Friday, August 21, 2015

// // Leave a Comment

Syiah Mutah Hanya Satu Atau Dua Jam

Syiah Mutah Hanya Satu Atau Dua Jam


Pendeta Syiah Rafidhah al-Majusi Persia Iran
Menit 04:45 – 05:00
“Berapa lama periode kawin Mut’ah yang terpendek?” Tanya seseorang.
Dijawab oleh Pendeta Syiah Rafidhah, “Minimum bisa satu jam atau kurang, satu jam, mungkin juga setengah jam. Selama periode ini (satu jam atau kurang) mereka dapat memiliki hubungan sah (hubungan intim suami istri kawin Mut’ah), hal tersebut tidaklah bermasalah.”
[http://www.youtube.com/watch?v=dPc8wqJKoNk]

هل يجوز أن يتمتع الرجل بالمرأة ساعة أو ساعتين؟ فقال: الساعة والساعتان لا يوقف على حدهما ولكن العرد والعردين واليوم واليومين والليلة وأشباه ذلك
الكافي - الشيخ الكليني - ج ٥ - الصفحة ٤٥٩
“Apakah diperbolehkan bagi seorang laki-laki (Syiah) untuk melakukan Mut’ah dengan seorang wanita (Syiah) hanya selama Satu atau Dua Jam?” Beliau menjawab, “Satu atau Dua Jam itu sulit diketahui kapan berakhirnya, akan tetapi (Mut’ahlah) hanya dengan Satu kali atau Dua kali (berhubungan intim) badan atau (Mut’ah) hanya Satu atau Dua hari atau juga hanya semalam saja atau yang semisalnya (jelas waktunya).”
[Al-Kaafiy 5/459, al-Kulainiy Pendeta Syiah Rafidhah]
[shiaonlinelibrary.com/الكتب/1126_الكافي-الشيخ-الكليني-ج-٥/الصفحة_459]

سألت أبا عبد الله (عليه السلام) عن الرجل يتزوج المرأة على عرد واحد، فقال: لا بأس ولكن إذا فرغ فليحول وجهه ولا ينظر
الكافي - الشيخ الكليني - ج ٥ - الصفحة ٤٦٠
Aku bertanya kepada Aba ‘Abdillah ‘alaihi Salam mengenai seorang laki-laki (Syiah) mengawini seorang wanita (Syiah) hanya untuk Satu kali (berhubungan intim) badan. Lantas beliau menjawab, “Tidaklah mengapa, namun jika ia (laki-laki Syiah) telah selesai (berhubungan intim Mut’ah) maka palingkanlah wajahnya tanpa melihat (wanita Syiah tersebut).”
[Al-Kaafiy 5/460, al-Kulainiy Pendeta Syiah Rafidhah]
[shiaonlinelibrary.com/الكتب/1126_الكافي-الشيخ-الكليني-ج-٥/الصفحة_460#top]