Wednesday, May 28, 2014

// // Leave a Comment

Syiah Iran Kecanduan Narkoba

Syiah Iran Kecanduan Narkoba


Menit 00:00 - 00:20
Pembawa Acara
Di dalam sebuah gang kumuh Teheran, ada sebuah pintu ke neraka. Yaitu pemulihan (diri) yang sangat singkat dalam menghadapi kebosanan, melarikan diri dari tekanan akan kemiskinan, pengangguran dan pusaran keterputus-asaan.

Menit 00:25 - 00:35
Pecandu Narkoba Syiah Iran
“Aku tidak memiliki harapan lagi dalam hidupku.”
“Aku sudah mencoba untuk bunuh diri dua kali. Sayangnya aku masih berada (hidup) di sini.”

Menit 00:35 – 01:40
Pembawa Acara
Pecandu narkoba tewas dikarenakan overdosis di sini pada malam hari sebelumnya. Hal ini terjadi hampir setiap malam.
Jadi, bagaimana caranya Republik Islam (Syiah Rafidhah) ini dijalankan oleh para ulama (Pendeta Syiah Rafidhah) yang fanatik terhadap agama (Syiah Rafidhah) ketika berhadapan dengan masalah narkoba terbesar di dunia? apakah mereka (Pendeta Syiah Rafidhah) memiliki toleransi yang nol?
Kalau begitu, bersiaplah untuk terkejut.
Iran memiliki tingkat kecanduan heroin tertinggi di planet ini. Tidak ada negara lain, bahkan yang mendekatinya (dalam tingginya pecandu heroin).
Ratusan ton narkoba membanjiri dari negeri sebelah yaitu Afghanistan, yang sebagian besarnya dikirim ke Eropa. Pemerintah Iran mengakui 3.5 juta orang adalah pecandu di antara 75 juta penduduknya.
Satu dari tiga pecandu tersebut memiliki virus HIV-AIDS dan 90 persennya memiliki penyakit Hepatitis C, dan bahkan penyakit yang lebih mematikan. Pemakaian sharing (saling berbagi) dalam jarum suntiklah yang harus disalahkan.
21 tahun, Ramin seorang pecandu selama lima tahun dan di sebelah kirinya, yaitu Majid, penjual narkoba, 20 tahun menjadi seorang pecandu.
Ramin mengatakan bahwa dia merasa baikan sekarang setelah disuntik jarum narkoba. Ditanya bagaimana perasaannya sebelumnya, katanya, ia tidak merasa baikan.

Menit 01:40 - 01:55
Pecandu Narkoba Syiah Iran
“Kami tidak memiliki uang dan aku benci orang-orang.”
Pecandu Narkoba Syiah Iran
“Tidak ada yang suka kepada kami di dunia ini.”

Menit 01:55 – 02:05
Pembawa Acara
Ramin adalah seorang pencuri, di Iran, sama seperti di tempat lainnya, narkoba dan kejahatan sangat terkait erat.

Menit 02:05 - 02:20
Pecandu Narkoba Syiah Iran
“Aku masuk dengan paksa ke gedung-gedung apartemen, mulai dari lantai atas dan bekerja dengan turun ke bawah, mencuri semua sepatu bagus yang orang-orang meninggalkannya di depan pintu mereka.”
Pecandu Narkoba Syiah Iran
“Tidak semua orang merendahkan diri dengan perbuatan rendah tersebut (mencuri), ada beberapa dari kami menghasilkan uang dengan menjual heroin dan juga memakainya (dengan menyuntikkan heroin).”

Menit 02:20 – 03:00
Pembawa Acara
Mohammad adalah seorang pecandu heroin selama 12 tahun, sekarang dia telah bersih. Dia sedang dalam misi untuk membantu orang lain keluar dari kecanduan narkoba.
Setiap pagi, yang didampingi oleh mantan pecandu lainnya, yaitu Morteza, dia pergi menuju ke tempat di mana mereka biasa menyuntik narkoba.
Mereka dikerumuni oleh para pecandu yang datang untuk pemberian cuma-cuma jarum suntik dan jarum bersih.
Hebatnya, semua ini adalah tindakan resmi yang disetujui dan disubsidi oleh pemerintah (Iran Syiah Rafidhah) yang baru beberapa tahun yang lalu telah melakukan eksekusi para pecandu.

