Thursday, May 22, 2014

// // Leave a Comment

Syiah Mengakui Ali Baiat Abu Bakar Umar Utsman

Syiah Mengakui Ali Baiat Abu Bakar Umar Utsman


Syiah IRIB media Propaganda Syiah Rafidhah al-Majusi telah mengakui 5 hal, di antaranya adalah :

Pengangkatan Abu Bakar sebagai khalifah di saat jenazah suci Rasulullah Saw belum dimakamkan, cukup mengejutkan bagi para sahabat yang lain. Sebagian dari mereka masih meyakini bahwa Rasul sudah menjelaskan siapakah yang bakal menjadi penerus beliau. Namun segala penentangan terhadap keputusan itu tidak membuahkan hasil apapun. Beberapa bulan setelah wafatnya Rasul, Ali dan para pengikutnya mengulurkan tangan baiat kepada Abu Bakar. 

[Pengangkatan Abu Bakar sebagai khalifah. Beberapa bulan setelah wafatnya Rasul, Ali dan para pengikutnya mengulurkan tangan baiat kepada Abu Bakar.]

Sejarah mencatat bahwa sepeninggal Rasulullah Saw, Ali bin Abi Thalib yang dikenal sebagai jawara tangguh dan pewaris ilmu Rasulullah Saw, hidup menyendiri. Beliau lebih menyibukkan diri dengan ibadah, menulis al-Quran, bekerja dan mengajarkan ilmu kepada orang-orang tertentu, semisal Abdullah bin Abbas. Hubungan Ali dengan khalifah Abu Bakar tidak banyak dicatat oleh sejarah. Sepeninggal khalifah Abu Bakar, Umar yang menjadi khalifah kedua banyak memanfaatkan ilmu dan nasehat Ali. Ketika akan menyerang Persia, sesuai dengan saran Ali, Umar tidak menyertai pasukannya. Dalam banyak kasus, Umar juga membatalkan keputusannya ketika ada penentangan dari Ali. Kata-kata Umar yang terkenal, "Jika tidak ada Ali, Umar pasti binasa," atau ungkapan, "Semoga Allah tidak menguji dengan satu maslah tanpa kehadiran Abul Hasan" diabadikan oleh para sejarawan.

[Sepeninggal khalifah Abu Bakar, Umar yang menjadi khalifah kedua banyak memanfaatkan ilmu dan nasehat Ali. Kata-kata Umar yang terkenal, "Jika tidak ada Ali, Umar pasti binasa," atau ungkapan, "Semoga Allah tidak menguji dengan satu maslah tanpa kehadiran Abul Hasan".]

Menjelang kematiannya, khalifah Umar menunjuk enam orang sahabat, yatiu Ali bin Abi Thalib, Usman bin Affan, Zubair bin Awwam, Thalhah bin Ubaidillah, Saad bin Abi Waqqash dan Abdurrahman bin Auf sebagai anggota syura. Tugas syura ini adalah memilih salah seorang diantara mereka sebagai khalifah. Dengan ketentuan yang telah ditetapkan, Abdurrahman bin Auf mengulurkan tangannya untuk membaiat usman. Keputusan itulah yang akhirnya ditetapkan dan Usman bin Affan menjadi khalifah ketiga.

[Khalifah Umar menunjuk enam orang sahabat, yaitu Ali bin Abi Thalib, Usman bin Affan, Zubair bin Awwam, Thalhah bin Ubaidillah, Saad bin Abi Waqqash dan Abdurrahman bin Auf sebagai anggota syura. Akhirnya ditetapkan dan Usman bin Affan menjadi khalifah ketiga.]

Di masa kekhalifahan Utsman bin Affan, Ali tidak banyak memegang peranan, sebab khalifah ketiga ini lebih mengutamakan sanak familinya dari pada orang lain termasuk dalam masalah pemerintahan. Ketidakpuasan umum terhadap kinerja khalifah dan para pejabat pemerintahan saat itu, telah memunculkan kebangkitan massa. Meski termasuk tokoh yang paling vokal terhadap penyelewengan yang dilakukan oleh para pejabat pemerintahan saat itu, Imam Ali as tetap berusaha mencegah terjadinya aksi pembunuhan terhadap khalifah. Semua upaya dilakukannya termasuk memerintah putra-putranya untuk mengirimkan air dan makanan ke rumah khalifah yang dikepung massa. Namun, takdir berkehendak lain dan khalifah Usman terbunuh di tengah kerusuhan tersebut.

[Imam Ali as tetap berusaha mencegah terjadinya aksi pembunuhan terhadap khalifah. Semua upaya dilakukannya termasuk memerintah putra-putranya untuk mengirimkan air dan makanan ke rumah khalifah yang dikepung massa. Namun, takdir berkehendak lain dan khalifah Usman terbunuh di tengah kerusuhan tersebut.]

Ali Dibaiat Sebagai Khalifah

Masyarakat umum yang merasakan kekosongan kepemimpinan menyerbu rumah Ali dan mengajukan baiat mereka. Putra Abu Thalib menolak baiat tersebut dan meminta umat untuk membaiat orang selain dirinya. Ketika desakan massa semakin kuat, Ali menerima baiat mereka. Praktis dengan baiat yang dilakukan umat secara aklamasi terhadap dirinya, Ali bin Abi Thalib menjadi khalifah kaum muslimin.

[Putra Abu Thalib menolak baiat tersebut dan meminta umat untuk membaiat orang selain dirinya.]

