tadi di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Di antara do’a-do’a mereka :

الَّلهُمَّ ارْضَ عَنْ أَبِيْ لُؤْلُؤَةَ وَاحْشُرْنِيْ مَعَهُ
“Ya Allah, ridhailah Abu Lu`lu`ah, dan kumpulkanlah aku bersamanya.”

Kuburan Abu Luluah Majusi di Iran Syiah
[Termasuk keharusan bagi para peziarah untuk berdo’a melaknat Abu Bakar Umar, dan Utsman]

Bahkan para pengelola makam tersebut berbuat lebih dari itu. Mereka memasang papan bertuliskan pengkafiran dan laknat kepada Abu Bakar, Umar, Utsman sebagaimana Anda lihat di gambar.

Kuburan Abu Luluah Majusi di Iran Syiah

Bahwasannya Abu Lu`lu`ah ketika membunuh Umar bin al-Khaththab Radhiyallahu ‘anhu, manusia mengepungnya untuk menangkap. Ketika dia merasa bahwa mereka akan menguasainya, dia pun menusuk dirinya sendiri dan mati bunuh diri, mudah-mudahan laknat Allah dan seluruh manusia menimpannya hingga hari kiamat. Sementara kuburan yang ada pada mereka di kota Kasyan, hanyalah kuburan ilusi saja, itu hanya sekedar symbol. Akan tetapi hati mereka telah tergantung dengan kuburannya, sebagaimana mereka tergantung dengan kuburan-kuburan, dan makam-makam khayalan lainnya, seperti kuburan ‘Ali Radhiyallahu ‘anhu, dan kuburan al-Husain Radhiyallahu ‘anhu, dan makam-makam palsu lainnya.

Setelah penjelasan ini, kita katakan bahwa tetap adanya kuburan tersebut adalah bukti nyata bahwa itu adalah bentuk pemuliaan yang agung dari Syi’ah terhadap pembunuh Amirul Mukminin, Khalifah Umar Radhiyallahu ‘anhu. Karena ini merupakan sebuah bentuk provokasi terhadap perasaan kita, kaum muslimin, maka sesungguhnya kami menuntut kepada Republik Iran untuk menghancurkan kuburan tersebut. Terutama kepada Penasihat Tinggi Iran yang telah memfatwakan haramnya menjelek-jelekkan simbol Ahlus Sunnah. Sebagaimana kami menuntut kepada orang-orang yang bertanggung jawab, dan para pengajak kepada pendekatan Syi’ah – Sunnah di setiap negeri Islam untuk mengadopsi kasus ini, serta menindaklanjuti dan berusaha untuk mengatasinya.

Kuburan Abu Luluah Majusi di Iran Syiah
[Do’a-do’a, ungkapan keridhaan terhadap Abu Lu`lu`ah di pintu masuk makam]

Kuburan Abu Luluah Majusi di Iran Syiah
[Pintu Masuk kubur Abu Lu’luah, Si Majusi]

Kuburan Abu Luluah Majusi di Iran Syiah
[tertulis, pada pintu masuk bagian atas, bahwa tempat ini diberkahi, dan diambil keberkahan darinya]

[qiblati.com/kuburan-abu-luluah-al-majusi.html]

Sekelompok Ulama dari al-Azhar menyambut keputusan Syaikh besar mereka yaitu Ahmad Muhammad ath-Thayyib untuk membatalkan pertemuan dengan Wakil Presiden Iran dan Menteri Pariwisata Hamid Baghai.

Al-Azhar, yang merupakan pusat dunia Islam Sunni, juga menyerukan untuk memblokade pada setiap pertemuan dengan para pejabat Iran kecuali Republik Islam (Syiah Rafidhah al-Majusi) melakukan perubahan dan menghancurkan kuil Abi Lu’lu'aah al-Majusi, pembunuh khalifah kedua (Shahabat Nabi) Umar bin al-Khaththab.

