Monday, May 12, 2014

// // Leave a Comment

Syiah Majusi Merayakan Nowruz Nairuz Majusi

Syiah Majusi Merayakan Nowruz Nairuz Majusi



Menit 01:45 – 02:20
Pendeta Syiah Rafidhah al-Majusi Pimpinan Tertinggi Rahbar Iran (Syiah Rafidhah al-Majusi) Khamenei

Hari ini, hari Nowruz adalah hari ‘ied (perayaan) nasional Iran (Syiah Rafidhah al-Majusi), aku hendak mengirimkan salamku kepada Baqiatullah (al-Qaim al-Masih ad-Dajjal Imam Mahdi al-Muntazhar Syiah Rafidhah al-Majusi) dan selamat atasnya akan keberkahan hari Nowruz ini.

Aku juga ingin mengucapkan selamat kepada negara Iran secara umum dan kepada Syiah (Rafidhah al-Majusi) seluruhnya serta kepada seluruh pecinta Ahlul Bait (Ahlul Bait berlepas diri dari Syiah Rafidhah al-Majusi).

Menit 02:20 – 02:45
Presiden Iran (Syiah Rafidhah al-Majusi) Ahmadi Nejad al-Yahudi

Aku ingin mengucapkan selamat kepada seluruh rakyat Iran (Syiah Rafidhah al-Majusi) pada kesempatan ini yaitu hari raya Nowruz tercinta dan kepada seluruh rakyat yang menghargai dan yang merayakan hari Nowruz ini.

Aku ingin mengucapkan kepada seluruh manusia pada kesempatan ini yaitu Nowruz adalah peristiwa khusus yang berhubungan dengan agama (Syiah al-Majusi).

Menit 04:15 – 07:05
Pendeta Syiah Rafidhah al-Majusi Musthafa Fasihi
Diskusi ini akan membahas mengenai hari raya Nowruz, hari raya ini biasanya dihubungkan dengan rakyat Iran, yaitu pada hari pertama setiap tahunnya yang berdasarkan penanggalan kalender Matahari yang dirayakan sebagai hari raya oleh rakyat Iran.

Banyak teman-teman yang bertanya kepadaku, apakah hari ini adalah hari raya Nowruz yang memiliki alasan sejarah atau tidak, sehingga dijadikan hari raya?

Mu’alla bin Khunayth mendatangi Imam ash-Shadiq ‘alaihi Sallam dan Imam ash-Shadiq ‘alaihi Sallam berkata, “Wahai Mu’alla, apakah engkau mengetahui hari apakah ini?” Mu’alla menjawab, “Tidak, wahai cucu Nabi yang mulia, aku tidak mengetahuinya”. Imam ash-Shadiq ‘alaihi Sallam berkata, “Hari ini adalah hari di mana yang disamakan (kedudukannya) dengan hari ketika Nabi yang mulia Shallallahu ‘alaihi wa ‘ala aalihi wa Sallam dipilih sebagai Nabi.”

Yakni, Hari ini adalah hari raya Nowruz dan Nowruz disamakan (kedudukannya) dengan hari ketika Nabi yang mulia Shallallahu ‘alaihi wa ‘ala aalihi wa Sallam dipilih sebagai Nabi.

Dan juga hari Nowruz merupakan hari dimana ayat [الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ] “Pada hari ini telah Ku-sempurnakan untuk kamu agamamu,” telah diturunkan.

Serta juga hari Nowruz merupakan hari di mana kepemimpinan Ali ‘alaihi Sallam diumumkan pada hari Ghadir (Khum).

Mu’alla bertanya, “Wahai cucu Nabi yang mulia, apakah di hari tersebut terjadi banyak hal?” Imam ash-Shadiq ‘alaihi Sallam menjawab, “Benar, wahai Mu’alla. Hari ini adalah hari di mana Tuhan menerima kalimat “Iya” dari orang-orang di Alam-e-Zarr. Tuhan bertanya, “Apakah Aku adalah Tuhan-mu?” Mereka menjawab, “Iya”, sehingga hari tersebut menjadi Yaume-Alast.

Pada hari ini, terdapat amalan yang ditulis dalam “Mafaatii al-Jinan” karya Pendeta Syiah (Rafidhah al-Majusi) Abbas al-Qummi, yang menyarankan kita aagar mengamalkannya pada saat hari Nowruz. Salah satu amalan tersebut adalah sunnahnya mandi di hari raya Nowruz, dan juga berdoa pada hari raya Nowruz, serta juga menziarahi makam yang suci yaitu Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib di kota suci Najaf, dan begitu juga shalat di hari raya Nowruz.

[https://www.youtube.com/watch?v=fRQNzawVcTA]

 والخميني يحتفي بعيد النيروز فيجعل الغسل فيه مستحب والصوم فيه مشروع " ومنها – أي الاغسال المندوبة – غسل يومي العيدين، ومنها يوم النيروز
Khomeini Merayakan hari raya Nairuz dengan menjadikan mandi di dalamnya termasuk yang disunnahkan, dan puasa di hari raya Nairuz adalah disyari’atkan, –dan di antara mandi-mandi yang disunnahkan- adalah mandi (Sunnah) pada dua hari raya (Idul Fitri & Idul Adha) serta mandi (Sunnah) pada hari raya Nairuz.
[المصدر السابق 1/ 98-99]

فيجعل النيروز في مصاف عيدي المسلمين، وكذلك يجعله مثيل يوم الغدير الذي قالوا عنه أنه جزء من الإسلام " ومنها يوم الغدير وهو الثامن عشر من ذي الحجة – يعني مندوبات الصوم – ومنها يوم النيروز
(Khomeini berkata), "Dan menjadikan Nairuz sebagai bagian dari hari raya kaum Muslimin (Syiah Rafidhah al-Majusi), yaitu menjadikannya (Nairuz) seperti hari Ghadir (Khum) yang dikatakan mengenainya bahwa ia (Ghadir Khum) adalah bagian dari Islam (Syiah Rafidhah al-Majusi). Dan menjadikannya (Nairuz) seperti hari Ghadir (Khum) yaitu pada tanggal 18 Dzulhijah –yakni disunnahkan berpuasa- dan begitupula dengan hari Nairuz (disunnahkan berpuasa)."
[تحرير الوسيلة 1/203-303]