Sunday, July 27, 2014

// // Leave a Comment

Syiah Ngaku Salahudin Ayubi Bantai Syiah

Syiah Ngaku Salahudin Ayubi Bantai Syiah

Media propaganda Syiah Rafidhah mengakui bahwasanya Shalahuddin al-Ayyubi Pahlawan dalam Perang Salib Membantai Syiah terlebih dahulu sebelum Membebaskan Masjidil Aqsha Palestina. 


Pemerintahan Dinasti Ayyubi yang puncaknya diduduki oleh Salahuddin berdasarkan sirah ini, berusaha keras untuk memberantas ajaran Syiah di Mesir. Usaha ini boleh jadi ditopang oleh selaksa dalil. Dan satu hal yang pasti dari dalil tersebut adalah dalil-dalil mazhab. Salahuddin Ayyub adalah seorang pemeluk mazhab Syafi'i yang sangat fanatik dan tidak kuasa membendung keberadaan kaum minoritas seperti Syiah. Salahuddin sedemikian memerangi orang-orang Syiah sehingga seolah-olah menjadi taklif syar'i.

Di samping itu, ia juga memiliki dalil-dalil politik; karena pemerintahan Bani Fatimiyyah adalah pemerintahan Syiah dan Salahuddin mengambil alih pemerintahan dari mereka dan sebagai ikutannya ia menganggap orang-orang Syiah sebagai rival yang besar kemungkinan suatu hari orang-orang Syiah akan bangkit melawannya. Dengan demikian Salahuddin menyatakan perang dan perlawanan melawan Syiah.

Namun dengan dua dalil, pelbagai peperangan yang terjadi di luar Mesir, ia berusaha untuk tidak banyak mempekerjakan prajurit di Mesir. Karena itu, ia berusaha menjadikan perang melawan orang-orang Eropa sebagai prioritas pekerjaannya. Pada kesempatan ini kita akan membahas secara ringkas beberapa perlawanan dan terkadang sikap tidak ksatria Salahuddin terkait dengan Syiah.

Berperang melawan ajaran-ajaran dan simbol-simbol mazhab Syiah: Salahuddin mengisolir ulama Syiah dan merusak sekolah-sekolah mereka atau merubahnya menjadi sekolah-sekolah Sunni. Ia juga memerintahkan untuk membakar perpustakaan besar Bani Fatimiyyah. Dan yang paling penting adalah syiar-syiar Syiah harus dihentikan. Di antara syiar tersebut adalah Asyura. Salahudin mengumumkan hari Asyura sebagai hari gembira dan berpesta nasional. Tindakannya ini telah menjadi penghalang besar pelaksanaan acara Asyura di Mesir bagi orang-orang Syiah. [Wadhiyyat-e Syi'ahyân Meshr dar 'Ashr Shalâhuddin Ayyûbi, hal. 155.]

Demikian juga, ungkapan "Hayya 'ala Khair al-'Amal" yang merupakan salah satu syiar mazhab Syiah dihapus dari azan. Peristiwa ini terjadi pada tanggal 10 Dzulhijjah 565. [Wadhiyyat-e Syi'ahyân Meshr dar 'Ashr Shalâhuddin Ayyûbi, hal. 144.]

Ia menginstruksikan supaya nama-nama para khalifah rasyidun yang merupakan simbol Ahlisunnah disebutkan pada setiap khutbah. [Wadhiyyat-e Syi'ahyân Meshr dar 'Ashr Shalâhuddin Ayyûbi, hal. 145.]

Pergantian para hakim Syiah adalah salah satu tindakan Salahuddin dalam melenyapkan Syiah. [Wadhiyyat-e Syi'ahyân Meshr dar 'Ashr Shalâhuddin Ayyûbi, hal. 151.]

[www.islamquest.net/id/archive/question/fa21274]

Maqdisi, penulis geografi abad ke-4 Hq dalam karyanya menulis tentang penyebaran Syiah di Palestina. Dalam bukunya Ahsan al-Taqasim Fi Ma'rifah al-Aqalim pada jilid pertama ia menulis, warga Tabariya dan sebagian dari warga Nablus dan al-Quds adalah pengikut Syiah. Sementara Karajiki ulama abad ke-5 juga menulis bahwa seluruh penduduk kota Ramallah di Palestina bermazhab Syiah dan Naser Khosru Dai Esmaili yang wafat tahun 481 dalam catatan perjalanannya menyebut adanya kuburan Abu Hurairah di kota Tabariya dan penduduk di sana tidak punya kecenderungan untuk menziarahinya, karena penduduk Tabariya bermazhab Syiah. Naser Khosru yang tinggal di Palestina hingga tahun 437 menyebut mayoritas penduduk kota al-Quds bermazhab Syiah. Ibnu Jubair yang hidup abad ke-6 dalam catatan perjalanannya menyebut orang-orang Syiah yang tinggal di Palestina termasuk Rafidhi, Imamiyah, Ismailiyah, Zaidiyah dan Nashriyah. Tentu saja dalam periode menurunnya dinasti Fathimiyah di Mesir dan kekuasaan Mesir diambil alih oleh Shalahuddin al-Ayyubi yang mengambil kebijakan keras terhadap Syiah, proses penyebaran Syiah di Palestina mengalami kemandekan serius.

[indonesian.irib.ir/hidden-1/-/asset_publisher/m7UK/content/syiah-di-palestina?redirect=http://indonesian.irib.ir/hidden-1%3Fp_p_id%3D101_INSTANCE_m7UK%26p_p_lifecycle%3D0%26p_p_state%3Dnormal%26p_p_mode%3Dview%26p_p_col_id%3Dcolumn-1%26p_p_col_count%3D3]