Thursday, May 22, 2014

// // Leave a Comment

Syiah Mengaku Syiah Syimr Bunuh Hushain

Syiah Mengaku Syiah Syimr Bunuh Hushain



Media Propaganda Syiah Rafidhah al-Majusi mengakui bahwa Syiah Kufah Irak yang membunuh Hushain Radhiyallahu ‘anhu.


Tanggal 5 Syawal 60 Hijriah, Muslim bin Aqil, sepupu Imam Husein, masuk ke kota Kufah dengan tujuan untuk menerima baiat atau janji setia dari rakyat kota itu kepada Imam Husein as, cucu Rasulullah Saw. Sebelumnya, rakyat Kufah mengirimkan ribuan surat kepada Imam Husain di Madinah untuk meminta agar beliau datang ke Kufah dan memimpin revolusi menentang pemerintahan Bani Umayah yang despotik.

Pada awal kedatangan Muslim bin Aqil, 18 ribu penduduk kota itu menyampaikan janji setia mereka kepada Imam Husein dan Muslim pun mengirimkan kabar kepada Imem Husain bawah rakyat Kufah telah siap mendukung beliau. Namun, tak lama kemudian, atas represi kejam dari pemerintahan Bani Umayah, rakyat Kufah mundur dan berbalik menentang Imam Husein, bahkan bergabung dengan pasukan Ibnu Ziyad yang membantai Imam Husain as di Padang Karbala.(IRIB Indonesia)

Rakyat Kufah mengirimkan ribuan surat kepada Imam Husain di Madinah untuk meminta agar beliau datang ke Kufah. Rakyat Kufah mundur dan berbalik menentang Imam Husein, membantai Imam Husain as di Padang Karbala.

Syiah Mengaku Syiah Syimr Bunuh Hushain

Syimr bin Dziljausyan

Syimr bin Dziljausyan pernah bergabung dengan Imam Ali bin Abi Thalib as di perang Shiffin melawan Muawiyah bin Abi Sofyan. Namun dengan bergulirnya waktu ia mengalami perubahan dan kemrosotan pemikiran dan keyakinan. Akhirnya ia tergolong sebagai orang yang memerangi keluarga Rasulullah Saw. Dalam memerangi Imam Husein as ia berperan sebagai komandan sebelah kiri pasukan Kufah dibawah komando Umar bin Saad. Dialah yang menawarkan surat keamanan kepada Abu Fadhl Abbas agar meninggalkan Imam Husein as. Dialah yang duduk di atas badan Imam Husein as dan menyembelih leher Imam Husein as.

Allamah Majlisi dalam bukunya meriwayatkan, di pagi hari Asyura ketika api berkobar di kubangan sekitar tenda Imam Husein, Syimr berteriak, “Hai Husein! Terburu-burukah kau menyambut api sebelum api neraka menyambutmu?”
Imam Husein as berkata, “Siapakah orang itu, kelihatannya ia Syimr?
Dijawab, “Iya”
Imam Husein as berkata, “Hai anak pengembala kambing! Kaulah yang lebih layak mendapat api neraka.”
Setelah peristiwa Karbala dan tercatat sebagai pemenggal kepala Imam Husein as, Syimr bin Dziljausyan dikejar-kejar oleh pasukan Mukhtar Tsaqafi dan ditangkap kemudian mendapat hukuman atas kejahatan yang diperbuatnya terhadap keluarga Rasulullah Saw di Karbala. (Allamah Majlisi, Bihar al-Anwar, jilid 45, hal. 4, Muassasah al-Wafa, Beirut Lebanon, 1983) 

Syimr bin Dziljausyan pernah bergabung dengan Imam Ali bin Abi Thalib as di perang Shiffin. Dialah yang duduk di atas badan Imam Husein as dan menyembelih leher Imam Husein as.