Tuesday, July 15, 2014

// // Leave a Comment

Syiah Menjimai Banci Tidak Batal Puasa


Syiah Menjimai Banci Tidak Batal Puasa

9- لا يبطل الصوم بالجماع إذا كان نائما أو كان مكرها بحيث خرج عن اختياره كما لا يضر إذا كان سهوا
10- لو قصد التفخيذ مثلا فدخل في أحد الفرجين لم يبطل ولو قصد الادخال في أحدهما فلم يتحقق كان مبطلا من حيث إنه نوى المفطر
11- إذا دخل الرجل بالخنثى قبلا لم يبطل صومه ولا صومها
العروة الوثقى - السيد محمد صادق الروحاني - ج ٢ - الصفحة ١١



9- Tidak membatalkan puasa jika jima’ dalam keadaan tidur atau dalam keadaan terpaksa yang di mana di luar kendalinya. sebagaimana juga tidak merugikan (batal puasa) jika dalam keadaan tidak sengaja.

10- Seandainya bermaksud (bersenang-senang) di paha, kemudian misalnya masuk ke salah satu dari 2 (dua) farji maka tidak membatalkan (puasa). Namun seandainya bermaksud memasukkannya (jima’) ke dalam salah satu dari 2 (dua) farji namun tidak terealisasi maka membatalkan (puasa), karena dalam hal ini sesungguhnya ia telah meniatkan untuk berbuka (membatalkan puasa).

11- Jika seorang laki-laki memasukkan (jima’) ke dalam kemaluannya banci (khuntsa) maka tidak membatalkan puasa laki-laki tersebut dan begitu juga dengan banci (khuntsa) tersebut.

[‘Urwah al-Wutsqa 2/11, Muhammad Shadiq ar-Ruhaniy Pendeta Syiah Rafidhah]
[shiaonlinelibrary.com/الكتب/759_العروة-الوثقى-السيد-محمد-صادق-الروحاني-ج-٢/الصفحة_11]