Saturday, April 25, 2015

// // Leave a Comment

Syiah Ngaku Provokasi Tatar Bantai Khalifah

Syiah Ngaku Provokasi Tatar Bantai Khalifah

Khajah Nashiruddin Tusi

Ia adalah Muhammad putra Muhammad putra Hasan Tusi. Ia juga disebut dengan Abu Ja’far, juga Nashiruddin. Lahir di dunia pada hari sabtu 11 Jumadil Awal 597 H. yang bertepatan pada 18 Februari 1201. Beliau lahir di Tus. Keluarganya, sebagaimana yang disebutkan oleh para sejarawan, berasal dari Johrud.
 
Ayah beliau adalah Muhammad bin Hasan, seorang alim, faqih dan ahli hadis yang terkenal di Tus. Karena beliau bermazhab Syiah, Khajah Nashiruddin Tusi juga bermazhab Syiah. Ia sejak kecil berguru pada ustad-ustad dan ulama Syiah. [Muhammad bin Muhammad Nashiruddin Tusi, Akhlak e Nashiri, halaman 15]

Satu perkara yang sangat sensitif dalam kehidupan Khajah di waktu itu adalah peranannya dalam menjatuhkan kekhilafahan Al Mu’tashim Billah, khalifah terakhir dinasti Abbasiyah. Mengenai masalah ini disebutkan dalam beberapa kitab sejarah bahwa setelah Hulaku Khan menguasai benteng-benteng dan istana-istana Ismailiyun di Qazvin, ia pergi ke Hamadan. Ia ragu-ragu untuk mengirim pasukan dalam rangka menyerang Baghdad; oleh karena itu ia mulai meminta pertimbangan dan musyawarah. Hisamuddin Munajim (salah satu ahli nujumnya) berkata kepada Hulaku Khan bahwa tidak baik untuk menyerang istana Baghdad; karena setiap raja yang berniat menyerang dinasti Abbasiyah pasti tidak mendapatkan apa-apa. [Muhammad Mudarisi (Zanjani), Sargozasht va Aqaed e Falsafi e Khajah Nashiruddin e Tusi, halaman 36]

Akan tetapi Khajah berkata kepadanya bahwa tidak akan terjadi apa-apa selain tergulingkannya khalifah dan digantikan dengan Hulaku Khan. Lalu ia menjelaskan bahwa banyak tokoh besar Islam yang telah syahid dan tidak timbul keburukan apa-apa. [Muhammad Mudarisi (Zanjani), Sargozasht va Aqaed e Falsafi e Khajah Nashiruddin e Tusi, halaman 36]

Ketika Hulaku Khan membabi buta dan benar-benar mendesak untuk membunuh khalifah, banyak yang mencegahnya dan berkata bahwa mengotori pedang dengan darah khalifah akan menimbulkan gejolak dan kebangkitan umum. [Muhammad bin Muhammad Nashiruddin Tusi, Akhlak e Nashiri, halaman 24]

Hisamuddin Munajim berkata, “Jika khalifah terbunuh, alam semesta akan menjadi gelap dan akan terlihat pertanda-pertanda kiamat.” [Muhammad Mudarisi (Zanjani), Sargozasht va Aqaed e Falsafi e Khajah Nashiruddin e Tusi, halaman 38]

Hulaku Khan mulai gugup mendengar perkataannya lalu bermusyawarah dengan Khajah Nashiruddin. Khajah berkata, “Peredaran alam semesta bertumpu pada tabiatnya. Banyak orang-orang yang lebih mulia dari Khalifah Bani Abbas yang terbunuh tapi alam semesta tetap terjaga…” [Muhammad bin Muhammad Nashiruddin Tusi, Akhlak e Nashiri, halaman 24]

Hulaku Khan menyukai pendapatnya dan akhirnya khalifah terbunuh. Setelah itu Khajah diperintahkan Hulaku Khan untuk mendeklarasikan kemenangannya. [Hauzah Maya Media Propaganda Syiah Rafidhah]