Monday, September 15, 2014

// // Leave a Comment

Syiah Arab Mutah di Puncak Bogor

Syiah Arab Mutah di Puncak Bogor


Dialog Syiah Arab Transaksi Mut’ah ala Syiah

Menit 02:05 – 02:55
[-] Itu adalah kontrak (Mut’ah ala Syiah) dengan Rini, kami (Syiah Arab) telah memberinya (Rini) sebanyak 2 juta rupiah.
Besok ia (Rini) akan mendapatkan 6 juta (lagi), itu adalah kontrak (Mut’ah ala Syiah) di antara kami.
Namun dengan ini (kontrak Mut’ah ala Syiah), ia (Rini) dapat serius (dalam melayari bahtera rumah tangga Mut’ah ala Syiah).
[-] Kami tidak ingin melakukannya (Sex) dengan cara yang haram, Engkau tahu haram dalam bahasa Arab? Kami ingin melakukannya (Sex) dengan cara yang halal.
[-] Aku memiliki masalah yang lebih besar, tapi engkau tidak akan mengerti, 2 isteri tidaklah mencukupi.

[https://www.youtube.com/watch?v=CSGFM0IvZ0k]

Kami tidak ingin melakukannya (Sex) dengan cara yang haram, Engkau tahu haram dalam bahasa Arab? Kami ingin melakukannya (Sex) dengan cara yang halal.

Syiah di negeri Arab, jumlahnya cukup memprihatinkan.

Kebanyakan Syiah (Arab Saudi) adalah orang-orang Bahrani (Imamiyah) dua belas yang tinggal di daerah kaya minyak Provinsi Timur, dengan konsentrasi terbesar di oasis Qatif, al-Hasa. Ada juga minoritas (Imamiyah) dua belas di Madinah yang disebut Nakhawila, dan beberapa Syiah bahkan telah bermigrasi ke daerah perkotaan besar Riyadh. Komunitas yang lebih kecil seperti Zaidi dan Ismailiyah juga tinggal di Najran di sepanjang perbatasan dengan Yaman.
[en.wikipedia.org/wiki/Shia_Islam_in_Saudi_Arabia]

Dari Dialog Syiah Arab Transaksi Mut’ah ala Syiah di atas dapat diketahui beberapa point, di antaranya adalah :

[-] Itu adalah kontrak (Mut’ah ala Syiah) dengan Rini, kami (Syiah Arab) telah memberinya (Rini) sebanyak 2 juta rupiah.
Besok ia (Rini) akan mendapatkan 6 juta (lagi), itu adalah kontrak (Mut’ah ala Syiah) di antara kami.
Namun dengan ini (kontrak Mut’ah ala Syiah), ia (Rini) dapat serius (dalam melayari bahtera rumah tangga Mut’ah ala Syiah).

Syiah membolehkan Mut’ah ala Syiah dengan seorang Wanita Pelacur.

يجوز التمتع بالزانية على كراهية خصوصا لو كانت من العواهر والمشهورات بالزنا، وإن فعل فليمنعها من الفجور
تحرير الوسيلة - السيد الخميني - ج ٢ - الصفحة ٢٩٢
Diperbolehkan melakukan Mut’ah dengan Wanita Pezina dengan makruh, khususnya jika Wanita tersebut merupakan seorang Wanita Pelacur dan terkenal dengan perbuatan Zina. Namun jika ia (Laki-Laki Syiah) melakukannya (Mut’ah), maka laranglah ia (Wanita) tersebut dari perbuatan Melacur/Zina.
[Tahrir al-Wasilah 2/241, Khumainiy Pendeta Syiah Rafidhah]
[shiaonlinelibrary.com/الكتب/718_تحرير-الوسيلة-السيد-الخميني-ج-٢/الصفحة_0?pageno=292#top]

Syiah cukup membayarnya saja dengan uang jika masa kontraknya telah berakhir (berpisah tanpa talaq) sebagai jasa Sewa Rental Sex Mut’ah ala Syiah.