Muslim Sunni percaya bahwa empat khalifah pertama setelah Muhammad berhak untuk mengambil tempatnya sebagai pemimpin Muslim, meninggalkan perbedaan yang sangat besar dengan Muslim Syiah yang percaya bahwa satu-satunya ahli waris dari keempat Shahabat tersebut, yaitu Ali, adalah penerus yang sah (setelah Nabi) untuk memimpin umat Islam.

Baghai mengunjungi tempat-tempat bersejarah lainnya.

Tapi pada tahun 2007 Ayatullah (Pendeta Syiah Rafidhah al-Majusi) Muhammad Ali Taskhiri, Sekjen Majelis Dunia yang berbasis di Teheran untuk Pendekatan Pemikiran Ulama Islam, mengirim surat ke Persatuan Internasional Ulama Muslim dengan mengatakan bahwa otoritas Iran telah menutup makam.

Rifaa al-Tahtawi, juru bicara Al-Azhar mengatakan bahwa al-Thayyib mengajar setiap hari Selasa dan ingin menjaga jadwalnya tepat waktu, dan delegasi Iran telah terlambat meminta pertemuan dengan al-Thayyib meskipun empat hari mereka tinggal di Mesir untuk menandatangani perjanjian maskapai penerbangan, yang menghubungkan Kairo dan Teheran untuk pertama kalinya setelah 30 tahun hubungan terputus.

Al-Tahtawi juga telah menunjukkan bahwa Baghai telah mengunjungi beberapa masjid yang sangat dihormati oleh Muslim Syiah, termasuk al-Sayyidah Zainab (putri Nabi), al-Sayyidah Nafisa (cucu Nabi dari Hussain), dan Imam Hussain (putra [cucu] Nabi).

Kepala kelompok Ulama, Dr. Muhammed al-Biri mengatakan bahwa Iran tidak menawarkan banyak untuk menutup perbedaan antara dua sekte, dan menyeru Iran untuk menghilangkan apa-apa yang menyinggung umat Muslim Sunni.

Pembunuh Umar

Makam Abu Lu’lu'aah berada di kota Kashan dan memiliki beberapa pengunjung, dan hanya sebagai simbolik semata karena tubuhnya dimakamkan di Madinah, di Arab Saudi.

Front Aksi Islam, kepanjang-tanganan Ikhwanul Muslimin di Yordania telah mengirim surat kepada pemimpin tertinggi Iran Ayatullah (Pendeta Syiah Rafidhah al-Majusi) Khamenei untuk menghancurkan makam untuk meredakan hubungan Sunni-Syiah.

Sekjen Front Aksi Islam Hamza Mansour juga menekankan Fatwa dalam sebuah surat kepada Khamenei untuk melarang penghinaan dan melaknat yang berkepanjangan pada Shahabat Nabi.

Mansour juga mengomentari Yasir al-Habib, yang kewarganegaraan Kuwait dicopot (kewarganegaraannya) setelah ia membuat pernyataan yang menghina al-Sayyidah ‘Aisyah, (istri Nabi Muhammad) dan beberapa Shahabat Nabi.

Dia mengatakan bahwa pernyataan al-Habib tidak berbeda dari apa yang Islam hadapi dari fitnah yang berasal dari Eropa dan Tel Aviv, dan mengambil mode yang sama dalam serangan abadi terhadap Muslim di Palestina, Lebanon dan Afghanistan.

Dia juga menyerukan kaum Sunni untuk bisa membangun Masjid mereka di Teheran di mana pun mereka suka, sama seperti halnya Muslim Syiah dapat membangun masjid mereka di mana saja.

Muhammad Salim al-Awa, Sekjen Persatuan Internasional Ulama Muslim telah mengatakan kepada Al Arabiya bahwa “makam se orang Sufi tua di Iran, dengan sedikit pengunjung, telah ditutup oleh otoritas Iran.”

[www.al-ahwaz.com/english/2010/news/8-10-2010-1-world.html]