Menit 03:00 - 03:15
Pecandu Narkoba Syiah Iran
“Apakah yang dilakukan oleh orang-orang ini benar-benar efektif? Program pertukaran jarum suntik (bersih) telah menurunkan secara besar-besaran jumlah kasus HIV dan AIDS di sekitar sini.”

Menit 03:15 – 03:25
Pembawa Acara
Morteza dan Mohammad telah memberikan perawatan medis bagi pecandu dan nasihat serta peralatan bersih.
PBB sekarang memuji  pendekatan “yang tercerahkan” Iran, yaitu kebijakan yang jauh lebih pragmatis, kebijakan narkoba yang lebih progresif daripada Amerika dan inilah yang berasal dari rezim konservatif Barat.
Mohammad sedang mengambil Methadone, yaitu sebuah obat pengganti heroin sintetis, obat pengganti medis. Program Methadone yang didukung dan didanai oleh kebijakan pemerintah, di mana para pecandu narkoba diperlakukan sebagai pasien, dan bukan penjahat.

Menit 03:50 - 04:05
Mantan Pecandu Narkoba Syiah Iran
“Methadone adalah sejenis pil yang membuat anda jauh dari narkoba. Dan bahkan jika polisi menghentikan anda, maka mereka tidak dapat menangkap anda.”

Menit 04:10 – 04:20
Pembawa Acara
Polisi pun benar-benar muncul ketika para pecandu berkumpul dan kamera pun tetap merekam. Tidak ada masalah sedikitpun, ini semua tidak ada yang ditutup-tutupi (rekaman berjalan dengan apa adanya tanpa ada kepura-puraan).

Menit 04:30 - 04:45
Mantan Pecandu Narkoba Syiah Iran
“Aku pikir methadone adalah sebuah keajaiban. Aku biasanya menyuntikkan tujuh gram heroin sehari. Aku akan membariskan lima jarum suntik untuk digunakan berurutan, menyuntikkan jarum di lenganku dan segera setelah selesai aku akan tetap menyuntikkannya jarum lainnya.”

Menit 04:50 – 04:55
Pembawa Acara
Mohammad biasanya mencuri dari ibunya. Methadone secara radikal telah mengubah hubungan mereka.

Menit 04:55 - 05:10
Ibu Mantan Pecandu Narkoba Syiah Iran
“Dia telah menuju hidup yang sehat sekarang. Dia bangun setiap pagi, mandi dan bahkan membuat sarapan sendiri. Aku sangat senang atasnya.”

Menit 05:10 – 05:20
Pembawa Acara
Mohammad telah melepaskan diri dari apa yang dalam bahasa Persia mereka sebut sebagai “gard” atau “bubuk”, melalui Pusat Persepolis Teheran, di mana sekarang telah menarik minat ratusan pecandu.

Menit 05:20 – 05:30
Pemilik Pusat Persepolis
“Para pasien yang datang ke sini telah beralih dari kecanduan (penyuntikan heroin) di pembuluh darah ke pengobatan methadone dan mereka juga mendapatkan konseling di sini.”

Menit 05:30 – 06:00
Pembawa Acara
Bijan Nasirimanesh, seorang dokter dengan pelatihan, yang pertama kali dilakukan adalah mendirikan (Pusat Persepolis) di sebuah trailer, tiga tahun berlalu dan (akhrinya) dia memiliki tiga kamp yang terpisah di ibukota.
Methadone tidak menghasilkan efek euforia di kalangan penggunanya, tetapi dapat menghalau keinginan untuk beralih ke heroin. Satu dosis cukup untuk satu setengah hari, dan penggunanannya dengan cara ditelan, bukan dengan disuntik, sehingga risiko terkena HIV atau Hepatitis C hampir nol. Di Pusat Persepolis, mereka menjadikan bubuk pilnya sehingga pasien tidak bisa menjual methadone di jalanan.

