Monday, May 12, 2014

// // Leave a Comment

Kuil Majusi di Iran Syiah al Majusi

Kuil Majusi di Iran Syiah al Majusi


Menit 03:25 – 03:45
Pembawa Acara
Di kota Yazd, sama seperti banyak kota Iran (Syiah Rafidhah al-Majusi) lainnya, yaitu masyarakatnya berasal dari berbagai budaya dan agama. Aku akan mengunjungi sebuah bangunan yang termasuk dalam agama lainnya (non Syiah Rafidhah al-Majusi).

Sebelum Islam, masyarakat di wilayah ini telah mengamalkan salah satu agama tertua di dunia. Agama mereka adalah Majusi, agama (Majusi) didirikan pada abad ke-6 SM.

Menit 03:45 – 04:10
Pembawa Acara
Aku akan pergi masuk ke dalam (Kuil Api Majusi) [yang terdapat] salah satu tempat lubang Api Majusi, untuk melihat peran apa yang dimiliki oleh api tersebut di dalam agama mereka.

Di Iran (Syiah Rafidhah al-Majusi) masih terdapat 25.000 orang yang menganut agama (Majusi) ini dan juga memiliki perwakilan di Parlemen untuk mendukung hak-hak mereka.

Mereka mengatakan kepadaku bahwa mereka (Majusi) tidak menyembah api, namun mereka percaya unsur-unsur yang murni dapat memurnikan wilayah yang berada di sekitarnya.

Menit 04:10 – 04:20
Pembawa Acara
Kita harus memakai topi ini dikarenakan ada dua hal yang tidak diizinkan di dalam yaitu perhiasan orang yang telah mati atau tubuh orang yang telah mati. Karena rambutkulah (termasuk perhiasan manusia) yang menyebabkan aku memakai topi ini.

Menit 04:20 – 04:40
Pendeta Kuil Api Majusi
Tempat lubang api telah ada semenjak api ditemukan, tempat lubang api tidak ada hubungannya sama sekali dengan Majusi atau agama mereka. Karena meterial untuk menyalakan api belum ada (ketika agama Majusi didirikan), sedangkan tempat lubang api dibuat untuk melindungi dan menjaga agar api tetap menyala.

Menit 04:40 – 04:45
Pembawa Acara
Majusi di Iran (Syiah Rafidhah al-Majusi) terkenal dengan pakaian mereka yang penuh dengan warna, aku bertanya mengenai warna tersebut serta alasan di baliknya.

Menit 04:45 05:00
Penganut Agama Majusi
(Alasan pakaian yang pernuh warna), karena orang-orang lebih menghormati alam dan warna alam, serta keindahan yang diletakkan di dalam bunga-bunga dan rerumputan.

Menit 05:00 - 05:05
Pembawa Acara
umur Kuil Api ini adalah sekitar 100 tahun, namun apinya tetap menyala selama tahun tersebut. Pada saat perang, api ini disembunyikan di sebuah goa.

Menit 05:05 – 05:35
Pendeta Kuil Api Majusi
Kami telah merawat dan menjaga api ini, kami telah melindungi api ini sejak tahun 1539. Tapi jika berdasarkan hal tersebut (merawat dan menjaga api) dianggap sebagai menyembah api, maka sama sekali tidak. Doa dan penyembahan hanya ditujukan kepada Tuhan satu-satunya.

Menit 05:35
Pembawa Acara
Selama api tersebut masih menyala, aku mengharapkan perbedaan di antara masyarakat tidak ikut terbakar sehingga semuanya bisa hidup dalam damai.

[https://www.youtube.com/watch?v=fqLE1oJ2C2Q]