Saturday, September 06, 2014

// // Leave a Comment

Potong Lidah Syiah Rafidhah

Potong Lidah Syiah Rafidhah

وَفِيهَا احْتِيطَ ببغداد على شاعر ينشد للروافض أشعاراً في ثلب الصحابة وسبهم، وتهجين من يحبهم، فعقد له مجلس بأمر الخليفة ثم اسنتطق فإذا هو رافضي خبيث داعية إليه، فَأَفْتَى الْفُقَهَاءُ بِقَطْعِ لِسَانِهِ وَيَدَيْهِ، فَفُعِلَ بِهِ ذَلِكَ، ثُمَّ اخْتَطَفَتْهُ الْعَامَّةُ فَمَا زَالُوا يَرْمُونَهُ بِالْآجُرِّ حَتَّى أَلْقَى نَفْسَهُ فِي دِجْلَةَ فَاسْتَخْرَجُوهُ منها فقتلوه حتى مات، فأخذوا شريطاً وربطوه في رجله وجروه على رجله حتى طافوا به البلد وجميع الأسواق، ثم ألقوه في بعض الأتونة مَعَ الْآجُرِّ وَالْكِلْسِ، وَعَجَزَ الشُّرَطُ عَنْ تَخْلِيصِهِ منهم.
Pada tahun ini (574 H) seorang penyair di Baghdad ditangkap dikarenakan men-senandungkan sebuah syair untuk kelompok Rawafidh (Syiah Rafidhah) yang berisi pencelaan terhadap para Shahabat dan mencaci maki mereka, serta menghujat orang-orang yang mencintai mereka (Shahabat Nabi). Oleh karena itu ia disidang atas perintah Khalifah, kemudian ia diminta berbicara. Ternyata ia adalah seorang Rafidhiy (Syiah Rafidhah) khabits (menjijikan) penyeru (kepada paham Rafidhah). Kemudian para Fuqaha’ memfatwakan untuk memotong lidah dan kedua tangannya, lalu dilaksanakanlah (fatwa tersebut). Kemudian masyarakat umum mengeroyoknya dan tanpa henti-hentinya melemparinya dengan batu bata hingga ia menceburkan diri ke dalam (sungai) Dijlah (Tigris), lalu mereka menariknya (dari sungai) dan membunuhnya hingga mati. Setelah itu mereka mengambil seutas tali dan mengikatkannya pada kakinya seraya menyeretnya dengan sangat marah di negeri dan pasar tersebut. Kemudian mereka melemparkannya ke dalam tungku api bersama dengan batu bata serta kapur, sedangkan pihak kepolisian tidak mampu menyelamatkannya dari mereka.
[Al-Bidayah wa an-Nihayah 12/369, al-Hafizh Ibnu Katsir]