Sunday, June 28, 2015

// // Leave a Comment

Syiah Beramal Karena Manusia

Syiah Beramal Karena Manusia

Telah kita ketahui bersama bahwasanya Islam mengajarkan kepada umatnya untuk beramal Lillahi Ta‘ala (hanya karena Allah Ta‘ala) karena hal itu termasuk dari Tauhid. Adalah haram bagi setiap Muslim untuk beramal selain karena Allah Ta‘ala karena hal itu termasuk dari syirik.


Allah ‘Azza Wa Jalla berfirman :

فَمَنْ كَانَ يَرْجُوا لِقَاءَ رَبِّهِ فَلْيَعْمَلْ عَمَلًا صَالِحًا وَلَا يُشْرِكْ بِعِبَادَةِ رَبِّهِ أَحَدًا
“Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Rabbnya, maka hendaklah ia mengerjakan amal yang shalih dan janganlah ia mempersekutukan seorang pun dalam beribadah kepada Rabbnya.” {Al-Kahfi :110}

Dan masih banyak lagi Ayat-Ayat dan Hadits-Hadits yang menjelaskan mengenai hal ini yang tentu anda pun juga sudah mengetahuinya. So, let’s to the point, bagaimana dengan para pemeluk agama Syi’ah? Apakah pada ajaran agama mereka mengajarkan pula yang demikian? Apakah ajaran mereka mengajarkan Tauhid atau justru syirik yang dengan hal itu terbongkarlah kedok busuk mereka yang mengaku-ngaku sebagai kaum yang ber-Tauhid?

Maka langsung saja kita mendengar dari apa yang diajarkan oleh dedengkot besarnya yakni  Asy-Syirazi tatkala ia memberikan ceramah kepada hamba-hamba mut’ah dengan tema:

ما ينفعكم في الآخرة إلاّ العمل لأهل البيت
“Tidak ada yang memberikan manfa'at kepada kalian di Akhirat kecuali amal KARENA AHLUL BAIT.

Dilihat dari judulnya saja sudah dapat dipastikan bahwa tidaklah ceramahnya berisi kecuali dengan kesyirikan yakni beramal karena manusia yaitu Ahlul Bait. Mari kita melihat lebih lanjut diantara apa yang dikatakan pada ceramah sesatnya itu seperti berikut :
 
إن معظم الناس في الدنيا يخوضون ويمارسون ويعملون أعمالاً كثيرة, فبعض منهم يستفيدون ويربحون من أعمالهم, وبعض لا يحظون بشيء من أعمالهم لأسباب وعلل ما. ولكن هناك عمل واحد فقط يدر على عامله بالفائدة والربح الكثير في الدنيا, وبرضوان الله تعالى والفوز بجنات الفردوس في الآخرة, ألا وهو العمل لأهل البيت الأطهار صلوات الله عليهم. وأما من يعمل لغير أهل البيت صلوات الله عليهم, فإنه لا يحظى بشيء في الدار الآخرة مهما كان عمله
“Sesungguhnya kebanyakan orang-orang di dunia berjuang, berusaha, dan beramal dengan amalan-amalan yang banyak. Sebagian dari mereka mendapatkan faidah/manfaat dan keuntungan yang banyak dari amalan-amalan mereka, dan sebagian lagi tidak memperoleh sesuatu pun dari amalan-amalan mereka karena sebab-sebab dan cacat. Namun hanya ada satu amal yang menghasilkan kepada pelaku amalannya dengan faidah/manfaat di dunia dan keridhoan Allah Ta‘ala serta kemenangan dengan Surga Firdaus di Akhirat. Ketahuilah bahwa amal tersebut adalah BERAMAL KARENA AHLUL BAIT yang suci shalawatullahi ‘alaihim. Dan adapun orang yang beramal selain karena Ahlul Bait shalawatullahi ‘alaihim maka ia tidak akan memperoleh sesuatu pun di Negeri Akhirat dari apa yang telah diamalkannya.

  وأوضح سماحته بقوله: يقول القرآن الكريم: (يَوْمَ يَقُولُ الْمُنافِقُونَ وَالْمُنافِقاتُ لِلَّذِينَ آمَنُوا انْظُرُونا نَقْتَبِسْ مِنْ نُورِكُمْ قِيلَ ارْجِعُوا وَراءَكُم فَالْتَمِسُوا نُوراً) (1). وهذا المصداق في الآية الكريمة سيكون حال كل الذين لم يعملوا لأهل البيت صلوات الله عليهم في الآخرة, حيث إنهم سيرون المقام العظيم والدرجات الرفيعة التي سينالها العاملون لأهل البيت صلوات الله عليهم, وعندها سيسألونهم: كيف ننال ما نلتموه, أو هل لنا نصيب مما حظيتم به؟ فيقولون لهم: لقد نلنا ذلك بعملنا لأهل البيت صلوات الله عليهم في الدنيا, فارجعوا إلى الدنيا إن كنتم تقدرون
“Sammahah (Asy-Syirazi) menjelaskan dengan Firman Allah (yang artinya) “Pada hari ketika orang-orang munafik laki-laki dan perempuan berkata kepada orang-orang yang beriman: “Tunggulah kami supaya kami dapat mengambil sebahagian dari cahayamu.” Dikatakan (kepada mereka): “Kembalilah kamu ke belakang dan carilah sendiri cahaya (untukmu)”. Ini adalah mishdaq pada Ayat Yang Mulia tersebut bahwasanya akan seperti demikian keadaan orang-orang yang tidak beramal karena Ahlul Bait shalawatullahi ‘alaihim di Akhirat. Dimana bahwa mereka akan melihat kedudukan yang agung dan derajat yang tinggi yang diperoleh oleh orang-orang yang beramal karena Ahlul Bait shalawatullahi ‘alaihim. Kemudian mereka (pengamal yang bukan karena Ahlul Bait) akan bertanya kepada mereka (pengamal yang karena Ahlul Bait) : “bagaimana (caranya) kami memperoleh apa yang kalian peroleh (derajat tsb)? atau adakah bagi kami (mendapatkan) setengah dari apa yang kalian terima?”. Maka mereka (pengamal karena Ahlul Bait) menjawab “Sesungguhnya kami memperoleh hal itu (kedudukan yang agung dan derajat yang tinggi) dikarenakan amalan kami yang kami mengamalkannya karena Ahlul Bait shalawatullahi ‘alaihim saat di dunia, maka kembalilah kalian ke dunia jika kalian mampu.”

Lihat : http://arabic.shirazi.ir/printnews.php?Code=10167

Syiah Beramal Karena Manusia

Maka diantara point yang dapat dipetik dari ceramah sesatnya tersebut adalah :
Ahlus Sunnah beramal Lillahi Ta‘ala (hanya karena Allah Ta‘ala) sedangkan Syi’ah beramal bukan karena Allah melainkan karena Ahlul Bait (Li-Ahlil Bait) dan tidak syirik menurut mereka, bahkan diwajibkan!
Barangsiapa yang beramal selain karena Ahlul Bait (beramal karena Allah) akan celaka di Akhirat menurut agama Syi’ah.
Islam memang berbeda dengan Syi’ah. 

- JASER LEONHEART-