Kebijakan pertama yang dilakukan Ali adalah mencopot para pejabat yang tidak layak lalu mengganti mereka dengan orang-orang yang cakap dan adil. Imam Ali yang dikenal dengan keadilannya juga mencabut undang-undang yang diskriminatif. Beliau memutuskan untuk membatalkan segala konsesi yang sebelumnya diberikan kepada orang-orang Quresy dan menyamaratakan hak umat atas kekayaan baitul mal.

----------//----------

Konsekuensi dari pengakuan Syiah Rafidhah al-Majusi di dalam medianya yaitu IRIB media propaganda Syiah Rafidhah al-Majusi yang biasa dikenal dengan nama shIa Republic of Iran Broadcasting, di antaranya yaitu :

[1] Pengangkatan Abu Bakar sebagai khalifah. Beberapa bulan setelah wafatnya Rasul, Ali dan para pengikutnya mengulurkan tangan baiat kepada Abu Bakar.

Konsekuensinya : Ali telah membaiat Abu Bakar ash-Shiddiq Radhiyallahu ‘anhuma sebagai Khalifah, lalu apa urusannya dengan Syiah Rafidhah al-Majusi yang menolak baiat Khalifah Abu Bakar ash-Shiddiq Radhiyallahu ‘anhu?

Jawabnya : Syiah Rafidhah al-Majusi Tidak ada urusannya sama sekali dengan baiatnya Ali Radhiyallahu ‘anhu terhadap keabsahan Khalifah Abu Bakar ash-Shiddiq Radhiyallahu ‘anhu.

[2] Sepeninggal khalifah Abu Bakar, Umar yang menjadi khalifah kedua banyak memanfaatkan ilmu dan nasehat Ali. Kata-kata Umar yang terkenal, "Jika tidak ada Ali, Umar pasti binasa," atau ungkapan, "Semoga Allah tidak menguji dengan satu maslah tanpa kehadiran Abul Hasan".

Konsekuensinya : Khalifah Umar bin al-Khaththab berhubungan baik dengan Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu ‘anhuma, lalu apa urusannya dengan Syiah Rafidhah al-Majusi yang mencela dan mengkafirkan Khalifah Umar bin al-Khaththab Radhiyallahu ‘anhu?

Jawabnya : Syiah Rafidhah al-Majusi Tidak ada urusannya sama sekali dengan Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu ‘anhu yang berhubungan baik dengan Khalifah Umar bin al-Khaththab Radhiyallahu ‘anhu.

[3] Khalifah Umar menunjuk enam orang sahabat, yaitu Ali bin Abi Thalib, Usman bin Affan, Zubair bin Awwam, Thalhah bin Ubaidillah, Saad bin Abi Waqqash dan Abdurrahman bin Auf sebagai anggota syura. Akhirnya ditetapkan dan Usman bin Affan menjadi khalifah ketiga.

Konsekuensinya : Khalifah Utsman bin Affan Radhiyallahu ‘anhu dibaiat sebagai Khalifah sedangkan Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu ‘anhu termasuk anggota Syura yang bermusyawarah dalam memilih Khalifah, lalu apa urusannya dengan Syiah Rafidhah al-Majusi dalam mempermasalahkan Kekhalifahan Utsman bin Affan Radhiyallahu ‘anhu?

Jawabnya : Syiah Rafidhah al-Majusi Tidak ada urusannya sama sekali dengan Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu ‘anhu yang sebagai anggota Syura yang bermusyawarah dalam memilih Khalifah Utsman bin Affan Radhiyallahu ‘anhu.

[4] Imam Ali as tetap berusaha mencegah terjadinya aksi pembunuhan terhadap khalifah. Semua upaya dilakukannya termasuk memerintah putra-putranya untuk mengirimkan air dan makanan ke rumah khalifah yang dikepung massa. Namun, takdir berkehendak lain dan khalifah Usman terbunuh di tengah kerusuhan tersebut.

Konsekuensinya : Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu ‘anhu mencintai Utsman bin Affan Radhiyallahu dengan melindunginya, bahkan memerintahkan anak-anaknya ke rumah Khalifah yang dikepung massa di mana nyawa sebagai taruhannya. lalu apa urusannya dengan Syiah Rafidhah al-Majusi yang membenci dan mengkafirkan Khalifah Utsman bin Affan Radhiyallahu ‘anhu?

Jawabnya : Syiah Rafidhah al-Majusi Tidak ada urusannya sama sekali dengan Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu ‘anhu yang mencintai Khalifah Utsman bin Affan Radhiyallahu ‘anhu.

[5] Putra Abu Thalib menolak baiat tersebut dan meminta umat untuk membaiat orang selain dirinya.

Konsekuensinya : Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu ‘anhu menolak dibaiat, padahal Aqidah Syiah Rafidhah al-Majusi memasukkan Imamah atau Wilayah ke dalam Rukun Aqidah mereka yang jika tidak mengimplementasikannya akan dihukum sebagai seorang Kafir. lalu apa urusannya dengan Syiah Rafidhah al-Majusi yang mengatakan Imamah dan Wilayah hanyalah milik Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu ‘anhu?

Jawabnya : Syiah Rafidhah al-Majusi Tidak ada urusannya sama sekali dengan Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu ‘anhu yang menolak baiat dikarenakan Imamah dan Wilayah bukanlah bagian dari Aqidah Islam, namun Imamah dan Wilayah hanyalah ada di dalam Aqidah Syiah Rafidhah al-Majusi.

Sesungguhnya Ahlul Bait berlepas diri dari Syiah Rafidhah al-Majusi Pusat Kekufuran yang berada di Timur.

Adakah Syiah Rafidhah al-Majusi yang masih memiliki akal?