عن أبي جعفر (عليه السلام) في المتعة قال: ليست من الأربع لأنها لا تطلق ولا ترث وإنما هي مستأجرة
الكافي - الشيخ الكليني - ج ٥ - الصفحة ٤٥١
Dari Abu Ja’far (‘alaihi Salam) dalam hal Mut’ah, ia berkata, “Ia (Wanita Pemut’ah) bukanlah termasuk dari yang empat (maksimal menikahi wanita), dikarenakan ia (Wanita Pemut’ah) (berpisah) tanpa talaq dan tidak mendapatkan waris. Dan sesungguhnya ia (Wanita Pemut’ah) hanyalah seorang Wanita Bayaran/Sewaan/Rental.
[Al-Kafiy 5/451, al-Kulainiy Pendeta Syiah Rafidhah]
[shiaonlinelibrary.com/الكتب/1126_الكافي-الشيخ-الكليني-ج-٥/الصفحة_451]

[-] Kami tidak ingin melakukannya (Sex) dengan cara yang haram, Engkau tahu haram dalam bahasa Arab? Kami ingin melakukannya (Sex) dengan cara yang halal.

Hanya Syiah-lah yang menghalalkan Mut’ah yang telah diharamkan oleh Allah dan Rasul-Nya.

ليس منا من لم يؤمن بكرتنا، ويستحل متعتنا
من لا يحضره الفقيه - الشيخ الصدوق - ج ٣ - الصفحة ٤٥٨
Bukanlah termasuk dari golongan kami yang tidak beriman kepada kebangkitan kami (Raj’ah) dan kehalalan Mut’ah kami.
[Man La Yahdhuruhu al-Faqih 3/458, ash-Shaduq Pendeta Syiah Rafidhah]
[shiaonlinelibrary.com/الكتب/1151_من-لا-يحضره-الفقيه-الشيخ-الصدوق-ج-٣/الصفحة_458]

[-] Aku memiliki masalah yang lebih besar, tapi engkau tidak akan mengerti, 2 isteri tidaklah mencukupi.

Syiah menganggap Wanita Pemut’ah sebagai Budak Sex yang berada di luar dari isteri sah yang empat, bahkan Syiah dapat melakukan Mut’ah dengan seribu Wanita Pemut’ah.

وسئل أبو عبد الله (عليه السلام)، عن المتعة فقال: " هي كبعض امائك،
مستدرك الوسائل - الميرزا النوري - ج ١٤ - الصفحة ٤٦٦
Dan ia bertanya kepada Abu ‘Abdillah (‘alaihi Salam) mengenai Mut’ah, lantas ia menjawab, “Ia (Wanita Mut’ah) merupakan Budak Wanitamu.”
[Mustadrak al-Wasail 14/466, al-Mirza an-Nuuriy Pendeta Syiah Rafidhah]
[shiaonlinelibrary.com/الكتب/1250_مستدرك-الوسائل-الميرزا-النوري-ج-١٤/الصفحة_450]

جعلت فداك أهي من الأربع؟ قال: ليست من الأربع إنما هي إجارة
بحار الأنوار - العلامة المجلسي - ج ١٠٠ - الصفحة ٣١٥
Aku menjadi tebusanmu, apakah ia (Wanita Pemut’ah) termasuk dari (Wanita yang boleh dinikahi dengan maksimal) empat? Beliau menjawab, “Ia (Wanita Pemut’ah) bukanlah yang termasuk dari yang empat, sesungguhnya ia (Wanita Pemut’ah) hanyalah seorang Wanita Bayaran/Sewaan/Rental.
[Bihar al-Anwar 100/315, al-Majlisi Pendeta Syiah Rafidhah]
[shiaonlinelibrary.com/الكتب/1531_بحار-الأنوار-العلامة-المجلسي-ج-١٠٠/الصفحة_317]

ذكرت له المتعة أهي من الأربع؟ فقال: تزوج منهن ألفا فإنهن مستأجرات
الكافي - الشيخ الكليني - ج ٥ - الصفحة ٤٥٢
Aku bertanya kepadanya mengenai Mut’ah yaitu apakah (Wanita Syiah Mut’ah) termasuk dari (Wanita yang boleh dinikahi dengan maksimal) empat? Kemudian beliau menjawab, “Kawinilah mereka (Wanita Pemut’ah) sebanyak 1.000 (seribu) (Wanita Pemut’ah), karena sesungguhnya mereka (Wanita Pemut’ah) adalah Wanita Bayaran/Sewaan/Rental.
[Al-Kafiy 5/452, al-Kulainiy Pendeta Syiah Rafidhah]
[shiaonlinelibrary.com/الكتب/1126_الكافي-الشيخ-الكليني-ج-٥/الصفحة_452]