Saturday, November 01, 2014

// // Leave a Comment

Zanjir Zani Syiah Pukul Rantai Pisau ke Tubuh

Zanjir Zani Syiah Pukul Rantai Pisau ke Tubuh


Wahid Khurasani Pendeta Syiah Rafidhah

Terlaknatlah atasnya yang telah menolak ritual-ritual ini (Azadari/perayaan ratapan niyahah Asyura Syiah)
Hati-hatilah wahai rakyat Iran perhatikanlah, sekecil apapun kalimat yang dikeluarkan untuk melawan ritual-ritual Husaini, berarti memukul punggung cap kenabian.

Ritual-ritual Azadari (perayaan ratapan niyahah Asyura Syiah) ini, seperti ritual memukul-mukul dada, ritual Zanjir Zani (memukul ke tubuh dengan rantai besi yang berpisau), memiliki kebutuhan untuk dilindungi/dilestarikan.
Hal ini bukanlah suatu permasalahan yang dapat dipermainkan.

Siapakah Faqih? Era para Fuqaha’ telah berakhir.
Faqih adalah Naini (Pendeta Syiah Rafidhah).
Faqih adalah Burujardi (Pendeta Syiah Rafidhah).
Faqih adalah Hairi (Pendeta Syiah Rafidhah).
Orang-orang tersebut adalah Faqih, yang berkata bahwa memukul-mukul dada, memukul-mukul diri kalian dengan Zanjir (rantai besi yang berpisau), dan bahkan jika darah mengalir sekalipun, maka biarkanlah mengalir.
Merekalah adalah orang-orang Faqih yang disebut sebagai pemimpin agama (Syiah Rafidhah).

Semua omong kosong ini (melarang Zanjir Zani) mengabaikan beberapa bukti. Yakni seperti Faqih Naini yang seorang (Faqih besar). Ia (Fuqaha terbesar) termasuk seorang yang bangga di dalam kitabnya.
Faqih besar (Naini) ini berkata, “Memukul dada dan memukul dengan Zanjir (rantai besi yang berpisau) untuk dipersembahkan kepada para Syuhada, bahkan hingga darah mengalir, maka hal ini adalah jaiz (diperbolehkan), dan pembolehan di sini bukan berarti mubah (tidak mendapatkan ganjaran). Engkau (Naini) adalah seorang yang Faqih, betapa besarnya ia (Naini) yang telah mengeluarkan fatwa ini.

Ketika fatwa ini dikeluarkan, orang terbesar kita di dalam madzhab seperti Muhsin Hakim, ketika ditanya untuk mengesahkan fatwa ini, ia berkata, “Fatwa Syaikh (Naini) tidaklah membutuhkan persetujuan dari seseorang sepertiku.” Sama seperti Faqih Syahrudi yang berkata, “Fatwa (Naini) adalah sah dalam segala aspek.” Sama juga seperti orang-orang besar yang istirahat (dikubur) di sini (Qum), mereka adalah Pilar Fiqh. Begitu juga sama dengan Hairi, ia mengeluarkan fatwa yang sama.

[https://www.youtube.com/watch?v=kvndNNxoK9s&feature=youtu.be]