Tuesday, July 08, 2014

// // Leave a Comment

Al Quran Syiah di atas Kepala pada Lailatul Qadr

Al Quran Syiah di atas Kepala pada Lailatul Qadr

[http://www.youtube.com/watch?v=X6gnGhuM0CI]

Pertanyaan kedua, Di antara amal-amal yang berlaku dan dianjurkan pada malam lailatul qadr ialah meletakkan al-Qur`an di atas kepala, mengingat al-Qur`an berfungsi seperti seorang dokter 

"Dan Kami turunkan dari Al Quran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al Quran itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian" 170. Namun kita tahu ia baru akan memberi kesembuhan setelah pesan-pesannya diamalkan.  

Lalu apa manfaat meletakkan al-Qur`an di kepala pada malam tersebut?

Jawaban; Al-Qur`an sendiri selalu memiliki dua sisi. Satu sisi ialah sebagai penyembuh, dan al-Qur`an pun juga kalam Allah di sisi lain. Satu sisi ia adalah kata-kata suci, karena itu orang-orang Islam meyakini keharusan berwudhu ketika hendak menyentuhnya, dan di sisi lain kandungannya disucikan sehingga al-Qur`an disebut sebagai tsaql akbar (pusaka besar) dan Ahlul Bayt a.s sebagai tsaqak ashgar (pusaka kecil). Karena itu, mengkiaskan dokter/penyembuh saja kepada al-Qur`an tidak dapat dibenarkan. 

Tentunya, perbuatan peletakkan al-Qur`an di atas kepala ini didorong oleh keperluan khusus. Tradisi ini mengajarkan kepada kita larangan meletakkan al-Qur`an di bawah tangan dan kaki. Adapun kandungannya mengajari kita bahwa al-Qur`an adalah panduan segala aktivitas kita, keharusan melaksanakan hukum-hukumnya dengan bentuk sempurna, dan tidak melupakannya.

[http://www.alhassanain.com/indonesian/book/book/holy_quran_library/quran_interpretation/perumpamaan_dalam_alquran/023.html]