Menit 06:00 - 06:10
Wanita Pecandu Narkoba Syiah Iran
“Anda merasa normal ketika Anda meminum methadone. Ini seperti anda tidak pernah memakai narkoba sama sekali dan anda adalah orang yang normal.”

Menit 06:10 – 06:30
Pembawa Acara
Methadone yang sebagai jalan keluar bagi pasien dan pusat detox, sedang dibicarakan oleh Presiden Mahmoud Ahmadinejad, yang memiliki kebijakan narkoba yang liberal yang membawanya kepada rasa hormat yang baru. (Berbeda ketika) kembali pada saat hari-hari (berkuasanya) Ayatollah (Pendeta Syiah Rafidhah) Khomeini, yaitu kepemilikan bahkan dua gram heroin merupakan pelanggaran berat.

Menit 06:30 – 07:00
Pemilik Pusat Persepolis
“Bertentangan dengan apa yang dipikirkan oleh orang-orang mengenai pemerintahan saat ini, bahwa (pemerintahan) lebih konservatif dan fundamentalis, di mana pemerintahan telah mendukung program kami lebih dari pemerintahan sebelumnya. Ketika Presiden Ahmadi Nejad adalah seorang walikota Teheran ia memerintahkan pemerintahan kota untuk membangun 40 pusat (pemulihan pecandu narkoba). dan sekarang dia telah menjadi presiden, di mana dia selalu berbicara tentang pengobatan methadone dan cukup terbuka tentang masalah narkoba Iran.”

Menit 07:05 – 07:35
Pembawa Acara
Hal ini mungkin dikarenakan pemerintahan Iran baru saja menyadari bahwa mengeksekusi dan menangkap para pecandu narkoba tidaklah bekerja, tetapi kebijakan ini juga didorong oleh rasa takut akan epidemi HIV yang meningkat.
Ini adalah sesi konseling di Pusat Persepolis, yang dipimpin oleh istri Bijan, yaitu Faranak.
Baru-baru ini program pengobatan methadone diperpanjang hingga ke penjara, yang di mana sebagian besar pecandunya mengidap HIV, dengan berbagi jarum suntik buatan sendiri atau pompa. Tiga perempat dari tahanan Iran adalah pecandu narkoba.

Menit 07:35 - 08:00
Mantan Pecandu Narkoba Syiah
“Anda bisa mendapatkan narkoba di penjara jauh lebih mudah daripada di luar. Ketika aku berada di dalam penjara, aku biasanya pergi ke penjual narkoba, membayarnya dengan sedikit uang dan menyuntikkannya dengan pompa. Pompa yang sama digunakan oleh setidaknya seratus orang untuk menyuntikkan narkoba dari pagi hingga malam. Dan itu bisa digunakan oleh lebih dari 100 orang, bahkan lebih.”

Menit 08:00 - 08:15
Mantan Pecandu Narkoba Syiah
“Para sipir penjara membawa narkoba ke dalam penjara melalui diri mereka sendiri. Kadangkala mereka juga memberikannya kepada pengunjung untuk membawanya ke dalam untuk mereka. Tapi biasanya polisi sendiri yang membawa narkoba ke dalam penjara.”

Menit 08:00 - 08:40
Pembawa Acara
Revolusi methadone Iran mungkin menjadikannya itu semua sebagai sejarah.
Keterbukaan pemikiran akan pendekatan berada di ambang kontra-intuitif di dalam rezim ini, yaitu masyarakat Islam (Syiah Rafidhah).
Pemberian secara cuma-cuma (alat suntik bersih) bagi mereka yang hanya beberapa tahun yang lalu akan digantung, sekarang ditangguhkan (hukumannya) secara dobel, dari kehidupan yang mungkin telah membunuh sebagian besar dari mereka.

[https://www.youtube.com/watch?v=EHb8wWRYd7w]