Monday, June 23, 2014

// // Leave a Comment

Perawi Khamenei Rahbar Syiah Keledai

Perawi Khamenei Rahbar Syiah Keledai

وروي أن أمير المؤمنين عليه السلام قال: إن ذلك الحمار كلم رسول الله صلى الله عليه وآله فقال: بأبي أنت وأمي إن أبي حدثني, عن أبيه, عن جده, عن أبيه أنه كان مع نوح في السفينة فقام إليه نوح فمسح على كفله ثم قال: يخرج من صلب هذا الحمار حمار يركبه سيد النبيين وخاتمهم, فالحمد لله الذي جعلني ذلك الحمار.
الكافي - الشيخ الكليني - ج ١ - الصفحة ٢٣٧
Dan diriwayatkan bahwasanya Amirul Mukminin ‘alaihi Salam berkata : Sesungguhnya keledai itu berkata kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa aalihi : Demi ayahku dan ibuku sebagai tebusanmu, sesungguhnya ayahku telah menceritakan kepadaku dari ayahnya dari kakeknya dari ayahnya. Bahwasanya ia pernah bersama Nuh di dalam perahu, lalu berdirilah Nuh dan mengusap pantatnya kemudian bersabda : “Akan keluar dari sulbi keledai ini seekor keledai yang akan dikendarai oleh pemimpin dan penutup para Nabi.” Segala puji bagi Allah yang telah menjadikanku keledai tersebut.
[Al-Kafiy 1/237, al-Kulayniy Pendeta Syiah Rafidhah]
[shiaonlinelibrary.com/الكتب/1122_الكافي-الشيخ-الكليني-ج-١/الصفحة_0?pageno=237#top]

الاسم: طالب علم
السؤال: هل تجوز الرواية عن الحمير؟ كما ورد في في بعض الكتب والمراجع ما روي عن أمير المؤمنين: إن غُفيراً -حمار رسول الله صلى الله عليه وآله- قال له: بأبي أنت وأمي -يا رسول الله- إن أبي حدثني عن أبيه عن جده عن أبيه: (أنه كان مع نوح في السفينة, فقام إليه نوح فمسح على كفله ثم قال: يخرج من صلب هذا الحمار حمار يركبه سيد النبيين وخاتمهم, فالحمد لله الذي جعلني ذلك الحمار)
(أصول الكافي ۱/۲۳۷)
المرجع: سماحة السيد القائد الخامنئي
الأجابة: الغرابة الموجودة في هذه الرواية تنتفي عندما تراجع النصوص القرآنية من كون الحيوانات تتكلم وتتصرف كما في قصة الهدهد والنمل و....
وعلى كل حال لا يوجد في الروايات ما يتنافى مع العقل أو الشرع أو ما يتنافى مع احترام الرسول (صلى الله عليه وآله وسلم) فلماذا ترفضها
Nama : Penuntut ilmu
Pertanyaan : Apakah diperbolehkan meriwayatkan dari keledai? Sebagaimana perkataan yang terdapat di sebagian kitab dan Maraji’ mengenai apa yang diriwayatkan dari Amirul Mukminin : Sesungguhnya Ghufiran yang merupakan keledai Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa aalihi, berkata : Demi ayahku dan ibuku sebagai tebusanmu wahai Rasulullah, sesungguhnya ayahku telah menceritakan kepadaku dari ayahnya dari kakeknya dari ayahnya : (Sesungguhnya ia pernah bersama Nuh di dalam perahu, lalu berdirilah Nuh dan mengusap pantatnya, kemudian bersabda : “Akan keluar dari sulbi keledai ini seekor keledai yang akan dikendarai oleh pemimpin para Nabi dan penutupnya.” Segala puji bagi Allah yang telah menjadikanku keledai tersebut)
(Ushul al-Kafiy 1/237)
Al-Marji’ : Samahatus Sayyid al-Qaid al-Khaminiy [Khamenei Rahbar Iran Syiah Rafidhah]
Jawaban : Keanehan yang nampak dalam riwayat ini tidak bertentangan dengan nash-nash al-Qur’an yang dalam kenyataannya hewan-hewan dapat berbicara dan bertindak sebagaimana yang terdapat di dalam kisah hud-hud dan semut....
Dan dalam setiap hal, tidak ada riwayat yang bertentangan dengan akal dan syari’at atau yang bertentangan dengan kehormatan Rasul (Shallallahu ‘alaihi wa aalihi wa Sallam), lalu kenapa harus menolaknya.
[arabic.irib.ir/index.php?option=com_estefta&task=show&id=434&Itemid=49]

[http://www.youtube.com/watch?v=IlS_NTewfzQ]