Monday, January 05, 2015

// // Leave a Comment

Syiah Mutah Aib Pecah Keperawanan

Syiah Mutah Aib Pecah Keperawanan

لا بأس بأن يتمتع بالبكر ما لم يفض إليها مخافة كراهية العيب على أهلها
الكافي - الشيخ الكليني - ج ٥ - الصفحة ٤٦٢
Tidaklah mengapa melakukan Mut’ah dengan gadis perawan (Syiah) tanpa memecahkan (keperawanan)-nya dikarenakan takut akan aib yang dibenci menimpa keluarganya.
[Al-Kaafiy 5/462, al-Kulainiy Pendeta Syiah Rafidhah]
[shiaonlinelibrary.com/الكتب/1126_الكافي-الشيخ-الكليني-ج-٥/الصفحة_462]

رجل تزوج بجارية عاتق على أن لا يقتضها, ثم أذنت له بعد ذلك, قال: إذا أذنت له فلا بأس
وسائل الشيعة (آل البيت) - الحر العاملي - ج ٢١ - الصفحة ٣٣
Terdapat seorang laki-laki (Syiah) melakukan Kawin (Kontrak/Mut’ah) dengan seorang gadis (perawan Syiah) dengan komitmen untuk tidak memecahkan (keperawanan)-nya, kemudian ia (gadis Syiah) mengizinkan (untuk memecahkan keperawanannya) setelahnya. Lantas (Abu Abdillah) berkata, “Jika ia (gadis Syiah) mengizinkan (untuk memecahkan keperawanannya), maka tidaklah mengapa.”
[Wasail asy-Syiah 21/33, al-Hurr al-‘Amiliy Pendeta Syiah Rafidhah]
[shiaonlinelibrary.com/الكتب/1207_وسائل-الشيعة-آل-البيت-الحر-العاملي-ج-٢١/الصفحة_33]